Showing posts with label Manajemen. Show all posts
Showing posts with label Manajemen. Show all posts

Pengertian Manajemen Pemasaran Lengkap

Pengertian Manajemen Pemasaran, Unsur, Konsep dan Perencanaan Manajemen Pemasaran


Pengertian Manajemen Pemasaran Lengkap - Pada kesempatan ini pendidikanku akan membahas mengenai manajemen pemasaran terdapat beberapa point- point dalam pembahas manajemen pemasaran ini yaitu pengertian manajemen yang dikemukakan oleh para ahli, kemudian unsur- unsur manajemen pemasaran, konsep pemasaran, dan perencanaan manajemen pemasaran. oke pada point pertama kita membahas sedikit tentang apa itu manajemen pemasaran.

Pengertian Manajemen Pemasaran Lengkap
Pengertian Manajemen Pemasaran Lengkap

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

  1. Menurut Dharmmesta & Handoko 1982,  mendefinisikan bahwa manajamen pemasaran adalah kegiatan / aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Dalam proses manajemn pemasaran dimulai sejak sebelum memproduksi serta tidak berakhir saat penjualan.
  2. Pendapat dari Kotler 1980, manajemen pemasaran merupakan menganalisa, merencanakan, melaksanakan serta pengawasan terhadap program yang mana tujuannya untuk menimbulkan pertukaran dangan pasar yang akan dituju dengan maksaud untuk mencapai tujuan perusahaan.
  3. Menurut, Buchari Alma (2004 : 130), Manajemen Pemasaran adalah merencanakan, pengarahan, serta pengawasan dari seluruh aktivitas/ kegiatan pemasaran perusahaan maupun bagian di pemasaran.
  4. Philip Kotler / Armstrong (2002 : 14), Manajemen pemasaran adalah analisis, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian dari program yang dirancang untuk dapat menciptakan, membangun serta mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran dengan maksud untuk mencapai sasaran organisasi.

Jadi dari pengertian manajemen menurut para ahli diatas dapat kita simpulkan bahwa manajamen pemasaran adalah proses menganalisa, merencanakan, melaksanakan serta pengawasan terhadap program yang mana ujuannya untuk menimbulkan pertukaran dangan pasar yang akan dituju dengan maksaud untuk mencapai tujuan perusahaan.

Konsep Manajemen Pemasaran

Menurut Sofjan Assauri (1987:303) menjelaskan informasi adalah keterangan yang bersifat fakta, dalam artian data ataupun hasil dari analisis, pertimbangan ataupunn sebuah pandangan dari pemberi informasi.
Hal itu berkaitan dengan kondisi secara langsung terhadap kebutuhan dalam pengemabilan keputusan ataupun kebijakan dari manajemen.

Pengertian Manajemen Pemasaran Lengkap
Pengertian Manajemen Pemasaran Lengkap


Berikut ini unsur dalam manajemen pemasaran, 3 (tiga) unsur penting dalam manajemen pemasaran diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Orientasi pada konsumen atau pembeli
Umumnya produsen menghasilkan produk untuk upaya memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Konsumen ialah orientasi paling utama yang harus di pertimbangkan dalam segala macam bentuk strategi bisnis. Demikian juga dalam proses marketing atau penjualan, maka dalam bisnis selalu mengedepankan pihak konsumen yang merupakan strategi dari bagian konsep pemasaran yang perlu di perhatikan.

2. Perencanaan kegiatan-kegiatan pemasaran secara menyeluruh
Manajemen pemasaran setuju dengan adanya pengaturan secara dinamis sebagi bentuk dari penyusunan aktivitas-aktivitas dari pemasaran secara menyeluruh. Segala keperluan dalam bidang pemasaran mulai dari,
strategi, implementasi, penganalisaan, controlling (pegawasan) dan lain-lain yang berkaitan dengan aktivitas pemasaran harus dilakukan dengan secara tersusun, terarah, dan diatur secara rinci atau detail serta jelas, sehingga akan dapat mempermudah proses dalam pelaksanaan serta contolling (pengawasan).Evaluasi terhadap manajemen pemasaran salah satunya di dasarkan dengan kegiatan penyusunan secara menyeluruh tersebut.

3. Kepuasan konsumen
(Konsumen adalah Raja) Kepuasan konsumen menjadi unsur yang penting juga yang harus di perhatikan dalam menyusun strategi pemasaran. Manajemen pemasaran yang bagus menyetujui adanya hasil keputusan para konsumen sebagai akibat dari proses pemasaran yang berjalan. Kepuasan dari konsumen tidak hanya diukur dan dilihat dari bagaimana kualitas produk yang dihasilkan, akan tetapi dari bagaimana cara ataupun  starategi pemasaran yang dijalankan.

Sedangkan dalam fungsi pemasaran sendiri adalah kegitan/aktivitas yang dilakukan pada setipa bisnis yang terlibat kedalam menggerakkan produk dari produsen sampai pada konsumen. (William J.Shultz)

diutarakan oleh Sofjan Assauri (1987:19) fungsi pemasaran diklasifikasikan menjadi tiga yaitu:
  1. Fungsi penjualan serta pembelian
  2. Fungsi suply fisik, yaitu menyangkut distribusi serta penyimpanan
  3. Fungsi penunjang, yaitu pengamanan, standarisasi serta grading, penanggungan terhadap resiko yang ada, informasi pasar, serta keuangan.

Konsep Manajemen Pemasaran

Falsafah pada konsep pemasaran tersebut bertujuan untuk bisa memberikan kepuasan kepada keinginan & kebutuhan konsumen. Dari seluruh kegiatan / aktivitas dalam perusahaan yang menganut konsep pemasaran yang harus diarahkan untuk memenuhi tujuan tersebut.
Dengan secara definitif dapat dikatakan oleh  (Stanton, 1978) bahwa: Konsep Pemasaran adalah suatu falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan pembeli / konsumen adalah syarat ekonomi & sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.

Elemen-Elemen Konsep Pemasaran

Terdapat Elemen-elemen Penting Dalam Konsep Pemasaran antara lain sebagai berikut :
Elemen Penting dalam Konsep Pemasaran:
  1. Market oriented berorientasi pada keinginan Konsumen
  2. Penyusunan kegiatan pemasaran secara terpadu
  3. Pencapaian tingkat kepuasan Konsumen
  4. Konsep Manajemen pada hakikatnya mencakup upaya dan strategi yang ditempuh manajemen dalam rangka untuk mencapai tingkat kepuasan konsumen.

Beberapa istilah-istilah yang penting dalam konteks pemasaran 
  1. Produk (barang, jasa, ide)
  2. Nilai
  3. Biaya;
  4. Kepuasan
  5. Pasar

Perencanaan Strategi Pemasaran

  1. Strategi Pemasaran (Marketing Strategy) merupakan proses menentukan target pasar dengan strategi bauran pemasaran yang terkait dimanapun:
  2. Target Market; merupakan sekelompok pelanggan homogen / pasar yang ingin dilayani permintaannya oleh perusahaan.
  3. Bauran Pemasaran (Marketing Mix); merupakan variabel-variabel yang disusun oleh perusahaan dalam rangka guna memuaskan target market tersebut. Marketing Mix merupakan kombinasi dari empat variabel atau aktivitas yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yaitu : produk, struktur harga, kegiatan promosi dan juga sistem saluran distribusi. Variabel-variabel marketing mix ini dapat dipakai sebagai dasar dari mengambil sebuah strategi usaha untuk bisa mendapatkan posisi yang sangat strategis dipasar.
Baca juga artikel terkait : 

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai pengertian manajemen pemasaran semoga dapat bermanfaat untuk anda.
pendidikanku.org

Pengertian Ekonomi Manajemen Lengkap

Pengertian Ekonomi Manajemen Menurut Para Ahli & Prinsip Dasar Ekonomi


Pengertian Ekonomi Manajemen Lengkap - Di kesempatan ini pendidikanku akan membahas sedikit mengenai pengertian ekonomi manajemen ? prinsip dasar ekonomi manajemen ? sifat dan permasalahan dalam ekonomi manajemen ?. Point - point diatas akan dipaparkan dengan secara jelas dan padat. Oke langsung saja ke point pertama yaitu pengertian ekonomi manajemen, selamat belajar guys.
Pengertian Ekonomi Manajemen Lengkap
ekonomi manajemen

Pengertian Ekonomi Menurut Para Ahli

Pengertian Ilmu ekonomi menurut Drs. M. Manulang merupakan suatu ilmu yang mempelajari masyarakat dalam usahanya dalam mencapai kemakmuran (kemakmuran dalam artian keadaan di mana manusia dapat memenuhi kebutuhannya baik barang-barang maupun jasa).

Ekonomi Menurut Amwal Ekonomi adalah suatu cabang ilmu yang mempelajari tentang bagaimana menentukan keputusan yang efektif untuk mengelola semua sumber daya yang tersedia dalam rangka untuk melakukan pemenuhan kebutuhan pada individu atau masyarakat.

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

Manajemen dijadikan sebagai ilmu pengetahuan yang secara sistematis dapat memahami mengapa & bagaimana cara manusia bekerja sama untuk dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi manusia, organisasi,dll. Ekonomi manajemen pada dasarnya berfokus pada istilah manajemen itu sendiri Berikut ini istilah manajemen menurut para ahli, di antaranya:

Drs. M. Manullang, mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian manajemen yaitu :
“ Seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan daripada sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu “.(M Manullang, Manajemen Personalia, Edisi revisi, Ghalia Indonesia, 1981, hal 10-11)

 Prof. Oie Liang Lee, mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian manajemen yaitu :
“ Manajemen adalah ilmu dans eni mengkoordinasikan serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan “. (Basu Swastha, DH dan Ibnu Sukotjo, Pengantar Ekonomi Persuahaan Modern, Edisi Revisi, Liberty, Yogyakarta, hal . 5).

Pengertian Ekonomi Manajemen

Pengertian ekonomi manajemen, pada dasarnya ekonomi manajemen adalah ilmu & seni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan juga pengawasan pada usaha-usaha anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Manajemen sendiri memiliki kegiatan/aktivitas memimpin, mengatur, mengelola, mengendalikan, serta juga mengembangkan. Ekonomi & manajemen adalah sektor yang memang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, selalu ada  saja keterkaitan antara sektor ekonomi & manajemen.

Prinsip dasar ekonomi manajemen

Setelah membahas mengenei pengertian ekonomi manajemen maka selanjutnya kita membahas mengenai prinsip ekonomi manajemen. Terdapat tiga (3) dasar dari ekonomi manajemen antara lain sebagai berikut :

1. Teori ekonomi
Prinsip dasar teori ekonomi ini digunakan untuk dapat memprediksi dan menjelaskan tingkah laku ekonomi. Dalam ilmu ekonomi pada dasarnya dimulai dengan model, yang mana model ini nanti akan menggambarkan / menjelaskan kejadian & mengidentifikasi berbagai macam faktor yang terdapat didalamnya. Pada teori ekonomi ini terbagilah menjadi dua (2) prinsip teori ekonomi yaitu,

  1. Ekonomi mikro, (ekonomi mikro mempelajari tingkah laku ekonomi secara individu) dan 
  2. Ekomi makro, (ekonomi makro mempelajari tingkah laku ekonomi secara agregat melalui hal- hal seperti output, pendapatan, investasi, keseluruhan harga /harga total).
2. Ilmu pengambilan keputusan
Dalam mengambil keputusan dalam ekonomi manajemen maka diperlukan sebuah perangkat yaitu :

  1. Matematika ekonomi. dan 
  2. Ekonometrik. 

Kedua ilmu ini berguna dalam membentuk dan juga mengestimasi model pada perilaku optimal suatu perusahaan. Matematika ekonomi ini digunakan untuk membentuk model ekonomi yang dipaparkan dalam ekonomi ekonometrik. Model ini menggunakan peralatan statistik dalam perangkat dunia nyata untuk mengestimasi model yang dipostulatkan (postulat: pernyataan yang dianggap benar, sampai ada bukti yang menyatakan bahwa pernyataan itu salah atau aksioma) oleh teori ekonomi yakni untuk peramalan / estimasi.

3. Ilmu administrasi bisnis
Salah satu hal yang harus dikuasai manajemen adalah ilmu administrasi bisnis, kenapa? karena berbagai macam fungsi administrasi yang dimilikinya area fungsi administrasi tersebut diantaranya meliputi:

  1. Akuntansi,
  2. Keuangan,
  3. Pemasaran,
  4. Manajemen SDM, dan 
  5. Produksi.

Ilmu ini digunakan untuk mengatur administrasi berupa pengorganisasian administrasi suatu perusahaan atau proyek yang sedang dikerjakan. Ilmu ini berperan cukup penting dalam ekonomi manajemen.

Jadi pada dasarnya ekonomi manajemen adalah perpaduan antara teori ekonomi, ilmu pengambilan keputusan, serta area fungsional ilmu administrasi Bisnis, yang membahas mengenai bagaimana interaksi antara satu sama lain dalam organisasi / perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan secara efisien.

Baca juga artikel terkait  : Pengertian manajemen proyek

Sifat dan Permasalahan Dalam Ekonomi Manajemen


Selajutnya bagaimana sifat dan permasalahan dalam ekonomi manajemen akan dipaparkan dibawah ini :
Berdasarkan prinsip dasarnya ekonomi manajemen sering disebut juga sebagai ekonomi mikro terapan, karena penerapan metode dalam proses pengambilan keputusan manajemennya. Ekonomi manajemen dapat mengembangkan prinsip ilmu ekonomi dalam meningkatkan keefektifan pada saat mengambil keputusan.

Tiap- tiap hal pasti selalu ada masalah/kendala dan resiko yang akan menghambat jalannya proses tidak terkecuali dalam proses manajemen. Biasanya, permasalahan yang muncul dalam proses manajemen ialah perbedaan diantara realita & ekspetasi yang dihadapi oleh seorang manajer.
Pengertian ekspektasi dalam ekonomi  adalah suatu harapan atau prediksi tentang seberapa baik perekonomian selama kuartal, tahun atau periode waktu mendatang. Ekspektasi ekonomi ini bisa mencakup ekspektasi inflasi, pertumbuhan produktivitas, pengangguran dan neraca perdagangan.
Masalah tersebut biasanya misalnya seperti berikut ini:
  1. Penentuan tingkatan harga ataupun keluaran produk yang sesuai pasar.
  2. Pemilihan tehnik industri & teknologi yang digunakan.
  3. Jumlah stok (persediaan).
  4. Pemilihan media promosi / media periklanan.
  5. Pendanaan.
  6. Pelatihan tenaga kerja / skill tenaga kerja.
Oke sekian dan terima kasih sudah membaca mengenei pengertian ekonomi manajemen, prinsip dasar ekonomi manajemen , dan sifat & permasalahan ekonomi manajemen, semoga dapat bermanfaat untuk teman- teman sekalian.
Pendidikanku

Pengertian Manajemen Pemasaran Menurut Para Ahli

Pengertian Manajemen Pemasaran

Pengertian Manajemen Pemasaran Menurut Para Ahli - Pada kesempatan ini Pendidikanku akan membahas mengenai pengertian manajemen pemasaran , Konsep pemasaran merupakan suatu kegiatan perencanaan pemasaran untuk dapat mencapai tujuan perusahaan yakni kepuasan pelanggan. Segala kegiatan yang menganut konsep pemasaran tersebut  harus diarahkan untuk dapat memenuhi tujuan tersebut. Didalam kegiatan pemasaran tersebut ada beberapa konsep pemasaran yang disebut dengan 4P, yaitu :
  1. Product
  2. Price
  3. Placement
  4. Promotion
Pengertian Manajemen Pemasaran Menurut Para Ahli
Pengertian Manajemen Pemasaran Menurut Para Ahli

Sedangkan menurut pendapat beberapa ahli yang sudah mengemukakan definisi tentang manajemen pemasaran yang kelihatannya berbeda walaupun sebenarnya sama, seperti antara lain ialah sebagai berikut :

Pengertian manajemen pemasaran Menurut Philip William J. Shultz (dalam buku Prof. Dr. H. Buchari Alma, "Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa”), Manajemen pemasaran merupakan suatu merencanakan, pengarahan, serta pengawasan seluruh kegiatan/aktivitas pemasaran perusahaan maupun bagian dari perusahaan."

Menurut John W. Mullins, Manajemen pemasaran merupakan suatu proses menganalisis , menerapkan , mengkoordinasikan , serta mengendalikan program , yang melibatkan konsepsi , penetapan harga , promosi , serta distribusi produk , jasa serta ide-ide yang dirancang untuk dapat menciptakan dan juga memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan target pasar untuk dapat mencapai tujuan organisasi .

Menurut Peter R. Dickson,  Manajemen Pemasaran merupakan banyak dan variate suatu kegiatan organisasi yang terlibat didalam memahami mengenai , apa yang konsumen inginkan? dan bagaimana mereka berperilaku ? .

Menurut Philip Kotler/Armstrong (2002:14) menyatakan bahwa : 'Manajemen pemasaran adalah suatu analisis, perencanaan, pelaksanaan, dan juga pengendalian dari suatu program yang dirancang untuk dapat menciptakan, membangun, serta mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran dengan maksud ialah untuk dapat mencapai sasaran organisasi'."

Menurut Buchari Alma (2004:130), "Manajemen Pemasaran merupakan suatu merencanakan, pengarahan, serta pengawasan seluruh kegiatan/aktivitas pemasaran perusahaan maupun bagian dipemasaran."

Menurut Lupiyo Adi (2006:6) dikatakan bahwa "Manajemen pemasaran merupakan suatu analisis, perencana, pelaksanaan dan juga kontrol program-program yang sudah direncanakan didalam hubungannya dengan adanya pertukaran yang diinginkan terhadap konsumen yang dituju untuk dapat memperoleh keuntungan pribadi ataupun bersama".

Menurut Swastha (1995 : 5) : "Manajemen Pemasaran merupakan penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan serta pengawasan pada program-program yang bertujuan ialah untuk dapat menimbulkan pertukaran dengan pasar dengan maksud ialah untuk mencapai tujuan perusahaan."

Menurut Sofyan Assauri (2004) "Manajemen Pemasaran adalah suatu kegiatan menganalisis, merencanakan, mengkoordinasikan dan juga mengendalikan semua aktivitas/kegiatan yang berkaitan dengan adanya perancangan serta peluncuran produk, pengkomunikasian, promosi serta juga pendistribusian produk itu, menetapkan harga serta juga mentransaksikannya, dengan tujuan supaya dapat memuaskan konsumennya dan juga sekaligus bisa mencapai tujuan suatu organisasi perusahaan dalam jangka panjang."

Menurut Winardi mengemukakan "manajemen pemasaran merupakan suatu proses pengambilan keputusan, perencanaan, pengawasan aspek-aspek pemasaran suatu perusahaan yang berhubungan dengan konsep pemasaran, didalam suatu sistem pemasaran."

Menurut William J. Stanton "Manajemen Pemasaran merupakan suatu penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, serta juga pengawasan program-program yang bertujuan ialah untuk dapat mengadakan suati pertukaran dengan suatu pasar yang dituju, dengan maksud untuk dapat mencapai tujuan suatu organisasi perusahan."


Manajemen pemasaran merupakan penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan program-program yang bertujuan untuk dapat menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk bisa mencapai tujuan perusahaan. Titik berat diletakkan pada penawaran perusahaan didalam memenuhi suatu kebutuhan dan juga keinginan pasar itu dan juga menentukan harga, mengadakan komunikasi, serta distribusi yang efektif untuk dapat memberitahu, mendorong, dan juga melayani pasar.

Jadi, manajemen pemasaran dirumuskan ialah sebagai suatu proses manajemen yang didalamnya meliputi penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan kegiatan/aktivitas pemasaran yang dilakukan oleh suatu perusahaan. Kegiatan tersebut bertujuan ialah utnuk menimbulkan pertukaran yang diinginkan, baik itu yang menyangkut barang maupun jasa. Proses pertukaran tersebut dapat ditimbulkan baik oleh si penjual, ataupun sipembeli yang menguntungkan pada kedua belah pihak. Penentuan produk, harga, promosi serta tempat untuk dapat mencapai tanggapan yang efektif itu disesuaikan dengan sikap dari perilaku sikonsumen, serta sebaliknya sikap dan perilaku konsumen tersebut dipengaruhi sedemikian rupa sehingga akan menjadi sesuai dengan produk yang ditawarkan oleh suatu perusahaan.

Tahap Perkembangan Manajemen Pemasaran 


Pengertian Manajemen Pemasaran - Sejak terjadinya revolusi industri, manajemen pemasaran tersebut sudah mengalami beberapa tahap perkembangan, yaitu:

  • Tahap Orientasi Produksi
    Pada tahap tersebut suatu perusahaan mempunyai masalah utama ialah bagaimana caranya untuk dapat meningkatkan produksi, faktor layanan yang baik dengan harga yang layak supaya dapat diperoleh laba yang juga besar.

    Konsep yang dianut oleh suati perusahaan yang berada pada tahap tersebut adalah suatu konsep produk, yang menggemukakan bahwa produk yang dijual ialah dengan harga yang layak, dan juga diperlukan sedikit usaha pemasaran supaya tercapai penjualan yang memuaskan.
  • Tahap Orientasi Penjualan
    Setelah pada masalah produksi teratasi maka jumlah produk menjadi berlimpah. Oleh sebab itu pangsa pasarnya terbatas, maka akan timbul permasalahan mengenai bagaimana agar bisa menjual produk-produk yang sudah dihasilkan?. 

    Perusahaan yang berada pada tahap orientasi penjualan ini menganut sebuah konsep yakni konsep penjualan, yang menyatakan bahwa debitur tersebut tidak akan bersedia membeli produk dalam jumlah yang cukup besar tanpa didorong dengan usaha-usaha promosi yang juga kuat. Perusahaan yang mengaplikasikan konsep tersebut lebih mementingkan penjualan dibandingkan kepuasan debitur. 

    Cara seperti tersebut pada hakekatnya justru akan merugikan perusahaan sendiri, sebab si pembeli merasa tertipu serta kecewa sehingga tidak akan mengulang pembeliannya tersebut.
  • Tahap Orientasi Pemasaran
    Dengan terdapatnya berbagai perubahan pada masyarakat yang cepat, kemajuan teknologi yang juga semakin maju dan rasa jenuh oleh debitur, maka orientasi penjualan tersebut tidak dapat lagi memberikan pemecahan maupun jawaban dengan secara keseluruhan terhadap usaha-usaha untuk mencapai tujuan suatu perusahaan. Untuk dapat mencapai tujuan perusahaan tersebut harus lebih mementingkan kebutuhan dan juga  keinginan debitur.

    Perusahaan yang demikian tersebut menganut orientasi pemasaran, yang menggemukakan bahwa kunci untuk dapat mencapai tujuan perusahaan terdiri atas penentuan kebutuhan serta keinginan debitur dan juga pemberian kepuasaan yang diinginkan dengan secara lebih efektif dan efisien dari yang dilakukan pesaingnya. Jadi konsep pemasaran merupakan suatu orientasi pada debitur yang didukung oleh adanya pemasaran yang terpadu serta ditujukan untuk dapat mecapai kepuasan yang semakin meningkat ialah sebagai kunci tercapainya tujuan perusahaan.
  • Orientasi Manusia dan Tanggung Jawab Sosial
    Perusahaan yang berupaya untuk dapat memberikan kepuasan kepada debitur dan juga kemakmuran masyarakat dalam jangka panjang tersebut menganut konsep pemasaran kemasyarakatan. 

    Konsep kemasyarakatan ini menyatakan bahwa suatu perusahaan harus menghasilkan kepuasan debitur serta kesejahteraan masyarakat didalam jangka panjang ialah sebagai kunci untuk dapat mencapai tujuan perusahaan yang banyak berhubungan dengan masalah penciptaan serta pencapaian faktor hidup yang lebih baik, maka konsep tersebut dipandang ialah sebagai konsep pemasaran yang baru.Perkembangan pada masyarakat dan teknlogi yang sudah menyebabkan perkembangan konsep pemasaran. 

    Sekarang ini suatu perusahaan dituntut untuk bisa menanggapi cara-cara maupun kebiasaan masyarakat. Perusahaan tersebut  tidak hanya berorientasi pada si debitur saja, namun tetapi juga harus berorientasi pada masyarakat. Dengan konsep pemasaran sosial (Social Market Concept), suatu perusahaan akan berusaha memberikan kepuasan debitur serta kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.
Baca juga mengenai Manajemen :



Sekian dan Terimakasih sudah membaca mengenai pengertian manajemen , tahap perkembangan manajemen pemasaran , pengertian manajemen pemasaran menurut para ahli , semoga dapat bermanfaat untuk anda salam hangat dari pendidikanku

Pengertian Distribusi Dan Fungsi Distribusi Terlengkap

Pengertian Distribusi

Pengertian Distribusi Dan Fungsi Distribusi Terlengkap - Distribusi merupakan salah satu aspek dari suatu pemasaran . Distribusi itu juga bisa diartikan ialah sebagai kegiatan atau aktivitas pemasaran yang berusaha untuk dapat memperlancar dan mempermudah penyampaian barang serta jasa dari produsen kepada konsumen, sehingga penggunaannya itu dapat sesuai dengan yang diperlukan . Seseorang atau juga sebuah perusahaan distributor merupakan perantara yang menyalurkan suatu produk dari pabrikan (manufacturer) kepada pengecer (retailer). 

Setelah suatu produk itu dihasilkan oleh pabrik, produk itu kemudian dikirimkan (dan biasanya juga sekaligus dijual) ke distributor. Distributor itu kemudian menjual produk tersebut ke pada pengecer atau juga pelanggan.

3 aspek lainnya dari bauran pemasaran ialah manajemen produk, harga, serta juga promosi.

Pengertian Distribusi Dan Fungsi Distribusi Terlengkap
Pengertian Distribusi Dan Fungsi Distribusi Terlengkap
Pengertian Distribusi dan Fungsi Distribusi

Setiap perusahaan atau perseorangan yang akan memasarkan suatu pasti mempunyai bagian-bagian tersendiri untuk membuat suatu pekerjaan tersebut menjadi mudah dan aman. Bagian itu adalah sebuah perencanaan didalam distribusi dari produsen kearah konsumen. Dalam pembagiannya , fungsi dari distribusi mempunyai beberapa fungsi yang berbeda didalam memasarkan suatu produksi dari produsen terhadap konsumen dari barang tersebut.

Pengertian distribusi dan fungsi dari distribusi sendiri mempunayi beberapa perbedaan namun tetap sama didalam pengertian untuk dapat menyampaikan atau juga memasarkan suatu hal yang di buat untuk para penggunanya. 

Selain dari pengertian distribusi di atas, terdapat juga Fungsi distribus berikut pembagian serta fungsi masing- masing dari distribusi antara lain , ialah sebagai berikut :

Fungsi distribusi

Fungsi distribusi adalah untuk melakukan atau mengantarkan barang atau juga jasa yang di hasilkan oleh produsen baik itu dari daerah yang dekat maupun jauh sehingga dari seluruh pelosok Indonesia bisa merasakan barang atau jasa yang di hasilkan tersebut. 

fungsi distribusi pokok

Disrtibusi pokok adalah segala tugas pokok yang harus di lakukan, misalkan didalam hal yang satu ini dengan pengangkutan atau juga transportasai, penjualan serta juga pembelian.

  • Fungsi pengangkutan atau juga transportasi ialah untuk dapat mengalurkan barang maupun jasa disebabkan karena jika tidak ada pengangkutan /pun transportasi barang atau jasa iyu tidak akan sampai ke konsumen.
  • Fungsi penjualan adalah untuk dapat memasarkan barang atau jasa dari produsen kepada konsumen.
  • Fungsi pembelian adalah semua penjualan di lakukan oleh si produsen sehingga konsumen bisa untuk melakukan pembelian.

fungsi tambahan

fungsi tambahan di bagi atas 2 yaitu menyeleksi serta juga mengemas. 

  • Fungsi menyeleksi ialah untuk dapat menyeleksi kelompok barang serta juga ukuran yang akan di gunakan.
  • Fungsi mengemas adalah untuk dapat menghindari adanya kerusakan atau juga hilang dalam penindrustrian sehingga barang tersebut harus di kemas dengan sangat baik.
Sekian dan terimakasih sudah membaca mengenai Pengertian distribusi , fungsi distribusi , Semoga dapat bermanfaat untuk anda , salam hangat dari Pendidikanku.org

Pengertian Organisasi Menurut Para Ahli Terlengkap

Pengertian Organisasi

Pengertian Organisasi Terlengkap - Pada kesempatan kali ini Pendidikanku.Net akan membahas mengenai pengertian organisasi , manfaat organisasi , tujuan organisasi , dan pengertian organisasi menurut para ahli .


Secara umum Pengertian Organisasi ialah kelompok orang yang bekerja sama untuk mendapatkan tujuan bersama. Sedangkan dengan secara lebih luas pengertian organisasi merupakan sebagai tempat untuk orang berkumpul serta juga berkerja sama dengan secara rasional serta sistematis, terencana, terpimpin, dan juga terkendali, didalam memanfaatkan sumber daya baik itu uang, metode, material, serta lingkungan, dan juga sarana-prasarana, data serta lain -lainnya yang digunakan dengan secara efisen serta efektif untuk mencapai tujuan tertentu.

Pengertian Organisasi Menurut Para Ahli

Pengertian Organisasi Menurut Para Pakar - berikut ini merupakan pengertian dari organisasi yang dikemukakan oleh para ahli :
  • Pengertian organiasi menurut Stoner, Menurutnya pengertian organisasi merupakan suatu pola hubungan-hubungan dengan melalui orang-orang dibawah adanya pengarahan dari atasan untuk mengejar tujuan tertentu.
  • Pengertian organiasi menurut Stephen P. Robbins, pengertian organisasi merupakan suatu kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan dengan secara sadar, dengan adanya suatu batasan yang relatif bisa untuk diidentifikasi, yang bekerja dari dasar yang relatif terus menerus untuk dapat mencapai tujuan bersama.
  • Pengertian organiasi menurut James D. Mooney, Organisasi merupakan suatu bentuk pada tiap-tiap perserikatan manusia untuk dapat mencapai tujuan tertentu.
  • Pengertian organiasi menurut Chester I. Bernard,  organisasi merupakan suatu sistem aktivitas atau kegiatan kerja sama yang dilakukan oleh 2 orang atau bahkan lebih.
  • Pengertian organiasi menurut Drs. H. Malayu S,P, Hasibuan, organisasi merupakan sebagai proses penentuan, pengelompokan, serta pengaturanbermacam-macam aktivitas yang diperlukan untuk dapat mencapai tujuan tertentu.
  • Pengertian organiasi menurut Max Weber,  organisasi merupakan suatu kerangka hubungan yang terstruktur yang didalamnya itu terdapat wewenang, serta tanggung jawab dan juga pembagian kerja menjalankan sesuatu fungsi tertentu.
Pengertian Organisasi Menurut Para Ahli Terlengkap
Pengertian Organisasi

Manfaat Organisasi

Manfaat Organisasi - Mengikuti atau menjadi anggota dalam organisasi mempunyai manfaat antara lain ialah sebagai berikut :
  • Tercapainya suatu tujuan bersama
  • Melatih mental untuk bicara di publik
  • Mudah untuk memecahkan masalah
  • Melatih kepemimpinan
  • Memperluas pergaulan
  • Kuat dalam menghadapi tekanan
  • Meningkatkan wawasan serta pengetahuan
  • Membentuk suatu karakteristik dengan seseorang
  • Mampu mengatur waktu dengan cukup baik
  • Sebagai ajang didalam pembelajaran kerja yang sebenarnya

Tujuan Organisasi

Tujuan Organisasi - Tujuan dari organisasi antara lain ialah sebagai berikut :

  1. Mengatasi terbatasnya kemampuan, kemandirian serta sumber daya yang dipunyai dalam mencapai tujuan
  2. Sebagai tempat untuk mencapai tujuan dengan selektif serta efisien dikarenakan melakukannya dengan secara bersama-sama.

Ciri -ciri Organiasi

Ciri-Ciri Organisasi - Organisasi bisa dibedakan dengan melihat ciri-ciri organisasinya , ciri-ciri organisasi antara lain ialah sebagai berikut :

  • 1. Ciri-Ciri Organisasi Secara umum
1.mempunyai tujuan serta sasaran
2.mempunyai komponen yakni atasan serta bawahan
3.Adanya kerja sama yang terstruktur.
4.mempunyai pendegelasian wewenang serta koordinasi tugas-tugas.
5.mempunyai keterikatakan format serta tatat tertip yang harus ditaati.

  • 2. Ciri-Ciri Organisasi Menurut Para Ahli yaitu Berelson dan Steiner

1.Formalitas, merupakan salah satu ciri organisasi sosial yang merujuk keraha perumusan tertulis dari pada ;
  1. peraturan-peraturan,
  2. ketetapan-ketetapan prosedur,
  3. kebijaksanaan,
  4. tujuan,
  5. strategi dan seterusnya

2.Hierarki, merupakan ciri organisasi yang mengacu pada suatu pola kekuasaan serta kewenangan yang berbentuk piramida, artinya ialah terdapat orang-orang tertentu yang dengan kekuasaan serta kewenangan yang tinggi dibandingkan orang biasa didalam organisasi tersebut.

3.Besar dan Kompleksnya, merupakan ciri dari organisasi sosial yang mempunyai banyak anggota sehingga hubungan sosial diantar anggota ialah tidak langsung (impersonal) yang biasanya disebut juga "gejala birokrasi"

4.Lamanya (Duration), merupakan salah satu ciri organisasi yangmana eksistensi organisasinya ini  lebih lama dari pada keanggotaan pada organisasi tersebut.

  • 3. Ciri-Ciri Organisasi Modern

1.Organisasi bertambah besar
2.Penggunaan staf lebih intensif
3.Unsur-unsur organisasi juga lebih lengkap
4.Pengelolaan data juga semakin cepat
5.Adanya prinsip-prinsip atau juga azas-asaz organisasi
6.Cenderung spesialisasi.

Sekian dan terimakasih sudah membaca mengenai pengertian organisasi menurut para ahli terlengkap, semoga dapat bermanfaat untuk salam hangat dari pendidikanku.org

Pengertian Manajemen Terlengkap

Pengertian Manajemen

Pengertian Manajemen dengan Secara Umum. Pengertian Manajemen adalah sebuah seni dalam ilmu serta juga proses pengorganisasian seperti ialah :

  1. perencanaan
  2. pengorganisasian
  3. pergerakan
  4. pengendalian atau pengawasan
Didalam pengertian manajemen ialah sebagai suatu seni dikarenakan seni berfungsi didalam mengujudkan tujuan yang nyata dengan hasil atau juga manfaat sedangkan didalam manajemen sebagai suatu ilmu yang berfungsi untuk  menerangkan suatu fenomena-fenomena, kejadian sehingga memberikan adanya penjelasan yang sebenarnya. 
Manajemen tersebut berasal dari bahasa inggris yakni "Manage" yang berarti," mengurus, mengendalikan, mengusahakan, mengelola,  memimpin". Sedangkan dalam Pengertian Manajemen dengan secara etimologis adalah suatu seni melaksanakan serta juga mengatur. 

Pengertian manajemen juga dipandang ialah sebagai suatu disiplin ilmu yang mengajarkan sebuah proses untuk  mendapatkan tujuan suatu organisasi didalam upaya bersama dengan sejumlah orang atau juga sumber milik sebuah organisasi. Orang yang mempelajari atatu melakukan manajemen disebut dengan manajer.

Pengertian Manajemen Terlengkap
Manajemen

Pengertian Manajemen dan Fungsi Manajemen

100 Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli
  • manajemen menurut George.R.Terry yang menyatakan bahwa pengertian manajemen adalah sebuah proses atau juga kerangka kerja yang melibatkan adanya bimbingan atau juga pengarahan suatu kelompok orang ke arah tujuan suatu organisasional dengan maksud yang nyata. 
  • manajemen menurut Encylopedia of the Social Science, menyatakan bahwa pengertian manajemen adalah sebuah proses yang pelaksanaan dengan tujuan tertentu yang diselenggarakan serta juga diawasi. 
  • manajemen menurut Mary Parker Follet, menyatakan bahwa pengertian manajemen adalah suatu seni atau juga ("management is an art"). pada tiap pekerjaan mampu untuk diselesaikan oleh orang lain. 
  • manajemen menurut James A.F Stoner, yang menyatakan pendapatnya mengenai pengertian manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, serta juga penggunaan sumber daya organisasi yang lain supaya mencapai tujuan organisasi yang sudah ditetapkan. 
  • manajemen menurut Lawrence A. Appley adalah suatu seni pencapaian tujuan yang dilakukan atau dilaksanakan dengan melalui usaha orang lain.
  • manajemen Wilson Bangun adalah suatu rangkaian aktivitas atau kegiatan yang dikerjakan oleh anggota-anggota organisasi untuk dapat mencapai tujuan. 
  • manajemen menurut Koontz, menyatakan bahwa pengertian manajemen adalah suatu seni yang sangat paling produktif yang  dengan selalu didasarkan pada pemahaman terhadap suatu ilmu yang mendasarinya.

Fungsi Manajemen

Fungsi dari manajemen adalah suatu elemen-elemen dasar yang selalu ada serta juga berada dalam proses manajemen yang menjadi suatu  patokan bagi manejer didalam melaksanakan kegiatan atau aktivitas untuk mencapai suatu tujuan. Fungsi Manajemen dengan secara Umum ialah sebagai berikut :

1. Fungsi Perencanaan (Planning)
Pengertian perencanaan atau planning adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang dilakukan untuk dapat membuat tujuan perusahaan dengan berbagai rencana untuk dapat mencapai suatu tujuan yang ingin diraih oleh suatu perusahaan. Perencanaan tersebut adalah cara terbaik didalam mengejar serta juga membuat tujuan perusahaan tersebut dapat tercapai disebabkan karena perencanaan adalah suatu proses bagian dari fungsi manajemen yang sangat penting karna tanpaadanya proses  perencanaan fungsi-fungsi manajemen yang berikutnya tidak akan dapat berjalan.

2. Fungsi Pengorganisasian (Organizing)
Pengertian pengorganisasian atau juga organizing adalah membagi suatu kegiatan atau aktivitas yang besar menjadi suatu kegiatan atau aktivitas yang kecil dengan membagi dalam pada tiap-tiap tugas supaya dapat tercapainya suatu tujuan dengan lebih mudah.

3. Fungsi Pengarahan (Directing)
Pengertian pengarahan atau directing adalah sebuah tindakan yang mengusahakan supaya semua anggota kelompok tersebut berusaha untuk dapat mencapai tujuan sesuai dengan perencanaan manajerial serta juga usaha.

Sekian dan Terimakasih Sudah membaca mengenai Pengertian Manajemen Terlengkap , Semoga dapat bermanfaat untuk anda , Salam hangat dari Pendidikanku.org


Baca juga artikel terkait :
  1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Organisasi
  2. Pengertian Manajemen Kepegawaian Menurut Para Ahli
  3. 10 Definisi Dan Pengertian Operasional
  4. Pengertian Manajemen Keuangan Terlengkap

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Organisasi

Efektivitas Organisasi

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Organisasi - Pendidikanku.Net pada saat ini akan membahas mengenai faktor yang mempengaruhi efektivitas suatu organisasi dimana Efektivitas organisasi tersebut dipengaruhi oleh 4(empat) faktor didalam budaya organisasi yaitu antara lain :
  1. keterlibatan (Involvement).
  2. konsistensi (consistency).
  3. adapatasi (Adadptation).
  4. Misi (Mision).
Efektivitas Suatu Organisasi
Efektivitas Suatu Organisasi

Keterlibatan (involvement)

Keterlibatan adalah perlakuan yang membuat staf itu merasa diikutsertakan didalam suatu kegiatan organisasi sehingga dengan ini membuat staf bertanggung jawab mengenai tindakan yang dilakukannya (Casida, 2007). Keterlibatan (involvement) adalah suatu kebebasan atau independensi yang dimiliki tiap-tiap individu dalam menyatakan suatu pendapat. 

Keterlibatan itu  perlu untuk dihargai oleh kelompok atau juga pimpinan dalam suatu organisasi sepanjang menyangkut ide untuk dapat memajukan serta mengembangkan organisasi atau perusahaan. (Casida, 2007) Keterlibatan tersebut terdiri atas tiga indikator yaitu
  1. pemberdayaan (Empowerment).
  2. kerja tim (Team Orientation) .
  3. kemampuan berkembang (Capability Development) .
Pemberdayaan (empowerment)

Pemberdayaan (empowerment) adalah suatu proses yang memungkinkan staf untuk dapat mempunyai input dan juga kontrol atas pekerjaan, serta juga kemampuan untuk dapat secara terbuka berbagi saran serta ide tentang pekerjaan mereka. 

Pemberdayaan tersebut akan membuat staf mempunyai kekuasan untuk dapat mampu membuat pilihan serta juga berpartisipasi pada level yang lebih bertanggung jawab yang pada akhirnya tersebut akan menimbulkan perasaan bahagia atau senang pada diri staf itu serta mengakibatkan staf tersebut akan berpikiran positif terhadap lingkungannya.

Kerja tim (team orientation)

Kerja tim (Team Orientation) tersebut menunjukkan suatu efektifnya kerja secara tim didalam memberikan kontribusi pada suatu organisasi dimana proses didalam kerja team adalah suatu usaha untuk memecahkan suatu masalah serta juga untuk meningkatkan inovasi anggotanya.

Kemampuan berkembang (capability development)

Kemampuan berkembang (Capability Development) adalah suatu kemampuan suatu organisasi untuk dapat meningkatkan kemampuan stafnya sehingga mampu untuk dapat berkompetisi serta mencapai tujuan organisasi.

Konsistensi (Consistency)

Konsistensi (Consistency) adalah suatu tingkat kesepakatan anggota organisasi kepada asumsi dasar serta nilai-nilai inti dari suatu organisasi. Konsistensi tersebut menekankan pada suatu sistem keyakinan-keyakinan, nilai-nilai, serta simbol-simbol yang dimengerti dan juga dianut bersama oleh para anggota organisasi.

Terdapat suatu konsistensi dalam suatu organisasi ditandai oleh staf tersebut merasa terikat; terdapat nilai-nilai kunci didalam konsistensi ; kejelasan mengenai tindakan yang dapat dilakukan dan juga yang  tidak dapat dilakukan. Konsistensi didalam organisasi adalah suatu dimensi yang menjaga kekuatan serta juga stabilitas di dalam suatu organisasi. Denison dan juga Mirsha (1995) menggemukakan bahwa konsistensi tersebut dapat dilihat dari3 (tiga) indikator yaitu
  1. nilai inti (core value).
  2. kesepakatan (Agreement).
  3. koordinasi dan juga integrasi (Coordination and Integration).

Nilai inti (core value)

Nilai inti (core value) adalah suatu pedoman atau juga kepercayaan permanen tentang sesuatu tepat dan juga yang tidak tepat yang mengarahkan pada suatu tindakan serta perilaku staf dalam mencapai tujuan suatu organisasi.

Kesepakatan (agreement)

Kesepakatan (Agreement) adalah proses pada saat staf di dalam suatu organisasi itu dapat mencapai kesamaan pendapat mengenai masalah-masalah yang terjadi atau juga suatu hal yag mendasari dan juga mampu menyelesaikan perbedaan pendapat yang terjadi didalam suatu organisasi.

Koordinasi dan integrasi (coordination and integration)

Koordinasi dan juga integrasi (Coordination and Integration) adalah berbagai fungsi dan unit didalam suatu organisasi yang bekerja sama untuk dapat mencapai tujuan organisasi tanpa harus mengganggu hak dari masing-masing anggoya. Koordinasi dan integrasi tersebut sangat bermanfaat untuk dapat meningkatkan efisiensi, kualitas, serta pelayanan yang diberikan kepada publik.

Adaptasi (Adaptability)

Kemampuan adaptasi adalah suatu kemampuan organisasi untuk dapat menerjemahkan pengaruh lingkungan terhadap suatu organisasi. Adaptasi merupakan suatu kemampuan organisasi dalam menangapi atau merespon perubahan-perubahan dilingkungan eksternal dengan melakukan suatu perubahan internal organisasi. Denison dan juga Mirsha (1995) didalam Casida (2007) menggemukakan bahwa kemampuan adaptasi tersebut dapat dilihat dari tiga indikator yaitu
  1. perubahan (Creating Change).
  2. berfokus pada pasien (Customer Focus).
  3. keadaan organisasi (Organizational Learning).
Perubahan (creating change)

Perubahan (Creating Change) adalah suatu kemampuan organisasi untuk dapat melakukan pembaharuan, mampu untuk dapat mengikuti perkembangan serta bereaksi dengan cepat terhadap yang sedang tren dan juga mengantisipasi dampak dari suatu pembaharuan tersebut.

Berfokus pada pelanggan (costumer focus)

Berfokus pada pasien (Customer Focus) adalah suatu kemampuan organisasi untuk dapat mampu memberikan perhatian untuk kepuasan pelanggan.

Keadaan organisasi (organizational learning)

Keadaan organisasi (Organizational Learning) adalah suatu proses yang mendukung organisasi untuk dapat mampu beradaptasi terhadap adanya perubahan, dan juga mampu untuk bertumbuh ke arah yang lebih baik dengan cara penciptaaan dan juga pengaplikasian hal-hal baru , kemampuan dan juga kompetensi itu sekaligus mampu untuk dapat mentransformasikannya kepada anggota lainnya, 

Keadaan organisasi adalah suatu kemampuan organisasi menerima, menerjemahkan, dan juga menginterpretasi dari suatu lingkungan eksternal menjadi suatu usaha untuk dapat mendorong inovasi, memperoleh pengetahuan serta meningkatkan pengetahuan.

Misi (Mission)

Misi adalah suatu dimensi budaya yang menunjuk tujuan inti dari suatu organisasi yang menjadikan anggota organisasi tersebut teguh dan juga fokus terhadap apa yang dianggap organisasi itu penting. Sesuai dengan penelitian Denison tahun 2006 yang menunjukkan bahwa organisasi tersebut yang kurang didalam menerapkan misi akan dapat mengakibatkan staf tersebut tidak mengerti hasil yang akan dicapai serta tujuan dalam jangka panjang yang ditetapkan tersebut menjadi tidak jelas.

Denison dan juga Mirsha (1995) menggemukan bahwa kemampuan adaptasi tersebut dapat dilihat dari 3(tiga) indikator yaitu
  1. strategi yang terarah dan tetap (Strategic Direction and Intent),
  2. Tujuan dan objektivitas (Goals and Objectif),
  3. Visi (Vision)

Strategi yang terarah serta tetap (strategic direction and intent)

Strategi yang terarah dan juga tetap (Strategic Direction and Intent) adalah suatu rencana yang jelas tentang tujuan organisasi dan juga membuat anggota organisasi tersebut memahami kontribusi serta fungsi mereka didalam suatu organisasi. 

Manager tingkat pertama dengan secara umum lebih dilibatkan didalam penetapan suatu strategi. Strategi adalah suatuelemen penting yang memberikan penjelasan tentang cara-cara untuk dapat melaksanakan suatu tindakan

Tujuan serta objektivitas (goals and objectivity)

Tujuan dan objektivitas (Goals and Objectivity) adalah suatu hasil yang diinginkan dengan melalui usaha yang terarah serta dapat diukur, ambisius tetapi tetap realistis. Tujuan dan juga objektivitas adalah suatu kumpulan sasaran yang dikaitkan dengan adanya misi, visi, dan juga strategi serta mampu untuk dapat memberikan arahan yang jelas bagi staf untuk melakukan tindak.

Visi (vision)

Visi (Vision) adalah suatu pandangan bersama tentang tujuan yang akan dicapai yang terdiri atas nilai-nilai serta juga pemikiran bersama yang mampu untuk dapat memberikan arahan bagi anggota organisasi. 

Visi adalah suatu rangkaian kalimat yang mengemukakan cita-cita atau juga impian sebuah organisasi yang ingin dicapai dimasa depan atau juga dapat dikatakan ialah bahwa visi adalah suatupernyataan “apa yang diinginkan” dari organisasi atau juga perusahaan tersebut. Visi adalah suatu hal yang sangat krusial bagi suatu perusahaan untuk dapat menjamin kelestarian serta kesuksesan dalam jangka panjang.


Sekian dan Terimakasih Sudah Membaca Mengenai Faktor-faktor yang mempengaruhi Efektivitas Suatu Organisasi, Salam hangat dari Pendidikanku