Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Pengertian Ekonomi Manajemen Lengkap

Pengertian Ekonomi Manajemen Menurut Para Ahli & Prinsip Dasar Ekonomi


Pengertian Ekonomi Manajemen Lengkap - Di kesempatan ini pendidikanku akan membahas sedikit mengenai pengertian ekonomi manajemen ? prinsip dasar ekonomi manajemen ? sifat dan permasalahan dalam ekonomi manajemen ?. Point - point diatas akan dipaparkan dengan secara jelas dan padat. Oke langsung saja ke point pertama yaitu pengertian ekonomi manajemen, selamat belajar guys.
Pengertian Ekonomi Manajemen Lengkap
ekonomi manajemen

Pengertian Ekonomi Menurut Para Ahli

Pengertian Ilmu ekonomi menurut Drs. M. Manulang merupakan suatu ilmu yang mempelajari masyarakat dalam usahanya dalam mencapai kemakmuran (kemakmuran dalam artian keadaan di mana manusia dapat memenuhi kebutuhannya baik barang-barang maupun jasa).

Ekonomi Menurut Amwal Ekonomi adalah suatu cabang ilmu yang mempelajari tentang bagaimana menentukan keputusan yang efektif untuk mengelola semua sumber daya yang tersedia dalam rangka untuk melakukan pemenuhan kebutuhan pada individu atau masyarakat.

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

Manajemen dijadikan sebagai ilmu pengetahuan yang secara sistematis dapat memahami mengapa & bagaimana cara manusia bekerja sama untuk dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi manusia, organisasi,dll. Ekonomi manajemen pada dasarnya berfokus pada istilah manajemen itu sendiri Berikut ini istilah manajemen menurut para ahli, di antaranya:

Drs. M. Manullang, mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian manajemen yaitu :
“ Seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan daripada sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu “.(M Manullang, Manajemen Personalia, Edisi revisi, Ghalia Indonesia, 1981, hal 10-11)

 Prof. Oie Liang Lee, mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian manajemen yaitu :
“ Manajemen adalah ilmu dans eni mengkoordinasikan serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan “. (Basu Swastha, DH dan Ibnu Sukotjo, Pengantar Ekonomi Persuahaan Modern, Edisi Revisi, Liberty, Yogyakarta, hal . 5).

Pengertian Ekonomi Manajemen

Pengertian ekonomi manajemen, pada dasarnya ekonomi manajemen adalah ilmu & seni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan juga pengawasan pada usaha-usaha anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Manajemen sendiri memiliki kegiatan/aktivitas memimpin, mengatur, mengelola, mengendalikan, serta juga mengembangkan. Ekonomi & manajemen adalah sektor yang memang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, selalu ada  saja keterkaitan antara sektor ekonomi & manajemen.

Prinsip dasar ekonomi manajemen

Setelah membahas mengenei pengertian ekonomi manajemen maka selanjutnya kita membahas mengenai prinsip ekonomi manajemen. Terdapat tiga (3) dasar dari ekonomi manajemen antara lain sebagai berikut :

1. Teori ekonomi
Prinsip dasar teori ekonomi ini digunakan untuk dapat memprediksi dan menjelaskan tingkah laku ekonomi. Dalam ilmu ekonomi pada dasarnya dimulai dengan model, yang mana model ini nanti akan menggambarkan / menjelaskan kejadian & mengidentifikasi berbagai macam faktor yang terdapat didalamnya. Pada teori ekonomi ini terbagilah menjadi dua (2) prinsip teori ekonomi yaitu,

  1. Ekonomi mikro, (ekonomi mikro mempelajari tingkah laku ekonomi secara individu) dan 
  2. Ekomi makro, (ekonomi makro mempelajari tingkah laku ekonomi secara agregat melalui hal- hal seperti output, pendapatan, investasi, keseluruhan harga /harga total).
2. Ilmu pengambilan keputusan
Dalam mengambil keputusan dalam ekonomi manajemen maka diperlukan sebuah perangkat yaitu :

  1. Matematika ekonomi. dan 
  2. Ekonometrik. 

Kedua ilmu ini berguna dalam membentuk dan juga mengestimasi model pada perilaku optimal suatu perusahaan. Matematika ekonomi ini digunakan untuk membentuk model ekonomi yang dipaparkan dalam ekonomi ekonometrik. Model ini menggunakan peralatan statistik dalam perangkat dunia nyata untuk mengestimasi model yang dipostulatkan (postulat: pernyataan yang dianggap benar, sampai ada bukti yang menyatakan bahwa pernyataan itu salah atau aksioma) oleh teori ekonomi yakni untuk peramalan / estimasi.

3. Ilmu administrasi bisnis
Salah satu hal yang harus dikuasai manajemen adalah ilmu administrasi bisnis, kenapa? karena berbagai macam fungsi administrasi yang dimilikinya area fungsi administrasi tersebut diantaranya meliputi:

  1. Akuntansi,
  2. Keuangan,
  3. Pemasaran,
  4. Manajemen SDM, dan 
  5. Produksi.

Ilmu ini digunakan untuk mengatur administrasi berupa pengorganisasian administrasi suatu perusahaan atau proyek yang sedang dikerjakan. Ilmu ini berperan cukup penting dalam ekonomi manajemen.

Jadi pada dasarnya ekonomi manajemen adalah perpaduan antara teori ekonomi, ilmu pengambilan keputusan, serta area fungsional ilmu administrasi Bisnis, yang membahas mengenai bagaimana interaksi antara satu sama lain dalam organisasi / perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan secara efisien.

Baca juga artikel terkait  : Pengertian manajemen proyek

Sifat dan Permasalahan Dalam Ekonomi Manajemen


Selajutnya bagaimana sifat dan permasalahan dalam ekonomi manajemen akan dipaparkan dibawah ini :
Berdasarkan prinsip dasarnya ekonomi manajemen sering disebut juga sebagai ekonomi mikro terapan, karena penerapan metode dalam proses pengambilan keputusan manajemennya. Ekonomi manajemen dapat mengembangkan prinsip ilmu ekonomi dalam meningkatkan keefektifan pada saat mengambil keputusan.

Tiap- tiap hal pasti selalu ada masalah/kendala dan resiko yang akan menghambat jalannya proses tidak terkecuali dalam proses manajemen. Biasanya, permasalahan yang muncul dalam proses manajemen ialah perbedaan diantara realita & ekspetasi yang dihadapi oleh seorang manajer.
Pengertian ekspektasi dalam ekonomi  adalah suatu harapan atau prediksi tentang seberapa baik perekonomian selama kuartal, tahun atau periode waktu mendatang. Ekspektasi ekonomi ini bisa mencakup ekspektasi inflasi, pertumbuhan produktivitas, pengangguran dan neraca perdagangan.
Masalah tersebut biasanya misalnya seperti berikut ini:
  1. Penentuan tingkatan harga ataupun keluaran produk yang sesuai pasar.
  2. Pemilihan tehnik industri & teknologi yang digunakan.
  3. Jumlah stok (persediaan).
  4. Pemilihan media promosi / media periklanan.
  5. Pendanaan.
  6. Pelatihan tenaga kerja / skill tenaga kerja.
Oke sekian dan terima kasih sudah membaca mengenei pengertian ekonomi manajemen, prinsip dasar ekonomi manajemen , dan sifat & permasalahan ekonomi manajemen, semoga dapat bermanfaat untuk teman- teman sekalian.
Pendidikanku

Pengertian Sistem Ekonomi Kapitalisme & Sosialisme

A. Pengertian Sistem Ekonomi Kapitalis

Sistem Ekonomi Kapitalis - Apa itu sistem Ekonomi Kapitalis dan sistem Ekonomi Sosialisme ? Sistem ekonomi kapitalis merupakan sebuah sistem ekonomi yang menghendaki adanya sebuah kebebasan tiap orang untuk melakukan segala aktivitas ekonomi tanpa ada campur tangan pemerintah. untuk dapat mengerti lebih lanjut tentang Kapitalisme dapat di baca dibawah ini.

Dalam sistem ekonomi kapitalis ini, tiap -tiap individu mempunyai hak mutlak untuk mengelola aset yang dipunyai  dalam mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.
Pengertian Sistem Ekonomi Kapitalisme & Sosialisme

Sistem ekonomi kapitalis  ini juga memungkinkan tiap-tiap orang untuk memelih pekerjaan ataupun jenis usaha sesuai dengan kehendaknya dan pemerintah tidak mempunyai hak untuk melakukan campur tangun (intervensi), sehingga tiap-tiap orang bebas berkreativitas dan berinovasi.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Kapitalis

  • Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi
  • Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
  • Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu mengejar kepentingann (keuntungan) sendiri
  • Paham individualisme didasarkan materialisme, warisan zaman Yunani Kuno (disebut hedonisme)

Kelebihan Sistem Ekonomi Kapitalis


  • Tiap-tiap orang mempunyai kebebasan memiliki aset dan sumber daya.
  • Mendorong inisiatif serta inovasi masyarakat dalam bidang ekonomi
  • Munjulnya persaingan yang membuat tiap-tiap produsen terpacu untuk menghasilkan produk
  • Dianggap efisien serta efektif sebab semua tindakan didasari atas asas keuntungan

Kelemahan Sistem Ekonomi Kapitalis


  • Banyak penggunaan tenaga kerja di bawah umur dengan upah yang rendah, karena tujuannya untuk mencari keuntungan yang tinggi dengan menekan biaya produksi serendah-rendahnya.
  • Banyak dilakukan perdagangan yang curang, karena tujuannya mencari laba yang tinggi dan menghadapi para pesaing bisnis agar dapat terus menguasai monopoli pasar
  • Semakin lebar jurang antara si kaya dan si miskin

B. Pengertian Sistem Ekonomi Sosialisme

Pengertian Sistem ekonomi sosialisme - Sosialisme merupakan sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada tiap - tiap orang untuk dapat  melaksanakan aktivitas ekonomi akan tetapi terdapat campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara dan juga jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas , dan lain sebagainya.
Pengertian Sistem Ekonomi Kapitalisme & Sosialisme


Sistem Sosialis ( Socialist Economy) berpandangan bahwa kemakmuran tiap-tiap orang hanya mungkin tercapai jika berpondasikan kemakmuran bersama. Sebagai Konsekuensinya, penguasaan individu atas aset-aset ekonomi atau faktor-faktor produksi sebagian besar merupakan kepemilikan sosial.

Prinsip Dasar Ekonomi Sosialisme

  • Pemilikan harta oleh negara
  • Kesamaan ekonomi
  • Disiplin Politik

Ciri-ciri Ekonomi Sosialisme:

  • Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).
  • Peran pemerintah sangat kuat
  • Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai Pengertian sistem ekonomi Kapitalis dan Sistem Ekonomi Sosialisme semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Pengertian OPEC | Pendidikanku.org

PENGERTIAN OPEC 

Pengertian OPEC  - OPEC merupakan suatu organisasi Negara-negara pengekspor minyak. OPEC tersebut didirikan atas prakarsa 5 Negara produsen terbesar minyak dunia, yakni Iran, Irak, Kuwait, Arab Saudi, serta Venezuela, pada saat pertemuan tanggal 14 September tahun 1960 di Baghdad, Irak. OPEC tersebut berkedudukan di Wina, Australia.

Pengertian OPEC
Opec (Organization Of Pertroleum ExportingCountries)

Tujuan OPEC (Organization Of Pertroleum ExportingCountries)

OPEC memiliki tujuan antara lain sebagai berikut ,

  1. Menyatukan kebijakan perminyakan antara Negara-negara anggota.
  2. Dapat Memenuhi kebutuhan minyak bumi untuk dunia.
  3. Mestabilkan harga minyak dunia.
  4. Menentukan kebijakan-kebijakan untuk menlindungi Negara-negara anggota.

OPEC mengusahakan untuk menstabilkan harga minyak dipasar internasional serta menjamin kesinambungan pasokan minyak kesemua Negara-negara konsumen. Salah satu cara dalam menjaga stabilitas pasar minyak internasional ialah dengan melalui penentuan kuota (batas tertinggi) produksi minyak yang berdasarkan kesepakatan Negara anggota. 

Dalam perdagangan internasional, OPEC tersebu menguasai 55% minyak bumi. oleg sebab itu OPEC memegang peranan yang sangat penting dalam masalah perminyakan internasional , apalagi dalam hal menaikkan serta menurunkan tingkat produksinya. Di sisi lain  OPEC juga terlibat aktif didalam usaha peningkatan perdagangan internasional dan juga konservatif lingkungan.

Negara-negara Anggota OPEC

Berikut ini negara-negara anggota OPEC.

1. Arab Saudi
2. Angola
3. Irak
4. Libya
5. Kuwait
6. Nigeria
7. Iran
8. Uni Emirat Arab
9. Aljazair
10. Qatar
11. Venezuela
12. Ekuador

Sekian dan terimakasih sudah membaca mengenai Pengertian OPEC , Tujuan OPEC , Anggota OPEC , salam hangat dari Pendidikanku.org

Pengertian APBN Tujuan APBN Fungsi APBN

Pengertian APBN


Pengertian APBN Tujuan APBN Fungsi APBN  - Pengertian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ,APBN, adalah suatu rencana keuangan tiap tahun pemerintahan negara yang disetujui oleh DPR(Dewan Perwakilan Rakyat). 

APBN ini adalah suatu rencana kerja pemerintahan Negara didalam rangka meningkatkan hasil-hasil pembangunan dengan secara berkesinambungan dan juga melaksanakan desentralisasi fiskal.

Periode APBN di Indonesia dimasa Orde Baru itu berawal dari 1 April s/d 1 Maret tahun berikutnya. Dipemerintahan saat ini, tahun anggaran tersebut meliputi masa 1 tahun, mulai dari tanggal 1 Januari s/d tanggal 31 Desember.

Pengertian APBN Tujuan APBN Fungsi APBN
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

2. Tujuan APBN

Tujuan APBN ialah sebagai suatu pedoman penerimaan serta juga pengeluaran negara didalam melaksanakan kegiatan atau aktivitas kenegaraan untuk dapat meningkatkan produksi dan juga kesempatan kerja, didalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta juga kemakmuran bagi masyarakat.

3. Fungsi APBN

Anggaran merupakan suatu alat akuntabilitas, manajemen, serta juga kebijakan ekonomi. Sebagai instrumen kebijakan ekonomi anggaran berfungsi untuk dapat mewujudkan pertumbuhan serta juga

stabilitas perekonomian dan juga pemerataan pendapatan didalam rangka untuk mencapai suatu tujuan bernegara. Dengan demikian APBN tersebut melaksanakan beberapa fungsi antara lain ialah
sebagai berikut  :
  • 1. Fungsi otorisasi mengandung arti bahwa anggaran negara menjadi dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja pada tahun yang bersangkutan.
  • 2. Fungsi perencanaan mengandung arti bahwa anggaran negara menjadi pedoman bagi manajemen dalam merencanakan kegiatan pada tahun yang bersangkutan.
  • 3. Fungsi pengawasan mengandung arti bahwa anggaran negara menjadi pedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintahan negara sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
  • 4. Fungsi alokasi mengandung arti bahwa anggaran negara harus diarahkan untuk mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas perekonomian.
  • 5. Fungsi distribusi mengandung arti bahwa kebijakan anggaran negara harus memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.
  • 6. Fungsi stabilisasi mengandung arti bahwa anggaran pemerintah menjadi alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian.

4. Prinsip Penyusunan APBN

a. Prinsip Penyusunan APBN dengan Berdasarkan Aspek Pendapatan :
  1. Intensifikasi penerimaan anggaran dalam hal jumlah serta juga kecepatan penyetoran.
  2. Intensifikasi penagihan serta pemungutan piutang negara, misalnya ialah sewa atas penggunaan barang-barang yang milik negara.
  3. Penuntutan ganti rugi atas suatu kerugian yang diderita oleh negara dari denda yang sudah dijanjikan.
b. Prinsip Penyusunan APBN dengan Berdasarkan Aspek Pengeluaran Negara
  1. Hemat, tidak mewah, efisien, serta juga sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan.
  2. Terarah, terkendali sesuai dengan rencana, program atau kegiatan.
  3. Semaksimal mungkin harus menggunakan hasil produksi didalam negeri dengan memperhatikan kemampuan atau juga potensi nasional.

5. Azas Penqusunan APBN

Penyusunan suatu program pembangunan tahunan itu dituangkan didalam APBN dengan berazaskan , ialah sebagai berikut:
  1. Kemandirian, artinya ialah sumber penerimaan dalam negeri semakin ditingkatkan.
  2. Penghematan atau juga peningkatan efisiensi serta juga produktivitas.
  3. Penajaman prioritas suatu pembangunan.

6. Landasan Hukum APBN ,

Landasan Hukum APBN tersebut ialah sebagai berikut :

  1. UUD 1945 pasal 23 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia thn 1945
  2. Undang-undang Nomor 17 thn 2003 mengenai Keuangan Negara.
Sekian dan Terimakasih Sudah membaca mengenai Pengertian APBN Tujuan APBN Fungsi APBN  , semoga dapat bermanfaat untuk anda , salam hangat dari pendidikanku.org

Pengertian Dan Jenis Retribusi Daerah Menurut Para Ahli

Pengertian Retribusi Daerah

Pengertian Dan Jenis Retribusi Daerah Menurut Para Ahli -  Pengertian Retribusi daerah ialah salah satu Pendapatan Asli Daerah yang diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dan juga pembangunan daerah, untuk dapat meningkatkan serta memeratakan kesejahteraan masyarakat. 
Pengertian Retribusi Daerah
Retribusi Daerah
Menurut Marihot P. Siahaan , Retribusi Daerah ialah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa ataupun pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan juga diberikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan orang pribadi maupun suatu badan. 

Menurut Ahma d Yani Daerah provinsi, kabupaten atau kota diberi peluang didalam menggali potensi sumber-sumber keuangannya dengan melalui menetapkan jenis retribusi selain yang telah ditetapkan tersebut , sepanjang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan dan juga  sesuai dengan aspirasi masyarakat

Ciri -Ciri Retribusi Daerah

retribusi daerah memiliki Ciri-ciri antara lain ialah sebagai berikut:
  1. Retribusi tersebut dipungut oleh pemerintah daerah
  2. Didalam pemungutan tersebut terdapat paksaan secara ekonomis
  3. Terdapatnya kontraprestasi yang secara langsung dapat ditunjukkan
  4. Retribusi tersebut dikenakan pada setiap orang atau suatu badan yang mengunakan/ atau mengenyam jasa-jasa yang disiapkan negara.
  5. Menurut Dirjen Perimbangan Keuangan Pusat dan juga Daerah, Departemen Keuangan-RI (2004:60), Kontribusi retribusi tersebut terhadap penerimaan Pendapatan Asli Daerah Pemerintah kabupaten atau pemerintah kota yang relatif tetap dan perlu mendapat perhatian serius bagi daerah. disebabkan karena secara teoritis terutama untuk kabupaten atau kota retribusi seharusnya dapat mempunyai peranan atau kontribusi yang lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah.

Jenis-jenis Retribusi Daerah 

Retribusi Daerah memiliki Jenis-jenis antara lain ialah sebagai berikut :

menurut UU No 18 Tahun 1997 mengenai pajak daerah dan juga retribusi daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU No 34 Tahun 2000 serta Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 mengenai retribusi daerah dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) yakni ialah sebagai berikut:

A. Retribusi Jasa Umum

Retribusi Jasa Umum, ialah retribusi atas jasa yang disediakan maupun diberikan oleh pemerintah daerah dengan tujuan kepentingan dan juga kemanfaatan umum dan juga dapat dinikmati oleh orang pribadi atau suatu badan. retribusi jasa umum ditentukan berdasarkan kriteria berikut ini:

  1. Retribusi jasa umum tersebut bersifat bukan pajak dan juga bersifat bukan retribusi jasa usaha ataupun perizinan tertentu.
  2. Jasa yang bersangkutan tersebut ialah kewenangan daerah didalam rangka pelaksanaan asas desentralisasi.
  3. Jasa ini memberikan manfaat khusus bagi setiap orang pribadi atau suatu badan yang diharuskan membayar retribusi, disamping dari hal itu juga untuk melayani kepentingan dan  juga kemanfaatan umum.
  4. Jasa ini layak untuk dapat dikenakan retribusi.
  5. Retribusi ini tidak bertentangan dengan kebijakan nasional tentang penyelenggaraannya.
  6. Retribusi ini dapat dipungut secara efektif dan juga efisien serta hal tersebut ialah satu sumber pendapatan daerah yang potensial.
  7. Pemungutan retribusi tersebut  memungkinkan penyediaan jasa ini dengan tingkat dan juga kualitas pelayanan yang lebih baik.
Jenis-jenis retribusi jasa umum terdiri dari:
  • Retribusi Pelayanan Pasar
  • Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor
  • Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran
  • Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta
  • Retribusi Pengujian Kapal Perikanan
  • Retribusi Pelayanan Kesehatan(Jasmani)
  • Retribusi PelayananPersampahan ataupun kebersihan
  • Retribusi Penggantiansuatu Biaya cetak KTP (kartu tanda penduduk) serta juga Akte suatu catatan Sipil.
  • Retribusi PelayananPemakaman dan juga Pengabuan Mayat
  • Retribusi Pelayanan pada Parkir pada Tepi Jalan Umum

B. Retribusi Jasa Usaha

Retribusi Jasa Usaha, ialah  retribusi atas jasa yang disediakan oleh pemerintah daerah dengan menganut suatu prinsip komersial disebabkan karena pada dasarnya dapat pula disediakan oleh sektor swasta.

Kriteria retribusi jasa usaha ialah :

Bersifat bukan pajak dan juga bersifat bukan retribusi jasa umum ataupun retribusi perizinan tertentu.Jasa yang bersangkutan ialah jasa yang bersifat komersial yang seyogianya disediakan oleh sektor swasta, namun belum memadai ataupun terdapatnya harta yang dimiliki atau dikuasai oleh pemerintah daerah.

Jenis-jenis Retribusi Jasa Usaha terdiri dari:
  1. Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah
  2. Retribusi Pasar Grosir dan Pertokoan
  3. Retribusi Tempat Pelelangan
  4. Retribusi Terminal
  5. Retribusi Penyedotan kakus
  6. Retribusi Rumah Potong Hewan
  7. Retribusi Pelayanan Pelabuhan Kapal
  8. Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah Raga
  9. Retribusi Penyeberangan di Atas Air
  10. Retribusi Pengolahan Limbah Cair
  11. Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah
  12. Retribusi Tempat Khusus Parkir
  13. Retribusi Tempat Penginapan atau Pesanggahan atau Villa

C. Retribusi Perizinan Tertentu

Retribusi Perizinan Tertentu, ialah retribusi atas kegiatan tertentu pemerintah daerah didalam rangka pemberian izin kepada orang pribadi ataupun badan yang dimaksudkan untuk dapat pembinaan, pengaturan, pengendalian dan juga pengawasan atas kegiatan pemanfaatan ruang. penggunaan sumber daya alam,prasarana, sarana, barang, ataupun fasilitas tertentu yang guna melindungi kepentingan umum dan juga menjaga kelestarian lingkungan.

Kriteria retribusi perizinan tertentu antara lain ialah sebagai berikut:
  • Perizinan ini termasuk suatu kewenangan pemerintahan yang diserahkan kepada daerah didalam rangka asas desentralisasi.
  • Perizinan ini benar-benar diperlukan berguna untuk melindungi kepentingan umum.
  • Biaya yang menjadi beban pemerintah didalam penyelenggaraan izin dan biaya untuk menanggulangi dampak negatif dari pemberian izin ini cukup besar sehingga layak  untuk dibiayai dari perizinan tertentu.
Jenis-jenis retribusi perizinan tertentu terdiri dari:
  • Retribusi Izin Mendirikan Bangunan
  • Retribusi Izin Gangguan
  • Retribusi Izin Trayek
  • Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol

Kriteria Efektivitas Retribusi Daerah

Kriteria Efektivitas Retribusi Daerah untuk dapat menilai tingkat keefektivitasan dari pemungutan retribusi daerah terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi ialah sebagai berikut :
  1. Kecukupan dan juga Elastisitas, Elastisitas retribusi harus responsif kepada pertumbuhan penduduk dan juga pendapatan, selain itu, tergantung pada ketersediaan modal untuk  dapat memenuhi pertumbuhan penduduk.
  2. Keadilan, Dalam pemungutan retribusi daerah tersebut harus berdasarkan dengan asas keadilan, yakni disesuaikan dengan kemampuan dan juga manfaat yang diterima.
  3. Kemampuan Administrasi, Dalam hal tersebut retribusi mudah ditaksir dan juga dipungut. Mudah ditaksir disebabkan karena pertanggungjawaban didasarkan pada tingkat konsumsi yang dapat diukur. Mudah dipungut disebabkan karena penduduk hanya mendapatkan apa yang mereka bayar, apabila tidak dibayar maka otomatis pelayanan dihentikan.
Sekian Dan terima kasih sudah membaca tentang Pengertian Dan Jenis Retribusi Daerah Menurut Para Ahli semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda para pembaca Pendidikanku.org

100 Sejarahwan Dan Sejarah Ekonomi

Sejarah ekonomi

Pendidikanku.org akan memberikan informasi tentang 100 sejarahwan Ekonomi Terkenal dan juga pengertian Dari Sejarah Ekonomi

Sejarah Ekonomi
Sejarah Ekonomi


100 Sejarahwan Dan Sejarah Ekonomi   - Sejarah ekonomi ialah ilmu yang mempelajari tentang cara fenomena ekonomi berubah yang dilihat dari sudut pandang historisnya. Analisis dalam sejarah ekonomi ini dilakukan menggunakan gabungan metode sejarah, metode statistik dan juga teori ekonomi terapan sampai peristiwa bersejarah.


Berikut ini ialah Sejarahwan Ekonomi :

  1. Earl J. Hamilton
  2. Larry Neal
  3. Joel Mokyr
  4. Deirdre McCloskey
  5. Ellen McArthur
  6. Karl Marx
  7. Friedrich List
  8. Robert Sabatino Lopez
  9. Peter Lindert
  10. Timothy Leunig
  11. Emmanuel Le Roy Ladurie
  12. Paul Krugman
  13. Charles P. Kindleberger
  14. Leo Huberman
  15. Eric Hobsbawm
  16. Eli Heckscher
  17. Moses Abramovitz
  18. T. S. Ashton
  19. Dudley Baines
  20. Correlli Barnett
  21. Maxine Berg
  22. Ben Bernanke
  23. Fernand Braudel
  24. Stephen Broadberry
  25. Rondo Cameron
  26. Sydney Checkland
  27. Carlo M. Cipolla
  28. Gregory Clark
  29. Thomas C. Cochran
  30. Nicholas Crafts
  31. Louis Cullen
  32. Barry Eichengreen
  33. Stanley Engerman
  34. Charles Feinstein
  35. Niall Ferguson
  36. Roderick Floud
  37. Robert Fogel
  38. Milton Friedman
  39. Douglass North
  40. Cormac Ó Gráda
  41. Henri Pirenne
  42. Larry Schweikart
  43. Tony Wrigley
  44. Adam Tooze
  45. Peter Temin
  46. R. H. Tawney
  47. Ram Sharan Sharma
  48. Graeme Snooks
  49. Anna Jacobson Schwartz
  50. Adam Smith
  51. Murray Rothbard
  52. W. W. Rostow
  53. Christina Romer
  54. Erik S. Reinert
  55. Karl Polanyi
  56. Claudia Goldin
  57. John Habakkuk
  58. Earl J. Hamilton
  59. Eli Heckscher
  60. Eric Hobsbawm
  61. Leo Huberman
  62. Charles P. Kindleberger
  63. Paul Krugman
  64. Emmanuel Le Roy Ladurie
  65. Timothy Leunig
  66. Peter Lindert
  67. Friedrich List
  68. Robert Sabatino Lopez
  69. Karl Marx
  70. Ellen McArthur
  71. Deirdre McCloskey
  72. Joel Mokyr
  73. Larry Neal
  74. Claudia Goldin
  75. John Habakkuk
Sekian dan terima kasih sudah membaca 100 Sejarahwan Dan Sejarah Ekonomi  Semoga dapat bermanfaat untuk anda Para Pembaca Pendidikanku.Net