Showing posts with label PPB. Show all posts
Showing posts with label PPB. Show all posts

Pengertian Proses Dan SubProses

Pengertian Proses dan Sub Proses

Pengertian proses dan sub proses - Pada kesempatan ini pendidikanku akan membahas mengenai proses dan Sub Proses dalam Pemodelan Proses Bisnis. Sebelumnya pendidikanku menshare artikel mengenai pengertian serta teknik Business Process Reengineering (BPR), Business process automation (BPA), Business process improvement (BPI) untuk kalian yang ingin membaca artikel sebelumnya bisa dibaca disini, nah sekarang pendidikanku akan menshare apa sih proses dan sub proses itu ? 
Pengertian Proses Dan SubProses
Pengertian Proses Dan SubProses

Proses adalah Kegiatan atau Aktivitas, Proses ini sangatlah penting bagi suatu organisasi, Proses terdiri dari tahapan sekuensial yang mentransformasikan imformasi dari status awal berupa bahan mentah sebagai inputan menjadi output sebagai hasil akhir.

Sub proses adalah turunan atau pecahan yang lebih rendah kompleksitasnya sehingga dapat lebih mudah untuk di kelola. Sub proses itu sendiri memiliki atribut atribut yang berkontribuksi untuk mencapai tujuan dari prosesnya. baca juga artikel seru : Cara Menentukan Proses Bisnis Suatu Sistem
Note: Sub proses menghasilkan input bagi sub proses lainnya
proses dibedakan menjadi 2 kategori utama yaitu:

1. Proses Inti(Core Proses): Proses ini langsung berhubungan dengan produk yang diberikan kepada pelanggan dan proses mentransformasi kebutuhan pelanggan menjadi produk yang diinginkan.

2. Proses Pendukung(Supporting Proses): Proses ini bukan proses inti, namun meskipun Proses ini bukan proses inti tetapi proses ini memberikan nilai tambah secara langsung pada produk, dan juga proses  ini harus tetap dilakukan untuk menjaga kelangsungan proses inti.

Tipe Proses Bisnis

Adapun tipe-tipe proses bisnis antara lain sebagai berikut :

1. Management Process
Proses ini merupakan proses yang menentukan operasi dari suatu sistem,seperti tatakelola perusahaan, dan manajemen strategi

2.Operational Process
Proses ini merupakan proses yang membentuk core business, seperting PurchasingmManufacturing, Marketing dan Sales

3.Supporting Process
Proses ini merupakan proses yang mendukung jalannya core proses atau proses inti seperti Accounting, Recruitmen, Technical Support

Sekian dan Terima kasih sudah membaca mengenai Pengertian Proses dan Subproses , semoga bermanfaat untuk anda .
Pendidikanku

Cara Menentukan Proses Bisnis Suatu Sistem

Cara Menentukan Proses Bisnis Yang Efektif

Cara Menentukan Proses Bisnis Yang Efektif - Permintaan untuk dapat mengembangkan proses bisnis akan terus meningkat sesuai dengan kondisi dan situasi yang terus berubah . Sebuah cara efektif untuk dapat membangun suatu budaya improvement yang akan bekelanjutan di dalam sebuah organisasi adalah dengan melakukan regulasi business process improvements (BPI).

untuk lebih jelas mengenai apa itu business process improvements bisa diklik disini

Cara Menentukan Proses Bisnis Yang Efektif
proses bisnis


Proses bisnis ini bisa dalam cara yang formal maupun informal serta bisa juga mencakup berbagai variasi dari fungsi bisnis itu sendiri, seperti pada teknologi informasi, pelatihan serta pengembangan karyawan, kepuasan pada layanan pelanggan, dan lain sebagainya. dengan catatan "tanpa harus mengurangi pada proses bisnis yang ingin ditingkatkan " , prosedur dari suatu improvement juga memiliki jalur yang sama dengan fungsi bisnis tersebut. Berikut ini adalah langkah - langkah untuk mendapatkan proses bisnis improvement yang efektif.

Identifikasi Kebutuhan Akan Sebuah Perubahan

Di dalam proses BPI (business process improvements) ialah dengan mengidentifikasi kebutuhan yang akan dilakukan suatu perubahan. Langkah yang paling efektif untuk dapat menemukan kesempatan improvement tersebut adalah dengan melakukan regulasi pada proses audit. Audit tersebutlah yang nantinya akan mengidentifikasi isu-isu terkini maupun resiko yang sangat mungkin akan terjadi di dalam organisasi / perusahaan. 

Dari hasil audit tersebut akan mampu menentukan area mana yang akan menjadi prioritas untuk dilakukan upaya pengembangan proses bisnis. Dalam hal ini, harus selalu melakukan review tentang dampak apa yang akan diberikan dari proses pengembangan bisnis tersebut kepada perusahaan / organisasi, sumber daya serta juga para stakeholders (karyawan, pelanggan, pelajar, rekanan, suppliers, dan lain sebagainya) . 

Identifikasi Kebutuhan Untuk Proses Bisnis

  1. Wawancara peserta pada proses kunci bisnis ?
    1. Tanyakan apakah yang mereka lakukan, dan mengapa mereka melakukannya?
    2. Pastikan informasi dan input lain apakah yang dibutuhkan untuk melakukan setiap pekerjaan.         Identifikasi sumber dari tiap output?
    3. Identifikasi output pada tiap pekerjaan, siapakah penerimanya dan mengapa mereka membutuhkan apa yang mereka terima?

  2. Membuat sesi wawancara kelompok serta brainstorming
    Gunakan sesi kelompok untuk dapat mengesahkan serta menyaring infirmasi yang sudah di terima setelah mengumpulkan informasi awal mengenai proses dengan melalui wawancara one-on-one. hal ini adalah cara yang baik untuk dapat menghilangkan miskonsepsi dari tiap individual didalam proses.

  3. Ringkaskan infromasi yang sudah di terima dan juga distribusikan informasi itu pada peserta pada proses bisnis. Ringkasan itu seharusnya termasuk kedalam partisipan yang sudah di wawancaran dan yang tidak di wawancarai. dan mintalah feedback.

Menganalisa Proses Terkini

Pada saat anda sudah memutuskan proses mana yang akan di kembangkan, yang perlu dilakukan adalah menganalisa prosesur-prosedur yang diterapkan saat ini. Dengan cara itu kita dapat sepenuhnya memahami semua proses mulai dari A-Z dan juga membuat kebijakan-kebijakan realistis untuk dapat melakukan pengembangan pada bisnis. Tanpa harus mengurangi tools yang di gunakan untuk dapat melakukan analisa, Anda dapat mempertimbangkan pertanyaan berikut ini :
  1. Proses apa yang tidak berjalan baik ?
  2. Langkah mana yang mengalami hambatan ?
  3. Langkah mana yang membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan ?
  4. Langkah mana yang paling menghambat ?
  5. Apakah ada langkah-langkah yang menyebabkan biaya/sumber daya meningkat ?
  6. Apakah ada langkah-langkah yang menyebabkan penurunan kualitas ?'

Analisa Kebutuhan Proses Bisnis
  1. Lakukan analisa pekerjaan. 
    Evaluasi aktifitas yang anda lakukan pada tiap-tiap pekerjaan. Apakah aktifitas itu sudah efisien? Apakah tiap aktifitas/ kegiatan itu difokuskan pada setiap rapat pekerjaan?
  2. Bandingkan hasil dari wawancara individual
    Carilah inkonsistensi yang ada . Contohnya, apakah satu langkah pada suatu proses itu menghasilkan sebuah hal yang tidak diperlukan pada langkah selanjutnya?
  3. Identifikasi output aktifitas serta pekerjaan yang tidak bermanfaat / perlu.
  4. Buatlah sketsa pada proses bisnis dengan berdasarkan pada kebutuhan proses bisnis, yang anda identifikasi dari sesi wawancara serta brainstorming. Bandingkan pada aliran proses dengan flowchart dari proses yang sudah ada. Identifikasi perubahan potensial proses yang berdasarkan pada perbandingan dari aliran proses yang sudah ada dengan aliran proses yang berasal dari kebutuhan proses.

Dapatkan Komitmen dan Dukungan

Di dalam proses BPI ini ialah dengan mengumpulkan komitmen dari para manajemen senior. Hal tersebut dapat menjadi elemen tunggal yang akan sangat penting sebagai suatu ukuran keberhasilan yang bergantung pada dukungan dari para manajemen. Dalam langkah tersebut kita perlu menjelaskan pentingnya suatu perubahan dan juga bagaimana dampak nya nanti bagi organisasi / perusahaan. Sehingga akan sangat penting bagi manajemen untuk dapat memahami kebutuhan suatu perubahan yang nantinya akan dapat meyakinkan mereka untuk mendukung rekomendasi-rekomendasi yang sudah di berikan. Dukungan manajemen merupakan sebuah keharusan pada  sebuah proses pengembangan bisnis.

Menciptakan Strategi Pengembangan Bisnis

Pada tahap ini adalah bagaimana mengembangkan strategi untuk dapat pengembangan bisnis . Sangat dianjurkan apabila kita ingin melibatkan proses-proses yang tidak berjalan  dengan baik tadi, cari tau apa penyebabnya serta bagaimana proses-proses itu tetap harus ditingkatkan dan yang tidak kalah penting adakah faktor financial serta  sumber daya yang diimplikasikan. Dengan menjawab pertanyaan bagaimana proses itu harus ditingkatkan, maka anda suadah berhasil untuk menemukan suatu cara efektif did alam melakukan pengembangan proses bisnis. Anda juga dianjurkan untuk dapat menetapkan tujuan-tujuan realistis  yang bisa terukur, sejalan dengan tujuan strategis pengembangan bisnis pada keseluruhan.

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai cara menentukan proses bisnis yang efektif , semoga dapat bermanfaat untuk anda .

Contoh Data Flow Diagram suatu Perusahaan

Data Flow Diagram Perusahaan

Contoh Data Flow Diagram suatu Perusahaan - Pengertian Data Flow Diagram - Sebelum melihat contoh mengenai Data Flow Diagram (DFD) ada baik kita mengerti dulu , apa pengertian dari Data Flow Diagram (DFD) ?? , 

Data Flow Diagram (DFD) merupakan suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk dapat menggambarkan arus dari data suatu sistem, yang penggunaannya itu akan sangat membantu untuk  dapat memahami sistem secara logika, tersruktur serta juga jelas.

Contoh Data Flow Diagram suatu Perusahaan
Contoh Data Flow Diagram suatu Perusahaan


DFD merupakan alat bantu dalam menggambarkan atau menjelaskan proses kerja suatu sistem.
http://www.pendidikanku.net/
  1. Pada proses ini Duta arta / Sales mengambil tagihan + deviceke admin
  2. Yang kemudian admin memberikan Tagihan + device ke duta arta


http://www.pendidikanku.net/

  1. Pada proses ini Duta arta / Sales menagih + mengorder barang pada toko
  2. Yang kemudian jika toko tidak mengorder maka akan di kembalikan ke duta arta/ sales
  3. Lalu jika mengorder maka toko akan memberi tagihan dan mengorder


http://www.pendidikanku.net/

·        
  1. pada proses ini admin memberikan tagihan dan device, dan duta arta menerima device serta tagihan
  2. Kemudian Admin mencetak LDP dan memberi faktur kepada Duta arta
  3. Jika LDP tidak valid maka akan dikembalikan ke Admin
  4. Jika LDP valid maka Duta arta mendatangani LDP


http://www.pendidikanku.net/

  1. Pada proses ini Admin mencetak RPB pada bagian Gudang
  2. Secara bersamaan Gudang memberikan Faktur yang tidak terkirim pada Admin


  1. Pada Proses ini Gudang Menyiapkan Barang dan RPB pada Supir
  2. Yang kemudian Supir memasukan barang + Faktur

http://www.pendidikanku.net/

  1. Pada proses ini Admin kemudian Merekap RPB pada bagian Gudang
  2. Yang kemudian bagian Gudang menyimpan RPB yang sudah direkap

  1. Pada proses ini kemudian Supir mengirim barang yang sudah di order ke toko
  2. Pada saat di toko, toko memeriksa barang
  3. Jika barang tidak sesuai maka toko mengembalikan barang ke Supir
  4. Jika barang sesuai maka toko akan membayar dan menandatangani Faktur

Sekian dan terimakasih sudah membaca mengenai Contoh Data Flow Diagram (DFD) suatu Perusahaan, semoga dapat bermanfaat untuk anda , salam hangat dari Pendidikanku.Org

Pengertian Dan Teknik BPA, BPR, BPI Terlengkap

Pengertian Dan Teknik BPA BPR BPI


Pengertian Dan Teknik BPA BPR BPI Terlengkap - Pengertian BPI (Business process improvement) atau dalam bahasa indonesia Perbaikan proses bisnis (BPI) ialah pendekatan sistematis untuk dapat membantu organisasi mengoptimalkan proses yang mendasarinya untuk mencapai hasil yang lebih efisien. 

Pengertian BPA BPI BPR
Pengertian BPA BPI BPR

Metodologi ini pertama kali didokumentasikan di H. James Harrington Perbaikan 1.991 buku Proses Bisnis. Ini adalah metodologi yang baik Proses Perancangan dan Business Process Reengineering didasarkan pada. BPI telah diduga bertanggung jawab untuk mengurangi biaya dan waktu siklus sebanyak 90% sekaligus meningkatkan kualitas dengan lebih dari 60%. 

Perbaikan proses merupakan aspek pengembangan organisasi (OD) di mana serangkaian tindakan yang diambil oleh pemilik proses untuk mengidentifikasi, menganalisis dan meningkatkan proses bisnis yang ada dalam sebuah organisasi untuk memenuhi tujuan dan sasaran baru,  seperti meningkatkan keuntungan dan kinerja,  mengurangi biaya  dan jadwal mempercepat. tindakan ini sering mengikuti metodologi atau strategi khusus untuk meningkatkan kemungkinan hasil yang sukses. 

Proses perbaikan mungkin termasuk restrukturisasi program pelatihan perusahaan untuk meningkatkan efektivitas mereka.
Pendidikanku.org Proses perbaikan juga merupakan metode untuk memperkenalkan perubahan proses untuk meningkatkan kualitas produk atau jasa, untuk lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan konsumen

Business Process Reengineering (BPR),
Rekayasa ulang proses bisnis ialah pemikiran kembali secara fundamental serta perancangan kembali proses bisnis secara radikal, dihasilkan dari sumber daya organisasi yang tersedia.

BPR ini menggunakan pendekatan untuk perancangan kembali cara kerja dalam mendukung misi organisasi serta mengurangi biaya. Perancangan ulang dimulai dengan penaksiran level tinggi terhadap misi organisasi, tujuan strategis, serta kebutuhan pelanggan.

Business process automation (BPA)
Otomatisasi proses bisnis , ialah strategi bisnis menggunakan untuk mengotomatisasi proses untuk mengendalikan biaya. Ini terdiri dari mengintegrasikan aplikasi, restrukturisasi sumber daya tenaga kerja dan menggunakan aplikasi perangkat lunak di seluruh organisasi.

Teknik BPA BPR BPI

BPA(Business Process Automation)

1.       Problem Analysis.

ialah cara langsung requirment analysis. Problem analysis berarti bertanya kepada user serta managers untuk dapat melakukan identifikasi problem dengan sistem yang sekarang sudah ada dan menjelaskan penyelesaian permasalahan yang terjadi didalam sistem. Hampir semua pengguna sistem memiliki ide tentang bagaimana perbaikan dilakukan. Perbaikan proses dari problem analysis biasanya sedikit serta bersifat incremental. Jenis pebaikan ini biasanya efektif untuk dapat melakukan memperbaiki efisiensi sistem. Namun baisanya monetary benefits yang diperoleh tidak besar. Yang jelas ialah tentang perbaikan dari sistem yang sudah ada.

2.       Root Cause Analys.

Problem analysis bekerja dengan berdasarkan asumsi yang bisa saja valid ataupun tidak valid. Umumnya orang selalu dapat membuat kesimpulan sebelum melakukan pemikiran mengenai sebab serta akibat . Biasanya kesimpulan ataupun tindakan yang akan dilakukan ialah dengan mengobati gejala bukan akar permasalahannya. Didalam dunia nyata permasalahan  untuk melakukan perbaikan proses ialah dengan menggunakan root cause. Pemecahan ialah bisa jadi mengobati gejala, bisa juga akar permasalahan. , Namun yang jelas tanpa analisa yang mendalam akan terasa sulit untuk memecahkan permasalahan serta menentukan mana yang gejala serta mana yang akar permasalahan. Root cause analysis berfokuskan pada masalah bukan pada pemecahan masalah.


BPI(Business Process Improvement)

1.Duration Analysis ini memerlukan pembelajaran secara mendetail proses yang dilakukan didalam sistem yang sekarang berjalan. Analisis dimulai dengan melihat waktu yang diperlukan secara rata-rata untuk melakukan business process dalam menghasilkan output tertentu. Lalu menghitung waktu yang diperlukan untuk dapat menyelesaikan setiap pekerjaan atau bagian proses didalam business sehari-hari. Waktu yang diperlukan untuk dapat mengerjakan suatu bagian pekerjaan kemudian ditotal. Selanjutnya akan dapat diketahui persentase dari pekerjaan tersebut secara keseluruhan. Karena total dari masing-masing subproses bisa jadi lebih kecil dari pada waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan.
Permasalahan ini terjadi karena sebagai berikut :
  • Fragmentasi sub-process tidak baik.
  • Process integration/parrarelization.
2. Activity-Based Costing ini sama dengan analisa biaya dari setiap sub aktifitas. Jika ternyata biaya untuk dapat menyelesaikan pekerjaan lebih besar dari biaya untuk melaksanakan seluruh sub proses maka proses tidak dikelola dengan baik.

3. Informal Benchmarking. 
Benchmarking berarti membandingkan bagaimana organisasi lain dapat melakukan business process agar organisasi dapat bekerja dengan lebih baik. Benchmarking mempunyai tujuan\ialah agar dapat memperkenalkan idea bahwa karyawan dapat bekerja dengan lebih baik dengan cara yang baru. Informal Benchmarking ialah istilah dimana karyawan dalam perusahaan berkunjung sebagai customer untuk perusahaan lain. 

BPR (Business Process Reenginering )

BPR ialah merubah cara bagaimana organisasi beroperasi, yaitu dengan merubah cara bagaimana menjalankan business serta membuat perubahan besar dikarenakan adanya ide serta teknologi yang baru. 
Adapun tehnik yang digunakan didalam BPR ialah sebagai berikut:

  1. Outcome Analysis ialah yang berfocus pada pemahaman dari produk yang memberikan nilai yang baik kepada customer.
  2. Technology Analysis yang tujuannya ialah untuk dapat menerapkan bagaimana analis serta manager untuk membuat list atau daftar teknologi apa saja yang akan dibuat atau pun dimanfaatkan, dan untuk selanjutnya menentukan apa yang akan diterapkan didalam business process.
  3. Activity Elimination. Activity elimination ialah menghilangkan aktifitas yang kurang produktif serta menggantikannya dengan aktifitas yang produktif

Sekian dan terimakasih sudah mengenai Business Process Reenginering , Business Process improvement , Business Process Automation , semoga bermanfaat untuk anda, salam hangat dari Pendidikanku.org

Blog Archive