Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Pengertian VOC, Latar Belakang, Kebijakan,Pengeruh, Hak dan Tujuan

Pendidikanku.Org - Kesempatan ini kita akan membahas mengenai VOC atau Vereenigde Oostindische Compagnie, penjelasan selengkapnya mengenai VOC ini akan diuraikan sebagai berikut :
Pengertian VOC, Latar Belakang, Kebijakan,Pengeruh, Hak dan Tujuan

Pengertian VOC

VOC adalah singkatan dari Vereenigde Oostindische Compagnie yang berdiri sejak tanggal 20 Maret 1602. VOC adalah kongsi dagang terbesar di nusantara untuk menyatukan perdagangan rempah-rempah dari wilayah timur dalam memperkokoh sebuah kedudukan Belanda di Indonesia.

Latar Belakang VOC

Pada masa penjajahan Belanda, untuk memperkuat serta juga memperluas kekuasaannya di Indonessia, VOC ini diberikan sebuah hak istimerwa yang juga disebut dengan Hak Oktroi. Sehingga VOC ini mampu membuat kebijakan-kebijakan di dalamnya untuk Indonesia.
VOC ini berusaha menguasai daerah pedalaman yang memiliki banyak potensi untuk menghasilkan barang dagangan, tahun 1700-an. Salah satu sasarannya ialah imperialism pedalaman.
VOC ini menjadikan Kerajaan Banten dan juga Mataram sebagai sasaran utama mereka, dikarenakan pada daerah tersebut itu banyak menghasilkan barang komoditas yang amat dibutuhkan oleh VOC, seperti misalnya beras, gula merah, kacang-kacanfan dan juga lada. hingga VOC tersebut menerapkan kebijakan di daerah itu.

Kebijakan VOC di Indonesia

Dibawah ini merupakan kebijakan VOC di Indonesia.
  1. Menguasai pelabuhan serta juga mendirikan benteng guna melaksanakan monopoli perdagangan.
  2. Melaksanakan politik devide et impera (memecah serta menguasai) di dalam rangka menguasai kerajaan di Indonesia.
  3. Guna memperkuat kedudukannya, perlu untuk mengangkat Gubernur Jenderal.
  4. Melakukan sepenuhnya hak Oktroi yang diberi oleh pemerintah Belanda.
  5. Membangun pangkalan atau markas VOC yang semula berada di Banten dan Ambon, dipindah ke kota Jayakarta .
  6. Melaksanakan pelayaran Hongi
  7. Adanya hak ekstirpasi, yang merupakan hak untuk membinasakan tanaman rempah-rempah yang melebihi ketentuan.
  8. Adanya verplichte leverantie (penyerahan wajib) serta juga Prianger stelsel (sistem Priangan).

Pengaruh kebijakan VOC pada Rakyat Indonesia

Adapun pengaruh dari kebijakan yang dibuat oleh VOC untuk rakyat Indonesia, ini diantaranya ialah :
  1. Kekuasaan raja jadi berkurang ataupun juga bahkan didominasi dengan secara keseluruhan pada VOC.
  2. Wilayah kerajaan terpecah-belah itu dengan melahirkan kerajaan dan juga penguasa baru di bawah kendali VOC.
  3. Hak oktroi (istimewa) VOC ini, membuat masyarakat Indonesia itu jadi miskin, serta menderita.
  4. Rakyat Indonesia mengenal ekonomi uang, mengenal sistem pertahanan benteng, etika perjanjian, serta juga prajurit bersenjata modern
  5. Pelayaran Hongi, mampu dikatakan ialah sebagai suatu perampasan, perampokan, perbudakan, serta juga pembunuhan.
  6. Hak ekstirpasi rakyat ini ialah ancaman matinya suatu harapan atau sumber penghasilan yang bisa/dapat berlebih.

Hak istimewa

Hak-hak istimewa yang tercantum pada oktrooi (Piagam/Charta) 20 Maret 1602 diantaranya :
Hak monopoli berdagang serta berlayar di wilayah bagian sebelah timur Tanjung Harapan dan juga sebelah barat Selat Magelhaens dan juga menguasai perdagangan guna kepentingan sendiri
Hak kedaulatan (soevereiniteit) sehingga bisa/dapat bertindak layaknya suatu negara untuk:
  1. Memelihara angkatan perang,
  2. Memaklumkan perang serta mengadakan perdamaian,
  3. Merebut serta menduduki daerah asing di luar Negeri Belanda,
  4. Memerintah daerah itu
  5. Menetapkan ataupun mengeluarkan mata uang sendiri
  6. Memungut biaya pajak.

Tujuan VOC

Tujuan utama VOC ini seperti tercermin pada perundingan 15 Januari 1602 yakni untuk “menimbulkan bencana pada musuh dan keamanan tanah air”. Yang dimaksud musuh saat itu ialah Portugis serta Spanyol yang pada kurun Juni 1580 sampai pada Desember 1640 bergabung menjadi satu kekuasaan yang ingin merebut dominasi perdagangan di Asia.
Untuk sementara waktu, VOC bangsa Belanda tersebut masih menjalin hubungan baik dengan masyarakat Nusantara.

Kebangkrutan serta pembubaran

Sejak pertengahan abad ke-18 VOC kemudian mengalami kemunduran sehingga dibubarkan. Alasannya dari dibubarkannya VOC ini sebagai berikut:
  • Banyak pegawai VOC yang curang serta korupsi
  • Banyak pengeluaran biaya peperangan misalnya seperti perang melawan Hasanuddin dari Gowa
  • Banyak gaji yang wajib dibayar sebab kekuasaan yang luas itu memerlukan pegawai yang banyak
  • Pembayaran (keuntungan) bagi pemegang saham itu ikut memberatkan setelah VOC itu mengalami kekurangan pemasukan
  • Bertambahnya saingan dagang pada Asia serta yang paling utama ialah Inggris serta Perancis
  • Perubahan politik di Belanda dengan berdirinya Republik Batavia pada tahun 1795 yang demokratis serta juga liberal menganjurkan perdagangan bebas.
  • Dengan berdasarkan alasan di atas VOC tersebut dibubarkan tanggal 31 Desember pada tahun 1799 dengan hutang 136,7 juta gulden . Aset-asetnya itu dialihkan pada pemerintahan Belanda.
Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai Pengertian VOC, Kebijakan, Pengaruh, Hak Istimewa, Tujuan & Pembubaran, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda.
Read more

Faktor-faktor Runtuhnya Kerajaan Hindu-Budha

Faktor-faktor Runtuhnya Kerajaan Hindu-Budha

Salah satu peninggalan kerajaan Hindu-Budha
Candi Sewu
Faktor-faktor Runtuhnya Kerajaan HIndu-Budha - Kerajaan Hindu-Budha tersebut tidak dapat bertahan lama yang diakibatkan berbagai faktor-faktor penyebab dari kehancuran kerajaan-kerajaan hindu budha seperti
  1. kerajaan kutai
  2. kerajaan tarumanegara
  3. kerajaan holing
  4. kerajaan melayu
  5. kerajaan melayu
  6. kerajaan mataram kuno
  7. kerajaan medang kamulan
  8. kerajaan kediri
  9. kerajaan singasari
  10. kerajaan bali
  11. kerajaan pajajaran
  12. kerajaan majapahit
semua kerajaan-kerajaan tersebut bercorak hindu-budha yang memiliki berbagai faktor-faktor penyebab runtuh sehingga kerajaan-kerajaandi dalam Perkembangan pengaruh agama serta juga kebudayaan Hindu-Buddha cukup besar, dikarenakan bisa mempengaruhi seluruh sektor kehidupan masyarakat Indonesia. Bahkan juga, tidak kurang dari 1.000 tahun (400 M-1478 M) pengaruh Hindu-Buddha tersebut dominan berkembang didalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hal itu dapat dibuktikan ialah dengan melalui perkembangan Kerajaan Kutai hingga runtuhnya Kerajaan Majapahit.

Faktor-faktor Runtuhnya Kerajaan Hindu-Budha

Terdapat beberapa hal yang menyebabkan runtuhnya kerajaan-kerajaan Hindu-Budha yang bercorak Hindu-Buddha pada wilayah Indonesia:

Faktor-faktor Runtuhnya Kerajaan Hindu-Budha

  • Terdesaknya kerajaan-kerajaan ialah sebagai akibat dari munculnya kerajaan yang lebih besar serta juga lebih kuat.
  • Tidak terdapat peralihan kepemimpinan atau juga kaderisasi, seperti yang terjadi dimasa kekuasaan Kerajaan Majapahit.
  • Berlangsungnya perang saudara yang justru malah membuah lemah kekuasaan kerajaan, seperti yang terjadi diKerajaan Syailendra serta juga Majapahit.
  • Banyak daerah yang melepaskan diri dikarenakan  akibat dari lemahnya pengawasan pemerintahan pusat serta juga raja-raja bawahan membangun suatu kerajaan yang merdeka dan juga tidak terikat lagi oleh pemerintahan pusat.
  • Kemunduran ekonomi serta juga perdagangan. Di Akibat kelemahan pemerintah pusat, masalah perekonomian serta juga perdagangan diambil alih para pedagang Melayu serta juga Islam.
  • Tersiarnya agama serta budaya Islam, yang dengan mudah dapat diterima para adipati pada daerah pesisir. Hal tersebut membuat mereka merasa tak terikat lagi dengan pemerintahan kerajaan pusat ialah seperti dimasa kekuasaan kerajaan Majapahit.
Sekian dan Terimakasih Sudah Membaca mengenai Faktor-faktor Runtuhnya Kerajaan HIndu-Budha , Semoga dapat bermanfaat untuk anda , Salam hangat dari Pendidikanku

Read more

Pengertian Kolonialisme dan Imperialisme

Pengertian Kolonialisme dan Imperialisme


Pengertian Kolonialisme dan Imperialisme - Pada kesempatan ini Pendidikanku akan membahas mengenai Pengertian kolonialisme dan imperialisme , perbedaan kolonialisme dan imperialisme , serta persamaan kolonialisme dan imperialisme .
Pada Abad ke-15 adalah era pencerahan / renaisans di Benua Eropa. Renaisans adalah awal dari bangkitnya ilmu pengetahuan di bagian Eropa yang sebelumya itu sangat sulit berkembang disebabkan karena doktrin-doktrin gereja yang mengekang. Salah satu dari pencapaian yang sangat besar di masa itu adalah munculnya teori heliosentris yang menyatakan bahwa matahari merupakan pusat tata surya serta bumi berbentuk bulat.

Pengertian Kolonialisme dan Imperialisme
sumber gambar : http://1.bp.blogspot.com/-ZSWBd4nkGGo/UIN0pt2zjGI/AAAAAAAAAB4/smU3jtCSdXs/s1600/voc_kapal%5B1%5D.jpeg

Dari Paham heliosentris inilah yang menjadi salah satu faktor pendorong bangsa Eropa untuk melakukan penjelajahan ke seluruh penjuru dunia.

Selain dikarenakan kepercayaan bahwa bumi tersebut bulat, bangsa Eropa itu terdorong untuk dapat melakukan penjelajahan dengan tujuan ialah mendatangi negeri-negeri timur yang kaya raya. Namun tetapi pada akhirnya, tujuan itu berubah menjadi praktik penjajahan serta Indonesia pun tak luput dari penjajahan yang dilakukan bangsa barat tersebut. Praktik penjajahan yang dilakukan oleh bangsa barat tersebut dapat dibedakan menjadi 2 macam atau jenis yakni kolonialisme dan imperialisme. 

Pengertian Kolonialisme

Istilah Kolonialisme berasal dari kata "colunus"(colonia) yang berartikan suatu usaha untuk dapat mengembangkan kekuasaan dari suatu negara diluar wilayah negara itu . Kolonialisme pada umumnya itu bertujuan untuk dapat mencapai dominasi ekonomi dari sumber daya, manusia, serta perdagangan pada suatu wilayah. Wilayah koloni umumnya ialah daerah-daerah yang kaya akan bahan mentah sebagai keperluan negara yang melakukan kolonialisme.

Pengertian Imperialisme

Imperialisme merupakan suatu usaha untuk dapat memperluas kekuasaan suatu negara serta menguasai negara lain. Imperialisme tersebut dapat dibagi menjadi 2 macam, yakni imperialisme kuno serta imperialisme modern. Imperialisme kuno itu berlangsung sebelum revolusi industri serta memiliki tujuan untuk mempunyai kekayaan (gold), mencapai kejayaan (glory), serta menyebarkan agama (gospel). Spanyol serta portugis merupakan negara yang menjalankan imperialisme kuno tersebut . Sementara Inggris adalah negara yang menganut imperialisme modern.

Perbedaan kolonialisme dan imperialisme

  1. Kolonialisme bertujuan ialah untuk menguras habis sumber daya alam(SDA) dari negara yang bersangkutan untuk dapat diangkut ke negara induk.
  2. Imperialisme bertujuan ialah untuk menanamkan pengaruh di semua bidang kehidupan negara yang bersangkutan.

Persamaan kolonialisme dan imperialisme


Persamaan dari kolonialisme dan imperialisme ialah akan membuat negara penjajah tersebut menjadi makmur, sementara yang dijajah akan semakin menderita.

Sekian dan terimakasih sudah membaca mengenai Pengertian kolonialisme dan imperialisme , perbedaan kolonialisme dan imperialisme , serta persamaan kolonialisme dan imperialisme , semoga dapat bermanfaat untuk anda , salam hangat dari pendidikanku
Read more

Sejarah Konferensi Asia Afrika (KAA) Terlengkap

Sejarah Konferensi Asia Afrika (KAA) Terlengkap

Latar Belakang Konferensi Asia Afrika

Sejarah Konferensi Asia Afrika (KAA) Terlengkap - Sebelum terjadi perang dunia II, negara-negara dunia ke-3 yang berada pada kawasan benua Asia serta Afrika umumnya merupakan daerah jajahan. Namun tetapi setelah berakhirnya perang dunia II pada bulan Agustus 1945, negara-negara dunia ke-3 menjadi bangkit serta semakin meningkatkan perjuangan mereka untuk dapat memperoleh kemerdekaan. Hal itulah yang menyebabkan timbulnya konflik serta juga pergolakan pada berbagai tempat seperti ialah konflik di Semenanjung Korea, Vietnam, Palestina, Yaman, Daratan China, Afrika, serta juga Indonesia.

Kondisi keamanan dunia itu juga yang masih belum stabil pasca berakhirnya perang dunia ke-II tersebut semakin diperparah dengan munculnya perang dingin diantara ke 2 blok yang saling berseberangan yakni Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat, serta juga Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Sovyet. ke-2 kekuatan besar yang saling berlawanan baik itu dengan secara ideologis ataupun kepentingan tersebut terus berlomba-lomba untuk dapat membangun senjata modern, sehingga situasi dunia dosaat itu selalu diliputi dengan adanya kecemasan akan terjadinya perang nuklir.

Konferensi Asia Afrika (Gedung Merdeka)
Konferensi Asia Afrika (Gedung Merdeka)


Kondisi itulah yang mendorong negara-negara tersebut yang baru merdeka untuk bisa  menggalang persatuan serta juga mencari jalan keluar untuk dapat meredakan ketegangan dunia serta juga memelihara perdamaian.

Persiapan Dalam Penyelenggaraan (KAA)Konferensi Asia Afrika

Sebelum Konferensi Asia Afrika (KAA) tersebut diselenggarakan, sudah terlebih dahulu dilaksanakan pada pertemuan pendahuluan di Colombo (Srilanka) di tanggal 28 April tahun 1954 hingga 2 Mei tahun 1954. Pertemuan tersebut yang dikenal ialah sebagai Konferensi Colombo. Hasil dari Konferensi Colombo tersebut adalah kesepakatan untuk dapat menyelenggarakan konferensi lanjutan diantara negara-negara Asia-Afrika.

Pada pertemuan selanjutnya diadakan di Bogor (Indonesia) di tanggal 28-31 Desember tahun  1954. Dalam pertemuan tersebut , dibahas tentang persiapan penyelenggaraan KAA. Konferensi Bogor tersebut dikenal ialah sebagai Konferensi Panca Negara. Hasil dari diadakannya Konferensi Panca Negara antara lain ialah sebagai berikut:
  1. Mengadakan Konferensi Asia Afrika di Bandung di bulan April tahun 1955.
  2. Menetapkan ke-5 negara peserta dalam Konferensi Panca Negara (Konferensi Bogor) ialah sebagai negara-negara sponsor.
  3. Menetapkan jumlah dari negara Asia Afrika yang akan diundang.
  4. Menentukan juga  tujuan pokok dari Konferensi Asia Afrika.

Konferensi Panca Negara ini dihadiri oleh 5 negara pelopor, yakni:

  1. Indonesia, diwakili oleh Perdana Menteri Mr. Ali Sastroamijoyo.
  2. India, diwakili oleh Perdana Menteri Shri Pandit Jawaharlal Nehru.
  3. Pakistan, diwakili oleh Perdana Menteri Muhammad Ali Bogra.
  4. Srilanka, diwakili oleh Perdana Menteri Sir John Kotelawa.
  5. Burma (sekarang Myanmar), diwakili oleh Perdana Menteri U Nu.

Tujuan Konferensi Asia Afrika

Tujuan diselenggarakan KAA antara lain:
  1. Kepentingan bersama negara-negara Asia Afrika.
  2. Meningkatkan kerjasama didalam bidang ekonomi, sosial, serta juga budaya.
  3. Kedaulatan negara, imperialisme, serta juga masalah-masalah rasialisme.
  4. Kedudukan negara-negara Asia Afrika didalam upaya mewujudkan perdamaian pada dunia.

Pelaksanaan Konferensi Asia Afrika

Konferensi Asia Afrika tersebut dilaksanakan dilaksanakan di Bandung di tanggal 18-25 April yahun  1955. Konferensi tersebut berlangsung di Gedung Merdeka yang sekarang itu terletak pada Jalan Asia Afrika, Bandung. Konfrensi yang dibuka dengan secara resmi oleh Presiden Sukarno ditanggal 18 April tahun 1955 tersebut dihadiri oleh 29 negara, serta juga 6 diantaranya ialah negara-negara Afrika.

Ke-29 negara peserta dari Konferensi Asia Afrika di Bandung antara lain ialah sebagai berikut :
  1. Afganistan
  2. Yordania
  3. Saudi Arabia
  4. Burma
  5. Kamboja
  6. Srilanka
  7. Jepang
  8. Laos
  9. Sudan
  10. Ethiopia
  11. Libanon
  12. Suriah
  13. Filipina
  14. Liberia
  15. Turki
  16. Ghana
  17. Libya
  18. Vietnam Selatan
  19. India
  20. Thailand
  21. Vietnam Utara
  22. Indonesia
  23. Mesir
  24. Yaman
  25. Irak
  26. Nepal
  27. Pakistan
  28. Iran
  29. RRC.

Susunan dari pengurus Konferensi Asia Afrika ialah sebagai berikut:

Ketua Komite :  Mr. Ali Sastroamijoyo
Ketua Komite Ekonomi : Prof. Ir Rooseno
Ketua Komite Kebudayaan : Mr. Moh. Yamin
Sekretaris Jenderal : Roeslan Abdul Ghani
Berbagai dari masalah yang dibahas didlama konferensi itu ialah antara lain:
  1. Usaha untuk dapat meningkatkan kerjasama dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, serta juga hak asasi manusia.
  2. Hak untuk menentukan nasib sendiri.
  3. Rasialisme (perbedaan warna kulit).
  4. Kerjasama internasional.
  5. Masalah pelucutan senjata.
  6. Masalah rakyat yang masih terjajah pada Afrika Utara.
  7. Masalah Irian Barat.

Hasil Konferensi Asia Afrika

Hasil dari Konferensi Asia Afrika yang paling penting ialah sudah terjadinya suatu kerjasama di antara negara-negara dari Asia Afrika. Selain dari itu, pertemuan KAA tersebut sudah berhasil juga merumuskan 10 asas yang tercantum didalam Dasasila Bandung.  Didalam Dasasila Bandung tersebut, tercermin penghargaan terhadap hak asasi manusia(HAM), kedaulatan semua bangsa, serta juga perdamaian dunia. Dan berikut ini adalah isi dari Dasasila Bandung.

Dasasila Bandung

  1. Menghormati hak-hak asasi manusia(HAM) sesuai dengan Piagam PBB.
  2. Menghormati kedaulatan wilayah pada tiap-tiap bangsa.
  3. Mengakui suatu persamaan semua ras serta juga persamaan semua bangsa baik itu secara besar maupun kecil.
  4. Tidak ikut melakukan campur tangan didalam persoalan dalam negara lain.
  5. Menghormati hak pada setiap bangsa untuk dapat mempertahankan diri dengan secara sendirian atau juga dengan secara kolektif.
  6. Tidak melakukan tekanan terhadap negara lain.
  7. Tidak melakukan agresi terhadap negara lain.
  8. Menyelesaikan masalah dengan jalan yang damai.
  9. Memajukan kerjasama didalam bidang ekonomi, sosial, serta juga budaya.
  10. Menghormati hukum serta juga kewajiban-kewajiban internasional.
Sekian dan Terimakasih Sudah membaca mengenai Sejarah Konferensi Asia Afrika (KAA) Terlengkap , semoga dapat bermanfaat untuk , salam hangat dari pendidikanku.org


Read more