Showing posts with label Pancasila. Show all posts
Showing posts with label Pancasila. Show all posts

Pengertian, Ciri Kapitalisme dan Liberalisme

Www.Pendidikanku.Org - Pada kesempatan ini Pendidikanku akan membahas mengenai apa itu Kapitalisme? dan apa itu Liberalisme ? Dan apa pengertian Kapitalisme dan Liberalisme menurut para ahli ?.
Pengertian Kapitalisme dan Liberalisme

Pengertian Kapitalisme

Kapitalisme Menurut Karl Marx adalah sebuah sistem ekonomi yang mana perdagangan, industri serta alat-alat produksi tersebut dikendalikan oleh pihak (pemilik) swasta dengan tujuan memperoleh keuntungan ekonomi pasar. Dalam melakukan usahanya tersebut pemilik modal berusaha untuk dapat meraih keuntungan sebesar-besarnya. Dengan prinsip tersebut, pemerintah tidak bisa melakukan intervensi pasar dalam memperoleh keuntungan secara bersama, namun tetapi intervensi pemerintah dilakukan secara besar-besaran untuk kepentingan-kepentingan pribadi.

Pengertian Kapitalisme menurut Adam Smith adalah sebuah sistem yang dapat menciptakan kesejahteraan masyarakat apabila pemerintah tidak mempunyai intervensi terhadap mekanisme dan kebijakan pasar. Di dalam kapitalisme pemerintah berperan hanya sebagai pengawas saja.

Kapitalisme adalah sebuah sistem ekonomi dimana individu boleh menggunakan kemampuan dan potensi yang dimiliki untuk meningkatkan kekayaannya tanpa adanya batasan, dalam hal tersebut bahkan tidak masalah apabila mengabaikan kebutuhan dan kepentingan masyarakat luas.

Pengertian Liberalisme

Liberalisme atau Liberal merupakan sebuah ideologi, pandangan filsafat, serta tradisi politik yang didasarkan pada sebuah pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama.
Liberalisme adalah faham yang menghendaki adanya kebebasan kemerdekaan individu di segala bidang, baik dalam bidang politik, ekonomi maupun agama.

Secara umum, liberalisme tersebut mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Dalam masyarakat modern, liberalisme akan dapat tumbuh dalam sistem demokrasi, hal itu disebabkan karena ke-2nya sama-sama dilandaskan pada kebebasan mayoritas. Banyak suatu negara yang tidak mematuhi peraturan tersebut.

CIRI – CIRI KAPITALISME

  1. Pengakuan dan penerapan hak individu di atas hak masyarakat umum (dalam bidang ekonomi).
  2. Alat – Alat produksi dimiliki oleh individu.
  3. Individu bebas memiliki pekerjaan/usaha yang dibandang baik baginya.
  4. Negara hanya boleh ikut campur sekecil mungkin agara perekonomian menjadi efisien.
  5. Barang dan jasa hasil produksi diperdagangkan secara bebas.
  6. Persaingan dalam pasar adalah persaingan bebas.
  7. Pasar berfungsi memberikan “signal” kepada produsen dan juga  konsumen dalam bentuk harga-harga.
  8. Motif yang menggerakan kegiatan ekonomi (produksi, konsumsi, distribusi) adalah mencari laba.

CIRI - CIRI LIBERALISME

Biasanya Liberalisme ditandai oleh 2 ciri utama yakni kebebasan masyarakat dan keterbatasan peran pemerintah.
  1. Kebebasan Masyarakat
    Setiap masyarakat yang tinggal di negara yang menganut paham liberalisme bebas melaksanakan apa saja (selama tidak melanggar hukum) dalam berbagai aktivitas atau pun kegiatan seperti aktivitas perdagangan, gaya hidup, dan juga penganutan agama atau pun kepercayaan.
  2. Keterbatasan Peran Pemerintah
    keterbatasan peran pemerintah dalam pengaturan masyarakat. Dalam pemerintahan liberal, pemerintah biasanya hanya menetapkan peraturan – peraturan dasar yang benar – benar penting saja. Masalah – masalah yang dianggap tidak penting seperti penentuan harga jual produk (meskipun memuat hajat hidup orang banyak) biasanya akan diserahkan pada mekanisme persaingan pasar.
Sekian dan Terima kasih sudah membaca mengenai Pengertian Kapitalisme dan Liberalisme semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Norma Yang Tidak Sesuai Dengan Pancasila

Norma Yang Tidak Sejalan Dengan Pancasila

Norma Yang Tidak sesuai Dengan Pancasila -Berikut ini adalah contoh norma atau perilaku sebuah golongan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila , khususnya Pada Sila ke-tiga yaitu "Persatuan Indonesia"

Contoh Norma yang tidak sejalan dengan Pancasila

berikut ini adalah contoh gologan yang tidak sejalan dengan Pancasila antara lain ialah sebagai berikut :
Norma Yang Tidak Sejalan Dengan Pancasila
Bhineka Tunggal Ika

1. Gerakan Aceh Merdeka 
Gerakan Aceh Merdeka (GAM) adalah suatu organisasi separatis yang mempunyai tujuan supaya Aceh lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Konflik diantara pemerintah RI serta juga GAM yang diakibatkan oleh perbedaan keinginan ini sudah berlangsung sejak tahun 1976 dan juga menyebabkan meninggalnya hampir sekitar 15.000 jiwa.
GAM itu pertama kali di deklarasi pada 4 Desember 1976. Gerakan tersebut mengusung nasionalisme Aceh dengan secara jelas. Nasionalisme yang dibangun sebagai pembeda dengan nasionalisme Indonesia yang sebelumnya sudah ada.

2. Organisasi Papua Merdeka (OPM) 
Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah suatu gerakan nasionalis yang berdiri ditahun 1965 yang bertujuan untuk dapat mewujudkan kemerdekaan Papua di bagian barat dari pemerintahan Indonesia. Sebelum pada era reformasi, provinsi yang sekarang terdiri dari Papua dan Papua Barat ini disebut dengan nama Irian Jaya. 
OPM ini merasa bahwa mereka tidak mempunyai hubungan sejarah dengan bagian Indonesia yang lain ataupun juga negara-negara Asia lainnya. Penyatuan wilayah ini ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak tahun 1969 adalah buah dari perjanjian antara Belanda dengan Indonesia yang mana pihak Belanda menyerahkan wilayah tersebut yang selama ini dikuasainya kepada bekas jajahannya yang merdeka, Indonesia. Perjanjian tersebut dianggap  OPM ialah sebagai penyerahan dari tangan satu penjajah kepada yang lain. 

dari kedua contoh di atas maka dapat disimpulkan bahwa golongan-golongan tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung didalam pancasila , khususnya pada sila ke-tiga.

Unsur-Unsur yang Terkandung dalam Pancasila


Dikarenakan pada sila ke-tiga mengandung unsur-unsur sebagai berikut :

  1. Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, serta jugakeselamatan bangsa dan juga negara di atas segala kepentingan pribadi atau juga golongan.
  2. Rela berkorban demi kepentingan bangsa dan juga negara.
  3. Cinta akan Tanah Air serta Bangsa.
  4. Bangga sebagai Bangsa Indonesia serta juga ber-Tanah Air Indonesia.
  5. Memajukan pergaulan untuk persatuan dan juga kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
Bhinneka Tunggal Ika adalah suatu moto atau juga semboyan Indonesia. Frasa tersebut berasal dari bahasa Jawa Kuna dan juga seringkali diterjemahkan dengan kalimat “Berbeda-beda tetapi tetap satu”.

Diterjemahkan dengan per patah kata, kata bhinneka itu berarti "beraneka ragam" atau "berbeda-beda". Kata neka didalam bahasa Sanskerta itu berarti "macam" dan juga menjadi pembentuk kata "aneka" didalam Bahasa Indonesia. Kata tunggal berarti "satu". Kata ika tersebut berarti "itu". 

Dengan secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika jika diterjemahkan "Beraneka Satu Itu", yang bermakna meskipun berbeda-beda namun tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap ialah satu kesatuan. Semboyan tersebut digunakan untuk dapat menggambarkan persatuan serta juga kesatuan Bangsa dan juga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama serta jugakepercayaan.

Sekian dan Terimakasih sudah membahas mengenai Norma yang tidak sesuai dengan pancasila , semoga dapat bermanfaat untuk anda para pembaca pendidikanku.org

Pengertian Negara Hukum dan Ciri - cirinya Lengkap

Pengertian Negara Hukum dan Ciri - cirinya Menurut Para Ahli Terlengkap

Ciri - ciri Negara Hukum Terlengkap -  Pengertian Negara hukum adalah Negara yang didalamnya menjalankan suatu tindakan yang didasarkan kepada aturan-aturan hukum yang sudah ada. Dengan demikian, tugas Negara ialah menjalankan kesadaran hukum didalam suatu bentuk peraturan-peraturan hukum yang berlaku serta juga harus ditaati oleh tiap-tiap warga negaranya . 

Negara hukum yang muncul diabad ke-19 ialah negara hukum formil atau juga negara hukum dalam arti sempit. Negara hukum adalah terjemahan istilah dari Rechtsstaat atau Rule of Law. Istilah Rechtsstaat ini diberikan oleh para ahli hukum Eropa Kontinental. Sedangkan dari istilah Rule of Law  itu diberikan oleh para ahli hukum Anglo Saxon.
Pengertian Negara Hukum dan Ciri - cirinya
Pengertian Negara Hukum dan Ciri - cirinya

Pada sudut pandang kekuasaan , paham Negara hukum tersebut bersandar disuatu keyakinan bahwa adanya kekuasaan Negara itu  harus dijalankan berdasarkan dengan hukum yang adil serta bijak . Sifat Negara hukum itu adalah alat perlengkapan negaranya yang hanya bertindak dengan menurut serta juga terikat kepada aturan-aturan yang sudah ditentukan terlebih dahulu oleh alat-alat perlengkapan Negara yang juga terdahulu.

Ciri Ciri Negara Hukum


Terdapat ciri-ciri yang menonjol dari Negara hukum. Ciri-ciri Negara hukum itu antara lain ialah sebagai berikut:
  1. Terdapat pengakuan serta juga perlindungan atas(HAM) Hak Asasi Manusia
  2. Terdapat juga peradilan yang bebas serta tidak memihak, 
  3. Terdapat legalitas didalam arti hukum.
  4. Alasan Menjadi Negara Hukum
  5. Legitimiasi demokrasi   
  6. Demi kepastian hukum 
  7. Tuntutan perlakukan yang sama 
  8. Tuntutan akal budi

Unsur-Unsur Negara Hukum Secara Umum

  1. Dihargainya HAM  
  2. Munculnya pembagian atau juga pemisahan kekuasaan didalam menjamin hak-hak  tersebut
  3. Pemerintah dijalankan dengan menurut perundang-undangan   
  4. Munculnya suatu peradilan administrasi didalam mengatasi perselisihan diantara rakyat serta pemerintah

Ciri-Ciri Negara Hukum Menurut Para Ahli Hukum


Menurut dari ahli hukum Eropa Kontinental Friedrich Julius Stahl, ciri-ciri dari Rechtsstaat ialah sebagai berikut:
  1. Hak asasi manusia (HAM).
  2. Pemisahan atau juga pembagian kekuasaan untuk dapat menjamin HAM yang biasa dikenal denganTrias Politika.
  3. Pemerintahan itu berdasarkan peraturan-peraturan.  
  4. Peradilan administrasi didalam suatu perselisihan.

Menurut ahli hukum Anglo Saxon kalangan dari Av Dicey memberikan ciri-ciri Rule of Law ialah sebagai berikut :
  1. Supremasi hukum, tidak boleh terdapat kesewenang-wenangan, artinya ialah seseorang tersebut hanya boleh dihukum apabila  melanggar hukum.
  2. Kedudukan sama apabila didepan hukum.
  3. Terjaminnya Hak Asasi Manusia didalam undang-undang atau juga keputusan pengadilan.

Sebuah komisi para juris yang tergabung didalam suatu International Commission of Jurits dikonferensi di Bangkok pada tahun 1965 merumuskan ciri-ciri pemerintahan yang demokratis di bawah Rule of Law yang dinamis. Ciri-ciri tersebut antara lain ialah sebagai berikut :
  1. Perlindungan konstitusional;
  2. Badan kehakiman yang bebas serta juga tidak memihak;
  3. Kebebasan untuk dapat menyatakan pendapat;
  4. Pemilihan umum yang bebas;
  5. Kebebasan untuk dapat berorganisasi serta beroposisi;
  6. Pendidikan Civics (kewarganegaraan).

Menurut Montesquieu. Menurutnya negara yang paling baik ialah negara hukum, Dikarenakan di dalam konstitusi tersebut di banyak negara terkandung 3 inti pokok yakni :
  1. Perlindungan Hak Asasi Manusia ,
  2. Ditetapkannya suatu ketatanegaraan negara,
  3. Membatasi kekuasaan serta juga wewenang organ-organ negara.

Franz Magnis Suseno mengemukakan 5 ciri dari negara hukum, yakni :
  1. Fungsi kenegaraan tersebut dijalankan oleh lembaga yang bersangkutan sesuai ketetapan UUD.
  2. UUD tersebut menjamin HAM ialah yang paling penting. Disebabkan karena tanpa jaminan tersebut, maka hukum tersebut akan menjadi sarana penindasan.
  3. Lembaga atau badan negara menjalankan kekuasaan masing-masing dengan selalu dan juga hanya taat pada dasar hukum yang Sudah ditentukan.
  4. Terhadap tindakan badan atau lembaga negara, masyarakat tersebut bisa mengadu ke pengadilan.
  5. Badan kehakiman bebas serta juga tidak memihak.

Mustafa Kamal Pasha (2003) menyatakan ialah ada 3 ciri khas negara hukum, yakni :
  1. Pengakuan serta perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia
  2. Peradilan yang bebas dari adanya pengaruh kekuasaan lain serta juga tidak memihak  
  3. Legalitas didalam artian  hukum dalam segala bentuknya.

Prof. Sudargo Gautama menyatakan 3 ciri negara hukum, yaitu :
  1. Terdapat adanya pembatasan kekuasaan negara terhadap perseorangan, maksudnya ialah negara tersebut tidak dapat bertindak dengan secara sewenang-wenang.
  2. Ada Asas legalitas.
  3. Pemisahan kekuasaan.

Sekian dan Terimakasih Sudah Membaca mengenai Ciri-ciri Negara Hukum Menurut Para Ahli lengkap , Semoga dapat bermanfaat untuk anda , Salam hangat dari
Pendidikanku

Pengertian GeoPolitik dan Wawasan Nusantara

Pengertian Geopolitik dan Wawasan Nusantara

Pengertian GeoPolitik dan Wawasan Nusantara - Kata “Geo” artinya bumi dan “Politik” berasal dari bahasa Yunani politeia yang artinya kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri (negara) serta teia yang artinya urusan. Apabila dalam bahasa Inggris, politics ialah rangkaian asas (prinsip), keadaan, cara, danalat yang digunakan untuk dapat mencapai cita-cita / tujuan tertentu. Di dalam bahasa Indonesia, politik dalam arti politics memiliki arti kepentingan umum warga negara . Politik adalah suatu rangkaian asas, prinsip, keadaan, jalan, cara, serta alat yang digunakan untuk dapat mencapai tujuan tertentu yangdikehendaki.

Pengertian Geopolitik
Pengertian Geopolitik
Secara garis besar geopolitik adalah suatu tata cara pandang serta sikap suatu bangsa  mengenai diri, lingkungan, yang mempunyai wujud sebagai Negara kepulauan yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Apa penting geopolitik bagi Indonesia ? Pentingnya geopolitik bagi Indonesia ialah untuk dapat mempertahankan Negara serta dapat berperan penting dalam pembinaan kerjasama dan juga penyelesaian konflik antarnegara yang mungkin akan muncul dalam proses pencapaian suatu tujuan.

Kedudukan dan Fungsi Wawasan Nusantara

Kedudukan Wawasan Nusantara

a.Wawasan nusantara ialah sebagai wawasan nasional bangsa Indonesia merupakan suatu ajaran yang diyakini kebenaran oleh semua rakyat supaya tidak terjadi penyesatan serta penyimpangan dalam upaya mencapai serta mewujudkan cita-cita dan juga tujuan nasional. Dengan hal tersebut, Wawasan Nusantara tersebut menjadi landasan visional didalam menyelenggarakan kehidupan nasional.

b.Wawasan Nusantara di dalam paradigma nasional bisa dilihat dari spesifikasinya antara lain sebagai berikut:

1.Pancasila ialah sebagai falsafah, ideologi bangsa, serta dasar negara; berkedudukan ialah sebagai landasan idiil , baca lebih lanjut mengenai Pancasila sebagai Filsafat.
2.Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 merupakan landasan konstitusi negara; berkedudukan ialah sebagai landasan konstitusional.
3.Wawasan Nusantara adalah sebagai visi nasional; berkedudukan ialah sebagai landasan konsepsional
4.Ketahanan Nasional ialah sebagai konsepsi nasional; berkedudukan ialah sebagai landasan konsepsional.
5.GBHN adalah sebagai politik serta strategi nasional / sebagai kebijaksanaan dasar nasional; berkedudukan ialah sebagai landasan operasional.

Fungsi Wawasan Nusantara

Fungsi Wawasan Nusantara adalah sebagai pedoman, motivasi, dorongan, dan juga rambu-rambu (peraturan) dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan, dan juga perbuatan bagi penyelenggara negara pada tingkat pusat dan daerah, ataupun bagi semua rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara.

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai Pengertian Geopolitik dan Wawasan Nusantara , Semoga dapat bermanfaat untuk anda , 
salam hangat dari Pendidikanku.org

Pengertian Integrasi Nasional Dan Faktor-Faktornya | Pendidikanku.org

Pengertian Integrasi Nasional


Pengertian Integrasi Nasional - Integrasi nasional adalah menggabungkan seluruh bagian menjadi sebuah keseluruhan & tiap-tiap bagian tersebut diberi tempat, sehingga akan dapat membentuk kesatuan yang harmonis didalam kesatuan Negara , dalam hal ini Negara Republik Indonesia (NKRI) yang bersemboyang “Bhineka Tunggal Ika”.

Integrasi Nasional

Integrasi nasional ini mengindikasikan adanya suatu kekuatan yang menggerakkan tiap-tiap individu untuk dapat hidup bersama sebagai kesatuan / kelompok  (bangsa, Negara). Dengan integrasi yang tangguh yang tercermin dalam rasa cinta, bangga, hormat, serta loyalitas kepada Negara.

Integrasi Nasional
Integrasi Nasional
Indonesia merupakan bangsa yang sangat besar baik dari kebudayaan ataupun wilayahnya. Pada satu sisi hal tersebut akan membawa dampak positif bagi bangsa disebabkan karena kita dapat memanfaatkan kekayaan alam Indonesia ini dengan secara bijak atau mengelola budaya budaya yang melimpah untuk kesejahteraan rakyat , 

Pendididkanku.org - namun dari keuntungan tersebut hal tersebut juga akhirnya menimbulkan masalah yang baru. Seperti yang kita ketahui dengan wilayah serta budaya yang melimpah itu akan dapat menghasilkan karakter atau manusia manusia yang berbeda juga sehingga akan dapat mengancam keutuhan bangsa Indonesia.

Faktor-faktor pendorong integrasi nasional antara lain ialah sebagai berikut:
  1. Faktor sejarah ialah yang menimbulkan rasa senasib &seperjuangan.
  2. Keinginan untuk dapat bersatu di semua kalangan bangsa Indonesia sebagaimana dinyatakan didalam Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.
  3. Rasa cinta tanah air di semua kalangan bangsa Indonesia, sebagaimana yang dibuktikan pada masa perjuangan merebut, menegakkan, serta mengisi kemerdekaan.
  4. Rasa rela berkorban untuk kepentingan bangsa & Negara, sebagaimana yang dibuktikan oleh banyak pahlawan bangsa yang gugur di medan perjuangan.
  5. Kesepakatan ataupun konsensus nasional didalam perwujudan Proklamasi Kemerdekaan, Pancasila serta UUD 1945, bendera Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, bahasa kesatuan bahasa Indonesia.

Faktor-faktor penghambat integrasi nasional sebagai berikut:
  1. Masyarakat Indonesia yang heterogen (beraneka ragam) dalam hal  kesukubangsaan , agama , bahasa daerah , dan lain sebagainya dapat menghambat perkembangan Integrasi Nasional .
  2. Negara Indonesia yang begitu luas, terdiri dari ribuan kepulauan yang dikelilingi oleh lautan yang luas.
  3. Besarnya kemungkinan pada suatuancaman, tantangan, hambatan serta gangguan yang merongrong keutuhan, kesatuan dan juga persatuan bangsa, baik itu yang berasal dari dalam ataupun luar negeri.
  4. Masih besarnya ketimpangan serta ketidakmerataan pembangunan serta hasil-hasil pembangunan yang menimbulkan berbagai rasa yang tidak puas serta keputusasaan pada masalah SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar-golongan), gerakan separatisme dan juga kedaerahan, demonstrasi dan unjuk rasa.
  5. Terdapatnya paham “etnosentrisme” di antara beberapa suku bangsa yang menonjolkan kelebihan-kelebihan pada budayanya serta menganggap rendah budaya suku bangsa lain.

Beberapa hal yang bisa menjadi ancaman didalam membangun serta memelihara integrasi nasional di Indonesia antara lain ialah sebagai berikut : 
  1. intervensi dalam berbagai bidang oleh Negara asing
  2. eksploitasi sumber daya alam dan sumber daya manusia, 
  3. pencurian kekayaan sumber daya, 
  4. kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia beragam, 
Integrasi Nasional ini berasal dari 2 kata, yakni Integrasi dan Nasional. Integrasi tersebut berasal dari Bahasa Inggris (integrate) yang berarti menyatupadukan, mempersatukan atau menggabungkan. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Integrasi ini berarti pembauran sehingga menjadi satu kesatuan yang bulat serta utuh.

Kata Nasional ini berasal dari Bahasa Inggris (Nation) yang artinya Bangsa. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Integrasi Nasional mempunyai arti politis dan antropologis.
  1. Secara Politis.
    Integrasi Nasional secara politis ini mempunyai arti bahwa penyatuan berbagai kelompok budaya serta sosial dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk sebuah identitas nasional.
  2. Secara Antropologi.
    Integrasi Nasional secara antropologis berartii bahwa suatu proses penyesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda sehingga akan mencapai suatu kesatuan fungsi di dalam kehidupan bermasyarakat.

Integrasi nasional merupakan suatu usaha dan proses dalam mempersatukan perbedaan perbedaan yang terdapat pada suatu negara sehingga akan terciptanya keserasian & keselarasan secara nasional. 

Sekian dan terimakasih sudah membaca mengenai Pengertian Integrasi Nasional , Semoga dapat bermanfaat untuk anda .


Pengertian Kabinet Parlementer dan Presidensial Lengkap

Pengertian Kabinet Parlementer dan Presidensial

Pengertian Kabinet Parlementer dan Presidensial Lengkap - Kembali pendidikanku akan memberikan sedikit penjelasan mengenai apa pengertian kabinet parlementer ? pengertian kabinet presidensial ? Ciri - ciri dari pemerintahan parlementer dan presidensial ? sistem presidensial ? kelebihan dan kekurang pemerintahan presidensial ? artikel lainnya : Pengertian GeoPolitik dan Wawasan Nusantara

Pengertian Kabinet Parlementer

Pengertian Kabinet Parlementer adalah sebuah kabinet yang dibentuk dengan cara memperhatikan dan juga memperhitungkan jumlah suara-suara yang ada di dalam sebuah parlemen. Pada dasarnya komposisi / susunan keanggotan kabinet parlementer ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu :
  • Kabinet Koalisi.
  • Kabinet Nasional.
  • Kabinter Partai.


Ciri - Ciri Pemerintahan Parlementer

Ciri - Ciri Pemerintahan Parlementer antara lain sebagai berikut :
  • Badan legislatif / parlemen menjadi satu satunya badan yang anggotanya itu dipilih langsung oleh rakyat melalui Pemilihan Umum (Pemilu).
  • Anggota parlemen terdiri dari perwakilan dari partai politik yang memenangkan Pemilihan Umum (Pemilu) tersebut.
  • Pemerintah / kabinet terdiri dari jajaran para mentri dan perdana mentri sebagi pemimipin kabinet.
  • Kepala negara tidak sekaligu bertugas sebagi kepala pemerintahan.
  • Seperti parlemen dapat menjatuhkan kabinet, maka presiden atas saran dari perdana mentri juga dapat membubarkan parlemen.

Pengertian Kabinet Presidensial

Pendidikanku – Sistem presidensial (presiden), disebut juga sistem kongres, sistem pemerintahan republik di mana kekuasaan eksekutif itu dipilih dengan melalui Pemilihan Umum (Pemilu) dan memisahkan kekuasaan legislatif. Kedaulatan negara itu dipisahkan (separation of power) menjadi tiga cabang kekuasaan antara lain, yakni legislatif, eksekutif, dan yudikatif, yang secara ideal diformulasikan ialah sebagai ”Trias Politica” oleh Montesquieu.

  1. Presiden & wakil presiden dipilih langsung oleh rakyat untuk masa kerja yang lamanya ditentukan konstitusi.
  2. Konsentrasi kekuasaan ada pada presiden ialah sebagai kepala negara & kepala pemerintahan.
  3. Dalam sistem presidensial para menteri merupakan pembantu presiden yang diangkat & bertanggung jawab kepada presiden.
Disebut sebagai sistem presidensial, bentuk pemerintahan harus memiliki 3 unsur, antara lain:
  1. Presiden terpilih yang di pilih oleh rakyat
  2. Presiden sekaligus menjabat sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, dan dalam posisi ini mengangkat pejabat pemerintah yang bersangkutan.
  3. Presiden dijamin mempunyai kekuasaan legislatif oleh konstitusi atau konstitusi.

Sistem Presidensial

Dalam sistem presidensial, presiden mempunyai posisi yang relatif kuat & tidak bisa dijatuhkan karena rendah subjektif seperti misalhnya kurangnya dukungan politik. Namun tetapi tidak ada mekanisme untuk mengontrol presiden. Apabila presiden melanggar konstitusi, pengkhianatan, dan/atau melibatkan masalah kriminal, posisi presiden dapat dijatuhkan. Pada saat ia dipecat karena pelanggaran tertentu, biasanya wakil presiden akan menggantikan posisinya menjadi presiden.

Ciri-ciri pemerintahan presidensial

Adapun Ciri-ciri pemerintahan presidensial, antara lain sebagai berikut :
  • Dipimpin oleh presiden ialah sebagai kepala pemerintahan & kepala negara.
  • Kekuasaan eksekutif diangkat menjadi presiden oleh demokrasi rakyat & juga dipilih langsung oleh mereka / dengan melalui badan perwakilan rakyat.
  • Presiden mempunyai hak prerogatif (hak istimewa) untuk dapat mengangkat dan juga memberhentikan menteri yang memimpin departemen dan juga non-departemen.
  • Menteri yang bertanggung jawab untuk kekuasaan eksekutif (tidak kekuasaan legislatif).
  • Kekuasaan eksekutif tidak bertanggung jawab kepada kekuasaan legislatif.
  • Kekuasaan eksekutif tidak dapat dipaksakan oleh legislatif.
Kelebihan dan kelemahan dari sistem presidensial

Adapun kelebihan dan kekurangan dari sistem presidensial antara lain sebagai berikut :

Kelebihan sistem presidensial

Berikut ini adalah kelebihan dari sistem presidensial, antara lain sebagai berikut

  1. Cabang eksekutif merupakan posisi yang lebih stabil disebabkan oleh eksekutif tidak tergantung pada parlemen.
  2. Masa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan jangka waktu tertentu. Misalnya, presiden Amerika serikat 4 tahun,Presiden Indonesia adalah 5 tahun, Dan Presiden Filipina adalah 6 tahun.
  3. Penyusunan program kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa jabatannya.
  4. Legislatif bukan tempat regenerasi untuk posisi eksekutif disebabkan karena legislatif  dapat diisi oleh orang luar, termasuk juga anggota parlemen.

Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial:

Berikut ini adalah kekurangan dari sistem pemerintahan presidensial, antara lain sebagai berikut :

  1. Kekuasaan eksekutif di luar pengawasan langsung legislatif sehingga bisa menciptakan kekuasaan mutlak.
  2. Sistem Akuntabilitasnya kurang jelas.
  3. Pengambilan keputusan / kebijakan publik umumnya hasil dari tawar-menawar antara eksekutif dan legislatif, sejauh tidak keputusan tegas
  4. Membuat keputusan yang memakan waktu cukup lama.
Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai pengertian kabinet parlementer dan juga presidensial semoga dapat bermanfaat untuk anda. apabila terdapat kesalahan silahkan isikan pada kolom komentar.
Pendidikanku.org

Pancasila Sebagai Dasar Filsafat

Pancasila Sebagai Filsafat

Di Indonesia pancasila itu dijadikan sebuah tonggak ukur terciptanya suatu kehidupan bernegara yang aman,tertib, adil, makmur serta  sejahtera. Ke- 5 pilar pancasila adalah suatu pemikirin dari tujuan dibentuknya suatu Negara Indonesia yangmana pada tiap-tiap poin-poin yang ada pada pancasila mempunyai makna yang satu sama lainnya itu berkaitan dan saling menopang satu sama lain.

Untuk dapat lebih memahami mengenai pancasila sebagai dasar filsafat , ada baiknya kita membahas mengenai apa pengertian filsafat?

Pancasila Sebagai Dasar Filsafat 

Pengertian filsafat:

  • -Secara etimologis  kata ‘filsafat’ adalah suatu padanan kata falsafah (Arab) serta  philosophy (Inggris) yang berasal dari bahasa yunani yakni (philosophia).
  • -Kata philosophia adalah kata yang terususun dari kata philos yang memiliki arti kekasih, sahabat, mencintai dan kata sophia yang mempunyai arti kebijaksanaan, hikmat, kearifan, pengetahuan.jadi Philosophia adalah cinta kepada kebijaksanaan ataupun cinta pada kebenaran.
  • -Sedangkan untuk Pelaku filsafat ialah  filosof, berarti: a lover of wisdom.
  • -Orang yang berfilsafat bisa dikatakan ialah sebagai pelaku aktifitas yang menempatkan pengetahuan maupun kebijaksanaan ialah sebagai sasaran utamanya.


Karakteristik Pancasila

Sebagai filsafat, Pancasila mempunyai karakteristik sistem filsafat tersendiri yang berbeda dengan filsafat lainnya, yakni :

(1) Karakteristik filsafat pancasila yang 1  yakni sila-sila didalam pancasila adalah satu kesatuan sistem yang bulat serta utuh (sebagai suatu totalitas). Didalam hal tersebut, jika  tidak bulat serta utuh atau satu sila dengan sila lainnya terpisah-pisah, maka hal itu bukan merupakan pancasila.
.
(2) Karakteristik filsafat pancasila yang kedua adalah dalam susunan pancasila dengan suatu sistem yang bulat serta utuh, ialah sebagai berikut.
- Sila 1 mendasari, meliputi dan menjiwai sila 2, 3, 4 dan 5.
- Sila 2 didasari, diliputi, dijiwai sila 1 dan mendasari serta menjiwai sila 3, 4 dan 5.
- Sila 3 didasari, diliputi, dijiwai sila 1, 2, dan mendasari serta menjiwai sila 4 dan 5.
- Sila 4 didasari, diliputi, dijiwai sila 1, 2, 3, serta mendasari dan menjiwai sila 5.
- Sila 5 didasari, diliputi, dijiwai sila 1, 2, 3 dan 4.

(3) Berikutnya,  pancasila ialah sebagai suatu substansi , yang artinya unsur asli atau permanen maupun primer pancasila ialah sebagai suatu yang mandiri, yang mana unsur-unsurnya itu berasal dari dirinya sendiri.

(4) Terakhir,  pancasila ialah sebagai suatu realita , artinya ialah ada didalam diri manusia Indonesia serta masyarakatnya ialah sebagai suatu kenyataan hidup bangsa, yang tumbuh, hidup serta berkembang didalam kehidupan sehari-hari.

Prinsip Prinsip Filsafat Pancasila

Apabila ditinjau dari kausa Aristoteles, Prinsip-prinsip dalam pancasila itu bisa dijelaskan ialah sebagai berikut.

(1) Kausa Material yakni sebab yang berhubungan dengan materi maupun bahan. Didalam hal ini Pancasila digali dari adanya nilai-nilai sosial budaya yang terdapat di dalam bangsa Indonesia itu sendiri.
(2) Kausa Formalis adalah sebab yang berhubungan dengan bentuknya. Pancasila didalam pembukaan Undang Undang Dasar 1945 memenuhi syarat formal (kebenaran formal).
(3) Kausa Efisiensi adalah suatu kegiatan BPUPKI serta PPKI didalam menyusun serta merumuskan pancasila ialah sebagai dasar negara Indonesia merdeka.
(4) Kausa Finalis adalah suatu berhubungan dengan tujuannya, yangmana tujuan yang diusulkannya didalam pancasila itu menjadi dasar negara Indonesia merdeka.

Inti –inti dalam Pancasila meliputi :
(1) Tuhan yang memiliki arti ialah  sebagai kausa prima.
(2) Manusia yang memiliki arti bahwa makhluk individu serta makhluk sosial.
(3) Satu memiliki arti bahwa kesatuan mempunyai kepribadian sendiri.
(4) Rakyat yang memiliki arti ialah bahwa unsur mutlak negara, harus bekerja sama serta gotong royong.
(5) Adil yang memiliki arti bahwa memberikan keadilan kepada diri sendiri serta orang lain yang menjadi haknya.

Terdapat 3 pengertian filsafat, yakni:

-Filsafat didalam arti proses serta filsafat didalam arti produk.
-Filsafat ialah sebagai ilmu maupun metode serta  filsafat ialah sebagai pandangan hidup
-Filsafat didalam arti teoritis serta filsafat didalam arti praktis.

Sedangkan Pancasila bisa digolongkan ialah sebagai filsafat didalam arti produk, ialah sebagai pandangan hidup, dan juga dalam arti praktis Pancasila bisa digolongkan ialah sebagai filsafat didalam arti produk, ialah sebagai pandangan hidup, serta dalam arti praktis.
Dengan demikian Pancasila sebagai sistem filsafat memiliki ciri khas yang berbeda dengan sistem-sistem filsafat lainnya, seperti materialisme, idealisme, rasionalisme, liberalisme, komunisme dan sebagainya.

Sekian dan terimakasih sudah membaca mengenai pengertian Pancasila sebagai dasar filsafat , semoga dapat bermanfaat untuk anda , salam hangat dari Pendidikanku