Showing posts with label IPA. Show all posts
Showing posts with label IPA. Show all posts

Pengertian Jaringan Kolenkim, Fungsi, Macam Ciri dan Struktur

Pendidikanku.Org - Kesempatan ini kita akan mengenai Jaringan Kolenkim, penjelasan mengenai Jaringan kolekim ini juga akan dijelaskan dengan point point penting seperti Fungsi, Macam Jenis, Ciri, dan Struktur Jaringan Kolekim penjelasannya sebagai berikut :
Pengertian Jaringan Kolenkim, Fungsi, Macam Ciri dan Struktur

Pengertian Jaringan Kolenkim

Manusia atau juga hewan mempunyai tulang untuk memberikan suatu dukungan maupun juga struktur. Karena tanaman tidak mempunyai tulang,yang akan mengandung berbagai sel struktural yang kompose mempunyai isi atau juga fungsi yang berbeda beda. Salah satu jenis sel ini sering disebut dengan sel kolenkim. Sel Kolenkim merupakan suatu sel yang memanjang dengan dinding sel tebal tidak akan teratur yang memberikan dukungan dan struktur. Dinding sel ang tebal terdiri atas senyawa selulosa dan pektin. Sel-sel ini sering ditemukan di bawah epidermis, ataupun juga lapisan luar sel pada batang muda atau urat daun.

Fungsi Sel Kolenkim

Sel Kolenkim ii akan memberikan suatu dukungan struktural.yang Terutama, mereka akan melayani bagian tumbuh tanaman, seperti tunas maupun daun. Tanaman yang akan terkena berbagai macam tantangan struktural atau juga mereka mampu bertahan dari hal-hal seperti hujan lebat, hujan angin, maupun tekanan lain karena komposisi selular mereka. Sel Kolenkim ini berfungsi sebagai memberikan dukungan maupun mengisi ruang kosong yang seing digunakan untuk pertumbuhan yang selanjutnya.

Sel Kolenkim juga mempunyai dinding sel yang akan menebal yang memungkinkan mereka untuk memberikan dukungan tambahan ke daerah-daerah di mana saja mereka ditemukan. Jika tidak ada sel kolenkim, kebanyakan tanaman ini akan mengalami kerusakan ketika mereka akan ditiup oleh angin atau ditumbuk oleh hujan karena mereka akan terlalu rapuk.

Sel-sel kolenkim akan melindungi tanaman dengan adanya melayani sebagai kerangka bagian dalam, sangat mirip yang tulang lakukan bagi manusia atau hewan yang lainnya.

Macam Jenis Jaringan Kolenkim

Menurut tipe penebalan dindingnya, kolenkim ini dapat dibedakan menjadi beberapa macam, sebagai berikut yakni

a)Kolenkim lamela

Penebalan dinding sel kolenkim ini juga sering terjadi pada dinding tangensial sel. Kolenkim lamela yang terdapat pada korteks batang Sumbucus nigra, Rhamnus,atau juga tangkai Cochlearia armoracia.

b)Kolenkim sudut

Penebalan dinding sel kolenkim ini juga akan terjadi pada sudut-sudut sel. Pada penampang melintangnya, penebalan ini melihat terjadi dimana pada tempat bertemunya tiga sel atau lebih, seperti yang terdapat pada tangkai Rumex, Vitis, Begonia, Coleus, Cucurbita, Morus, Beta, ataupun juga pada batang Solanum tuberosum dan Atropa belladonna.

c) Kolenkim lakuna

Penebalan dinding sel kolenkim ini juga sering terjadi pada dinding-dinding yang dimana berbatasan dengan ruang antarsel. Kolenkim lakuna yang akan terdapat pada tangkai beberapa spesies Compositae,yang misalnya Salvia, Malva, Athaea, ataupun Asclepias dan pada batang Ambrosia.

d)Kolenkim cincin

Istilah kolenkim cincin ini akan diberikan oleh Duchaigne untuk tipe kolenkim yang lumen yang selnya pada penampang melintang akan tampak melingkar. Muller (1890) menyebutnya knorpel-collenchyma. Pengamatan ini terhadap kolenkim cincin dewasa tampak adanya penebalan dinding sel yang secara terus menerus lalu sehingga lumen sel akan kehilangan bentuk bentuk sudutnya.

Ciri-Ciri Jaringan Kolenkim

Secara yang lebih jelas, ciri-ciri jaringan kolenkim dapat diidentifikasi sebagai berikut yaitu:

  1. Sel kolenkim yang akan berbentu memanjang sejajar pusat organ yang akan ditempatinya.
  2. Dinding sel tidak akan mengandung lignin, tapi mengandung pektin, selulosa, maupun hemiselulosa.
  3. Ada Beberapa sel kolenkim yang mempunyai kloroplas sehingga juga dapat berfungsi sebagai menunjang fotosintesis.
  4. Pada dinding sel kolenkim juga biasanya mengalami penebalan setempat

Struktur dan Susunan Jaringan Kolenkim

Dinding sel kolenkim yang terdiri dari lapisan yang berselang seling, kaya akan selulosa dengan sedikit pektin. Air dalam seluruh dinding sel kurang lebih nya 67%. Roelofsen (1959)diman menyatakan bahwa di dalam Petasites, dinding sel kolenkim juga berisi 45% pektin, 35% hemiselulosa, atau 20% selulosa. Dinding sel kolenkim Petasites ini juga terdiri dari 7-20 lamela yang akan bergantian maupun berseling antara lamela yang akan mengandung banyak suatu seluosa dan lamela yang mengandung sedikit selulosa.dimana Semakin mendekati lumen sel, selulosanya semakin banyak.

Menurut Czaja (1961), lamela ini akan melintang pada penebalan dinding kolenkim pada banyak kebanyakan tumbuhan dapat dideteksi dengan alat mikroskop cahaya terpolarisasi. Chafe (1970) telah banyak mengamati bahwa orientasi mikroserabut selulosa dalam lamela yang berurutan ini akan bergantian melintang dan membujur. Selama perkembangan penebalan dinding,akan terjadi penambahan lapisan mikroserabut yang akan mengelilingi seluruh sel sehingga dapat memperluas keliling sel.

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai Pengertian Jaringan Kolenkim, Fungsi, Macam Ciri dan Struktur, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda.
Read more

Pengertian Arthropoda, Ciri, Klasifikasi, Ukuran dan Bentuk Tubuh

Pendidikanku.Org - Kesempatan ini kita akan membahas mengenai Arthropoda, yang dilengkapi dengan beberapa point penting seperti Ciri, Klasifikasi, Ukuran dan bentuk tubuh dari Arthropoda, penjelasan selengkapnya akan diuraikan sebagai berikut :
Pengertian Arthropoda, Ciri, Klasifikasi, Ukuran dan Bentuk Tubuh

Pengertian Arthropoda

Arthropoda ini merupakan hewan dengan kaki beruas-ruas, berukuku serta bersegmen. Kata Arthropoda ini berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata yakni arthro yang artinya ruas serta podos yang artinya ialah  kaki. Arthropoda ini merupakan salah satu hewan tripoblastik selomata serta bilateral simetris.

Tubuh Arthropoda ini terdiri dari kepala, dada serta abdomen yang secara keseluruhan itu dibungkus oleh zat kitin dan jugakerangka luar (eksoskeleton). Pada umumnya diantara ruas-ruas tersebut terdapat bagian yang tidak mempunyai zat kitin sehingga ruas-ruas itu akan mudah untuk digerakkan. Pada waktu tertentu kulit serta tubuh Arthropoda mengalami pergantian kulit atau eksdisis.

Ciri-ciri Arthropoda

Dibawah ini merupakan ciri-ciri arthropoda diantaranya ialah sebagai berikut :

1). Tubuh tersegmentasi.

Artinya ialah mereka akan mempunyai tubuh yang terdiri dari lebih dari satu bagian.Seperti Laba-laba tersebut mempunyai dua segmen serta lalat mempunyai tiga segmen.

2). Banyak kaki bersendi atau anggota badan

Laba-laba itu mempunyai 8 kaki, kaki seribu juga bisa mempunyai Ratusan serta juga lalat mempunyai tiga segmen.

3). Sebuah eksoskeleton

Hal Ini merupakan kerangka eksternal. Seperti misalnya baju besi yang melindungi tubuh arthropoda. Pada saat arthropoda itu lahir eksoskeleton yang lembut tapi mengeras dengan cepat serta dapat/bisa ditumpahkan saat makhluk tumbuh. Arthropoda ini merupakan invertebrata, yang artinya bahwa mereka tidak lagi memiliki tulang belakang.

4). Berdarah Dingin

Arthropoda ini ialah jenis berdarah dingin – yang berarti, suhu tubuh mereka itu tergantung pada suhu lingkungan sekitar mereka. Arthropoda ini merupakan beberapa hewan paling menarik di dunia!

5). Habitat

Arthropoda ada di seluruh dunia yang di dalam distribusinya itu mereka serta menempati segala macam habitat termasuk juga laut dalam, perairan pesisir, habitat darat, sungai serta sungai air tawar, hutan, gurun, semak belukar, dan juga padang rumput.

Klasifikasi Arthropoda

Berikut dibawah ini merupakan klasifikasi arthropoda dengan berdasarkan struktur tubuhnya. Arthropoda ini dapat dibedakan menjadi 4 tipe diantaranya ialah sebagai berikut

1). Arachnoidea

Arachnoidea ini  berasal dari bahasa yunani yakni arachno yang artinya ialah laba-laba. Contoh dari arachonoidea ini sendiri ialah kalajengking, laba-laba, tungau. Yang pada umumnya arachnoidea ini mempunyai sifat parasite yang dapat merugikan manusia, hewan atau juga tumbuhan.

2). Insecta (serangga)

Istilah insecta yang dalam bahasa latin ialah serangga. Insecta ini merupakan satu-satunya kelompok dari invertebrate yang bisa/dapat terbang. Adapun penyebaran dari insect ini juga sangatlah luas dengan kenakeragaman tinggi di antara kelas-kelas yang lain.

3). Crustacea

Crustacea ini merupakan salah satu hewan air yang mampu untuk hidup di laut serta juga di air tawar. Dimana crustacean ini sendiri memiliki tubuh yang bersegmen (beruas) serta juga terdiri dari sefalotoraks (kepala serta dadanya itu menjadi satu) serta abdomen (perut).

4). Myriapoda

Myriapoda ini merupakan gabungan dari kelas Chilopoda serta Diplopoda yang mana tubuhnya itu beruas-ruas dan dari tiap-tiap ruasnya itu memiliki satu pasang atau dua pasang kaki.

Ukuran Dan Bentuk Tubuh Arthropoda

Ukuran dari tubuh Arthropoda ini beragam, ada yang memiliki ukuran kecil kurang dari 0,1 mm (misalnya tungau serta kutu) sampai ada juga yang berukuran lebih dari 3 m (misalnya seperti kepiting Macrocheira kaempferi). Bentuk tubuh Arthropoda ini juga sangat bervariasi. Tubuhnya yang simetri bilateral dan juga dilindungi oleh eksoskeleton (rangka luar).

Arthropoda ini juga mempunyai anggota tubuh dengan struktur serta fungsi yang berbeda-beda, misalnya seperti sayap untuk terbang, kaki untuk berjalan atau juga berenang, capit untuk dapat menangkap mangsa, alat kopulasi, alat untuk pertahanan tubuh serta juga alat reseptor sensori.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Arthropoda, Ciri, Klasifikasi, Ukuran dan Bentuk Tubuh, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih
Read more

Pengertian dan Definisi Kimia Organik dan Anorganik Terlengkap

Pengertian Kimia Organik

Pengertian dan Definisi Kimia Organik dan Anorganik Terlengkap - Kimia organik ialah percabangan studi ilmiah dari ilmu kimia tentang struktur, sifat, komposisi, reaksi, serta sintesis senyawa organik. Senyawa organik dibangun terutama oleh karbon serta hidrogen, dan dapat juga  mengandung unsur-unsur lain seperti nitrogen, oksigen, fosfor, halogen serta belerang.

Definisi asli dari kimia organik
anorganik dan organik
pengertian Kimia
Definisi asli dari kimia organik ini berasal dari kesalahpahaman tentang semua senyawa organik pasti berasal dari organisme hidup, namun telah dibuktikan bahwa terdapat beberapa perkecualian. Bahkan sebenarnya, kehidupan juga sangat bergantung pada kimia anorganik; sebagai contoh, banyak enzim yang mendasarkan kerjanya pada logam transisi seperti besi serta tembaga, juga gigi serta tulang yang komposisinya ialah campuran dari senyama organik maupun anorganik.

Contoh lainnya ialah larutan HCl, larutan ini berperan sangat besar dalam proses pencernaan makanan yang hampir seluruh organisme (terutama organisme tingkat tinggi) memakai larutan HCl untuk mencerna makanannya, yang digolongkan dalam senyawa anorganik. Pendidikanku.org
Mengenai unsur karbon, kimia anorganik biasanya berkaitan dengan senyawa karbon yang sederhana yang tidak mengandung ikatan antar karbon contohnya oksida, garam, asam, karbid, dan mineral.
Namun hal ini tidak berarti bahwa tidak ada senyawa karbon tunggal dalam senyawa organik misalnya metan dan turunannya.

Pengertian Kimia Anorganik

kimia Anorganik
Kimia anorganik adalah cabang kimia yang mempelajari sifat dan reaksi senyawa anorganik. Ini mencakup semua senyawa kimia kecuali yang berupa rantai atau cincin atom-atom karbon, yang disebut senyawa organik dan dipelajari dalam kimia organik. Perbedaan antara kedua bidang ilmu ini tidak mutlak dan banyak tumpang-tindih, khususnya dalam subbidang kimia organologam.

Perbedaan Senyawa Organik Dan Anorganik

Senyawa organik
  1. Kebanyakan berasal dari makhluk hidup dan beberapa dari hasil sintesis
  2. Senyawa organik lebih mudah terbakar
  3. Strukturnya lebih rumit
  4. Semua senyawa organik mengandung unsur karbon
  5. Hanya dapat larut dalam pelarut organik
  6. CH4, C2H5OH, C2H6 dan sebagainya.
Senyawa Anorganik
  1. Berasal dari sumber daya alam mineral ( bukan makhluk hidup)
  2. Tidak mudah terbakar
  3. Struktur sederhana
  4. Tidak semua senyawa anorganik yang memiliki unsur karbon
  5. Dapat larut dalam pelarut air atau organik
  6. NaF, NaCl, NaBr, NaI dan sebagainya.
Sekian dan terimakasih sudah membaca mengenai Pengertian Kimia organik dan anorganik , semoga bermanfaat untuk anda :)
Read more

Pengertian Pembelahan Mitosis Serta Tahap-tahapnya Terlengkap

Pengertian Pembelahan Mitosis Serta Tahap-tahapnya


Pengertian Pembelahan Mitosis serta Tahap-tahapnya Terlengkap - Didalam pembelahan mitosis mempunyai tahap-tahap pembelahan yang biasa disebut dengan fase-fase pembelahan mitosis.

Pembelahan mitosis adalah suatu proses pembelahan inti sel menjadi dua inti sel baru dengan melalui tahap-tahap tertentu serta juga menghasilkan sel anak dengan jumlah serta jenis kromosom yang sama dengan sel induknya.

Dari satu sel kemudian menjadi dua sel anak identik, masing-masing sel anak tersebut mewarisi kromosom yang sama banyak dengan kromosom pada induknya. Apabila sel induk mempunyai 2n kromosom , maka pada tiap-tiap sel anak juga mempunyai 2n kromosom Pembelahan mitosis terjadi dengan melalui beberapa tahapan. 

Pengertian Pembelahan Mitosis Serta Tahap-tahapnya Terlengkap
Pembelahan Mitosis
Mula-mula pada bagian inti sel membelah, setelah diikuti pembelahan sitoplasma. Terdapat tahap-tahap dalam pembelahan mitosis , ialah seperti dibawah ini :

Tahap-Tahap Pembelahan Mitosis

Pengertian Pembelahan Mitosis dan Tahap-tahapnyaTahap-tahap pembelahan mitosis terdiri dari 
  1. Tahap profase
  2. Tahap metafese
  3. Tahap anafase
  4. Tahap telofase
  5. Tahap interfase
1. Tahap Profase
Profase merupakan suatu fase awal dari pembelahan. Pada fase profase kromosom mulai terjadi adanya pemendekan, menebal, serta masing-masing saling berpasangan (2n) yang berdiri dari 2 benang. Pada fase Profase , membran ini masih tampak.

Ciri-Ciri Tahap Profase
  1. Benang-benang kromonema tersebut menjadi pendek serta bertambah tebal membentuk suatu kromosom homolog dengan duplikatnya sehingga akan menjadikan kromosom tersebut menjadi 2 .
  2. Nukleous serta membran inti menghilang.
  3. Sentriol membelah 2 serta bergerak berlawanan kearah 2 kutub yang berlawanan juga .
  4. Pada tiap - tiap sentriol menuju ke benang spinder (benang gelendong).

2. Tahap Metafase
Pada fase metafase membran inti melebur. Kromosom berkumpul pada bidang ekuator yang terdapat di tengah sel. Kromosom tersebut memperbanyak diri maka pada setiap kromosom terdiri dari 2  kromatid. Pada saat ini akan dapat dikatakan bahwa sel mempunyai 4n kromosom.

Ciri-Ciri Tahap Metafase

  1. Pada tiap-tiap kromosom homolog dengan duplikatnya akan sejajar pada bidang metafase/dataran metafase
3. Tahap Anafase
Pada fase anafase tersebut tiap-tiap kromosom memisahkan diri menjadi 2 bagian yang sama, masing-masing kromoson tersebut bergerak menuju ke arah kutub sel yang juga saling berlawanan, jadi 2n kromosom tersebut bergerak ke kutup yang satu, serta 2n kromosom bergerak kekutub yang lainnya.

Ciri-Ciri Tahap Anafase

  1. Pada tiap-tiap kromosom homolog tersebut memisahkan diri dulikatnya kearah dua kutup yang berlawanan dengan gerakan kontraksi dari daya tarik benang spindel tersebut.
4. Tahap Telofase
Kromosom tersebut sampai pada kutub masing-masing pada tahap telofase yang kemudian terbentuk membran inti yang menyelimuti kelompok kromosom. Pada kedua inti yang baru terbentuk tersebut, muncul membran pemisah. Setelah itu terbentuklah membran sel yang memisahkan kedua sel anak itu . Maka lengkaplah sudah proses pembelahan mitosis tersebut, dari 1 sel menjadi 2 sel anak. pada tiap-tiap sel anak tersebut mempunyai 2n kromosom.

Ciri-Ciri Tahap Telofase

  1. Kromosom homolog serta kromosom dublikatnya saling menuju ke arah kutub selnya masing-masing.
  2. Mulai akan terlihat membran inti sel serta nukleolus.
  3. Pada bagian tengah sel mulai terbentuk serta adanya sekat pemisah.
  4. Terbentuknya 2 sel anak.
5. Tahap Interfase
Di antara mitosis pertama sampai mitosis berikutnya itu terdapat interfase. Saat interfase tersebut sel tidak membelah melainkan aktif melakukan metabolisme untuk dapat pertumbuhan serta pembentukan energi untuk suatu pembelahan mitosis berikutnya. Interfase tersebut tidak termasuk dalam tahap PMAT serta dibedakan dalam tiga tahap, yakni :
  1. G1 (gap 1)    : adalah suatu akhir mitosis serta awal dari sintesis (presintesis), pada fase tersebut sel mulai tumbuh membesar
  2. S (sintesis)    : terjadi duplikasi pada organel serta sintesis DNA, pada tahap sintesis tersebut sel aktif melakukan proses metabolisme, tumbuh, dan juga berkembang
  3. G2 (gap2)    : adalah suatu akhir fase sintesis (postsintesis) serta awal dari mitosis berikutnya.

Sekian dan terimakasih sudah membaca mengenai Pengertian Pembelahan Mitosis Serta Tahap-tahapnya Terlengkap semoga dapat bermanfaat untuk anda , salam hangat dari pendidikanku.org

Read more

Pengertian Makhluk Hidup dan Ciri Makhluk Hidup

www.Pendidikanku.org - Saat ini saya akan memjelaskan Pengertian Makhluk Hidup dan Ciri Makhluk Hidup,penjelasannya dibawah ini:

Pengertian Makhluk Hidup secara umum 


Makhluk merupakan berasal dari kata Arab yaitu yang berarti "diciptakan", sebagai lawan kata Kholik - "yang menciptakan." mengacu pada suatu kata organisme yang diciptakan oleh Tuhan Maha Esa yang hidup. Selain itu, "makhluk" juga dapat merujuk kepada: 

Pengertian Makhluk Hidup dan Ciri Makhluk Hidup
  • Makhluk halus, merupakan makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang tidak terlihat seperti jin, malaikat dan lain sebagainya.
  • Makhluk hidup, merupakan perkumpulan molekul yang saling mempengaruhi. 
  • Makhluk legendaris,yaitu sedang ditemukan dalam legenda dan dongeng, seperti naga, binatang dan rakasa. 

Secara umum pengertian makhluk hidup merupakan makhluk dengan ciri-ciri kehidupan seperti bernapas, bergerak, atau berkembangbiak. Ikan, kambing, burung, atau manusi juga dapat bergerak, memerlukan makanan, berkembang biak, atau bernapas. Hal ini tersebut yang membedakan antara makhluk hidup dan benda mati. Sedangkan contoh benda mati merupakan meja, kursi, pupen, tas, buku dan lain sebagainya yang tidak dapat meliputi ciri-ciri dari makhluk hidup. Pengertian lain dari seorang ahli bernama Kimball. Pada tahun 1983, ia dapat menemukan pendapatnya tentang apa itu makhluk hidup. Menurutnya, makhluk hidup merupakan sesuatu yang mengenai lima ciri-ciri. Ciri yang pertama merupakan berevolusi. Berevolusi artinya makhluk hidup semestinya mengalami perubahan dalam fase hidupnya. Ciri yang kedua merupakan responsif dan menanggapi rangsang. Rangsang sendiri ada cukup banyak, bisa rangsangan suara, sentuhan, dan lain sebagainya. 

Ciri-Ciri Makhluk Hidup 

Dibawah ini ada pemjelasan mengenai ciri-ciri makhluk hidup : 

1. Ciri-Ciri Makhluk Hidup Bernapas 
Semua makhluk hidup bernapas. Bernapas merupakan proses nya mengambil udara O2 dari luar atau mengeluarkan udara (CO2) dari dalam tubuh tersebut. Oksigen dapat diperlukan untuk makhluk hidup seperti pembakaran makanan di tubuh dengan menghasilkan energi yang dapat diperlukan tubuh yang disebut juga dengan oksidasi tubuh. Energi yang dihasilkan berfungsi untuk bergerak dan beraktivitas. Proses pernapasan makhluk hidup berbeda-beda, bergantung oleh dari tempat hidup atau jenis makhluk hidup. Makhluk hidup darat dapat memiliki sistem pernapasan yang berbeda dengan makhluk hidup di air. Berikut ini macam-macam alat pernapasan. Alat pernafasan tumbuhan juga disebut dengan stomata atau lentisel, Alat pernafasan hewan disebut juga dengan insang trakea, paru-paru dan kulit Burung yang mempunyai alat bantu untuk pernafasan disebut juga dengan pundi-pundi udara 

2. Ciri-Ciri Makhluk Hidup Bergerak 
Bergerak adalah salah satu ciri dari makhluk hidup. Gerak manusia dan hewan terlihat jelas. Manusia atau hewan itu juga dapat dibantu oleh alat gerak, misalnya pada manusia memiliki tangan dan kaki. Sedangkan hewan yang memiliki sayap, kaki, sirip, silia dan lain dan sebagaianya. Tumbuhan dapat melakukan gerakan, tetapi gerakan yang tidak mudah untuk dilihat. Contohnya seperti tumbuhan putri malu yang jika disentuh akan menutup. Daun petai cina juga menutup pada sore hari, tumbuhan tanaman selalu ke arah datangnya sinar matahari, dan bunga matahari yang selalu menghadap matahari. Gerakan tumbuhan dapat disebabkan oleh ransangan dari luar. 

3. Ciri-Ciri Makhluk Hidup Makan 
Seluruh makhluk hidup membutuhkan makanan. Makanan yang dimakan juga harus mengandung zat-zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh. Contohnya seperti lemak, mineral, karbohidrat, dan protein. Karbohidrat juga diperlukan tubuh untuk menghasilkan energi. Fungsi makanan untuk makhluk hidup dapat menimbulkan energi (tenaga) Pembangun tubuh (pertumbuhan) Mengganti sel-sel tubuh yang sudah rusak. Makhuk hidup yang membuat makanannya sendiri merupakan tumbuhan hijau daun melalui prosesnya fotosintesa. 

4. Ciri-Ciri Makhluk Hidup Iritabilitas 
Salah satu dari makhluk hidup merupakan respon terhadap rangsangan. Kemampuan makhluk hidup juga memberi tanggapan adanya rasangan. Iritabilitas hewan atau manusia dapat menggunakan panca indera terdiri dari :

  • Mata untuk melihat 
  • Telinga untuk mendengar
  • Hidung untuk mencium 
  • Lidah untuk mengecap 
  • Kulit untuk meraba 

5. Ciri-Ciri Makhluk Hidup Tumbuh 
Makhluk hidup juga mengalami pertumbuhan dan perkembangannya. Contohnya  seperti menanam biji tumbuh menjadi besar, selanjutnya menjadi tanaman kecil. Jika tanaman kamu siram setiap hari, maka tumbuh dapat menjadi tanaman yang besar. 

6. Ciri-Ciri Makhluk Hidup Berkembang Biak 
Berkembang biaka atau reproduksi adalah kemampuan dari makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan. Perkembangbiakan untuk melestarikan jenisnya. Cara perkembang biakan pada hewan terbagi menjadi dalam dua macam yaitu secara generatif (kawin) dan secara vegetatif (tak kawin). Pada hewan tingkat tinggi tersebut berkembang biak dengan secara kawin, sedangkan hewan tingkat rendah berkembang biak dengan vegetatif (tak kawin). Sedangkan tumbuhan berkembang biak dengan cara biji, juga dapat berkembang biak dengan vegetatif atau tidak kawin. Contoh perkembang biakan vegetatif dapat pada tumbuhan diantaranya merupakan tunas, stek dan cangkok. 

7. Ciri-Ciri Makhluk Hidup Beradaptasi
Untuk bertahan hidupnya di lingkungan, setiap makhluk hidup dapat menyesuaikan diri  nya dengan lingkungannya. Tempat makhluk hidup juga dapat melakukan aktivitasnya disebut juga habitat. Jika makhluk hidup tidak bisa dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya maka bisa akan mati atau harus berpindah ke lingkungannya yang baru. 

8. Ciri-Ciri Makhluk Hidup Memerlukan Suhu 
Semua makhluk hidup dapat bertahan suhu tertentu, ikan hidup di air yang bersuhu antara 5 derajat celcius sampai 30 derajat, untuk jenis bakteri dapat sampai dengan suhu 80 derajat, sedangkan tumbuhan dapat hidup antara suhu 0-43 derajat celcius. 

9. Ciri-Ciri Makhluk Hidup Sekresi 
Zat sisa dari proses produksi tertentu harus dikeluarkan, jika tidak di keluarkan dapat menimbulkan racun yang terdapat dalam tubuh. Zat sisa dikeluarkan oleh gas, cairan, atau zat padat.Alat pengeluaran zat sisa hewan dan manusia yaitu:

  • Paru-paru mengeluarkan CO2
  • Ginjal mengeluarkan urine 
  • Kulit mengeluarkan keringat.
Demikian artikel tentang Pengertian Makhluk Hidup dan Ciri Makhluk Hidup, semoga bermanfaat terima kasih.
Read more

Pengertian Omnivora, Herbivora Dan Karnivora Lengkap Beserta Contohnya

Pendidikanku.Org - Kesempatan ini pendidikanku akan menshare mengenai apa pengertian omnivora, herbivora dan karnivora beserta dengan contohnya. Hewan (binatang) adalah suatu kelompok organisme yang diklasifikasikan di dalam kerajaan Animalia disebut juga metazoa, merupakan salah satu dari banyak makhluk hidup di bumi. Sebutan lainnya ialah flora dan fauna. baca juga pengertian flora dan fauna lengkap
Pengertian Omnivora, Herbivora Dan Karnivora Lengkap
Pengertian Omnivora, Herbivora Dan Karnivora Lengkap
Hewan dalam pengertian sistematika modern hanya mencakup kelompok multiseluler seta diselenggarakan dalam fungsi yang berbeda (jaringan), sehingga kelompok ini disebut juga dengan histozoa. Semua binatang heterotrofik ialah yang tidak dapat menciptakan energi sendiri, tetapi harus mengambil dari lingkungan sekitarnya

Dari Macam – Macam Mahluk tersebut Terbagi Menjadi 3 Golongan yakni:
  1. Omnivora
  2. Herbivora
  3. Karnivora

Pengertian Omnivora Dan Contohnya

Pengertian Omnivora, Herbivora Dan Karnivora Lengkap
Omnivora
Omnivora (sarwaboga) adalah spesies yang memakan tumbuhan dan hewan sebagai sumber makanan, Omnivora merupakan kombinasi dari dua jenis golongan hewan di atas yang digabungkan antara hewan herbivora dan karnivora. contoh hewan omnivora adalah :


Contoh Hewan Omnivora

1. Tikus (Rattus argentiventer)
2. Monyet (Macaca fascicularis)
3. Burung (Aves)
4. Babi (Sus barbatus)
5. Ayam (Gallus gallus domesticus)

Pengertian Herbivora Dan Contohnya

Pengertian Omnivora, Herbivora Dan Karnivora Lengkap
Herbivora
Herbivora (lataboga) adalah hewan yang hanya memakan tumbuh-tumbuhan saja sebagai sumber energi berbeda dengan omnivora yang memakan tumbuhan dan hewan. Manusia tidak herbivora melainkan manusia omnivora, tapi tidak semua manusia mau memakan daging, orang-orang yang memilih untuk tidak makan daging ini disebut dengan vegetarian atau nabatiwan. Herbivora adalah suatu organisme yang memakan tumbuhan atau protein dari tanaman.

Hewan yang termasuk ke dalam jenis golongan herbivora memiliki karakteristik sendiri umumnya herbivora hewan memiliki geraham untuk dapat mengunyah tanaman menjadi lembut serta gigi seri yang berfungsi untuk dapat memotong tanaman sebelum dikuyah. Biasanya herbivora dimanfaatkan oleh manusia untuk diambil dagingnnya contoh kerbau sapi. kambing, kuda. dan lain-lain.


Contoh Herbivora

1. Artiodactyl: kambing, domba, sapi, rusa, jerapah, dll.
2. Lagomorpha: kelinci, marmut, dll.
3. Perissodactil: Badak, tapir, dll.
4. Sirenia: kuda laut
5. Marsupialia: Koala, kangguru, oposum

Pengertian Karnivora Dan Contohnya

Pengertian Omnivora, Herbivora Dan Karnivora Lengkap
Karnivora
Karnivora (satwaboga), Pengertian karnivora adalah suatu golongan hewan pemakan daging yang merupakan suatu  ordo atau bangsa Mamalia dan bagian dari komponen konsumen ekosistem.. Kata karnivora ini berasal dari carne  yang berarti daging serta vorare yang berarti “makan”.

Karnivora mempunyai karakteristik yang berbeda dari hewan herbivora. Karnivora memiliki taring serta cakar. Taring berfungsi untuk dapat merobek daging dari mangsa mereka. sedangkan fungsi cakar mencengkeram mangsa pada saat berburu. 

Contoh Karnifora

1. Harimau
2. Singa
3. Rubah
4. Kucing
5. Anjing
6. Ular
7. Elang
8. Serigala
9. Macan

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai pengertian omnivora, herbivora dan karnivora semoga dapat bermanfaat untuk anda.
Pendidikanku
Read more

√ Bakteri : Pengertian, Ciri, Manfaat, Kerugian, Struktur, Klasifikasi, Reproduksi & Contohnya

Pendidikanku.Org - Bakteri itu berasal dari kata bahasa latin yakni bacterium. Bakteri tersebut memiliki jumlah spesies yang mencapai ratusan ribu atau juga bahkan lebih. Bakteri juga ada di mana-mana mulai dari di tanah, di air, di organisme lain, serta lain sebagainya misalnya berada di lingkungan yang ramah atau juga wilayah yang ekstrim. nah untuk mengerti lebih lanjut mengenai pengertian bakteri, akan dirangkum dibawah ini :

Bakteri : Pengertian, Ciri, Manfaat, Kerugian, Struktur, Klasifikasi, Reproduksi & Contohnya

Pengertian Bakteri

Bakteri merupakan suatu organisme yang jumlahnya paling banyak dan juga yang tersebar luas dibandingkan dengan organisme lainnya yang ada pada bumi. Bakteri pada umumnya merupakan organisme uniseluler atau artinya itu bersel tunggal, prokariota/prokariot, dan tidak mengandung klorofil, serta juga berukuran mikroskopik (sangat kecil).

Dalam tumbuh kembang bakteri baik itu melalui peningkatan jumlah ataupun penambahan jumlah sel sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni misalnya seperti ph, suhu temperatur, kandungan garam, sumber nutrisi, zat kimia dan zat sisa metabolisme.

Ciri-Ciri Bakteri


  1. Umumnya tidak berklorofil
  2. Hidupnya bebas atau sebagai parasit / patogen
  3. Bentuknya beraneka ragam
  4. Memiliki ukuran yang kecil rata-rata 1 s/d 5 mikron
  5. Tidak mempunyai membran inti sel / prokariot
  6. Kebanyakan Uniseluler (memiliki satu sel)
  7. Bakteri di lingkungan ekstrim dinding sel tidak mengandung peptidoglikan, sedangkan yang kosmopolit mengandung peptidoglikan

Manfaat dan Kerugian Bakteri Bagi Kehidupan

Adapun Bakteri itu dapat mengguntungkan dan juga merungikan bagi kehidupan khususnya manusia, dibawah ini akan dijelaskan manfaat dan kerugian bakteri bagi kehidupan

Keuntungan atau Manfaat Bakteri

Adapun Manfaat atau Kegunaan Bakteri Yang Menguntungkan Bagi Kehidupan, diantaranya sebagai berikut  :

  1. Membantu untuk menyuburkan tanah dengan menghasilkan nitrat
  2. Pengurai sisa makhluk hidup dengan pembusukan
  3. Fermentasi didalam  pembuatan makanan serta minuman
  4. Penghasil obat-obatan misalnya seperti antibiotik
  5. Mengurai sampah untuk dapat menghasilkan energi
  6. Membantu didalam pembuatan zat-zat kimia, dan masih banyak lagi.

Kerugian atau Dampak Buruk Bakteri Bagi Kehidupan

Setelah mengetahui manfaat dari bakteri bagi manusia,, kita juga harus tau dampak negatif bakteri bagi manusia, dibawah ini akan dijelaskan Kerugian atau Dampak Buruk Bakteri Bagi Kehidupan Manusia:


  1. Menyebabkan penyakit bagi makhluk hidup termasuk didalamnya manusia (bakteri parasit/patogen)
  2. Dapat membusukkan makanan.
  3. Dapat merusak tanaman dengan serangan penyakit yang merugikan (bakteri parasit/patogen)
  4. Dapat juga enimbulkan bau yang tidak sedap hasil dari aktivitas pembusukan
  5. Membuat tubuh manusia kotor itu dipenuhi bakteri yang mengakibatkan bau badan.

Struktur Penyusun Tubuh Bakteri

Setelah penjelasan diatas kita juga harus memahami struktur tubuh bakteri tersebut, nah pada bagian ini akan dijelaskan bahwa bakteri itu terdiri atas beberapa struktur diantaranya :

Kapsul

Kapsul adalah selubung pelindung bakteri yang tersusun atas polisakarida. Kapsul tersebut terletak di luar dinding sel. Kapsul tersebut juga hanya dimiliki oleh bakteri yang sifatnya itu patogen.

Adapun gungsi dari kapsul tersebut adalah sebagai pelindung diri dari kekeringan dan juga untuk mempertahankan diri dari antitoksin yang dihasilkan oleh sel inang.

Dinding Sel

Dinding sel bakteri tersebut tersusun atas protein yang berhubungan dengan polisakarida(Peptidoglikan). Dinding sel tersebut terletak di luar membran sel. Adanya dinding sel itu menyebabkan bentuk bakteri itu menjadi tetap. Adapun fungsi dari dinding sel tersebut adalah untuk dapat melindungi sel bakteri terhadap lingkungannya.

Membran Sel

Membran sel tersusun atas molekul lemak serta protein/Fosfollpid.
Membran sel itu memiliki sifat semipermeabel. Membran sel tersebut juga mengandung enzim respirasi. Adapun Fungsi dari membran sel itu untuk membungkus plasma serta juga mengatur pertukaran mineral dari sel dan juga ke luar sel.

Sitoplasma

Sitoplasma adalah suatu cairan yang terdapat di dalam sel. Sitoplasma tersebut tersusun atas koloid yang terkandung berbagai molekul organik seperti misalnya karbohidrat, lemak, protein, dan juga mineral. Sitoplasma adalah suatu tempat berlangsungnya reaksi-reaksi metabolisme.

Bulu Cambuk (Flagel)

Flagel atau juga bulu cambuk itu adalah alat gerak pada bakteri sehingga akan dapat membantu bakteri untuk mendekati makanan atau juga menjauh apabila ada racun atau bahan kimia.

Materi Genetik

AND (Disebut juga sebagai DNA) bakteri itu tidak tersebar dalam sitoplasma, namun terdapat pada daerah tertentu yang disebut dengan sebutan nukleoid. ADN ini memiliki fungsi untuk mengendalikan sintesis protein bakteri serta juga merupakan zat pembawa sifat.

Ribosom

Ribosom merup dalam bakteri ini memiliki fungsi dalam sintesis protein. Ribosom tersebut tersusun dari protein, Apabila dilihat dari mikroskop, ribosom tersebut terlihat atau akan nampak seperti struktur kecil yang melingkar.

Plasmid

Kalau tadi ADN, nah pada bakteri juga mempunyai plasmid. Plasmid tersebut mengandung gen-gen tertentu, misalnya gen patogen serta juga gen kebal antibiotik. Plasmid ini juga mampu untuk memperbanyak diri. Dalam satu sel bakteri tersebut dapat terbentuk kurang lebih 20 Plasmid.

Baca Juga : Pengertian Senyawa Kimia, Ciri, Klasifikasi, Sifat, dan Tata Namanya

Klasifikasi Bakteri

Setelah struktur bakteri kita ketahui, Berikutnya kita akan membahas mengenai klasifikasi bakteri tersebut, Bakteri tersebut diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis, diantaranya:

Bakteri Berdasarkan cara hidupnya


  1. Heterotrof
    Heterotrof ini merupakan jenis bakteri yang tidak dapat membuat makanan sendiri, dibagi menjadi parasit (Hidup pada inang), serta juga saprofit (Menguraikan sampah organik).
  2. Autotrof
    Autotrof adalah suatu jenis bakteri yang mampu untuk dapat membuat makana sendiri, terbagi menjadi fotoautotrof (Membuat makanan dengan bantuan cahaya), serta juga kemoautotrof (Membuat makanan dengna bantuan senyawa kimia).

Bakteri Berdasarkan kebutuhan oksigennya


  1. Aerob
    Aerob itu adalah suatu jenis bakteri yang membutuhkan oksigen, terbagi menjadi obligat (Sangat membutuhkan oksigen), serta juga fakultatif (Bisa hidup tanpa oksigen atau ada oksigen).
  2. Anaerob
    Anaerob adalah jenis bakteri yang tidak butuh oksigen.

Bakteri Berdasarkan Bentuknya

Sedangkan apabila diklasifikasikan dengan berdasarkan bentuknya maka bakteri dibagi ke dalam 4 golongan diantaranya:

  1. Kokus
    Kokus adalah jenis bakteri yang berbentuk bulat. Kokos tersebut terbagi lagi diantaranya itu monokokus, diplokokus, streptokokus, stafilokokus.
  2. Basilus
    Basilus merupakan bakteri berbentuk batang. Basilus tersebut juga terbagi menjadi beberapa bentuk diantaranya seperti monobasil, diplobasil, streptobasil.
  3. Koma
    Koma ini merupakan jenis bakteri yang berbentuk koma.
  4. Spirilum
    Spirilum ini merupakan bakteri bentuknya itu spiral.

Reproduksi Bakteri

Cara bereproduksi bakteri dapat terjadi dengan secara seksual melalui transduksi, transformasi, serta juga konjugasi atau juga bisa dengan secara aseksual dengan melakukan pembelahan biner/diri. Dibawah ini merupakan penjelasannya :

Secara Seksual


  1. Transduksi
    Transduksi merupakan sebuah pemindahan materi genetik dengan perantaraan virus. Proses tersebut diawali dengan masuknya virus ke dalam bakteri. Setelah itu virus akan berkembang biak sehingga akan menyebabkan sel bakteri yang dimasukinya itu mengalami pecah. Virus yang baru terbentuk dan akan berhamburan keluar dari sel bakteri.
  2. Transformasi
    Transformasi merupakan pemindahan sedikit materi genetik berupa AND (DNA) atau gen dari bakteri satu ke bakteri yang lain sejenis dengan suatu proses fisiologis yang kompleks.
  3. Konjugasi
    Konjugasi merupakan suatu perkawinan antara kedua sel kelamin. Sel kelamin jantan tersebut ditandai dengan adanya rambut halus (Fili) serta pada permukaan dinding sel yang dapat berikatan pada suatu tempat khusus pada permukaan sel betina. Reproduksi dengan secara konjugasi tersebut terjadi pada bakteri gram negatif seperti Escherichia coli, Salmonella sp., serta Pseudomonas sp..

Secara Aseksual

Perkembangbiakan dengan secara aseksual bakteri dilakukan dengan cara membelah diri (Binary fission). Bakteri tersebut akan membelah menjadi 2 sel anakan, 2 menjadi 4, dan begitu terus seterusnya. Pembelahan biner tersebut selesai setelah terbentuknya dinding sel. Dalam kondisi yang ideal, bakteri itu akan membelah diri tiap 15-20 menit.

Meskipun bakteri mampu untuk berkembang biak dengan secara cepat, pertumbuhan bakteri tersebut juga dipengaruhi oleh faktor suhu, sinar matahari, kelembapan, dan juga zat kimia. Suhu maksimal untuk pertumbuhan bakteri yakni 27C – 30C. Bakteri tersebut tumbuh dengan baik pada lingkungan yang lembab. Sinar matahari tersebut mampu untuk merusak struktur materi genetik bakteri sehingga akan dapat menghambat pertumbuhan bakteri.

Contoh Bakteri dan Peranannya

Bakteri Menguntungkan
Bidang Bakteri Peranan
Pertanian Fiksasi nitrogen(Azotobacter, Clostridium pasteurianum, Rhodospirillum rubrum) Mengikat nitrogen bebas
Nitrifikasi(Nitrosomonas, Nitrosoccus) Membantu proses pembentukan senyawa nitrat dalam tanah
Farmasi Pseudomonas denitrificans Menghasilkan vitamin B1
Streptomyces griceus Menghasilkan antibiotik streptomisin untuk penyakit TBC
Streptomyces aureofaciens Menghasilkan aureomisin
Streptomyces venezuelae Menghasilkan kloromisetin
Bacillus brevis Menghasilkan tirotrisin
Asam(Acetobacter aceti, Propionibacterium acueus) Menghasilkan asam
Pengurai(Escherichia coli) Menguraikan sisa-sisa organisme menjadi senyawa organik
Industri Makanan/Minuman Streptococcus lactis, Lactobacillus casei Pembuatan keju
Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus Pembuatan yoghurt
Acetobacter xylinum Pembuatan nata de coco

Bakteri Merugikan
Bakteri Bentuk Penyakit Tempat Infeksi
Clostridium Tetanus Basil Otot
Diplococcus pneumonia Pneumonia Kokus Paru-paru
Mycobacterium tuberculosa TBC Basil Paru-paru
Mycobacterium leprae Lepra Kokus Jaringan tubuh (Kulit)
Neisseria gonorhoeae Gonorhoca Kokus/Basil Alat kelamin
Pasteurella pestis Pes Basil Kulit
Salmonella typhosa Tifus Basil Usus halus
Shigella dysentriae Disentri Basil Usus halus
Treponema pallidum Sipilis Spiral Alat kelamin
Vibrio comma Korela Koma Usus halus
Mycobacterium anthrax Antraks Basil Saluran napas
Corynebacteri diphteri Dipteri Basil Saluran napas

Demikianlah penjelasan mengenai Bakteri : Pengertian, Ciri, Manfaat, Kerugian, Struktur, Klasifikasi, Reproduksi & Contohnya, semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Read more