Showing posts with label Geografi. Show all posts
Showing posts with label Geografi. Show all posts

Pengertian Geografi dan Konsep Geografi

Pengertian Geografi dan Konsep Geografi

Pengertian Geografi dan Konsep Geografi - Pada kesempatan ini Pendidikanku akan membahas mengenai apa itu geografi ? , apa hakikat geografi ? dan sebagainya.
Eratosthenes (276-104 SM) mengemukakan dalam bukunya Geographika bahwa geografi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata Geo memiliki arti Bumi dan Graphein yang berarti tulisan dalam arti geografi adalah ilmu tentang bumi. Namun Dalam arti luas Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bumi , benda-benda yang diluar bumi , flora serta fauna , udara , iklim dan lain sebagainya yang berinteraksi dengan bumi.

Pengertian Geografi dan Konsep Geografi - Berikut ini adalah pengertian geografi menurut para ahli ,
  1. Prof. Dr. I Made Sandy mengemukakan pendapatnya bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan yang berusaha untuk menemukan dan memahami persamaan dan perbedaan yang terdapat dalam ruang muka bumi.
  2. N. Daldjoeni , Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari kegiatan-kegiatan manusi dalam suatu ruang (Bumi , Luar angkasa).
  3. Ferdinan Von Richthofer , geografi adalah ilmu yang mempelajari gejala dan sifat-sifat permukaan bumi , dan pendudukannya serta menjelaskan hubungan sebab akibatnya.
Pengertian Geografi dan Konsep Geografi
Pengertian Geografi dan Konsep Geografi 

Konsep Dasar Geografi

Menurut Gertrude Whipple terdapat 5 konsep dasar geografi , antara lain sebagai berikut :
  1. Konsep bumi sebagai suatu planet
  2. Konsep beraneka ragam cara hidup
  3. Konsep beraneka ragam wilayah alam
  4. Konsep pentingya wilayah bagi manusia
  5. Konsep pentingnya letak untuk memahami peristiwa dunia.
Namun terdapat referensi lain tentang imu geografi , didalam referensi tersebut terdapat 10 konsep dasar antara lain sebagai berikut :
  1. Konsep lokasi/letak
  2. Konsep jarak
  3. Konsep keterjangkauan
  4. Konsep pola
  5. Konsep geomorfologi/morfologi
  6. Konsep aglomerasi
  7. Konsep differensiasi area
  8. Konsep nilai kegunaan
  9. Konsep interkasi interdependensi
  10. Konsep kerkaitan keruangan

Ruang Lingkup Geografi

Dalam ruang lingkup geografi kita sebenarnya dalam melihat bahwa ruang lingkup geografi ini sangat luas seperti pengertian diatas , karena pada dasarnya ilmu geogradi ini tidak dapat dikuasi dengan 1 mata pelajaran itulah sebabnya terdapat ilmu-ilmu penunjang geografi. 
Namun tetapi apabila bumi dilihat dari segi teori lingkungan hidup , permukaan bumi dapat dikelompokan menjadi 3 bagian , antara lain sebagai berikut :
  1. Lingkungan fisikal  , adalah segala sesuatu sekitar manusia yang berupa makhluk tidak hidup misalnya tanah , udara , air , dan juga sinar matahari.
  2. Lingkungan biologis , adalah segala sesuatu sekitar manusia yang berupa makhluk hidup , seperti binatang dan tumbuhan.
  3. Lingkungan sosial , adalah segala sesuatu sekitar manusia yang berwujud tindakan atau kegiatan manusia dalam suatu hubungan antar alam atau antarmanusia.
Sekian dan terimakasih sudah membaca mengenai Pengertian Geografi dan konsep geografi semoga bermanfaat untuk anda .

Pengertian antroposfer Dan Dinamika Demografi

Pengertian antroposfer

Pengertian antroposfer Dan Dinamika Demografi - Antroposfer merupakan salah satu obyek material dari suatu kajian geografi yang membahas tentang dinamika manusia yang meliputi kelahiran, kematian, serta migrasi.Secara etimologi (asal kata) antroposfer tersebut berasal dari dua kata, yakni antrophos yang berarti manusia serta sphaira yang berartikan lapisan.

Dari arti secara etimologis tersebut , maka pengertian dari antroposfer ialah suatu Lapisan manusia dan juga kehidupannya di permukaan bumi.  Interaksi antara manusia dan juga lingkungan fisik yang berbeda-beda pada tiap-tiap wilayah mengakibatkan perbedaan fisik manusia (ras manusia). Menurut A.L krober (dalam Edward,Ed, 1975) terdapat beberapa jenis ras manusia yang berkembang diseluruh dunia antara lain ialah sebagai berikut :

1) Ras Kaukasoid
  1.  Nordic : Eropa utara
  2. Alpin : Eropa tengah dan timur
  3. Mediteranian : Laut tengah, Iran, Afrika utara, Armenian
2) Ras Mongoloid
  1.  Asiatic : Asia utara, tengah, dan timur
  2. Malayan Mongoloid : Asia tenggara
  3. American Mongoloid : Amerika utara

3) Ras Negroid
  1.  African Negroid : Benua Afrika
  2. Melanesia : Papua/Irian Jaya, dan Kepulauan Melanesia
  3. Negrito : Afrika tengah, Semenanjung Malaka, dan Filipina
4) Ras Khusus
  1.  Bushmen : Gurun Kalahari, Afrika selatan
  2. Australoid : Suku Aborigin (Australia)
  3. Ainu : Pulau Karafotu, dan Pulau Hokaido (di Jepang)
  4. Weddoid : Pedalaman Sri Lanka, dan Sulawesi Selatan

DINAMIKA DEMOGRAFI

Pengertian antroposfer Dan Dinamika Demografi - Dinamika Demografi merupakan suatu peristiwa yang terjadi dengan secara terus-menerus serta saling berkaitan tentnag perubahan jumlah penduduk.

1. Menghitung pertumbuhan penduduk
2. Mengukur kualitas Penduduk
  • a. Pendidikan
  • b. Kesehatan

Komposisi Penduduk Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin

1. Menghitung jumlah penduduk

Untuk dapat mengetahui jumlah penduduk didalam suatu daerah, propinsi, maupun negara dapat di lakukan beberapa cara, seperti ialah  sensus penduduk, registrasi / pencatatan maupun survei.

  • a. Sensus penduduk
    Kata Sensus berasal dari bahasa latin yakni census yang memiliki arti penaksiran harta benda seorang warga negara ,pencatatan nama warga negara, misal untuk pemungutan suatu pajak. baca juga pengertian pajak. Sensus tersebut dapat dibedakan menjadi 2 macam, yakni sensus de factor serta de jure.

    1.Sensus de facto merupakan suatu perhitungan penduduk /pencacahan penduduk yang dilakukan pada tiap-tiap orang yang pada waktu sensus diadakan berada pada suatu wilayah sensus. 

    2.Sensus de jure merupaan suatu pencacahan yang hanya dikenal pada penduduk yang benar-benar bertempat tinggal pada wilayah sensus itu
  • b. Register
    Registrasi merupakan suatu catatan dengan secara continue/terus menerus yang dilakukan oleh dinas terkait terhadap para penduduk pada suatu wilayah administrasi.
  • c. Survei
    Survei adalah suatu pencacahan penduduk metode dengan cara mengambil contoh suatu daerah. Jadi, pencacahan penduduk dengan metode survei tersebut tidak dilakukan di seluruh wilayah negara, melainkan hanya pada suatu daerah tertentu yang dianggap akan mewakili seluruh wilayah negara tersebut.
Pengertian antroposfer Dan Dinamika Demografi
Pengertian antroposfer Dan Dinamika Demografi

2. Macam-macam komposisi penduduk

  • 1. Berdasarkan pada aspek biologis
    Misalnya : penduduk di suatu desa digolongkan dengan berdasarkan pada umur serta jenis kelamin.
  • 2. Berdasarkan pada aspek sosial
    Misalnya : penduduk digolongkan dengan berdasarkan pada tingkat pendidikan serta status perkawinan.
  • 3. Berdasarkan pada aspek ekonomis
    Misalnya : penduduk digolongkan dengan berdasarkan jenis pekerjaan serta tingkat pendapatan.
  • 4. Berdasarkan pada aspek geografis
    Misalnya : penduduk digolongkan berdasarkan pada lokasi dan tempat tinggal.

3. Piramida penduduk

Struktur piramida penduduk, antara lain ialah sebagai berikut :
  • a. Sumbu vertical untuk distribusi umur
  • b. Sumbu horizontal menyatakan jumlah penduduk
  • c. Horisontal kiri untuk laki-laki 
  • d. Horizontal kanan untuk perempuan.
Baca juga artikel terkait :

Sekian dan terimakasih sudah membaca mengenai Pengertian antroposfer dan Dinamika Demografi , piramida pendudukan , macam-macam komposisi Penduduk ,semoga dapat bermanfaat untuk anda , salam hangat dari pendidikanku

Pengertian Kepadatan Penduduk Terlengkap

Pengertian Kepadatan Penduduk

Pengertian Kepadatan Penduduk Terlengkap - Kepadatan penduduk merupakan suatu perbandingan antara banyaknya penduduk serta luas wilayahnya. Satuan luas wilayah yang umumnya digunakan ialah km2 . Kepadatan penduduk pada suatu daerah itu tidaklah sama. terdapat beberapa macam kepadatan penduduk, yakni kepadatan penduduk aritmatik, kepadatan penduduk agraris, kepadatan penduduk fisiologis, serta kepadatan penduduk ekonomis. 

Kepadatan penduduk aritmatik

Kepadatan penduduk aritmatik merupakan jumlah rata-rata penduduk yang tinggal disuatu wilayah yang luasnya 1 km2. Kepadatan penduduk aritmatik tersebut dapat dihitung dengan menggunakan rumus antara lain ialah sebagai berikut ini:
Kepadatan Penduduk Aritmatik(KPA) = Jumlah Penduduk (jiwa) : Luas Wilayah (km2)

Kepadatan penduduk agraris

Kepadatan penduduk agraris merupakan jumlah rata-rata dari penduduk yang bekerja sebagai petani pada tiap-tiap satuan luas lahan pertanian (dalam km2). Tingkat pada kepadatan penduduk agraris tersebut dapat dihitung dengan menggunakan rumus ialah sebagai berikut ini:
Kepadatan Penduduk Agraris(KPA) = Jumlah Penduduk Petani (jiwa) : Luas Lahan Pertanian (km2)

Kepadatan penduduk fisiologis

Kepadatan penduduk fisiologis merupakan suatu perbandingan antara jumlah penduduk dengan luas lahan pertanian. Rumus untuk kepadatan penduduk fisiologis ini antara lain ialah sebagai berikut:

Kepadatan Penduduk Fisiologis(KPF) = Jumlah Penduduk (jiwa) : Luas Lahan Pertanian (km2)

Kepadatan penduduk ekonomis

Kepadatan penduduk ekonomis merupakan suatu perbandingan antara jumlah penduduk dengan luas lahan dengan menurut kapasitas produksinya. Rumus untuk kepadatan penduduk ekonomi antara lain ialah sebagai berikut:
Kepadatan Penduduk Ekonomi = Jumlah Penduduk (jiwa) : Luas Lahan Produksi (km2)

Kepadatan Penduduk
Kepadatan Penduduk

Faktor-faktor yang menyebabkan kepadatan penduduk

Faktor-faktor yang menyebabkan kepadatan penduduk adalah sebagai berikut :

  1. Faktor iklim dan topografi, iklim yang nyaman topografi yang relative landai menyebabkan penduduk terkonsentrasi serta menjadi padat. baca juga artikel terkait pengertian iklim
  2. Faktor ekonomi, yang termasuk faktor ekonomi ialah tersedianya sumber daya alam, dan juga tersedianya lapangan kerja. baca juga 100 sejarahwan ekonomi dan Sejarah Ekonomi
  3. Faktor sosial budaya, yang termasuk faktor sosial budaya ialah kesempatan untuk dapat meneruskan pendidikan, keterbukaan masyarakat. Selain hal itu daerah yang relative aman akan dapat selalu jadi pemukiman yang padat. baca juga pengertian peran sosial dalam sosiologi

Upaya mengurangi kepadatan penduduk

Program-program tersebut adalah :

  1. Transmigrasi /program memindahkan penduduk dari tempat yng padat ke tempat yang lain yang jarang penduduknya baik itu dilakukan atas bantuan pemerintah ataupun dari keinginan diri sendiri. baca juga Pengertian Imigrasi emigrasi Remigrasi Urbanisasi Transmigrasi Sirkuler
  2. Pemerataan pada lapangan kerja dengan cara mengembangkan industri, perikanan, pertanian, serta pertambangan di wilayah lain.
  3. Mengendalikan jumlah kelahiran penduduk setempat dengan cara melalui program KB serta penundaan usia kawin.

Ciri-ciri kepadatan penduduk

Kependudukan di Indonesia mempunyai ciri-ciri antara lain ialah sebagai berikut:

  1. Jumlah penduduk yang semakin menambah
  2. Sebagian penduduk berusia muda
  3. Tidak tersebar merata pada tiap-tiap pulau
  4. Sebagian besar para penduduk Indonesia bekerja pada bidang pertanian

Pengertian Atmosfer Dan Sifat Atmosfer Terlengkap

Pengertian Atmosfer

Pengertian atmosfer

Pengertian Atmosfer , Sifat Atmosfer Terlengkap - Istilah atmosfer berasal dari bahasa Yunani , dari kata atmos yang berartikan udara dan spheira yang berartikan lapisan. Jadi, atmosfer merupakan  lapisan udara yang menyelubungi bumi. Atmosfer tersebut tersusun oleh sejumlah unsur yakni : 
  1. Nitrogen (N2) 78,08%
  2. Oksigen (O2) 20,94%
  3. Argon (Ar) 0,90%
  4. Karbondioksida (CO2) 0,03% 
  5. sisanya terdiri dari gas lainnya dengan jumlah yang sedikit.

Sifat fisik atmosfer

Pengertian atmosfer - Atmosfer memiliki sifat-sifat antara lain ialah sebagai berikut :

  1. Merupakan suatu campuran berbagai gas yang tidak memiliki warna dan tidak dapat terlihat oleh mata; 
  2. mempunyai berat sehingga mempunyai juga tekanan udara;
  3. Mengembang apabila terkena panas dan juga mengerut ketika dingin;
  4. Apabila terjadi suatu perbedaan tekanan, maka akan terjadi pergerakan udara yang disebut dengan angin yang bergerak dari tekanan tinggi ke pada tekanan rendah;
  5. Tidak memiliki bau, serta tidak bisa dirasakan.

Pengertian Atmosfer , Sifat Atmosfer Terlengkap
Pengertian Atmosfer , Sifat Atmosfer Terlengkap

Lapisan-lapisan atmosfer

Atmosfer - Lapisan atmosfer tersebut terdiri dari lapisan troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer dan eksosfer. Pembagian lapisan atmosfer itu didasarkan pada suatu perbedaan karakteristik temperatur antarlapisan.
  • 1. Lapisan Troposfer
    Troposfer adalah suatu lapisan terbawah dari atmosfer dengan ketinggian 0 meter – 12 km pada atas permukaan air laut . Dalam khatulistiwa, troposfer tersebut mempunyai ketebalan 16 – 18 km, di kutub ketebalannya 8 – 10 km. Perbedaan ketebalan tersebut disebabkan oleh rotasi bumi, akibatnya terjadi suatu perbedaan kondisi cuaca antara kutub serta khatulistiwa. Menurut toeri Braak dalam daerah khatulistiwa, pada lapisan tersebut setiap naik 1000 m, maka suhu turun rata-rata 6,1ºC. Pada lapisan tersebut terdapat gejala-gejala cuaca, ialah seperti angin, awan, hujan, halilintar, pelangi, dan lain sebagainya. Peralihan antara troposfer dengan stratosfer disebut dengan tropopause.
  • 2. Lapisan Stratosfer
    Stratosfer tersebut terletak pada ketinggian 18 – 49 km di permukaan air laut. Lapisan atasnya tersebut mengandung suatu ozon agar  dapat menyerap sinar ultraviolet sehingga memungkinkan ada kehidupan di bumi ini. Pada bagian puncak / pada batas tinggi , suhu tersebut bisa mencapai pada rata-rata ialah -550 C. Di atas stratosfer tersebut terdapat suatu lapisan stratopause yang merupakan lapisan suatu peralihan antara stratosfer serta mesosfer.
  • 3. Lapisan Mesosfer (Campuran)
    Mesosfer tersbut terletak pada ketinggian 49 – 82 km diatas permukaan laut. Semakin naik ketinggiannya ,maka suhu udara semakin turun sampai -730 C. Pada ketinggian 80 km terdapat suatu lapisan hangat tempat terbakarnya meteor yang jatuh ke permukaan bumi sehingga bumi tersebut terlindung. Di atas lapisan mesosfer tersebut terdapat lapisan mesopause yang merupakan suatu lapisan suatu peralihan antara mesosfer serta termosfer.
  • 4. Lapisan Termosfer (Ionosfer)
    Termosfer tersebut berada di ketinggian 82 sampai + 400 km. Pada ketinggian 480 km suhunya mencapai 1.2320 C. Pada lapisan itu , terlihat aurora serta awan pijar yang kadang kala berkilauan jika di pagi dan sore. Pada ketinggian 80 – 360 km, terdapat suatu lapisan ionosfer tempat partikel ion yang berfungsi ialah sebagai pemantul gelombang suara radio yang terdiri dari :
    -     Gelombang panjang berukuran ialah 30.000 – 1.000 km yang disebut dengan lapisan Kennely heavyside.
    -     Gelombang menengah berukuran ialah 1.000 – 200 m
    -     Gelombang pendek berukuran ialah 200 – 10 m, yang disebut dengan lapisan Appleton.
  • 5. Lapisan Eksosfer
    Lapisan Eksosfer berada pada ketinggian ialah lebih dari ± 400 km. Dalam lapisan tersebut terdapat atom-atom yang bergerak dengan secara tidak beraturan. Lapisan tersebut mengandung gas hidrogen serta kerapatannya makin tipis sampai hampir habis diambang angkasa luar. Cahaya redup yakni cahaya zodiakal serta gegenschein muncul pada lapisan eksosfer yang sebenarnya adalah pantulan sinar matahari oleh partikel debu meteor yang dalam banyak jumlahnya serta bergelantungan di angkasa. Lapisan tersebut juga dinamakan dissipasisfer.

Peranan Atmosfer

Pengertian Atmosfer - Atmosfer mempunyai peran yang besar bagi kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya di bumi. Peran atmosfer bagi kehidupan di bumi diantaranya ialah sebagai berikut :
  • 1.   Melindungi bumi dari adanya meteor atau juga benda angkasa yang lain yang menuju ke arah bumi.
  • 2.   Menjaga temperatur udara pada permukaan bumi supaya tetap stabil, dikarenakan tanpa atmosfer suhu di permukaan bumi akan terasa sangat panas ataupun sangat dingin.
  • 3.   Memantulkan suatu gelombang radio.
  • 4.   Selain dari itu, gas-gas yang terdapat di atmosfer memiliki peran masing-masing, sebagai berikut:
  • 1.   Nitrogen ialah untuk pertumbuhan tanaman.
  • 2.   Oksigen ialah untuk pernapasan.
  • 3.   Karbondioksida ialah untuk fotosintesis. 
  • 4.   Neon ialah untuk lampu listrik. 
  • 5.   Ozon ialah untuk menyerap sebagian radiasi matahari.
BACA JUGA ARTIKEL TERKAIT  :

Pengertian Biosfer menurut para ahli 
Pengertian Iklim
Pengertian Hujan dan Jenis Hujan
Pengertian Hidrologi

Sekian dan Terimakasih sudah membaca pengertian atmosfer , dan sifat atmosfer terlengkap , semoga dapat bermanfaat untuk anda , salam hangat dari Pendidikanku 

Pengertian Peta Dan Fungsi Peta

Pengertian Peta, Fungsi Peta Dan Komponen Peta

Pengertian Peta Dan Komponen Peta - Saat ini pendidikanku akan membahas mengenai Pengertian peta dan komponen peta. Pengertian Peta merupakan suatu gambaran secara umum sebagian atau juga seluruh permukan bumi yang dilukiskan pada suatu bidang datar dengan menggunakan skala tertentu apabila dilihat dari atas, serta disertai dengan tulisan serta simbol yang merupakan sebagai tanda pengenal.
Pengertian Peta Dan Komponen Peta
Pengertian Peta Dan Komponen Peta

Fungsi Peta

Pengertian Peta Dan Komponen Peta - Secara umum, fungsi peta bisa disimpulkan antara lain sebagai berikut:
  • Sebagai Penunjuk jalan bagi orang-orang yang bepergian ke suatu tempat yang belum pernah dikunjunginya.
  • Sebagai Penunjuk letak satu tempat pada permukaan bumi dalam hubungannya dengan tempat lain (letak relatif).
  • Memperlihatkan ukuran, disebabkan karena dari peta bisa diukur jarak, luas, ataupun arah sebenarnya pada permukaan bumi.
  • Memperlihatkan bentuk ialah seperti bentuk pulau, negara, benua, pola aliran sungai dan lain sebagainya.
  • Membantu para peneliti sebelum melakukan suatu survei untuk dapat mengetahui kondisi daerah yang akan diteliti.
  • Sebagai Alat untuk menjelaskan rencana-rencana yang akan diajukan, dan lain-lain.

Komponen Kelangkapan Peta


1. Judul Peta
Judul peta adalah nama suatu daerah / wilayah yang digambar. Judul peta mencerminkan isi dan tipe peta . Penulisan judul peta ini menggunakan huruf cetak tegak, semua menggunakan huruf besar serta simetris

2. Skala Peta
Skala merupakan angka yang menunjukkan suatu perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya dipermukaan bumi

3. Arah Mata Angin / Orientasi / Petunjuk Arah
Petunjuk arah merupakan sebuah tanda pada peta yang menunjukkan arah utara, timur, selatan atau arah daerah yang digambar.

4. Simbol Peta
Simbol peta merupakan sebuah tanda / gambar yang mewakili kenampakan yang terdapat di permukaan bumi.

5. Warna Peta
Warna pada peta digunakan untuk dapat membedakan kenampakan sebuah objek di permukaan bumi

6. Tipe Huruf (Lettering)
Penggambar huruf pada peta berfungsi untuk dapat mempertebal arti dari simbol-simbol yang ada. Tiap-tiap nama simbol tersebut menggunakan huruf-huruf standar.

7. Gratikul (Posisi Geografis)
Posisi geografis ini terdiri dari garis lintang dan garis bujur yang digunakan untuk dapat menunjukkan letak suatu daerah/wilayah

8. Inset
Inset merupakan peta kecil tambahan serta yang memberikan kejelasan yang ada di dalam peta. Inset ini juga digunakan untuk menggambar sebuah wilayah yang tidak tergamabar dipeta.

9. Garis Tepi
Garis tepi peta adalah garis untuk membatasi ruang peta.

10. Legenda
Legenda merupakan keterangan yang berupa simbol-simbol yang terdapat pada peta supaya peta mudah untuk dimengerti oleh pembaca.

11. Sumber dan Tahun Pembuatan
Sumber serta tahun pembuatan peta adalah sebuah sumber data yang perlu untuk dicantumkan untuk dapat menunjukan kebenaran peta yang dibuat.


Fenomena Fisik dan juga Fenomena Buatan Pada Peta

Keterlihatan yang tergambar pada suatu peta dapat merupakan suatu fenomena fisik (alamiah). fenomena fisik pada peta adalah sebagai berikut,,,,
  • a. Gunung,
  • b. Sungai
  • c. Hutan
  • d. Rawa
Keterlihatan atau kenampakan Fenomena budaya (buatan ) pada peta  adalah sebagai berikut.
  • a. Persawahan
  • b. Pemukiman
  • c. Kawasan Industri
  • d. Jalur jalan
Sekian dan Terimakasih sudah membaca mengenai Pengertian Peta , Komponen Peta , Fungsi Peta , Semoga dapat bermanfaat untuk anda , salam hangat dari Pendidikanku.org

Pengertian Hujan dan Jenis Hujan

Pengertian Dan Jenis Hujan

Pengertian Hujan dan Jenis Hujan  - Kali ini Pendidikanku.Net akan Membahas Mengenai Pengertian hujan, Proses Pembentukan Hujan,serta Jenis - jenis Hujan. 3 point mengenai Hujan ini akan dibahas dengan jelas dan dapat dimengerti.

PENGERTIAN HUJAN

Hujan adalah suatu peristiwa Presipitasi "jatuhnya suatu cairan dari atmosfer yang berwujud cair ataupun beku ke permukaan bumi" berwujud suatu cairan. Hujan tersebut memerlukan keberadaan lapisan atmosfer tebal supaya dapat menemui suhu pada atas titik leleh es di dekat serta dia atas permukaan Bumi.

Pada bumi, hujan adalah suatu proses kondensasi "perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat" uap air pada atmosfer tersebut menjadi butiran air yang cukup berat untuk jatuh pada permukaan bumi. Terdapat 2 proses yang mungkin terjadi bersamaan yang bisa mendorong udara semakin jenuh ketika menjelang hujan, yakni  pendinginan udara dan juga penambahan uap air ke udara. Butir hujan tersebut mempunyai ukuran yang beragam mulai dari yang mirip dengan penekuk (butiran besar), hingga dengan butiran kecilnya.

Pengertian Hujan dan Jenis Hujan
Pengertian Hujan

PROSES TERJADINYA HUJAN

Proses terjadinya hujan - Terjadinya hujan itu sangat dipengaruhi oleh adanya konveksi di atmosfer bumi serta juga lautan. Konveksi adalah suatu proses pemindahan panas oleh gerak massa fluida dari daerah ke daerah yang lain. Air-air yang terdiri atas air laut, air sungai, air limbah, serta sebagainya itu dasaranya mengalami proses penguapan atau juga evaporasi diakibatkan adanya bantuan dari panas sinar matahari. Air itu kemudian menjadi uap melayang ke udara serta akhirnya terus bergerak menuju langit yang tinggi bersama dengan uap-uap air yang lain.

ketika sampai di atas, uap-uap tersebut mengalami proses pemadatan atau juga biasa disebut dengan kondensasi("perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat") sehingga terbentuklah suatu awan . 

Akibat terbawa angin yang bergerak tersebut, awan-awan itu saling bertemu serta membesar dan juga kemudian menuju ke arah atmosfir bumi yang suhunya itu lebih rendah atau dingin serta akhirnya membentuk suatu butiran es dan juga air. dikarenakn terlalu berat serta tidak mampu lagi ditopang angin pada akhirnya butiran-butiran air atau es itu jatuh ke permukaan bumi, proses tersebut disebut juga dengan proses presipitasi. dikarenakan semakin rendahnya, mengakibatkan suhu tersebut semakin naik maka es atau salju tersebut akan mencair dan terjadilah hujan , namun tetapi apabila suhunya itu sangat rendah, maka akan tetap turun namun menjadi salju.

JENIS-JENIS HUJAN

Berdasarkan Proses Terjadinya terdapat jenis-jenis hujan atau macam-macam hujan, antara lain ialah;

  • Hujan siklonal, yakni hujan yang terjadi dikarenakan udara panas yang naik disertai juga dengan angin yang berputar.
  • Hujan Senithal, adalah hujan yang sering terjadi pada daerah sekitar ekuator(ekuator adalah garis khayal yang membagi bumi itu menjadi bagian utara serta jugaselatan), diakibatkan pertemuan pada Angin Pasat Timur Laut dengan Angin Pasat Tenggara. yang setelah itu angin itu naik serta membentuk gumplan awan pada sekitar ekuator yang berakibat awan tersebut menjadi jenuh maka turunlah hujan.
  • Hujan Orografis, adalah hujan yang terjadi disebabkan karena angin yang mengandung uap air yang bergerak pada garis horizontal. Angin itu naik menuju ke pegunungan , suhu udara tersebut menjadi dingin sehingga terjadi suatu kondensasi. maka terjadilah hujan pada sekitar pegunungan.
  • Hujan Frontal, adalah hujan yang terjadi jika pada massa udara yang dingin bertemu dengan massa udara suhunya panas. Tempat pertemuan diantara kedua massa tersebut disebut dengan bidang front. Dikarenakan lebih berat, massa udara dingin itu menjadi lebih berada di bawah. Pada sekitar bidang front inilah sering terjadi hujan yang lebat yang disebut dengan hujan frontal.
  • Hujan Muson atau Hujan Musiman, adalah hujan yang terjadi dikarenakan Angin Musim (Angin Muson). Penyebab terjadinya Angin Muson adalah disebabkan karena adanya pergerakan semu tahunan matahari diantara Garis Balik Utara serta juga Garis Balik Selatan. Di Indonesia, hujan muson tersebut terjadi di bulan Oktober - April. Sementara pada kawasan Asia Timur terjadi pada bulan Mei - Agustus. Siklus tersebut yang menyebabkan adanya musim penghujan serta juga musim kemarau.

Berdasarkan Ukuran Butirannya

  1. Hujan Gerimis ,ialah diameter butiran yang kurang dari 0.5 mm.
  2. Hujan Salju, ialah terdiri dari kristal-kristal es yang pada suhunya berada di bawah 0 derajat Celcius.
  3. Hujan Batu Es,ialah curahan batu es yang turun didalam cuaca panas dari awan yang suhunya itu dibawa 0 derajat Celcius.
  4. Hujan Deras,ialah curahan air yang turun dari awan ialah dengan suhu diatas 0 derajat Celcius dengan diameternya yang kurang lebih dari 7 mm.

Berdasarkan Besar Curah Hujan (Definisi BMKG)

  • Hujan Sedang,ialah 20-50 mm perhari.
  • Hujan Lebat, ialah 50-100 mm perhari.
  • Hujan Sangat Lebat,ialah  di atas 100 mm perhari.

Sekian dan Terimakasih Sudah Membaca Mengenai Pengertian hujan, Proses Pembentukan Hujan,serta Jenis - jenis Hujan , Semoga dapat bermanfaat untuk anda , Salam Hangat dari Pendidikanku.org

Pengertian dan Definisi Dari Hidrologi Menurut Ahli Geografi

Pengertian Hidrologi Menurut Para Ahli

Pengertian dan Definisi dari Hidrologi Menurut Ahli Geografi - Pengertian Hidrologi (berasal dari Bahasa Yunani: Yδρoλoγια, Yδωρ+Λoγos, Hydrologia, yang mempunyai arti ialah "ilmu air") Hidrologi ialah cabang ilmu Geografi yang mempelajari tentang pergerakan, distribusi, serta kualitas air di seluruh Bumi, termasuk juga siklus hidrologi dan sumber daya air. Orang yang ahli atau Pakar dalam bidang hidrologi disebut dengan hidrolog, dan bekerja dalam bidang ilmu bumi serta ilmu lingkungan, dan juga teknik sipil serta teknik lingkungan.

Pengertian Dan Definisi hidrologi
hidrologi

Kajian dalam ilmu hidrologi juga meliputi hidrometeorologi ialah (air yang berada di udara serta berwujud gas), potamologi ialah (aliran permukaan), limnologi ialah  (air permukaan yang relatif tenang seperti danau; waduk) geohidrologi ialah (air tanah), dan kriologi ialah (air yang berwujud padat seperti es dan salju) serta juga kualitas air.
Hidrologi juga mempelajari perilaku hujan terutama pada periode ulang curah hujan disebabkan berkaitan dengan perhitungan banjir serta juga rencana untuk setiap bangunan teknik sipil antara lain bendung, bendungan maupun jembatan.

Hidrologi (hydrologists) juga  mempelajari sifat fisik serta sifat kimia dari air. Secara alami, air yang beredar melalui suatu sistem yang disebut dengan siklus air atau pun siklus hidrologi. Siklus ini dimulai ketika  panas dari matahari  menyebabkan air samudra menjadi menguapkan serta menjadi uap air. Uap air itu terkumpul di Atmosfir secara berangsur-angsur dan menjadi dingin serta akan membentuk awan. 

Ketika kumpulan air sudah menjadi berat maka akan jatuh menjadi hujan maupun dalam berbentuk salju. Kebanyakan hujan serta  salju ini mengalir ke laut tetapi ada yang terserap serta juga tersimpan di dalam tanah. 

Ada dua sumber air bersih utama:
  1. air permukaan (surface water) 
  2. air tanah (ground water).
Hidrologi (hydrologists) mempelajari semua hal tersebut  untuk mendapatkan persediaan sumber air bersih. Mereka juga membantu memilih lokasi yang terbaik untuk dapat melakukan pengeboran sumur-sumur untuk menemukan sumber air tanah di area padang pasir. Hidrologi (hydrologists) juga mencoba untuk dapat mencegah atau mengurangi pencemaran pada air. Hidrologi (hydrologists) juga mempelajari efek pencemaran dalam pergerakan air sampai terjadinya suatu siklus. Ilmu hidrologi ini menyediakan informasi bagaimana cara untuk mengendalikan serta memprediksi terjadinya banjir. 
Arsitek maupun Insinyur teknik sipil juga menggunakan informasi tersebut untuk dapat membantu perencanaan kota serta jalan untuk pengendalian bahaya banjir. 

Sekian dan Terima Kasih , Sudah Membaca Pengertian dan Definisi dari Hidrologi Menurut Ahli Geografi Semoga Dapat Bermanfaat Untuk Anda. salam hangat dari Pendidikanku.org

Blog Archive