Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

Pengertian Devisa, Jenis, Fungsi, Manfaat dan Sumber Devisa

Pendidikanku.Org - Kesempatan ini kita akan membahas mengenai Devisa, adapun point-point yang akan dijadikan pelengkap dari artikel ini ialah jenis, fungsi, manfaat dan sumber devisa, penjelasan selengkapnya akan diuraikan sebagai berikut :
Pengertian Devisa, Jenis, Fungsi, Manfaat dan Sumber Devisa

Pengertian Devisa

Secara umum, pengertian devisa ini ialah sejumlah valuta asing atau emas yang bisa/dapat digunakan dalam melakukan transaksi pembayaran dengan luar negeri yang diterima serta diakui oleh dunia internasional.

Pendapat lain juga mengatakan pengertian devisa ini merupakan kekayaan yang dimiliki oleh suatu negara itu dalam bentuk mata uang asing atau barang yang bisa/dapat digunakan untuk membiayai transaksi perdagangan internasional.

Namun, tidak semua mata uang asing yang terdapat di Indonesia itu bisa disebut sebagai devisa. Hanya mata uang asing yang beredar di dalam negeri dan Bank Sentral (BI) yang mempunyai catatan kurs resmi bisa/dapat disebut dengan devisa.

Beberapa yang termasuk devisa terdiri dari;

  1. Surat-surat berharga, yakni  surat-surat yang berlaku dalam pembayaran Internasional.
  2. Valuta asing, yakni  mata uang yang diterima dan diakui oleh semua negara di dunia seperti Poundsterling (Inggris), Franc (Prancis), US Dollar, Euro (Eropa),  Yen (Jepang), Deutsche Mark (Jerman).

 Jenis-Jenis Devisa

Beberapa jenis devisa itu dapat dibedakan dengan berdasarkan kategori tertentu. Mengacu pada pengertian devisa yang diuraikan di atas, adapun beberapa jenis devisa ini diantaranya sebagai berikut:

A. Jenis Devisa Berdasarkan Sumbernya

  1. Devisa Kredit, ini merupakan sebuah devisa yang sumbernya itu berasal dari pinjaman (kredit) luar negeri. Contoh seperti, pemerintah Indonesia yang melakukan pinjaman dari Bank Dunia, pinjaman itu kemudian dialirkan ke masyarakat ke dalam bentuk devisa kredit.
  2. Devisa Umum, ini merupakan sebuah devisa yang diperoleh tanpa disertai kewajiban untuk mengembalikannya. Contoh seperti, ekspor, penerimaan modal, pengadaan jasa-jasa.

B. Jenis Devisa Berdasarkan Wujudnya

  1. Devisa Kartal, ini merupakan sebuah devisa yang wujudnya itu dalam bentuk uang kertas serta  uang logam.
  2. Devisa Giral, ini merupakan sebuah devisa yang wujudnya itu dalam bentuk surat-surat berharga. Contoh seperti; cek, wesel, IMO (Internasional Money Order), dan lainnya.

Fungsi Devisa Secara Umum

Devisa ini dapat digunakan ialah sebagai indikator kekuatan ekonomi suatu negara. Selain dari itu, terdapat beberapa fungsi devisa dalam suatu negara, diantaranya sebagai berikut :

1. Alat Pembayaran Perdagangan Internasional

Devisa ini dapat membantu proses transaksi perdagangan antar negara (ekspor dan impor). Dengan kata lain, devisa ini bisa berfungsi yakni sebagai mata uang kedua bagi suatu negara pada saat melakukan pengadaan barang dari luar negeri.

2. Alat Pembiayaan Hubungan Internasional

Di dalam pelaksanaan hubungan antar negara tentunya itu membutuhkan berbagai biaya. Pembiayaan berbagai kegiatan atau aktivitas yang berkaitan dengan hubungan internasional itu berasal dari devisa negara. Misalnya sepertia aktivitas/kegiatan diplomatik antar negara, perjalanan dinas, serta juga kegiatan lainnya di luar negeri.

3. Alat Pembayaran Utang Luar Negeri

Suatu negara itu akan memanfaatkan kekayaannya untuk berbagai kepentingan perekonomian, misalnya seperti melakukan percepatan pembangunan atau juga membayar utang luar negeri. Dalam hal ini, devisa tersebut dapat berfungsi ialah sebagai alat pembayaran utang luar negeri.

4. Sumber Pendapatan Negara

Selain sebagai alat pembayaran, devisa ini juga berfungsi ialah sebagai salah satu sumber keuangan suatu negara. Dalam hal ini, devisa itu diperuntukkan bagi pembangunan nasional serta peningkatan perekonomian negara.

Manfaat Devisa

Dari penjelasan yang diuraikan kita tau fungsi dari devisa ini. Mengacu pada pengertian serta fungsi devisa, dibawah ini merupakan beberapa manfaat devisa diantaranya ialah sebagai berikut:

  1. Untuk membantu pada proses pengadaan barang dari luar negeri (impor).
  2. Untuk membantu pada proses penjualan barang ke luar negeri (ekspor).
  3. Untuk membantu pada proses pembayaran cicilan utang luar negeri.
  4. Untuk membiayai segala macam kegiatan atau aktivitas perdagangan yang dilakukan di luar negeri.
  5. Untuk membayar biaya perjalanan perwakilan suatu negara di luar negeri. Misalnya seperti; duta besar, konsulat, serta lainnya.
  6. Untuk membayar biaya akomodasi atlit olah raga ke luar negeri, studi banding, serta kegiatan atau aktivitas lainnya.

Sumber Devisa 

Terdapat beberapa kegiatan atau aktivitas internasional yang dapat menjadi sumber devisa suatu negara. Dibawah ini merupakan beberapa sumber devisa diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Ekspor Barang dan Jasa

Kegiatan ini adalah salah satu sumber devisa terbesar pada suatu negara. Negara yang melakukan ekspor barang sertajasa ke negara lain itu akan mendapatkan keuntungan dari kegiatan/aktivitas tersebut. Semakin banyak barang serta jasa yang diekspor, maka pendapatan negara dari devisa itu juga akan semakin besar.

2. Imbalan Atas Jasa di Luar Negeri

Terdapat beberapa negara tertentu yang menjual jasa di negara lain, misalnya seperti Singapura. Singapura ini merupakan salah satu negara yang mengandalkan jasa perdagangan yakni sebagai sumber utama devisa. Beberapa dari contoh jasa tersebut seperti; jasa pengiriman barang, jasa perbankan, pelabuhan kapal laut, serta lain-lain.

3. Kegiatan Pariwisata

Turis dari mancanegara ini tentunya akan menukarkan mata uang negaranya dengan mata uang di negara yang dikunjungi. Pada proses penukaran mata uang itu terjadi pemotongan dengan nilai tertentu yang setelah itu menjadi devisa negara.

Selain dari itu, uang yang ditukarkan itu juga akan digunakan untuk berbagai kegiatan atau aktivitas para turis di negara yang kunjunginya. Dengan begitu, maka semakin banyak pemasukan dari aktivitas/kegiatan para turis di suatu negara.

4. Pungutan Bea Masuk

Pungutan ini ini ialah biaya untuk barang-barang yang masuk ke dalam suatu negara yang berasal dari luar negeri. Dalam hal ini, semakin banyak barang yang masuk ke dalam suatu negara maka pendapatan dari pungutan bea masuk itu akan semakin besar pula.

5. Utang Luar Negeri

Bagi negara-negara yang sedang berkembang, pinjaman dari luar negeri itu dianggap sebagai devisa. Walaupun pinjaman itu harus dikembalikan, utang luar negeri ini masih tetap dihitung yakni sebagai devisa suatu negara.

6. Hibah, Bantuan, Hadiah dari Luar Negeri

Pemberian hibah, bantuan, atau juga hadiah dari luar negeri biasanya terjadi pada saat terjadi musibah atau juga bencana yang mana bentuknya itu dapat berupa uang atau juga barang. Dalam hal ini, pemberian di dalam bentuk uang itu akan dianggap sebagai devisa negara.

Sedangkan pemberian di dalam bentuk barang itu dapat membantu negara dalam menghemat devisanya disebabkan karna mendapatkan barang yang diperlukan itu tanpa harus mengeluarkan modal.

Nah itulah penjelasan mengenai Pengertian Devisa, Jenis, Fungsi, Manfaat dan Sumber Devisa, semoga apa yang diuraikan diatas dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Read more

Pengertian Manajemen Agribisnis, Ruang Lingkup, Fungsi, dan Aspeknya

Pendidikanku.Org- Kesempatan ini kita akan membahas mengenai Pengertian Manajemen Agribisnis, penjelasan mengenai Manajemen Agribisnis ini akan diuraikan sebagai berikut :

Pengertian Manajemen Agribisnis, Ruang Lingkup, Fungsi, dan Aspeknya

Pengertian Manajemen Agribisnis

Pengertian Manajemen Agribisnis ini ialah suatu kegiatan atau aktivitas di industri pertanian (agro-industri) yang menerapkan ilmu manajemen dengan memberlakukan fungsi seperti perencanaan, penyusunan, pengarahan, juga pengendalian, serta juga memanfaatkan seluruh sumber daya yang adauntuk mencapai tujuan, yakni menghasilkan produk pertanian yang menguntungkan.
Dalam bidang bisnis, pengertian manajemen agribisnis ini sangat luas serta sudah dijelaskan oleh beberapa ahli. Secara konsep, manajemen agribisnis ini ialah semua kegiatan atau aktivitas dari pengadaan, penyaluran hingga pemasaran produk-produk pertanian serta juga agro-industri yang mempunyai kaitan antara satu dengan lainnya.
Manajemen ini dibutuhkan dalam agribisnis ialah sebagai sarana untuk membentuk perencanaan agribisnis yang terstruktur serta terorganisasi dengan baik. Dengan melalui pengertian manajemen agribisnis itu, bisa dipahami bahwa perencanaan sangat itu vital dalam bisnis pertanian mengingat sifatnya yang penuh dengan ketidakpastian serta rentan risiko kerugian.

Manajemen Agribisnis Menurut Para Ahli

Kata agribisnis ini merupakan hasil adaptasi dari bahasa Inggris, yaitu Agribusiness. Agri ialah pertanian, sedangkan Business artinya usaha atau juga kegiatan untuk mencapai keuntungan. Beberapa ahli juga menjelaskan pengertian agribisnis, diantaranya ialah sebagai berikut :

1. Menurut Austin

Pengertian Agribisnis ini ialah suatu kesatuan kegiatan usaha yang melingkupi aktivitas atau kegiatan usaha tani, pengolahan bahan makanan, usaha sarana serta prasarana produksi pertanian, transportasi, perdagangan, kestabilan pangan dan berbagai kegiatan atau aktivitas lainnya termasuk juga distribusi bahan pangan serta serat-seratan kepada konsumen.

2. Menurut Wibowo dkk (1994)

Pengertian Agribisnis ini merupakan semua kegiatan mulai dari pengadaan, pelaksanaan, penyaluran, dan juga pemasaran produk yang dihasilkan oleh suatu usaha tani atau juga agro-industri yang saling terkait satu sama lain.
Maksudnya, agribisnis ini dapat/bisa dipandang ialah sebagai suatu sistem pertanian yang mempunyai beberapa komponen sub-sistem yakni , usaha tani yang memproduksi bahan baku, pengolahan hasil pertania, serta pemasaran hasil pertanian.

3. Menurut Sjarkowi dan Sufri (2004)

Defenisi Agribisnis ini ialah semua usaha yang berhubungan dengan aktivitas atau kegiatan produksi pertanian, yang meliputi pengusahaan input pertanian dan/atau pengusahaan produksi itu sendiri dan juga pengusahaan pengelolaan hasil pertanian. Dengan kata lain agribisnis ini merupakan cara pandang ekonomi bagi usaha penyediaan pangan.

4. Menurut Soekartawi(1993)

Pengertian Agribisnis ini ialah suatu kesatuan kegiatan atau aktivitas usaha yang melingkupi salah satu atau keseluruhan dari mata rantai produksi, pengolahan hasil, serta juga pemasaran produk-produk yang ada hubungannya dengan pertanian dalam arti luas.

5. Menurut Drillon

Agribisnis ini ialah seluruh aktivitas ataukegiatan yang menyangkut manufaktur serta juga distribusi dari sarana produksi pertanian, serta juga penyimpanan, pengolahan, aktivitas yang dilakukan usaha tani,  serta juga distribusi dari produk pertanian dan juga produk-produk lain yang dihasilkan dari produk pertanian.

6. Menurut Cramer dan Jensen

Pengertian Agrobisnis ini merupakan kegiatan atau aktivitas yang melingkupi industri pertanian, industri pemasaran hasil pertanian serta hasil olahan produk pertanian, industri manufaktur dan juga distribusi bagi bahan pangan serta serat-seratan kepada pengguna/ konsumen.

7. Menurut Downey dan Erickson (1987) dalam saragih (1998)

Merupakan suatu kegiatan yang berhubungan dengan penanganan komoditi pertanian dalam arti luas, yang melingkupi salah satu atau keseluruhan dari mata rantai produksi, pengolahan masukan serta juga keluaran produksi (agroindustri), pemasaran masukan-keluaran pertanian serta kelembagaan penunjang kegiatan.

9. Menurut Soehardjo (1997)

Pengertian Agribisnis ialah sebuah sistem dalam agro-industri yang terdiri atas beberapa sub-sistem yang saling terkait. Sistem tersebut dapat berfungsi dengan baik bila tidak ada gangguan pada salah satu sub-sistem.

10. Menurut Hadi (1992)

Agribisnis ialah suatu rangkaian kegiatan atau aktivitas yang terdiri dari empat subsistem yang saling mempengaruhi, yakni penyediaan input pertanian, produksi pertanian, pengolahan hasil, serta pemasaran hasil pertanian, yang mana seluruh kinerjanya menjadi tanggungjawab koordinator agribisnis.

Fungsi Manajemen Agribisnis

Karakteristik Agribisnis ini berbeda dengan bidang bisnis lainnya, maka penerapan berbagai fungsi manajerial di dalam agribisnis juga berbeda. Beberapa fungsi Agribisnis diantaranya ialah sebagai berikut :
  1. Pengadaan dan penyaluran sarana produksi
  2. Kegiatan produksi primer (budidaya)
  3. Pengolahan (agro-industri)
  4. Pemasaran
Fungsi-fungsi Agribisnis itu disusun menjadi sebuah sistem, yang mana seluruh fungsi tersebut kemudian menjadi beberapa sub-sistem. Sistem Agribisnis ini hanya bisa/dapat berfungsi dengan baik bila semua sub-sistem di dalamnya dapat berjalan sesuai fungsinya. Apabila terjadi gangguan pada salah satu sub-sistemnya, maka sistem itu akan mengalami masalah.

Ruang Lingkup Manajemen Agribisnis

Manajemen Agribisnis ini merupakan sebuah sistem yang utuh mulai dari sub-sistem penyediaan sarana produski serta peralatan pertanian, sub-sistem usaha tani, sub-sistem pengolahan atau agroindustri, serta sub-sistem pemasaran. Dukungan dari sub-sistem kelembagaan sarana & prasarana, serta sub-sistem pembinaan sangat diperlukan supaya sistem Agribisnis bisa /dapat berjalan sesuai fungsinya.
dibawah ini merupakan beberapa indikator keberhasilan pembangunan agribisnis, diantaranya ialah :

1. Meningkatnya Kesejahteraan Petani

  • Nilai tukar petani meningkat
  • Terjadi peningkatan dalam hal keunggulan komparatif dan kompetitif para petani
  • Terjadi peningkata pada usaha tani dan usaha pengolahan hasil tani
  • Meningkatnya mutu produk usaha tani dan usaha pengolahan hasil tani
  • Nilai eksport komoditas pertanian meningkat
  • Nilai import komoditas pertanian menurun

2. Meningkatnya Kesempatan Kerja

  • Jumlah usaha agribisnis di pedesaan mengalami peningkatan
  • Terjadi perkembangan pada usaha industri hulu dan industri pengolahan hasil tani
  • Penurunan angka pengangguran di desa

3. Meningkatnya Ketahanan Pangan

  • Ketersediaan sumber pangan meningkat
  • Terjadi penurunan impor bahan pangan
  • Jumlah masyarakat yang rawan pangan menurun
  • Terjadi peningkatan diversifikasi konsumsi pangan non beras

4. Meningkatnya Layanan Kepada Petani

  • Perkembangan teknologi agribisnis spesifik lokasi
  • Ketersediaan layanan teknologi agribisnis
  • Ketersediaan pusat layanan perkreditan dan sarana produksi tani
  • Pusat pasar agribisnis mulai terbentuk di berbagai wilayah

Pentingnya Manajemen Agribisnis

Mempunyai sebuah usaha bisnis bidang pertanian atau yang lebih umum disebut dengan agribisnis, tentu membutuhkan manajemen ialah sebagai bentuk perencanaan, pengelolaan serta peninjauan kembali terkait bisnis yang sedang dijalankan.
Mengacu kepada pengertian manajemen agribisnis yang sudah dijelaskan diatas, manajemen tersebut dituangkan dalam bentuk dokumen yang memuat strategi usaha, tujuan serta mengenai bagaimana suatu bisnis akan dijalankan.
Dengan adanya manajemen agribisnis yang baik tersebut maka bisnis akan berjalan secara sistematis dan juga sebagai upaya untuk meminimalisir kerugian.

Aspek Penting dalam Manajemen Agribisnis

Terdapat beberapa aspek utama di dalam menyusun manajemen agribisnis antara lain ialah sebagai berikut:

1. Penyusunan Visi dan Misi Bisnis

Seperti yang sudah digambarkan dari pengertian manajemen agribisnis diatas, memutuskan untuk mengembangkan suatu bisnis pertanian itu membutuhkan perencanaan visi serta misi yang matang yakni sebagai langkah utamanya.
Hal tersebut juga mencakup analisis terhadap SWOT (Strength, Weakness, Opportunitym Threats) terhadap suatu usaha yang dikembangkan. Tujuannya ialah untuk menentukan kearah mana bisnis akan bergerak serta bagaimana bisnis akan dijalankan.

2. Rencana Pemasaran

Manajemen pemasaran di dalam bisnis pertanian perlu disusun sebelum masuk ke rencana produksi. Tujuannya ialah untuk membuat bagan target atau sasaran dari produk yang bisnis seperti produk apa yang dihasilkan, siapa yang akan membeli, kemana akan dipasarkan serta kisaran berapa harganya.
Hal inilah yang menjadikan manajemen agribisnis sangat penting disebabkan karna tanpa adanya rencana pemasaran yang baik bisa jadi produk yang dihasilkan tidak laku dipasaran. Padalah pada industri yang menjual produk pertanian sangat rentan dengan risiko mudah layu atau sudah tak layak konsumsi.

3. Rencana Produksi

Di dalam manajemen agribisnis, rencana produksi ialah penggunaan asset serta sarana perusahaan untuk menghasilkan produk.Prinsip utama perencanaan produksi dalam agribisnis ialah market orientation yang berarti memproduksi barang atau juga jasa yang diperlukan pasar. Tujuannya ialah pada saat barang tersebut diproduksi, maka akan laku dipasar sebab adanya nilai guna.

4. Rencana Keuangan

Keuangan ini menjadi faktor yang paling krusial di dalam bisnis. Tak dapat dipungkiri bahwa tujuan daro bisnis adalah untuk menghasilkan keuntungan dalam hal segi uang. Manajemen agribisnis ini dibutuhkan untuk membuat perencanaan keuangan serta jika diperlukan biasanya dilakukan bersama konsultan.

5. Rencana Sumber Daya

Agribisnis ini ialah bisnis pertanian yang berarti membutuhkan banyak sumber daya manusia dalam hal ini tenaga kerja untuk membantu pengelolaannya. Sehingga dengan rekruitmen yang banyak itu menjadi pengeluaran terbesar perusahaan. Dengan melalui manajamen agribisnis yang mumpuni bisa/dapat membantu menekan kebutuhan sumber daya misalnya dengan menggabungkan beberapa kegiatan atau aktivitas dengan satu tanggung jawab.

5 aspek utama Dari manajemen agribisnis yang sudah disebutkan diatas, bisa/dapat menjadi sebuah dasar atau landasan dalam menyusun dokumen manajemen yang terstruktur guna mendapat perencanaan yang baik.

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai Pengertian Manajemen Agribisnis, Ruang Lingkup, Fungsi, dan Aspeknya, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda.
Read more

Pengertian Workshop, Tujuan, Ciri, Manfaat, dan Jenisnya

Pendidikanku.Org - Kali ini kita akan membahas megnenai Workshop. Penjelasan mengenai Workshop ini akan diuraikan sebagai berikut :

Pengertian Workshop, Tujuan, CIri, Manfaat, dan Jenisnya

Pengertian Workshop

Secara umum, arti workshop ini ialah suatu pertemuan dimana sekelompok orang yang mempunyai minat, keahlian, serta profesi di bidang tertentu itu terlibat dalam sebuah diskusi serta kegiatan intensif pada subjek atau proyek tertentu.

Pendapat lain juga mengatakan bahwa pengertian workshop ini meruapakan suatu kegiatan yang mana beberapa orang yang ahli di bidang tertentu itu berkumpul dengan sekelompok orang dengan latar belakang profesi yang sama serta kemudian melakukan interaksi satu sama lain untuk membahas masalah tertentu.

Pada praktiknya, kegiatan atau aktivitas workshop ini biasanya lebih fokus dalam mengupas secara tuntas masalah tertentu dan juga disertai dengan pelatihan kepada peserta. Para peserta workshop tersebut akan mendapatkan pengetahuan baru yang bermanfaat serta dapat diterapkan sesuai dengan bidang profesinya.

Ciri-Ciri Kegiatan Workshop

Secara umum, workshop ini berbeda dengan kegiatan diskusi lainnya. Mengacu pada arti workshop, Dibawah ini merupakan ciri-ciri workshop diantaranya ialah sebagai berikut:

  1. Kegiatan workshop ini harus dihadiri oleh beberapa ahli atau pakar pada bidang tertentu yang sesuai dengan topik yang akan dibahas.
  2. Topik atau masalah yang akan dikupas di dalam workshop tersebut biasanya sangat fokus serta berasal dari para peserta workshop itu sendiri (life centered).
  3. Kegiatan atau aktivitas workshop ini biasanya dilakukan dengan cara komunikasi dua arah (musyawarah) antara pemateri serta para peserta, sehingga akan dibutuhkan keaktifan para peserta supaya workshop tersebut tidak membosankan.
  4. Kegiatan atau aktivitas workshop itu menggunakan metode resource materials serta resource person sehingga para pesertanya itu harus berpartisipasi aktif supaya kegiatan atau aktivitas tersebut dapat/bisa mencapai hasil yang baik bagi seluruh pesertanya.

Tujuan dan Manfaat Workshop


Pada dasarnya kegiatan atau aktivitas workshop ini bertujuan untuk memberikan informasi serta pengetahuan baru kepada seluruh peserta sesuai dengan bidang profesinya itu dengan melalui pelatihan. Misalnya, workshop strategi pemasaran online via Google Ads yang bisa/dapat dijadikan acuan oleh para pebisnis sehingga bisa/dapat memasarkan produknya melalui internet.

Kegiatan workshop ini juga bermanfaat didalam menambah kualifikasi profesi seseorang sesuai dengan bidang kerjanya. Dengan kata lain, kegiatan atau aktivitas workshop ini bisa/dapat memberikan serta meningkatkan kecakapan dan juga kualitas diri seseorang.

Selain dari itu, kegiatan workshop ini juga dapat bermanfaat sebagai wadah di dalam membangun kemitraan, kebersamaan, serta kerjasama antar peserta. Kegiatan atau aktivitas workshop juga ini merupakan media yang efektif untuk mendiskusikan serta merumuskan metode strategis dan juga mensosialisasikan suatu program kepada para pesertanya.

Jenis-Jenis Workshop

Workshop ini dapat dibedakan menjadi beberapa jenis dengan berdasarkan kategori tertentu. Sesuai dengan arti workshop, dibawah ini merupakan jenis-jenis workshop diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Jenis Workshop Berdasarkan Sifatnya

Dengan berdasarkan sifatnya, kegiatan atau aktivitas workshop ini dapat dibedakan menjadi dua jenis, ialah :

  1. Workshop Mengikat, merupakan jenis workshop yang mana para pesertanya itu wajib mengikuti hasil yang diperoleh dari workshop tersebut. Contoh ialah seperti; workshop standarisasi ISO.
  2. Workshop ini Tidak Mengikat, yakni jenis workshop yang mana para pesertanya itu  tidak wajib mengikuti hasil yang diperoleh dari workshop tersebut. Contoh ialah seperti; workshop mengenai strategi pemasaran online dengan Google Ads.

2. Jenis Workshop Berdasarkan Waktunya

Dengan berdasarkan waktunya, kegiatan atau aktivitas workshop dapat dibedakan menjadi dua jenis, diantaranya ialah :

  1. Workshop Beruntun, ini merupakan jenis workshop yang dilaksanakannya itu selama periode waktu tertentu. Contoh ialah seperti; workshop yang dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut.
  2. Workshop Berkala, ini merupakan jenis workshop yang dilaksanakannya itu secara berkala dalam jangka waktu tertentu. Contoh ialah seperti; workshop yang diselenggarakan setiap bulan atau setiap enam bulan sekali.
Sekian dan terima kasih sudah membaca megnenai Pengertian Workshop, Tujuan, CIri, Manfaat, dan Jenisnya semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. 
Read more

Pengertian Bisnis, Tujuan, Macam, Fungsi, Dan Bentuk

Pengertian Bisnis, Manfaat Bisnis, Tujuan Bisnis, Macam-Macam Bisnis, Fungsi Bisnis, dan Bentuk Kepemilikan Bisnis

Pengertian Bisnis, Manfaat Bisnis, Tujuan Bisnis, Macam-Macam Bisnis, Bentuk Kepemilikan Bisnis – Pada kesempatan ini pendidikanku.org akan memberikan penjelasan mengenai pengertian bisnis, pengertian bisnis menurut para ahli, tujuan bisnis, manfaat bisnis, mcacam jenis bisnis, bentuk kepemilikan bisnis. langsung saja pada pengertian bisnis, dari bahasa bisnis berasal dari kata busy yang berartik sibuk dan business berarti kesibukan kalau sibuk pasti ada aktivitas yang dikerjakannya.



Menurut Peterson dan Plowman mendefinisikan bisnis adalah serangkaian aktivitas/kegiatan yang berhubungan dengan penjualan dan pembelian barang atau jasa yang dilakukan dengan berulang-ulang secara konsisten.

Prof.L.R.Dicksee menjelasakan pengertian bisnis adalah suatu bentuk kegiatan/aktivitas yang tujuan utamanya adalah untuk memperoleh keuntungan bagi yang yang mengusahakan atau yang berkepentingan dalam kelangsungan kegiatan/aktivitas tersebut.

Pengertian Bisnis menurut Owen adalah sebuah perusahaan yang berhubungan dengan pendistribusi dan produksi barang-barang yang nantinya akan dijual ke pasaran atau yang memberikan harga sesuai dengan tiap-tiap jasanya.

Pengertian Bisnis menurut Hunt & Urwick adalah sebuah perusahaan apapun yang membuat, mendistribusikan maupun yang menyediakan macam-macam barang atau jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat lainnya dan bersedia serta mampu untuk membeli atau membayarnya.

Dari pengertian bisnis yang dikemukakan dari para ahli tersebut maka pendidikanku.org simpulkan bahwa pengertian bisnis adalah sebuah kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh sebuah perusahaan/perseorangan yang memproduksi barang atau jasa secara konsisten untuk memperoleh keuntungan semaksimal mungkin.

Manfaat Bisnis


Dari pengertian diatas dasar utama dalam melakukan bisnis ini adalah mendapatkan keuntungan, tapi berikut ini akan dijelasakan beberapa manfaat dari bisnis:

1. Memperoleh Penghargaan/Pengakuan
Dengan melakukan bisnis yang positif maka secara otomatis akan menimbulkan pengakuan dari masyarakat atas barang atau jasa yang diproduksi. Tentu hal ini sangat berpengaruh terhadap kelangsungan bisnis itu sendiri.

2. Mengaji Diri Sendiri & Berkesempatan menjadi Bos
Dari bisnis yang tujuan untuk mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin tentu seorang yang menjalankan bisnis ini dapat menafkahi dirinya sendiri dan bahkan dapat memperkerjakan karyawan.

Tujuan Bisnis


Tujuan utama perusahaan/perseorang yang membuat produksi barang atau jasa adalah untuk mendapatkan keuntungan. Pada dasaranya tujuan dari didirikannya perusahaan tidak hanya dari segi profit oriented semata, tetapi dari secara keseluruhan tujuan didirikannya perusahaan ini antara lain:
  • Profit
  • Pengadaan barang atau jasa
  • Kesejahteraan pemilik faktor produksi dan masyarakat
  • Full employment
  • Eksistensi perusahaan dalam jangka panjang
  • Kemajuan atau pertumbuhan
  • Prestise dan prestasi

Fungsi Bisnis


Fungsi bisnis adalah untuk dapat menciptakan nilai kegunaan (Utility Value) suatu produk barang atau jasa bagi masyarakat membutuhkan barang atau jasa. 
Fungsi utama bisnis ialah menciptakan nilai sebuah produk atau jasa dengan cara, antara lain sebagai berikut :
  1. fungsi produksi, Bisnis berfungsi untuk mengubah bentuk bisnis (form utility)
  2. fungsi distribusi, Bisnis berfungsi untuk memindahkan bentuk (place utility)
  3. fungsi penjualan, Bisnis mengubah pemilikan (possessive utility)
  4. fungsi pemasaran, Bisnis berfungsi menunda waktu kegunaan (time utility)

Dari keempat fungsi tersebut berkaitan satu sama lainnya, jadi apabila kamu ingin melakukan sebuah bisnis maka hal tersebut menjadi dasar anda melakukan bisnis.

Steinhoff menyatakan terdapat tiga (3) fungsi utama bisnis, yakni :
  1. Untuk mencari bahan mentah (acquiring raw material)
  2. Untuk mengubah bahan mentah menjadi barang jadi (manufacturing raw materials into product)
  3. Untuk menyalurkan barang yang sudah jadi tersebut ke konsumen (distributing product to consumers).

Bentuk Kepemilikan Bisnis


Macam-macam Bisnis Menurut Kepemilikannya


Seperti yang telah dijelaskan diatas, bisnis adalah usaha untuk mencapai profit oriented baik yang dilakukan sendiri ataupun dengan orang lain. Berikut ini, ada 4 jenis bisnis menurut kepemilikannya, yaitu :
  1. Perusahaan yang dimiliki hanya satu orang saja, artinya semua hal-hal yang berkaitan termasuk modal, dan pelakasanaanya itu ditanggung oleh satu orang saja . Bisnis ini disebut juga dengan perusahaan perseorangan.
  2. Perusahaan persekutuan, artinya perusahaan ini dimiliki, didirikan, serta dilaksanakan secara bersama-sama minimal 2 orang.
  3. Perusahaan perseroan disebut juga dengan corporation artinya perusahaan ini memiliki dewan direksi, yang diawasi oleh sang direktur. Contoh perusahaan perseroan ini adalah perusahaan yang terdapat kata-kata PT. didepannya
  4. Koperasi, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan badan hukum koperasi/orang yang aktivitas/kegiatannya itu dilandaskan dengan prinsip-prinsip ekonomi kerakyatan yang berasaskan kekeluargaan. Ide koperasi digagaskan oleh bapak Muhammad Hatta (bapak koperasi Indonesia).


Macam-macam bisnis menurut aktivitasnya


Kalau sebelumnya macam macam bisnis menurut kepemilikannya sekarang macam-macam bisnis menurut aktivitasnya, antara lain sebagai berikut  :
  1. Pengolahan barang real/non jasa/barang fisik. Bisnis model ini disebut juga dengan bisnis manufaktur. Contohnya bisnis properti, pembuatan tempe, tahu, dll.
  2. bisnis yang menawarkan benda non-real atau disebut dengan bisnis jasa. Contoh jasa yang biasa dilakukan adalah jasa konsultan sistem, konsultan bisnis, jasa sablon, jasa les privat dll
  3. distributor dan pengecer. Contohnya adalah warung waralaba (indomaret, alfamart), warung kelontong, dll.
  4. Bisnis produksi bahan mentah (pertambangan dan pertanian), artinya barang mentah yang diolah menjadi barang produksi. Seperti minyak bumi, batu bara, dll.
  5. Bisnis utilitas, bisnis ini mirip dengan jasa tetapi secara luas untuk publik. Contohnya PLN, PDAM. Biasanya didanai oleh pemerintah.
  6. bisnis transportasi, Contohnya jasa ojek / ojol, jasa travel, jasa pengiriman barang seperti JNE, TIKI, POS Indonesia, dll.


Sekian dan terimakasih sudah membaca tentang Pengertian Bisnis, Manfaat Bisnis, Tujuan Bisnis, Macam-Macam Bisnis, Bentuk Kepemilikan Bisnis semoga dapat bermanfaat untuk anda.
Pendidikanku.org
Read more

Pengertian Indeks Saham, Fungsi dan Jenisnya

Pengertian Indeks Saham, Fungsi dan Jenis Indeks Saham

Pengertian Indeks Saham, Fungsi Beserta Jenisnya - Di kesempatan ini pendidikanku akan membahas mengenai pengertian Indeks Saham, jenis - jenis indeks saham, Saham adalah sebuah produk dari pasar modal, yangmana saham merupakan penyertaan modal dalam sebuah kepemilikan perseroan terbatas (PT) atau yang biasa disebut dengan emiten. Dalam didalam saham tersebut, dikenal istilah Indeks harga saham. Indeks harga saham adalah indikator yang menggambarkan suatu pergerakan harga saham. Indeks ini yang dijadikan sebagai pedoman bagi investor untuk dapat  melakukan investasi khususnya saham dipasar modal.

Indeks harga saham berfungsi sebagai indikator trend pasar, yang pergerakan indeks harga saham menggambarkan kondisi suatu pasar pada waktu tertentu, apakah pasar sedang mengalami keaktifan atau malah menurun keaktifannya.Dengan indeks harga saham tersebut, investor dapat mengetahui trend pergerakan harga saham yang sedang terjadi, apakah sedang stabil, naik atau turun. 

Indeks saham adalah harga atau nilai dari saham-saham emiten yang dikelompokkan dalam klasifikasi tertentu. Indeks saham sebenarnya dibuat dengan tujuan agar investor memiliki acuan (benchmark) pada saat berinvestasi di pasar modal. 

Pergerakan indeks harga saham tersebut menjadi salah satu indikator penting untuk para investor dalam menentukan apakah mereka akan membeli, menjual, atau menahan saham. Biasanya harga saham bergerak dalam hitungan detik dan menit, oleh sebab itu nilai indeks juga bergerak fluktuatif atau naik turun dalam hitungan waktu yang juga cepat.

Harga dari suatu saham menentukan indeks dari saham secara keseluruhan. Namun indeks harga saham tersebut lebih dipengaruhi oleh saham-saham yang mempunyai kapitalisasi besar dan liquid. Maka penghitungan indeks tidak ditentukan berdasarkan sedikit atau banyaknya transaksi, namun oleh harga. Indeks harga saham gabungan memasukkan semua saham dalam proses perhitungannya. Sedangkan indeks yang lain memasukkan sebagian saham dengan kriteria yang sudah ditetapkan terlebih dahulu.

Sedangkan harga saham tersebut dipengaruhi oleh resiko atas kepemilikan saham. Komponen-komponen dari resiko telah dikategorikan dengan secara tradisional kedalam beberapa kelompok ; 
  1. resiko bisnis,
  2. resiko suku bunga,
  3. resiko pasar,
  4. resiko likuiditas, dan 
  5. resiko keuangan.
Semua komponen dari resiko adalah resiko yang secara sistematis (systematic risk) ditentukan secara eksogen atau oleh kekuatan pasar serta resiko yang tidak sistematis (unsystematic risk) yang tidak dapat diprediksi (unique) atau oleh kekuatan non-pasar.
Variasi dalam pengembalian (return) dari sekuritas yang secara langsung berhubungan dengan pergerakan secara keseluruhan dalam suatu perekonomian disebut sebagai resiko pasar atau resiko sistematis. Resiko ini tidak dapat didiversifikasikan dan semua sekuritas mempunyai resiko ini.

Resiko yang tidak sistematis atau resiko non-pasar merupakan resiko yang unik, tidak terkait pada variasi perubahan pasar atau perekonomian tapi tergantung pada macam sekuritas serta dipengaruhi oleh faktor-faktor internal perusahaan seperti resiko bisnis & keuangan. Resiko yang tidak sistematis ini dapat didifersifikasikan dengan cara mendifersifikasikan sekuritas.

Gabungan resiko sistematis dan tidak sistematis merupakan resiko total : Total resiko = Resiko Sistematis + Resiko Nonsistematis

Jenis - Jenis Indeks Saham


Indonesia memiliki 11 jenis indeks harga saham, yang secara terus menerus disebarluaskan melalui media cetak maupun elektronik. Indeks tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yakni indeks yang semua perusahaan tercatat sebagai perhitungan indeksnya. IHSG ini dimiliki oleh Bursa Efek Indonesia, namun Bursa Efek Indonesia tidak bertanggung jawab atas produk yang diterbitkan oleh pengguna yang menggunakan IHSG sebagai acuan. Selain dari itu Bursa Efek Indonesia tidak bertanggung jawab atas bentuk apapun dalam keputusan investasi yang dijalankan oleh siapapun pihak yang memakai IHSG sebagai acuannya .

2. Indeks Sektoral, yakni indeks harga saham yang menggunakan semua perusahaan tecatat yang termasuk ke dalam masing-masing sektor. Terdapat 10 sektor antara lain sebagai berikut :

  1. sektor pertanian,
  2. sektor industri dasar,
  3. sektor pertambangan,
  4. sektor barang konsumsi,
  5. sektor aneka industri,
  6. sektor properti,
  7. sektor perdagangan dan jasa,
  8. sektor keuangan,
  9. sektor infrastruktur, dan
  10. sektor manufaktur.

3. Indeks LQ-45, yakni indeks yang terdiri dari 45 saham perusahaan yang dipilih dengan berdasarkan pertimbangan likuiditas dan juga kapitalisasi pasar, dengan kriteria tertentu.

4. Indeks Kompas100, yakni terdiri dari 100 saham perusahaan emiten tercatat yang dipilih berdasarkan pertimbangan likuiditas dan juga kapitalisasi pasar dengan kriteria tertentu.

5. Jakarta Islamic Indeks, yakni 30 saham yang termasuk kriteria syariah dengan pertimbangan kapitasliasi pasar dan juga likuiditas.

6. Indeks BISNIS-27, yakni indeks yang terdiri dari 27 saham perusahaan yang dipilih dengan berdasarkan kriteria fundamental, teknikal / likuiditas transaksi & akuntabilitas serta tata kelola perusahaan. Indeks ini ada karena adanya kerja sama antara Bursa Efek Jakarta dengan harian Bisnis Indonesia.

7. Indeks PEFINDO25, yakni indeks hasil kerja sama BEJ dengan PREFINDO, yang dibuat untuk dapat memberikan tambahan informasi bagi pemodal khususnya untuk berbagai saham emiten kecil & menengah 
(Enterprises/SME). Terdiri dari 25 saham dengan kriteria seperti total aset, opini akuntan publik & tingkat pengembalian modal (Return On Equity/ROE). Selain dari kriteria tersebut, diperhatikan juga faktor likuiditas dan juga jumlah saham yang dimiliki oleh publik.

8. Indeks SRI-KEHATI, yakni hasil kerjasama antara BEJ dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), sedangkan SRI adalah kependekan dari Sustainable Responsible Investment. Indeks ini terdiri dari 25 saham perusahaan dengan tujuan untuk memberi tambahan informasi kepada para investor yang ingin berinvestasi pada emiten-emiten yang memiliki kinerja sangat baik dalam mendorong usaha berkelanjutan, serta mempunyai kesadaran terhadap lingkungan dan juga menjalankan tata kelola perusahaan yang baik.

9. Indeks Papan Utama, yakni indeks yang terdiri dari saham-saham perusahaan yang tercantum pada indeks papan utama.

10. Indeks Papan Pengembang, yakni indeks yang terdiri dari saham perusahaan yang tercantum dalam indeks papan pengembang.

11. Indeks Individual, yakni indeks harga saham dari masing-masing perusahaan yang tercatat di Bursa Efek.

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai pengertian indeks saham, fungsi indeks saham, dan jenis-jenis indeks saham. semoga dapat bermanfaat untuk anda.
Pendidikanku
Read more

Pengertian Manajemen Bisnis, Fungsi, Tujuan, Komponen dan Rencana

Www.Pendidikanku.Org - Pada kesempatan ini pendidikanku.org akan membahas mengenai Manajemen bisnis, dibawah ini merupakan ulasannya :

Pengertian Manajemen Bisnis

Pengertian Manajemen Bisnis Lengkap - Dikesempatan ini pendidikanku akan memberikan pengertian manajemen bisnis, fungsi manajemen bisnis, dan tujuan manajemen bisnis, komponen dalam menyusun manajemen bisnis. Manajemen bisnis merupakan salah satu dari sekian banyak jurusan yang cukup banyak peminatnya. Tiap-tiap perusahaan pasti mempunyai manajemen yang mengurusi, mengendalikan, serta mengelola apa yang terdapat di dalam sebuah perusahaan. Sangat penting manajemen dalam sebuah perusahaan hal tersebut karena manajemen memiliki tujuan yaitu untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan dalam sebuah perusahaan atau organisasi, manajemen merupakan suatu aktivitas atau kegiatan yang mengarahkan pihak lainnya. Perencanaan, pengorganisasian, dan mengelola atau melakukan kontrol adalah Proses yang dilakukan dari manajemen ini. Dibawah ini merupakan fungsi dan tujuan dari manajemen bisnis.

Pengertian Manajemen Bisnis Lengkap
Pengertian Manajemen Bisnis Lengkap

Fungsi dan Tujuan Manajemen Bisnis

Manajemen  Bisnis
Pengertian manajemen bisnis sendiri adalah suatu aktivitas dalam merencanakan, mengelola, mengoperasionalkan sebuah perusahaan. Di dalamnya mencakup segala macam peraturan yang ada dalam tujuan bisnis. Tiap-tiap usaha bisnis membutuhkan manajemen yang tepat untuk bisa memenuhi target yang sudah ditentukan.

manajemen di dalam sebuah perusahaan mempunyai berbagai macam fungsi yang sangat membantu dalam kegiatan. Fungsi manajemen adalah :
  1. memimpin.
  2. merencanakan,
  3. menyusun, 
  4. mengawasi.
Sedikit mengenal pengertian manajemen lainya:

Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan ialah Penataan keuangan dalam sebuah bisnis. Artinya, perputaran atau pergerakan keuangan dapat dikelola dengan sangat baik.

Manajemen Pemasaran
baca lebih lanjut manjemen pemasaran. Pemasaran adalah tujuan dari tiap-tiap bisnis,, hal itu karena tujuan dari usaha / bisnis adalah utnuk mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin.

Manajemen Produksi
Manajemen Produksi berkaitan dengan pembuatan produk mulai dari persiapan bahan baku, jumlah barang, serta pengendalian dari proses produksi yang dilakukan.

dari beberapa aktivitas yang dapat dilakukan dari manajemen itulah yang menjadikan jurusan manajemen menjadi cukup banyak peminatnya karena prospek untuk kedepannya sangat menjanjikan.


Rencana dalam Manajemen Bisnis

Planning atau rencana dalam berbisnis tentu menjadi poin penting dalam kesuksesan para pembisnis. Manajemen bisnis yang baik akan mampu untuk membawa bisnis ke arah yang lebih baik juga baik itu dari pemula atau senior. 

Dalam berjalannya sebuah bisnis faktor pentingnya adalah ketahanan dan ketaguahan dalam menghadapi segala macam jenis hambatan atau tantangan. Strategi dalam berbisnis juga harus dapat disusun untuk berkompetisi dalam tren di pasaran sehingga bisnis tetap bertahan.

Rencana bisnis (Business plan) adalah pengelolaan, manajemen, keuangan, pengembangan hingga target dan pemasarannya pun harus terencana secara sempurna. Perencanaan bisnis yang baik adalah perencanaan dengan sangat detail dan matang akan dapat membuat gambaran dari bisnis akan dapat membuat anda lebih mudah dalam menjalankannya.


Komponen Penting Dalam Menyusun Manajemen Bisnis

Adapun Komponen dalam menyusun manajemen bisnis adalah sebagai berikut :

Deskripsi usaha jelas
Dari berbagai macam jenis usaha yang dijalan harus memiliki penjelasan dari usaha yang dijalankan. Deskripsi usaha ini harus meliputi 
  1. bentuk usaha,
  2. lokasi usaha,
  3. konsep dari manajemen,
  4. target pasar hingga keunggulan yang dimiliki.
  5. produk atau jasa yang dijual atau ditawarkan,
  6. untung & rugi, biaya opersional,
  7. harga yang ditentukan,
  8. sistem kerja.

Lakukan analisa pesaing
Kemudian, anda harus melakukan analisa terhadap kompetitor yang ada dalam bisnis yang ada. hal tersebut bertujuan untuk dapat menciptakan strategi bisnis yang tepat.

Strategi pemasaran
Dengan strategi pemasaran yang baik, hal ini merupakan kegiatan / aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan untuk dapat mempertahankan kelangsungan usahanya. Pastikan untuk merencanakan manajemen bisnis yang tepat mulai dari biaya, promosi produk, tempat, target promosi sampai media untuk berpromosi. 

Laporan keuangan
Laporan keuangan tidak melulu rumit dan kompleks, namun anda bisa membuatnya secara sederhana, asalkan syaratnya mampu untuk mencakup semuanya. Rencanakan seluruh anggaran secara rinci sehingga Anda bisa menghitung segala kemungkinan yang ada.

Menjaga kualitas produk dan jasa
Produk atau jasa yang anda jual atau tawarkan menjadi hal penting dalam perjalanan manajemen bisnis. Dengan mempunyai produk dan jasa yang berkualitas akan membuat banyak customer puas dan nyaman. Oleh sebab itu mempertahankan kualitas produk atau jasa itu sangat penting sehingga akan tetap dapat dipercaya oleh customer.

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai Pengertian manajemen bisnis semoga dapat bermanfaat untuk anda.
Pendidikanku
Read more

Faktor Penting Agar Usaha Berumur Panjang

Faktor Penting Agar Usaha Berumur Panjang

Faktor Penting Agar Usaha Berumur Panjang - Pada artikel sebelumnya pendidikanku sudah membahas mengenai pengertian kewirausahaan dan pengertian peluang usaha. artikel ini merupakan lanjutan dari pengertian kewirausahaan dan arti peluang usaha, jadi anda bisa membaca artikel mengenai pengertian peluang usaha diartikel tersebut dijelaskan mengenai arti dari pengertian peluang usaha dan ciri -ciri peluang usaha yang berpotensi dan berumur panjang. Nah saat ini adalah faktor-faktor penting agar usaha yang dilakukan dapat berlanjut terus.

Faktor Penting Agar Usaha Berumur Panjang
Faktor Penting Agar Usaha Berumur Panjang

Menurut Harmaizar Z dalam bukunya Menangkap Peluang Usaha edisi 2, beberapa faktor penting wajib diperhatikan agar sebuah usaha bisa memiliki umur panjang. Salah satu diantaranya adalah dengan melakukan serangkaian analisa seperti berikut ini:

Analisa Partial

Analisis Partial Budgeting yang dipakai untuk mengukur sejumlah perubahan yang ada dalam dunia usaha. Biasanya variabel yang diteliti ini hanya yang berkemungkinan berubahnya tinggi misal biaya produksi, penerimaan serta keuntungan.

Ini sangat penting dalam mengukur potensi peningkatan keuntungan serta kerugian sebuah usaha. Kasarannya calon pemilik usaha harus melakukan proyeksi anggaran dulu supaya ke depan berbagai macam kerugian dan hambatan bisa ditekan.

Analisa Komprehensif

Dalam pengertian peluang usaha, analisa komprehensif ini sangat perlu. Analisa komprehensif ini dilakukan secara universal. Tahapannya antara lain sebagai berikut:

  1. Kelayakan Produk
  2. Kelayakan Industri
  3. Kelayakan Organisasi
  4. Keuangan
Berikut ini merupakan penjelasan dari tahapan analisa komprehensif

a. Kelayakan Produk
Produk harus wajib dipastikan memenuhi standar pasar. Kalau anda ingin menjual kebab turki misalnya, proses pembuatan kebab, daging yang digunakan harus dengan bahan-bahan yang memang layak untuk dikonsumsi dan tampilan dari hasil jadi kebab yang menambah kepuasan dari customer. Dilain pihak, analisa kelayakan produk ini penting jika anda ingin menentukan daya tarik calon customer. Hal ini juga dapat digunakan sebagai acuan dalam mengidentifikasi sumberdaya demi keperluan produksi.

Yang terpenting cari data dari customer secara langsung, apa yang customer inginkan dan apa sebenarnya yang belum terpenuhi, maksudnya disini kepuasan customer itu sangat penting misalnya dari berbagai varian besar dan toping dari kebab tersebut si penjuallah yang menanyakan kepada costumer untuk memberikan toping apa dan ukuran kebabnya seperti apa. Disisi lain produksi juga harus dilihat, seberapa sulit dan sebarapa banyak bahan yang dibutuhkan dalam membuat produksi. Hal tersebut sering diidentikan dengan usability testing serta concept testing yang membahas mengenai ide, pangsa pasar, deskripsi barang, benefit produk untuk customer, karakter yang membedakan produk dengan lainnya dan juga distribusi pemasannya.

Cara mudah untuk melakukan tes ini adalah memberikan kepada teman sahabat untuk mencicipi terlebih dahulu tanpa harus memberitahu bahwa produk itu adalah produk sendiri, jadi akan tau reaksi dari pencicip dengan baik.

b. Kelayakan Industri
Nilai dari seluruh tampilan produknya. Anda harus mengerti juga apa kemungkinan misalnya kompetitor yang siap menjadi saingan baik itu yang baru dan yang lama dalam produk tersebut. Selain itu, daya tawar pembeli serta juga daya tawar supplier menjadi hal penting.

Karakteristik industri yang menarik memiliki faktor antara lain sebagai berikut;

  1. Bisa tumbuh & besar,  
  2. Dibutuhkan konsumen, 
  3. Industry masih muda 
  4. Margin yang besar dan 
  5. Pesaing masih sedikit.

Bukam tidak mungkin sebuah produk berhasil mengalahkan kompetitor yang lama karena bisa membuat inovasi cemerlang pada produk yang dijalani.

c. Kelayakan Organisasi
Dalam hal kelayakan organisasi anda harus memikirkan hal-hal seperti berikut ini;

  1. keahlian menejemen,
  2. kompetensi organisasi anda mulai dari karyawan hingga menejer serta
  3. apakah Anda punya sumberdaya manusia yang cukup.

d. Keuangan
Dalam menentukan peluang usaha yang pas, analisa keuangan tentu sangat penting. Seberapa banyak uang modal yang dibutuhkan?  apa dengan bisnis ini bisa mendapatkan keuntunganan yang besar? 

Dalam hal ini maka anda harus bisa melihat dan mengerti peluang usaha yang berpotensi dan memiliki umur yang panjang.baca juga pengertian peluang usaha dalam kewirausahaan

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai faktor penting agar usaha berumur panjang, semoga dapat bermanfaat untuk anda.
Pendidikanku

Read more

Pengertian Peluang Usaha dalam Kewirausahaan

Pengertian Peluang Usaha dalam Kewirausahaan

Arti Peluang Usaha dalam Kewirausahaan - Pada kesempatan ini pendidikanku akan membahas mengenai arti dari Peluang Usaha, Ciri-Ciri Peluang Usaha, Contoh Peluang Usaha, Jadi apa pengertian dari peluang usaha, kata “Peluang Usaha” terdiri dari dua kata, yaitu; Peluang yang berarti kesempatan dan kemungkinan, dan Usaha yang berarti sebuah upaya dengan berbagai daya untuk dapat mencapai tujuan atau sesuatu yang diinginkan.
Pengertian Peluang Usaha dalam Kewirausahaan
Pengertian Peluang Usaha dalam Kewirausahaan

Pengertian peluang usaha adalah sebuah kesempatan atau kemungkinan yang dimiliki seseorang untuk dapat mencapai tujuan dengan melakukan sebuah usaha yang memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada.

Dalam melakukan sebuah usaha kita harus melihat dan memikirkan langkah-langkah kedepan tentang seberapa lama dan mungkin usaha tersebut dapat tersebut berjalan dan berkembang. Faktanya kebanyakan calon pebisnis saat ini lebih memikirkan apa yang sedang populer sekarang, dan pada akhirnya saat usaha yang sedang dilakukan itu sudah tidak efektif lagi maka pembisnis mengalami kerugian.

Ciri-Ciri Peluang Usaha yang Potensial

Terdapat banyak sekali peluang usaha di sekitar kita, namun tidak semuanya dari peluang usaha tersebut memiliki potensi yang menguntungkan dalam jangka panjang. untuk itu kita harus bisa mengenali dulu ciri-ciri usaha bisnis yang berpotensi dan memiliki umur usaha yang panjang. Berikut ini adalah beberapa ciri peluang usaha yang potensial, antara lain sebagai berikut :
  1. Punya nilai jual
  2. Bukan sekedar ambisi, tapi sifatnya riil
  3. Bisa bertahan lama dan berkelanjutan
  4. Bukan bisnis musiman
  5. Skala usaha bisa diperbesar
  6. Modal memulainya tidak terlalu besar
  7. Bisnis tersebut profitable
baca juga faktor penting agar usaha berumur panjang

Contoh Peluang Usaha Saat Ini

Saat ini bisnis online merupakan salah satu bisnis usaha yang lagi tren / populer khususnya di Indonesia, segala bentuk dari transaksi berjualan jasa dan produk secara online di marketplace serta media sosial sudah sangat umum dan kita dapat temukan dengan mudah. hal tersebut merupakan salah satu contoh dari peluang usaha saat ini

Beberapa peluang usaha online saat ini diantaranya:
  1. Menjadi dropshipper dan reseller
  2. Menjual jasa penulisan artikel
  3. Menjadi blogger
  4. Menjadi Youtuber
  5. Menjual jasa desain grafis
  6. Menjual jasa pembuatan website, dll
Beberapa peluang usaha waralaba – Franchise saat ini diantaranya
  1. Martabak Simpsons
  2. Kebab Turki
  3. Joker Laundry
  4. Monster Ice Blend
Beberapa peluang usaha Industri kreatif saat ini diantaranya

  1. Desain gambar
  2. Daur ulang 
  3. Bidang Kuliner
Beberapa peluang usaha di bidang jasa saat ini diantaranya
  1. Usaha Cuci motor
  2. Jasa laundry
  3. Bimbingan belajar
  4. Percetakan
Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai pengertian peluang usaha dalam kewirausahaan dan ciri -ciri kewirausahaan serta beberapa contoh peluang usaha yang berpotensi, semoga dapat bermanfaat buat teman-teman.
Pendidikanku
Read more