Showing posts with label kesenian. Show all posts
Showing posts with label kesenian. Show all posts

Teknik Unsur dan Fungsi Seni Lukis

Pengertian Seni Lukis, Unsur Seni Lukis, Komponen Seni Lukis, Aliran Seni Lukis Serta Ciri-Cirinya

Pengertian Seni Lukis Lengkap - Saat ini Pendidikanku akan membahas tentang kesenian melukis, mulai dari Pengertian Seni Lukis, Unsur Seni Lukis, Komponen Seni Lukis, diartikel sebelumnya pendidikanku sudah membagikan artikel terkait seni yakni pengertian seni musik, untuk lebih jelas silahkan dibaca mengenai pengertian seni musik, sekarang kembali ke topik bahasan yakni pengertian seni lukis lengkap dibawah ini:
Pengertian Seni Lukis Lengkap
Pengertian Seni Lukis Lengkap


Teknik Seni Lukis

Terdapat teknik dalam seni lukis, adapun teknik seni lukis antara lain sebagai berikut:
1. Teknik Aquarel
Teknik aquarel merupakan teknik melukis dengan menggunakan car air (aquarel) dengan sapuan warna tipis sehingga lukisan yang dihasilkan transparan.

2. Teknik Plakat
Teknik plakat merupakan teknik melukis dengan menggunakan cat air, cat akrilik, / cat minyak dengan sapuan tebal serta komposisi yang tebal sehingga akan memberi kesan yang colorful pada karya lukis yang dihasilkan.

3. Teknik Spray
Teknik spray ini ialah teknik seni luki yang dilakukan dengan cara menyemprotkan cat ke  media lukis. Dengan menggunakan teknik spray ini, lukisan yang dihasilkan akan lebih halus serta tampilannya lebih visual,

4. Teknik Pointilis
Teknik pointilis merupakan teknik melukis dengan menggunakan titik-titik untuk dapat menghasilkan lukisan yang menawan. Melukis menggunakan teknik pointilis ini membutuhkan kesabaran. Pelukis sering menggunakan gradasi warna untuk dapat mengatur gelap terang pada suatu lukisan.

5. Teknik Tempera
Teknik tempera merupakan teknik lukis dengan cara menggunakan kuning telur dalam cat digunakan sebagai bahan perekat. teknik tempera ini umumnya digunakan pada media kayu, kanvas, maupun tembok.

6. Teknik Basah
Teknik basah merupakan teknik melukis dengan cara mengencerkan cat minyak dengan menggunakan minyak cat (linseed oil),  pada saat selesai diencerkan kemudian barulah diterapkan dimedia kanvas.

7. Teknik Kering
Teknik kering merupakan teknik melukis dengan menggunakan cat minyak tanpa menggunakan minyak cat.

8. Teknik Campuran
Teknik ini merupakan teknik melukis dengan perpaduan antara teknik basah & teknik kering. teknik campuran ini umumnya diawali dengan penggunaan teknik kering terlebih dahulu setelah itu teknik basah dengan cara memblok warna sambil menambahkan intensitas minyak cat dengan secara perlahan sampai selesai lukisan yang dibuat.

Unsur-Unsur Seni Lukis

Terdapat dua unsur dalam sei lukis yaitu unsur visual dan unsur non visual:

Unsur Visual
Unsur visual dalam seni lukis antara lain:
  1. Garis (line)
  2. Bidang (field)
  3. Ruang (space)
  4. Warna (color)

Unsur Non Visual
Berikut ini Unsur non visual dalam seni lukis ialah sebagai berikut:
  1. Imajinasi
  2. Pandangan hidup dan pengalaman
  3. Konsep
  4. Sikap estetik dan aritstik

MEDIA SENI LUKIS

Media yang diperlukan dalam pembuatan seni lukis terdiri dari alat dan bahan. Dibawah ini merupakan media dari seni lukis, antara lain:

1. Bahan
Pada umumnya tiap-tiap medium/bahan mempunyai dua sifat dasar, yaitu:

  1. Sifat fisik, yakni medium/bahan bisa dilihat dengan mata, permukaannya dapat diiketahui kasar atau halus, keras, lunak, mudah pecah, bersifat elastis, dan lainnya.
  2. Sifat estetis, yakni sifat keindahan yang dipunyai tiap-tiap medium itu berbeda. Nilai estetika dari lukisan yang menggunakan media cat minyak tentu berbeda dengan lukisan yang menggunakan media cat air.
Tiap-tiap bahan yang dipilih untuk karya seni lukis ini memiliki sifat dan juga karakter yang berbeda-beda. Pemilihan medium/bahaan tidak menentukan artistik dan juga tidak menentukan mahalnya suatu karya, melainkan kreatifitas serta bakat seniman yang lebih mempengaruhi kualitas karya yang dihasilkan.

2. Alat
Pemilihan alat yang baik, alat yang dipilih juga harus menyesuaikan dengan medium yang digunakan. Alat yang digunakan didalam seni lukis sama dengan peralatan menggambar pada umumnya, yakni

  1. cat air,
  2. pensil,
  3. cat poster,
  4. pensil warna,
  5. pastel, kuas,
  6. crayon,
  7. cat akrilik, dan lainnya. 

FUNGSI SENI LUKIS

Seni lukis mempunyai tiga fungsi utama, yakni :
1. Fungsi Primer
Peran seni lukis sebagai fungsi primer adalah mengungkapkan perasaan serta ekspresi pribadi dari seniman lukis.

2. Fungsi Sekunder
Peran seni lukis sebagai fungsi sekunder mengartikan seni lukis tidak hanya sebagai ungkapan dari ekspresi diri, melainkan juga untuk kepentingan pihak luar serta sarana komunikasi.

3. Fungsi Fisik
Sebagai penghias ruangan guna menambah nilai estetika didalam ruangan

Ke bagian     


Sekian dan Terima kasih sudah membaca tentang Pengertian Seni Lukis, semoga dapat bermanfaat untuk anda.
Pendidikanku

Pengertian Seni Lukis Lengkap

Pengertian Seni Lukis, Unsur Seni Lukis, Komponen Seni Lukis, Fungsi Seni Lukis, Aliran Seni Lukis Serta Ciri-Cirinya

Pengertian Seni Lukis Lengkap - Saat ini Pendidikanku akan membahas mengenai kesenian melukis, mulai dari Pengertian Seni Lukis, Unsur Seni Lukis, Komponen Seni Lukis, diartikel sebelumnya pendidikanku sudah membagikan artikel terkait seni yakni pengertian seni musik, untuk lebih jelas silahkan dibaca mengenai pengertian seni musik, sekarang kembali ke topik bahasan yakni pengertian seni lukis lengkap dibawah ini:
Pengertian Seni Lukis Lengkap
Pengertian Seni Lukis Lengkap

PENGERTIAN SENI LUKIS

Seni lukis adalah salah satu daru berbagai macam cabang dari seni rupa yang diciptakan dari hasil imajinasi yang kemudian dituangkan melalui media garis, warna, tekstur, gelap terang, bidang serta juga bentuk. Seni lukis ini disajikan dalam bidang 2 / 3 dimensi, seperti kanvas, papan, kertas, dan lainnya. Hasil karya dari seni lukis disebut dengan lukisan.

KOMPONEN SENI LUKIS

Terdapat beberapa Komponen dalam seni lukis, komponen tersebut yang terdiri dari ketiga elemen yakni subyek, bentuk, dan isi. ketiga elemen tersebut adalah hal yang sangat perlu untuk diperhatikan, disebabkan karena perpaduan yang tepat ketiga elemen tersebut yang akan menghasilkan karya seni lukis yang baik. Dibawah ini merupakan uraian 3 elemen komponen tersebut:

1. Subyek
Subyek adalah sesuatu yang menjadi bentuk lukisan. komponen subyek ini dibedakan menjadi dua, yaitu:
  1. Lukisan bentuk figuratif, artinya subjek masih terikat dengan alam atau dengan kata lain mengambil bentuk-bentuk yang ada di alam.
  2. Lukisan dalam bentuk abstrak (non-figuratif), artinya subyek tidak terikat dengan alam.
2. Bentuk
Komponen Bentuk adalah cara seniman tentang bagaiamana mengekspresikan subjek yang dilukisnya menjadi sebuah karya dua/tiga dimensi yang nyata.
3. Isi
Komponen Isi adalah tujuan yang ingin dicapai dari seniman, yaitu tentang kesan atau ungkapan dari karya seni lukis. Pengungkapan tersebut biasanya ditemukan dalam beberapa aliran seni lukis.
Pengertian Seni Lukis Lengkap
Contoh Lukisan, Source by Google

ALIRAN SENI LUKIS

Seni lukis ini berkembang sudah sejak lama dan telah banyak memunculkan beragam aliran seni lukis, dibawah ini adalah aliran-aliran dalam seni lukis :

1. Aliran surealisme
Aliran surealisme adalah aliran yang berhubung erat dengan dunia fantasi, Aliran ini akan membuat lukisan yang seakan akan berada di dalam dunia mimpi. Lukisan surealisme ini memiliki bentuk / lukisan yang tidak logis berartikan bahwa lukisannya tersebut bersifat khayalan atau imajinatif, walaupun objek sasaran sangat natural. 
Ciri-ciri:
  1. Pikiran cenderung imajinatif, penuh khayalan, dan fantasi
  2. Seniman menggunakan metode ekspresi Absolute Sureealism dan Veristic Surrealism
  3. Lukisan aneh dan asing
2. Aliran Kubisme
Aliran kubisme adalah aliran seni lukis yang prinsipnya menggambarkan bentuk dari objek dengan cara memotong, istorsi, overlap, transparansi, deformasi, serta aneka tampak. Teknik kubisme ini dilakukan pada media lukisan dengan melalui suatu pendekatan bentuk-bentuk geometris, seperti contohnya segitiga, kubus, segiempat, silinder, lingkaran, bola, kerucut, dan kotak.
Ciri-ciri:
  1. Memiliki bentuk geometris
  2. Memiliki paduan warna yang sangat perspektif
  3. Lukisan terlihat ceria
3. Aliran Romantisme
Dari namanya saja kita sudah bisa menebak bahwa aliran seni menggambarkan peristiwa penting, ketertarikan dan istimewa . Aliran Romantisme ini biasanya menampilkan hal-hal yang sifatnya itu romance, seperti sejarah, tragedi ataupun pemandangan alam. Lukisan aliran romantisme ini cenderung statis dan juga kaku.
Ciri-ciri:
  1. Cenderung didramatisir
  2. Penuh gerak dan dinamis
  3. Pengaturan komposisi dinamis
  4. Lukisan mengandung cerita yang dahsyat dan emosional
  5. Warna bersifat kontras dan meriah
4. Aliran Ekspresionisme
Aliran ekspresionisme adalah aliran seni lukis yang membuat seniman akan mencoba melebih-lebihkan kenyataan dengan bentuk serta warna untuk memperlihatkan emosional.
Ciri-ciri:
  1. Pemilihan warna diutamakan
  2. Imajinasi seseorang
  3. Lebih mengungkapkan jenis emosi kemarahan dibandingkan emosi bahagia
  4. Mengutamakan tema berdasakan kebebasan
  5. Ungkapan isi hati seseorang
5. Aliran Impresionisme
Aliran seni lukis impresionisme ini berusaha untuk memperlihatkan lukisan dengan berdasarkan kenyataan alam, yakni kemurnian yang berasal dari temuan objek dari alam sekitarnya. Selain itu, ciri gambar cenderung tidak detail di objeknya dan kabur.
Ciri-ciri:
  1. Objek sangat alami
  2. Lukisan dibuat diluar ruangan
  3. Karya cenderung tidak mendetail tanpa garis penegas
  4. Tidak memakai warna hitam untuk bayangannya.
6. Aliran Pointilisme
Aliran pointilisme adalah aliran seni lukis yang menggunakan titik-titik dalam menggambarkan suatu objek. Seni lukis aliran pointilisme ini merupakan lanjutan dari seni lukis aliran impresionalisme.
Ciri-ciri:
  1. Titik-titik yang digunakan terdiri dari bermacam-macam variasi
  2. Objek yang dilukis lebih jelas jika dilihat dari kejauhan
  3. Objek berwarna cerah tersusun dari banyak titi-titik kecil berwarna kuning, hijau, dan biru.
7. Aliran Fauvisme
Aliran Fauvisme ini memberikan kebebasan bagi seniman untuk berekspresi terhadap objek lukisan yang dibuatnya, artinya seniman diperbolehkan mebubuhkan warna dengan bebas.
Ciri-ciri:
  1. Warna lukisan cenderung liar dan kontras
  2. Menggunakan Warna berbeda / tidak sama dengan objek
  3. Penggunaan dari garis disederhanakan yang menimbulkan keberadaan garis yang jelas seta kuat bisa diketahui.
8. Aliran Realisme
Aliran realisme ini berupaya untuk memperlihatkan lukisan yang sesuai dengan peristiwa yang sesuai dengan kenyataan tanpa ada penambahan apapun dan sedikitpun.
Ciri-ciri:
  1. Lukisan apa adanya
  2. Tidak melebih-lebihkan untuk hal warna serta keindahan seni
  3. Cenderung menyamakan bentuk alam dengan secara nyata dan akurat
  4. Cenderung sesuai dengan fakta dan peristiwa yang terjadi di alam.
9. Aliran Naturalisme
Aliran naturalisme ini mengupayakan seniman untuk melukiskan sebuah objek secara alamiah. Meski aliran seni lukis ini mirip dengan aliran surealisme, tetapi aliran seni lukis naturalisme ini dibuat tampilnya lebih indah dengan sedikit improvisasi disekitar objek lukis.
Ciri-ciri:
  1. Cenderung menampilkan unsur alam yang objektif
  2. Tidak banyak melibatkan emosional
  3. Memiliki teknik gradasi warna
  4. Memiliki susunan perbandingan, perspektif, tekstur, perwarnaan, serta gelap terang dikerjakan seteliti mungkin
  5. Kebanyakan bertema tentang alam.
10. Aliran Abstraksionisme
Aliran abstraksionisme adalah aliran yang menggunakan warna serta bentuk yang acak dan juga tidak terbatas. Karya seni lukis yang murni imajinasi dari seniman itu sendiri.
Ciri-ciri:
  1. Seni ini menampilkan unsur unsur seni rupa saja yang disusun tidak beraturan
  2. Garis, bentuk, dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam.
11. Aliran Futurisme
Aliran seni lukis futurisme ini menggambarkan suatu objek yang seolah-olah bergerak. Biasanya sebuah objek yang sama digambar dengan beberapa kali pengulangan.
Ciri-ciri:
  1. Memanfaatkan prinsip aneka tampak
  2. Karya seni ini menangkap unsur gerak dan kecepatan
  3. Menggunakan tipografi sebagai unsur ekspresi dalam desain
  4. Memperhatikan kedinamisan, kedisiplinan, dan gaya untuk mengekspresikan kecepatan dan kesamaan waktu.
12. Aliran Klasikisme
Aliran seni lukis klasikisme ini berhubungan dengan Yunani serta Romawi. Aliran klasikisme ini menampilkan gambar secara klasik dan mempunyai karakter serta ciri tersendiri.
Ciri-ciri:
  1. Lukisan aliran ini memiliki bentuk yang seimbang dan harmonis
  2. Penggambaran wajah objek terkesan tenang namun dilebih-lebihkan
  3. Berisi cerita di lingkungan istana
  4. Batasan-batasan warna bersifat bersih dan statis.
13. Aliran Dadaisme
Aliran seni lukis dadaisme ini menggambarkan karya artistik yang sedikit magis, menyeramkan, kekanakan, tetapi kadang-kadang mengesankan.
Ciri-ciri:
  1. Pewarnaan didominasi oleh pewarnaan primer dan kontras, yakni warna hitam-putih atau merah-putih-hijau tua.
  2. Cenderung menggambarkan hal hal yang bersifat primitif, kuno, naive.
14. Aliran Optik art
Aliran seni lukis optik art ini  adalah aliran yang memanfaatkan ilusi mata, yang mana ilusi ini dapat berubah menjadi sebuah imajinasi.
Ciri-ciri:
  1. Aliran seni ini bersifat abstrak, formal dan eksak
  2. Penggambaran objek khas berupa susunan geometris berulang. Tujuannya untuk memfungsikan kelemahan mata dengan ilusi ruang (kadang bergerak semu).
15. Aliran Primitivisme
Aliran primitivisme adalah aliran seni lukis yang menggambarkan suatu objek dengan berdasarkan yang diinginkan. Gambar yang dilukis dengan aliran primitivisme ini scenderung sederhana, datar, serta dua dimensi.
Ciri-ciri:
  1. Lukisan berhubungan dengan kehidupan manusia zaman dahulu yang cenderung primitif
  2. Objek yang dilukis berupa tumbuhan, hewan, dan manusia dalam bentuk garis sederhana.
  3. Detail objek tidak menonjol, hanya penggambaran garis minimalis berupa garis dan aksen sederhana.
16. Aliran Pittura Metafisica
Aliran ini bertentangan dengan aliran kubisme dan juga futuristik. Penggambaran dalam sebuah objek melalui aliran pittura metafisica berhubungan dengan sentuhan metafisika.
Ciri-ciri:
  1. Objek biasanya berupa manusia yang sedang beraktivitas benda dan latar di belakangnya
  2. Objek yang dilukis biasanya berbentuk boneka yang berhubungan erat dengan metafisika.
17. Aliran Kontemporer
Seni lukis aliran kontemporer ini tidak terikat pada peraturan serta berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.
Ciri-ciri:
  1. Objek yang dilukis bersifat dinamis, ekspresif, mencolok, dan bebas
  2. Penggambaran objek berupa refleksi situasi juga waktu yang tematik.
18. Aliran Gotik
Aliran seni lukis Gotik ini menggambarkan objek dengan garis tebal serta bentuk ramping dan juga menegaskan sesuatu dengan berdasarkan warna.
Ciri-ciri:
  1. Objek yang dilukis biasanya merupakan tokoh suci, seperti raja, ratu, kesatria, dan lainnya
  2. Lukisan ini banyak ditemukan di rumah ibadah, kerajaan, kastil ataupun bangunan klasik.
Ke bagian    

Sekian dan Terima kasih sudah membaca tentang Pengertian Seni Lukis, semoga dapat bermanfaat untuk anda.
Pendidikanku

Pengertian Seni Musik dan Fungsinya Lengkap

Pengertian Seni Musik, Unsur-Unsur Seni Musik, Fungsi Seni Musik

Pengertian Seni Musik dan Fungsinya Lengkap - Saat ini pendidikanku akan memberikan artikel tentang Seni Musik mulai dari pengertian seni musik, unsur-unsur seni musik, fungsi seni musik. Seperti yang banyak diketahui musik menjadi salah satu hal yang paling sering sekali di dengar oleh hampir semua kalangan. Musik bukan sekedar sebagai media berekspresi, mengepresikan dan hiburan saja, namun musik digunakan sebagai sarana pendidikan, sumber inspirasi, dan juga banyak sekali yang menjadikan musik sebagai profesi. Musik sendiri umumnya merupakan bunyi yang diungkapkan melalui ritme yang teratur dan melodi yang indah yang tercipta dari berbagai media seperti suara dari manusia dan suara dari alat musik. Nah untuk lebih jelas lagi baca pengertian musik, unsur-unsur musik, dan fungsi musik yang diuraikan dibawah ini :
Pengertian Seni Musik dan Fungsinya Lengkap
Pengertian Seni Musik dan Fungsinya Lengkap
Pengertian Seni Musik Menurut Para Ahli
Menurut Jamalus Seni Musik adalah hasil karya seni berupa bunyi yang dituangkan dalam bentuk lagu atau komposisi sebagai ungkapan perasaan dan pikiran penciptanya dengan melalui unsur-unsur pokok musik yakni melodi, irama, harmoni, serta bentuk atau struktur lagu dan juga ekspresi sebagai sumber kesatuan.

Menurut Sunarto Seni Musik adalah penghayatan isi hati manusia yang diungkapkan dalam bentuk bunyi yang teratur dengan ritme atau melodi serta memiliki unsur atau keselarasan yang indah.

Menurut Reed dan Sidnell Seni Musik adalah cabang seni berbentuk suara yang di dalamnya terkandung unsur melodi, ritme, harmoni, serta timbre.

Menurut David Ewen Seni musik adalah Ilmu pengetahuan seni tentang kombinasi ritmik dari nada-nada, baik vokal maupun instrumental, yang meliputi harmoni dan melodi sebagai ekspresi dari segala sesuatu yang ingin diungkapkan terutama aspek emosional.

Menurut Dello Joio menyatakan bahwa mengenal musik dapat memperluas pengetahuan serta pandangan selain dari itu juga mengenal banyak hal lain di luar musik. Pada pengenalan terhadap musik akan menumbuhkan suatu rasa penghargaan akan nilai seni, selain menyadari akan dimensi lain dari sebuah kenyataan yang selama ini tersembunyi.

Menurut Suhastjarja menyatakan bahwa Musik adalah suatu ungkapan rasa indah manusia dalam bentuk sebuah konsep pemikiran yang bulat, dalam wujud nada atau bunyi-bunyi lainnya yang didalamnya itu terkandung suatu ritme & harmoni, serta juga mempunyai suatu bentuk dalam ruang waktu yang dikenal oleh diri sendiri dan manusia lain dalam suatu lingkungan.

Menurut Adjie Esa Poetra menyatakan bahwa Musik ialah sebuah bunyi yang teratur, bukan saja bersifat moral normatif, yang melainkan juga diakui selaras yang berdasarkan penghitungan para ahli ilmu fisika.

Menurut Banoe menyatakan bahwa kata musik berasal dari kata muse yaitu salah satu dewa dalam suatu mitologi Yunani kuno bagi cabang seni dan ilmu; dewa seni dan ilmu pengetahuan. Selain dari itu, Banoe juga menyatakan bahwa musik adalah suatu cabang seni yang membahas dan juga menetapkan berbagai suara ke dalam pola-pola yang dapat dimengerti serta dipahami oleh manusia.

Menurut Sylado mengatakan bahwa musik ialah waktu yang memang untuk didengar. Musik adalah sebuah wujud waktu yang hidup, yang merupakan suatu kumpulan ilusi serta alunan suara. Alunan musik yang berisikan sebuah rangkaian nada yang berjiwa serta akan dapat mampu menggerakkan hati para pendengarnya.

Dari pengertian seni musik yang dipaparkan oleh para ahli di atas maka pendidikanku memberikan kesimpulan bahwa Pengertian Seni Musik adalah karya berupakan nada yang dikombinasikan sedemikian rupa yang mengungkapkan atau mengekspresikan perasaan seseorang.

Unsur-Unsur Seni Musik

Berikut ini adalah unsur-unsur yang terdapat dalam seni musik antara lain sebagai berikut ;

1. Melodi
Melodi merupakan serangkaian nada atau bunyi, yang ditanggapi dengan berdasarkan perbedaan tinggi rendah atau naik turunnya sebuah nada. Melodi terdiri dari durasi, pitch, dan tone. Pitch adalah hal yang mengatur serangkaian not dengan lambang alfabet A-G. Pitch (timbre atau warna suara). Sedangkan tone adalah Not yang dihasilkan dari bermacam jenis alat musik dengan jenis suara yang berbeda.

2. Ritme (Irama)
Ritme (Irama) merupakan gerak yang teratur mengalir karena munculnya aksen secara tetap. Irama lebih indah karena adanya jalinan perbedaan nilai dari satuan bunyi. Ritme adalah aliran ketukan dasar yang teratur mengikuti variasi dari gerak melodi. Pola irama musik tersebut memberikan perasaan ritmis disebabkan karna pada hakikatnya irama merupakan penggerak perasaan yang berhubungan sangat erat dengan gerak fisik. Ritme tersebut akan melekat dihati dan pikrian penikmat musik.

3. Birama
Birama merupakan unsur seni musik berupa ketukan/ ayunan secara berulang-ulang yang datang dengan teratur dalam waktu yang sama. Birama tersebut umumnya dituliskan dalam angkapecahan seperti 2/4, 3/4, 2/3, dan strsnya. Angka pembilang (di atas tanda “/” ) menunjukan jumlah ketukan, sedangkan angka penyebut (di atas tanda “/”) menunjukan nilai nada dalam 1 ketukan. Birama yang nilai penyebutnya genap dinamakan birama bainar, sedangkan birama yang penyebutnya ganjil dinamakan birama ternair.

Terdapat 2 jenis birama utama yaitu birama perduaan dan birama pertigaan yang dapat diperinci menjadi :
  1. Birama perduaan bersahaja : Birama 2/4 dan 2/8
  2. Birama perduaan bertingkat : Birama 4/4, 8/4, 4/8, dan 8/8
  3. Birama pertigaan bersahaja :  Birama 3/4 dan 3/8
  4. Birama pertigaan bertingkat : Birama 6/4, 6/8, 9/4, dan 9/8
4. Harmoni
Harmoni merupakan hal yang berhubungan dengan keselarasan bunyi. Secara teknis, harmoni ini meliputi peranan, susunan, serta hubungan dari sebuah paduan bunyi dengan bentuk secara keseluruhan. Harmoni memiliki elemen interval dan akor. Interval adalah  suatu susunan nadanada yangapabila dibunyikan dengan secara bersama-sama (serentak) akan terdengar harmonis. Akor akan mengiringi melodi lagu sebagai satu aktivitas utuh dan enak didengar. Dengan demikian, dapat diibaratkan melodi dapat memenuhi aspek seni musik secara horizontal, sedangkan harmoni dapat memenuhi aspek hubungan nada-nada secara vertikal. Peranan ini harmoni akan semakin nyata pada saat seorang penyanyi membawakan sebuah lagu dengan iringan alat musik.

5. Tempo
Tempo ialah ukuran dari cepat dan lambatnya gerak sebuah musik atau lagu. Semakin cepat permainan suatu lagu, maka semakin besar nilai tempo lagu tersebut. Tanda tempo dibagi menjadi 4 yaitu
  1. Tempo Lambat (Largo, Adagio, Grave, Lento),
  2. Tempo Sedang (Andante, Andantino, Moderato, Allegro Moderato),
  3. Tempo Cepat (Allegro, Allegretto, Presto, Vivace),
  4. Tempo Perubahan (Rit, Ritard, a.t, dan Accel, serta String).
Ukuran dalam menentukan tempo ialah beat. Beat adalah ketukan dasar yang menunjukkan banyaknya ketukan dalam satu menit. Misalnya, sebuah lagu mempunyai beat MM97, yang berarti dalam 1 menit terdapat 97 ketukan. MM (Metronome Malze). Metronome adalah alat pengukur tempo. Malze (1815) diambil dari nama pencipta alat ini.

6. Dinamik
Dinamik merupakan hal yang berhubungan dengan keras lembutnya lagu serta perubahannya. Tanda dinamik dibagi menjadi 3, yakni sebagai berikut;

a. Tanda dinamik lembut, yaitu;
  1. Piano (p) = lembut,
  2. Pianissimo (pp) =sangat lembut.
b. Tanda dinamik sedang, yaitu;
  1. Mezzo Piano (mp) = agak keras,
  2. Mezzo Forte (mf) = agak keras.
c. Tanda dinamik keras, yaitu;
  1. Forte (f) = keras,
  2. Fortissimo (ff) = sangat keras
Dinamik adalah unsur yang paling kuat dalam menunjukkan emosi atau perasaan yang terkandung dalam suatu lagu atau musik apabila dibandingkan dengan unsur-unsur yang lain. Dinamik itu bisa menunjukkan sebuah karyamusik yang mempunyai emosional (perasaan) seperti sedih, riang, gembira, agresif, atau datar. Dinamik akan memainkan perasaan pemusik ataupun pendengarnya sehingga akan masuk ke perasaan dari lagu tersebut.

7. Tangga Nada
Tangga Nada merupakan urutan atau deret nada yang disusun secara berjenjang antara nada satu dengan yang lain terdapat jarak tertentu. jarak nada ialah 1/2, 1, 1 1/2, dan 2. Jarak ini yang menentukan kemungkinan variasi nada serta jenis tangga nada. Misalnya, kalau kita suarakan do, re, mi, fa, sol, la, si, do, berarti kita menyuarakan urutan nada dari nada rendah ke nada yang semakin tinggi. Urutan itu diawali dari salah satu nada dan diakhiri oleh nada yang sama tetapi lebih tinggi 1 oktaf.

Terdapat 3 macam tangga nada, yaitu Tangga

  1. Nada Diatonis,
  2. Tangga Nada Pentatonis dan
  3. Tangga Nada Kromatis.

8. Timbre
Timbre merupakan warna bunyi atau kualitas bunyi yang membedakan kesan. Timbre merupakan alat musik dipengaruhi oleh sumber bunyi serta cara bergetarnya. Timbre yang dihasilkan dari alat musik yang dipetik pasti akanberbeda dengan timbre yang dihasilkan dari alat musik pukul, meskipun keduanya dimainkan dalam nada yang sama.


Fungsi Seni Musik

Dibawah ini ialah Fungsi atau peranan dari seni musik, antara lain sebagai berikut :

1. Sarana ekspresi diri
Musik sebagai sarana ekspresi diri, Musik menjadi wadah bagi pemusik untuk mengungkapkan perasaannya. apabila ingin membuat musik yang lebih kearah yang menyenangkan atau girang maka musik yang akan diciptakan juga akan lebih cepat dan akan mengebu-gebu.

2. Sarana hiburan
Musik sebagai sarana hiburan, musik dari dulu menjadi hal yang paling sekali digunakan oleh hampir semua kalang dari muda - tua, hal itu karena musik bisa memberikan kesan terhadap pendengarnya.

3. Sarana tari
Musik sebagai sarana seni tari, Musik dan seni tari adalah 2 bidang seni yang saling terhubung. Keduanya mempunyai pola dan ritme yang sama, sehingga tarian tanpa diiringi irama musik seperti ada yang kurang gitu.

4. Sarana upacara
Musik sebagai saran upacara, musik juga erat dengan acara upacara-upacara seperti ritual daerah, kenegaraan, dan lain sebagainya.

5. Sarana pendidikan
Musik sebagai sarana pendidikan, musik memberikan banyak sekali manfaat salah satunya sebagai sarana pendidikan karena akan menimbulkan rasa kreatifitas dan meningkatkan cara kerja otak.

6. Sarana kreativitas
Musik sebagai sarana kreativitas, kreatifitas orang berbeda-beda namun banyak orang menuangkan kreatifitasnya dalam seni musik.

7. Sarana komunikasi
Musik sarana komunikasi, dalam menciptakan musik atau mendengarkan musik, kita sering kali merasakan perasaan dari musik tersebut nah dan bahkan kalian mungkin pernah berpikir bahwa lagu kalian yang kalian dengarkan itu memang sesuai dengan kehidupan anda, atau juga mungkin menciptakan lagu atau mendengarkan lagu dengan tujuan mengkritik seseorang.

8. Sarana komersial
Musik sebagai sarana komersial, selain dari fungsi diatas musik juga bisa dijadikan sebagai profesi seseorang, bukan tidak mungkin apabila mempunyai kreatifitas dalam bidang seni musik akan dapat menjanjikan kehidupan yang layak karena kegunaan dari musik yang digunakan hampir disemua aspek produksi.

Macam-Macam genre musik

Terdapat bermacam-macam genre musik, dan dibawah ini merupakan sebagaian dari genre musik, antara lain sebagai berikut :

  1. Klasik
  2. Jazz
  3. Blues
  4. Country
  5. Techno
  6. Reggae
  7. R&B
  8. Rap
  9. Metal
  10. Dangdut
  11. Pop
  12. Rock
Sekian dan terima kasih sudah membaca tentang pengertian seni musik dan fungsinya semoga dapat bermanfaat untuk anda.
Pendidikanku

Pengertian Seni Rupa dan Unsur Seni Rupa Lengkap

Pengertian Seni Rupa & Unsur Seni Rupa

Pengertian Seni Rupa dan Unsur - unsur Seni Rupa - Dikesempatan ini pendidikanku akan membahas mengenai apa pengertian seni rupa ? apa unsur seni rupa ? macam -macam seni rupa ? Fungsi Seni Rupa ? nah, point-point tersebut akan dipaparkan secara singkat pada artikel ini. 

Pengertian Seni Rupa

seni rupa merupakan cabang dari ilmu seni yang membuat objek yang bisa dinikmati terutama melalui bentuknya. pengertian seni rupa merupakan cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang dapat ditangkap mata dan juga dapat dirasakan dengan rabaan. Kesan tersebut diciptakan dengan mengolah konsep titik, garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan juga pencahayaan dengan acuan estetika.

Pengertian Seni Rupa dan Unsur Seni Rupa Lengkap
Pengertian Seni Rupa dan Unsur Seni Rupa Lengkap

Macam - Macam Seni Rupa

Terdapat macam -macam seni rupa yakni seni rupa tradisional, seni rupa modern dan juga seni rupa kontemporer. 
  1. Pengertian seni rupa yang tradisional merupakan seni rupa yang dibuat dengan mengikuti pola-pola, aturan, / “pakem” tertentu yang menjadi pedoman seni serta dibuat berulang ulang tanpa harus merubah bentuk aslinya. Adapun aturan-aturan yang dimaksud tersebut berhubungan dengan bentuk, pola, corak, penggunaan warna, bahan, serta jugaukuran.Aspek aspek dalam berkarya seni rupa tradisional.
  2. Pengertian  seni rupa modern merupakan seni rupa yang mengutamakan kreativitas serta inovasi sehingga menciptakan sesuatu yang baru. Seni rupa modern tersebut meninggalkan aturan aturan yang ada pada seni rupa tradisional.
  3. Pengertian seni rupa kontemporer merupakan seni rupa yang dipengaruhi oleh sebuah kreativitas & kekinian yang terjadi, seperti kondisi sekitar seperti keadaan politik dan lainnya.
  4. Pengertian seni rupa merupakan hasil ciptaan kualitas, hasil ekspresi, / alam keindahan atau juga segala hal yang melebihi keasliannya dan klasifikasi objek-subjek terhadap kriteria tertentu yang diciptakan menajdi suatu struktur sehingga bisa  dinikmati menggunakan indera mata dan juga peraba.

Fungsi Seni Rupa

Fungsi individual seni rupa -  setelah mengerti dengan pengertian seni rupa lalu apa manfaat / fungsi seni rupa tersbut? Mari lanjut baca manfaat dan fungsi seni rupa dibawah ini:

Fungsi seni rupa ini terdiri dari 2  fungsi yaitu 
  1. fungsi individual seni rupa
  2. fungsi sosial seni rupa.
Fungsi seni rupa individual terdapat 2 yaitu dari sisi fisik dan emosional. 
  1. Fungsi seni rupa secara fisik merupakan pemenuhan kebutuhan fisik manusia baik yang dipakai langsung maupun sebagai pelengkap dari aktivitasnya.
  2. Fungsi seni rupa secara emosional bagi individu ialah sebagai efek kerja sama antara pencipta seni / seniman yang sudah menyampaikan ekspresinya terhadap penikmat karya seni rupa, / yang disebut  dengan apresiator.
Fungsi Sosial Seni Rupa, Fungsi seni rupa sosial ada 4 yakni dari ;
  1. pendidikan,
  2. rekreasi,
  3. komunikasi,
  4. keagamaan.
Fungsi seni rupa terhadap pendidikan ialah sebagai sarana untuk dapat mempermudah serta memperbagus cara belajar mengajar dalam dunia pendidikan sehingga murid didik mampu untuk menerima dan menangkap lebih cepat pembelajaran yang dijelaskan.

Fungsi seni rupa terhadap rekreasi ini berhubungan dengan penyegaran serta pembaharuan kondisi emosional masyarakat seperti pembuatan taman rekreasi, serta pusat wisata lainnya oleh pemerintah menggunakan seniman.

Fungsi seni rupa dalam komunikasi ialah untuk mempermudah penyebaran dan juga penerimaan informasi kepada para penerima informasi dengan memberikan sentuhan kreativitas.

Fungsi seni rupa dari sisi keagamaan ialah untuk mempermudah dalam hal  identifikasi kekhasan agama- agama.

Pengelompokan Seni Rupa

Seni rupa dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu 
  1. karya seni murni,
  2. karya seni pakai atau terapan,
  3. karya seni rupa berdasarkan dimensinya. 
Pengertian karya seni rupa murni atau disebut juga dengan fine art merupakan bentuk seni rupa yang diciptakan lebih mengutamakan suatu unsur ekspresi jiwa pembuatnya / seniman tanpa harus mencampuradukannya dengan fungsi / kegunaan tertentu. Karya seni rupa murni ubu seperti seni lukis dan juga seni patung.
Pengertian karya seni pakai / terapan disebut juga dengan Applied art adalah karya seni rupa yang lebih mengutamakan pada fungsinya. Karya seni rupa terapan ini seperti seni grafis, seni dekorasi, reklame, ilustrasi, kerajinan/kriya, arsitektur, keramik, batik dan grafika.

Seni rupa dengan berdasarkan dimensinya terbagi atas 2 yaitu 
  1. karya seni rupa dua dimensi
  2. karya seni rupa tiga dimensi.
Pengertian karya seni rupa dua dimensi (2D) disebut juga dengan dwimatra merupakan karya seni rupa yang terbentuk dari unsur panjang serta lebar. Sedangkan,
pengertian karya seni rupa tiga dimensi (3D) disebut juga dengan trimatra merupakan karya seni rupa yang mempunyai tiga unsur yaitu panjang, lebar, dan juga tinggi serta mempunyai unsur kesan ruang, bentuk, & volume. Contohnya bonsai, seni keramik, diorama dan lain sebagainya.

Unsur-Unsur Seni Rupa

Terdapat unsur unsur pembentuk karya seni rupa, antara lain sebagai berikut :

1. Titik
Unsur titik adalah unsur dasar karya seni rupa yang terkecil. Segala bentuk wujud yang dihasilkan dimulai dari titik. Sehingga titik menjadi pusat perhatian. Titik yang membesar disebut dengan bintik.

2. Garis
Unsur Garis adalah batas limit dari sebuah benda, bidang, ruang, texture, warna dan lain- lain. Garis mempunyai dimensi yang memanjang dengan arah tertentu, mempunyai sifat seperti panjang, pendek, lurus, tipis, tebal, vertikal, horizontal, halus, melengkung, berombak, miring, putus-putus, dan masih banyak sifat-sifat lainnya dari unsur garis ini . Dan Garis ini juga memberikan kesan simbolik, gerak, ide dan lain sebagainya.

3. Bidang
Unsur Bidang adalah perkembangan dari penampilan unsur garis, yaitu perpaduan antara garis-garis dalam kondisi / situasi tertentu. Unsur Bidang dapat diamati dengan secara visual pada tiap - tiap benda alam dan pada karya seni rupa yang dihasilkan. Dengan berdasarkan bentuknya, unsur bidang tersebut terdiri dari bidang biomorfis, geometris, bersudut, serta  tak beraturan. Bidang terbentuk dari pertemuan ujung-ujung garis atau/juga karena sapuan warna.

4. Bentuk
Unsur Bentuk adalah wujud yang ada di alam dan juga terlihat nyata. Unsur Bentuk bisa berarti shape, yaitu bentukbenda polos yang muncul tanpa adanya penjiwaan / hadir itu dengan secara kebetulan, dapat dilihat hanya dengan penyebutan dari sifatnya, contohnya seperti : bulat, ornamental,  panjang, tidak teratur, persegi dan lain lain . Dan unsur bentuk plastis / dalam bahasa inggrisnya ialah form yang berarti bentuk benda yang bisa dilihat dan dirasakan karena mempunyai unsur nilai dari benda tersebut, seperti contoh: pintu.www.pendidikanku.org

5. Tekstur
Unsur Tekstur adalah sifat permukaan pada tiap-tiap benda yang dapat dilihat serta diraba. sifatnya tekstur tersebut  bisa halus, kusam, kasar, licin, mengkilap, dan lainnya. Sifat tersebut dapat juga dirasakan melalui indera pengelihatan serta juga rabaan. Tekstur terbagi 2 yakni tekstur nyata yaitu sifat permukaannya menunjukkan kesan yang sebenarnya dan juga tekstur semu (maya) yaiut kesan permukaannya bisa berbeda-beda antara pengelihatan & rabaan. Unsur Tekstur itu memiliki fungsi untuk memberikan karakter pada bagian-bagian bidang permukaan yang bisa menimbulkan nilai-nilai estetika.

6. Warna
Unsur warna ini Berdasarkan cahaya, warna tersebut dapat dilihat dari tujuh spectrum warna dalam ilmu fisika (baca juga pengertian fisika). Sedangkan berdasarkan teorinya, warna dipelajari dengan cara melalui dua pendekatan yaitu salah satunya adalah dengan melalui teori pigmen warna (Goethe) yakni butiran halus pada warna. Terdapat beberapa istilah dalam teori warna pigmen tersebut antara lain sebagai berikut :

  1. Warna primer / warna dasar, yang terdiri dari warna merah, biru &kuning.
  2. Warna Sekunder, warna yang didapat dari hasil campuran kedua warna primer seperti warna jingga, hijau & ungu.
  3. Warna Tersier, adalah warna hasil dari campuran dari kedua warna sekunder.
  4. Warna Analogus, adalah deretan dari warna yang letaknya sampingan dalam satu lingkaran warna / berdekatan, seperti pada deretan warna hijau menuju warna kuning.
  5. Warna Komplementer, ialah warna yang kontras dan juga letaknya itu berseberangan dalam satu lingkaran warna, seperti, warna kuning dengan warna ungu, warna merah dengan hijau.

7. Gelap Terang
Unsur Gelap terang dalam karya seni rupa dua dimensi (2D) memiliki fungsi untuk menggambarkan sebuah benda seolah gambar (3D) tiga dimensi, memberikan kesan ruang dan/atau kedalaman, juga dapat memberikan kontras pada gambar. Tenik gelap terang tersebut dibedakan menjadi 2 yakni chiaroscuro yang merupakan peralihan bertahap / gradasi serta silhouette yaitu bayangan tanpa peralihan bertahap / gradasi

8. Ruang atau kedalaman
Dalam karya seni tiga dimensi, ruang dapat dirasakan langsung oleh penikmat seni seperti misalnya ruangan di dalam gedung, rumah, sekolah dan lain sebagainya. Unsur ruang pada karya seni dua dimensi itu bersifat semu / maya disebabkan karena hanya didapat dengan melalui penggambaran yang kesannya cekung, pipih, menjorok, datar, cembung, dan lain- lain.

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai pengertian Seni Rupa , Unsur Seni Rupa, Macam - macam seni rupa, Fungsi seni rupa semoga dapat bermanfaat untuk anda.
Pendidikanku.org

Blog Archive