Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Pengertian Jaringan Kolenkim, Fungsi, Macam Ciri dan Struktur

Pendidikanku.Org - Kesempatan ini kita akan mengenai Jaringan Kolenkim, penjelasan mengenai Jaringan kolekim ini juga akan dijelaskan dengan point point penting seperti Fungsi, Macam Jenis, Ciri, dan Struktur Jaringan Kolekim penjelasannya sebagai berikut :
Pengertian Jaringan Kolenkim, Fungsi, Macam Ciri dan Struktur

Pengertian Jaringan Kolenkim

Manusia atau juga hewan mempunyai tulang untuk memberikan suatu dukungan maupun juga struktur. Karena tanaman tidak mempunyai tulang,yang akan mengandung berbagai sel struktural yang kompose mempunyai isi atau juga fungsi yang berbeda beda. Salah satu jenis sel ini sering disebut dengan sel kolenkim. Sel Kolenkim merupakan suatu sel yang memanjang dengan dinding sel tebal tidak akan teratur yang memberikan dukungan dan struktur. Dinding sel ang tebal terdiri atas senyawa selulosa dan pektin. Sel-sel ini sering ditemukan di bawah epidermis, ataupun juga lapisan luar sel pada batang muda atau urat daun.

Fungsi Sel Kolenkim

Sel Kolenkim ii akan memberikan suatu dukungan struktural.yang Terutama, mereka akan melayani bagian tumbuh tanaman, seperti tunas maupun daun. Tanaman yang akan terkena berbagai macam tantangan struktural atau juga mereka mampu bertahan dari hal-hal seperti hujan lebat, hujan angin, maupun tekanan lain karena komposisi selular mereka. Sel Kolenkim ini berfungsi sebagai memberikan dukungan maupun mengisi ruang kosong yang seing digunakan untuk pertumbuhan yang selanjutnya.

Sel Kolenkim juga mempunyai dinding sel yang akan menebal yang memungkinkan mereka untuk memberikan dukungan tambahan ke daerah-daerah di mana saja mereka ditemukan. Jika tidak ada sel kolenkim, kebanyakan tanaman ini akan mengalami kerusakan ketika mereka akan ditiup oleh angin atau ditumbuk oleh hujan karena mereka akan terlalu rapuk.

Sel-sel kolenkim akan melindungi tanaman dengan adanya melayani sebagai kerangka bagian dalam, sangat mirip yang tulang lakukan bagi manusia atau hewan yang lainnya.

Macam Jenis Jaringan Kolenkim

Menurut tipe penebalan dindingnya, kolenkim ini dapat dibedakan menjadi beberapa macam, sebagai berikut yakni

a)Kolenkim lamela

Penebalan dinding sel kolenkim ini juga sering terjadi pada dinding tangensial sel. Kolenkim lamela yang terdapat pada korteks batang Sumbucus nigra, Rhamnus,atau juga tangkai Cochlearia armoracia.

b)Kolenkim sudut

Penebalan dinding sel kolenkim ini juga akan terjadi pada sudut-sudut sel. Pada penampang melintangnya, penebalan ini melihat terjadi dimana pada tempat bertemunya tiga sel atau lebih, seperti yang terdapat pada tangkai Rumex, Vitis, Begonia, Coleus, Cucurbita, Morus, Beta, ataupun juga pada batang Solanum tuberosum dan Atropa belladonna.

c) Kolenkim lakuna

Penebalan dinding sel kolenkim ini juga sering terjadi pada dinding-dinding yang dimana berbatasan dengan ruang antarsel. Kolenkim lakuna yang akan terdapat pada tangkai beberapa spesies Compositae,yang misalnya Salvia, Malva, Athaea, ataupun Asclepias dan pada batang Ambrosia.

d)Kolenkim cincin

Istilah kolenkim cincin ini akan diberikan oleh Duchaigne untuk tipe kolenkim yang lumen yang selnya pada penampang melintang akan tampak melingkar. Muller (1890) menyebutnya knorpel-collenchyma. Pengamatan ini terhadap kolenkim cincin dewasa tampak adanya penebalan dinding sel yang secara terus menerus lalu sehingga lumen sel akan kehilangan bentuk bentuk sudutnya.

Ciri-Ciri Jaringan Kolenkim

Secara yang lebih jelas, ciri-ciri jaringan kolenkim dapat diidentifikasi sebagai berikut yaitu:

  1. Sel kolenkim yang akan berbentu memanjang sejajar pusat organ yang akan ditempatinya.
  2. Dinding sel tidak akan mengandung lignin, tapi mengandung pektin, selulosa, maupun hemiselulosa.
  3. Ada Beberapa sel kolenkim yang mempunyai kloroplas sehingga juga dapat berfungsi sebagai menunjang fotosintesis.
  4. Pada dinding sel kolenkim juga biasanya mengalami penebalan setempat

Struktur dan Susunan Jaringan Kolenkim

Dinding sel kolenkim yang terdiri dari lapisan yang berselang seling, kaya akan selulosa dengan sedikit pektin. Air dalam seluruh dinding sel kurang lebih nya 67%. Roelofsen (1959)diman menyatakan bahwa di dalam Petasites, dinding sel kolenkim juga berisi 45% pektin, 35% hemiselulosa, atau 20% selulosa. Dinding sel kolenkim Petasites ini juga terdiri dari 7-20 lamela yang akan bergantian maupun berseling antara lamela yang akan mengandung banyak suatu seluosa dan lamela yang mengandung sedikit selulosa.dimana Semakin mendekati lumen sel, selulosanya semakin banyak.

Menurut Czaja (1961), lamela ini akan melintang pada penebalan dinding kolenkim pada banyak kebanyakan tumbuhan dapat dideteksi dengan alat mikroskop cahaya terpolarisasi. Chafe (1970) telah banyak mengamati bahwa orientasi mikroserabut selulosa dalam lamela yang berurutan ini akan bergantian melintang dan membujur. Selama perkembangan penebalan dinding,akan terjadi penambahan lapisan mikroserabut yang akan mengelilingi seluruh sel sehingga dapat memperluas keliling sel.

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai Pengertian Jaringan Kolenkim, Fungsi, Macam Ciri dan Struktur, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda.
Read more

Pengertian Arthropoda, Ciri, Klasifikasi, Ukuran dan Bentuk Tubuh

Pendidikanku.Org - Kesempatan ini kita akan membahas mengenai Arthropoda, yang dilengkapi dengan beberapa point penting seperti Ciri, Klasifikasi, Ukuran dan bentuk tubuh dari Arthropoda, penjelasan selengkapnya akan diuraikan sebagai berikut :
Pengertian Arthropoda, Ciri, Klasifikasi, Ukuran dan Bentuk Tubuh

Pengertian Arthropoda

Arthropoda ini merupakan hewan dengan kaki beruas-ruas, berukuku serta bersegmen. Kata Arthropoda ini berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata yakni arthro yang artinya ruas serta podos yang artinya ialah  kaki. Arthropoda ini merupakan salah satu hewan tripoblastik selomata serta bilateral simetris.

Tubuh Arthropoda ini terdiri dari kepala, dada serta abdomen yang secara keseluruhan itu dibungkus oleh zat kitin dan jugakerangka luar (eksoskeleton). Pada umumnya diantara ruas-ruas tersebut terdapat bagian yang tidak mempunyai zat kitin sehingga ruas-ruas itu akan mudah untuk digerakkan. Pada waktu tertentu kulit serta tubuh Arthropoda mengalami pergantian kulit atau eksdisis.

Ciri-ciri Arthropoda

Dibawah ini merupakan ciri-ciri arthropoda diantaranya ialah sebagai berikut :

1). Tubuh tersegmentasi.

Artinya ialah mereka akan mempunyai tubuh yang terdiri dari lebih dari satu bagian.Seperti Laba-laba tersebut mempunyai dua segmen serta lalat mempunyai tiga segmen.

2). Banyak kaki bersendi atau anggota badan

Laba-laba itu mempunyai 8 kaki, kaki seribu juga bisa mempunyai Ratusan serta juga lalat mempunyai tiga segmen.

3). Sebuah eksoskeleton

Hal Ini merupakan kerangka eksternal. Seperti misalnya baju besi yang melindungi tubuh arthropoda. Pada saat arthropoda itu lahir eksoskeleton yang lembut tapi mengeras dengan cepat serta dapat/bisa ditumpahkan saat makhluk tumbuh. Arthropoda ini merupakan invertebrata, yang artinya bahwa mereka tidak lagi memiliki tulang belakang.

4). Berdarah Dingin

Arthropoda ini ialah jenis berdarah dingin – yang berarti, suhu tubuh mereka itu tergantung pada suhu lingkungan sekitar mereka. Arthropoda ini merupakan beberapa hewan paling menarik di dunia!

5). Habitat

Arthropoda ada di seluruh dunia yang di dalam distribusinya itu mereka serta menempati segala macam habitat termasuk juga laut dalam, perairan pesisir, habitat darat, sungai serta sungai air tawar, hutan, gurun, semak belukar, dan juga padang rumput.

Klasifikasi Arthropoda

Berikut dibawah ini merupakan klasifikasi arthropoda dengan berdasarkan struktur tubuhnya. Arthropoda ini dapat dibedakan menjadi 4 tipe diantaranya ialah sebagai berikut

1). Arachnoidea

Arachnoidea ini  berasal dari bahasa yunani yakni arachno yang artinya ialah laba-laba. Contoh dari arachonoidea ini sendiri ialah kalajengking, laba-laba, tungau. Yang pada umumnya arachnoidea ini mempunyai sifat parasite yang dapat merugikan manusia, hewan atau juga tumbuhan.

2). Insecta (serangga)

Istilah insecta yang dalam bahasa latin ialah serangga. Insecta ini merupakan satu-satunya kelompok dari invertebrate yang bisa/dapat terbang. Adapun penyebaran dari insect ini juga sangatlah luas dengan kenakeragaman tinggi di antara kelas-kelas yang lain.

3). Crustacea

Crustacea ini merupakan salah satu hewan air yang mampu untuk hidup di laut serta juga di air tawar. Dimana crustacean ini sendiri memiliki tubuh yang bersegmen (beruas) serta juga terdiri dari sefalotoraks (kepala serta dadanya itu menjadi satu) serta abdomen (perut).

4). Myriapoda

Myriapoda ini merupakan gabungan dari kelas Chilopoda serta Diplopoda yang mana tubuhnya itu beruas-ruas dan dari tiap-tiap ruasnya itu memiliki satu pasang atau dua pasang kaki.

Ukuran Dan Bentuk Tubuh Arthropoda

Ukuran dari tubuh Arthropoda ini beragam, ada yang memiliki ukuran kecil kurang dari 0,1 mm (misalnya tungau serta kutu) sampai ada juga yang berukuran lebih dari 3 m (misalnya seperti kepiting Macrocheira kaempferi). Bentuk tubuh Arthropoda ini juga sangat bervariasi. Tubuhnya yang simetri bilateral dan juga dilindungi oleh eksoskeleton (rangka luar).

Arthropoda ini juga mempunyai anggota tubuh dengan struktur serta fungsi yang berbeda-beda, misalnya seperti sayap untuk terbang, kaki untuk berjalan atau juga berenang, capit untuk dapat menangkap mangsa, alat kopulasi, alat untuk pertahanan tubuh serta juga alat reseptor sensori.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Arthropoda, Ciri, Klasifikasi, Ukuran dan Bentuk Tubuh, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih
Read more

Pengertian Pembelahan Mitosis Serta Tahap-tahapnya Terlengkap

Pengertian Pembelahan Mitosis Serta Tahap-tahapnya


Pengertian Pembelahan Mitosis serta Tahap-tahapnya Terlengkap - Didalam pembelahan mitosis mempunyai tahap-tahap pembelahan yang biasa disebut dengan fase-fase pembelahan mitosis.

Pembelahan mitosis adalah suatu proses pembelahan inti sel menjadi dua inti sel baru dengan melalui tahap-tahap tertentu serta juga menghasilkan sel anak dengan jumlah serta jenis kromosom yang sama dengan sel induknya.

Dari satu sel kemudian menjadi dua sel anak identik, masing-masing sel anak tersebut mewarisi kromosom yang sama banyak dengan kromosom pada induknya. Apabila sel induk mempunyai 2n kromosom , maka pada tiap-tiap sel anak juga mempunyai 2n kromosom Pembelahan mitosis terjadi dengan melalui beberapa tahapan. 

Pengertian Pembelahan Mitosis Serta Tahap-tahapnya Terlengkap
Pembelahan Mitosis
Mula-mula pada bagian inti sel membelah, setelah diikuti pembelahan sitoplasma. Terdapat tahap-tahap dalam pembelahan mitosis , ialah seperti dibawah ini :

Tahap-Tahap Pembelahan Mitosis

Pengertian Pembelahan Mitosis dan Tahap-tahapnyaTahap-tahap pembelahan mitosis terdiri dari 
  1. Tahap profase
  2. Tahap metafese
  3. Tahap anafase
  4. Tahap telofase
  5. Tahap interfase
1. Tahap Profase
Profase merupakan suatu fase awal dari pembelahan. Pada fase profase kromosom mulai terjadi adanya pemendekan, menebal, serta masing-masing saling berpasangan (2n) yang berdiri dari 2 benang. Pada fase Profase , membran ini masih tampak.

Ciri-Ciri Tahap Profase
  1. Benang-benang kromonema tersebut menjadi pendek serta bertambah tebal membentuk suatu kromosom homolog dengan duplikatnya sehingga akan menjadikan kromosom tersebut menjadi 2 .
  2. Nukleous serta membran inti menghilang.
  3. Sentriol membelah 2 serta bergerak berlawanan kearah 2 kutub yang berlawanan juga .
  4. Pada tiap - tiap sentriol menuju ke benang spinder (benang gelendong).

2. Tahap Metafase
Pada fase metafase membran inti melebur. Kromosom berkumpul pada bidang ekuator yang terdapat di tengah sel. Kromosom tersebut memperbanyak diri maka pada setiap kromosom terdiri dari 2  kromatid. Pada saat ini akan dapat dikatakan bahwa sel mempunyai 4n kromosom.

Ciri-Ciri Tahap Metafase

  1. Pada tiap-tiap kromosom homolog dengan duplikatnya akan sejajar pada bidang metafase/dataran metafase
3. Tahap Anafase
Pada fase anafase tersebut tiap-tiap kromosom memisahkan diri menjadi 2 bagian yang sama, masing-masing kromoson tersebut bergerak menuju ke arah kutub sel yang juga saling berlawanan, jadi 2n kromosom tersebut bergerak ke kutup yang satu, serta 2n kromosom bergerak kekutub yang lainnya.

Ciri-Ciri Tahap Anafase

  1. Pada tiap-tiap kromosom homolog tersebut memisahkan diri dulikatnya kearah dua kutup yang berlawanan dengan gerakan kontraksi dari daya tarik benang spindel tersebut.
4. Tahap Telofase
Kromosom tersebut sampai pada kutub masing-masing pada tahap telofase yang kemudian terbentuk membran inti yang menyelimuti kelompok kromosom. Pada kedua inti yang baru terbentuk tersebut, muncul membran pemisah. Setelah itu terbentuklah membran sel yang memisahkan kedua sel anak itu . Maka lengkaplah sudah proses pembelahan mitosis tersebut, dari 1 sel menjadi 2 sel anak. pada tiap-tiap sel anak tersebut mempunyai 2n kromosom.

Ciri-Ciri Tahap Telofase

  1. Kromosom homolog serta kromosom dublikatnya saling menuju ke arah kutub selnya masing-masing.
  2. Mulai akan terlihat membran inti sel serta nukleolus.
  3. Pada bagian tengah sel mulai terbentuk serta adanya sekat pemisah.
  4. Terbentuknya 2 sel anak.
5. Tahap Interfase
Di antara mitosis pertama sampai mitosis berikutnya itu terdapat interfase. Saat interfase tersebut sel tidak membelah melainkan aktif melakukan metabolisme untuk dapat pertumbuhan serta pembentukan energi untuk suatu pembelahan mitosis berikutnya. Interfase tersebut tidak termasuk dalam tahap PMAT serta dibedakan dalam tiga tahap, yakni :
  1. G1 (gap 1)    : adalah suatu akhir mitosis serta awal dari sintesis (presintesis), pada fase tersebut sel mulai tumbuh membesar
  2. S (sintesis)    : terjadi duplikasi pada organel serta sintesis DNA, pada tahap sintesis tersebut sel aktif melakukan proses metabolisme, tumbuh, dan juga berkembang
  3. G2 (gap2)    : adalah suatu akhir fase sintesis (postsintesis) serta awal dari mitosis berikutnya.

Sekian dan terimakasih sudah membaca mengenai Pengertian Pembelahan Mitosis Serta Tahap-tahapnya Terlengkap semoga dapat bermanfaat untuk anda , salam hangat dari pendidikanku.org

Read more

Pengertian Leukosit Dan Jenis Leukosit Terlengkap

Pengertian Leukosit

Pengertian Dan Jenis Leukosit Terlengkap - Pengertian Leukosit ialah sel darah putih. Leukosit adalah sel darah yang tidak mengandung pigmen warna. Leukosit ini berguna untuk alat pertahanan tubuh.

Leukosit ini dibentuk di retikuloendotelium sumsum merah tulang. Setiap 1 mm kubik darah ialah mengandung 6000 - 9000 sel, dan mempunyai bentuk yang bervariasi dan juga mempunyai inti.

Ukuran leukosit pada umumnya lebih besar dari eritrosit, yaitu berukuran dengan 6 - 2 milimikron, umur 12 hari. Leukosit juga dapat bergerak bebas secara amoeboid dan juga dapat menembus dinding kapiler (diapendensis). 
Note :Retikuloendotelium
Pengetian Leukosit
Pengetian Leukosit 

retikuloendotelial  ialah jarinagan pengikat retikular yang tersebar luas menyelubungi sinusoid-sinusoid pada darah di hati,sumsum tulang serta menyelubungi saluran-saluran limfe di jaringan limfatik.
Sistem retikuloendotelialini mengandung 3 sel:

1. Sel-sel retikuloendotelial iala yang melapisi sinusoid darah di hati, limpa, sum-sumtulang,kelenjar limfe, termasuk sel-sel kupffer di hati serta sel-sel yang serupa diparu-paru serta sumsum tulang.

2. Makrofag ialah sel-sel terbanyak yang menempati jaringan pengikatan disebut sebagai histiosit atau resting wandering cells ataupun clasmatocytes.
3. Mikroglia ialah  yang menyokong pusat susunan saraf Sel-sel retikuloendotelial untuk dapat melepaskan diri dari kerangkanya sertya mengembara, pengembaraan ini tidak menggunakan darah.

Organ sistem retikuloendotelial pada manusia meliputi :


1. Kelenjar limfe ialah mengandung sel-sel retikuloendotelial serta sel-sel plasma, berguna untuk memfiltrasi cairan ekstra-sel dan membuat antibodi.

2. Limpa : mengandung sel-sel retikuloendotelial, limfosit serta sel-sel plasma, berguna untuk memfiltrasi darah dan juga membuat antibody.
3. Hati: mengandung sel-sel retikuloendotelial serta hepatosit, berguna untuk memfiltrasi darah.
4. Sumsum tulang ialah mengandung sel-sel retikuloendotelial, sel-sel awal darah serta sel-sel lemak, berguna untuk pembentukan sel-sel darah.

Fungsi

Fungsi sistem ini adalah :

1. ialah Menghancurkan sel-sel darah yang telah tua, membuat dan juga melepaskan bilirubin ke sirkulasi
2. ialah Memakan bakteria, dan melipat gandakan diri kalau terdapat infeksi,
3. ialah Memakan dan juga memproses antigen serta merangsang sel-sel plasma untuk membuat antibodi.

Jenis Leukosit

Leukosit ada lima jenis, yaitu
  1. limfosit,
  2. monosit,
  3. basofil,
  4. neutrofil, 
  5. eusonofil.
Pengertian Leukosit - Fungsi leukosit ialah untuk memakan zat asing yang berupa kuman-kuman penyakit atau pun zat lain yang masuk ke dalam tubuh. Maka, Leukosit ialah sebagai pertahanan utama dari infeksi. Berkaitan  juga dengan fungsinva tersebut maka leukosit mempunyai sifat fagosit, ialah bisa mencerna atau “memakan” zat asing ataupun kuman penyakit. Kemampuan leukosit untuk dapat melakukan fagosit disebut dengan fagositosis.

Selain itu fagositosis, leukosit juga dapat memiliki kemampuan diapedesisdiapedesis ialah kemampuan untuk dapat menembus dinding pembuluh darah kapiler dan juga masuk dalam sel atau jaringan tubuh. Jadi, leukosit tidak selalu dalam pembuluh darah, Apabila ada zat asing yang masuk, leukosit akan menembus dinding kapiler dan juga bekerja menuju jaringan yang membutuhkan.

Jumlah leukosit juga dapat naik dan juga turun sesuai dengan keadaan atau situasi . Jika terdapat infeksi, biasanya jumlah leukosit akan terus  meningkat. Kalau tubuh mengalami gangguan dalam memproduksi leukosit, hal ini bisa menyebabkan tubuh akan mudah untuk diserang penyakit.

Demikian Penjelasan tentang Pengertian Dan Jenis Leukosit Terlengkap Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Para Pembaca Pendidikanku.org:)
Read more

Pengertian Heterozigot Dan Homozigot

Pengertian Heterozigot Dan Homozigot


Pengertian Heterozigot

Pengertian heterozigot dan homozigot -  Heterozigot ialah satu dari bentuk genotipe yang mungkin terjadi pada setiap individu. Pada keadaan tertentu heterozigot, alel-alel yang menempati lokus berbeda-beda pada setiap kromosom. Kondisi heterozigot didalam pertanian ini dimanfaatkan dalam pembentukan varietas hibrida yang disebabkan karena berhubungan dengan gejala heterosis.



Pengertian Homozigot

Homozigot ialah salah satu keadaan genotipe. Individu pada homozigot memiliki kromosom dengan alel yang sama pada setiap lokus gen-gennya. alel yang sama dimiliki oleh Lokus dengan genotipe homozigot 

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca Pengertian Heterozigot Dan Homozigot Semoga Dapat Bermanfaat Untuk Anda Para Pembaca Pendidikanku.org

Read more

Pengertian Mikroskop Dan Fungsinya Lengkap

Pengertian Mikroskop Dan Fungsi Serta Bagian Mikroskop Terlengkap

Pengertian  Dan Fungsi Serta Bagaian Mikroskop Terlengkap - Mikroskop ialah alat bantu yang digunakan untuk dapat melihat dan juga untuk mengamati benda-benda yang berukuran sangat kecil yang tidak mampu dilihat dengan mata normal saja. Kata Mikroskop tersebut berasal dari bahasa latin, yaitu “mikro” yang berarti kecil dan juga kata “scopein” yang berarti "melihat".Mikroskop tersebut ditemukan oleh Anthony Van Leewenhoek, penemuan ini sangat dapat membantu peneliti serta ilmuan untuk mengamati objek mikroskopis.

pengertian Mikroskop
pengertian Mikroskop

Benda kecil tersebut dilihat dengan melalui cara memperbesar ukuran bayangan benda tersebut hinga dapat berkali-kali lipat. Bayangan benda tersebut dapat dibesarkan 100 kali, 400 kali, bahkan juga 1000 kali, serta perbesaran yang mampu dijangkau tersebut semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi.  Ilmu yang memahami objek-objek berukuran sangat kecil dengan menggunakan mikroskop tersebut disebut dengan Mikroskopi.

Fungsi Mikroskop

Mikroskop mempunyai fungsi ialah sebagai berikut :

  1. Fungsi utamanya ialah untuk melihat dan juga utnuk mengamati objek dengan ukuran sangat kecil yang tidak bisa dilihat dengan mata normal.
  2. Fungsi lainnya dari mikroskop tetap akan selaras pada fugsi utamanya, bedanya beberapa dari jenis mikroskop dibuat untuk fungsi yang lebih detail lagi.

Bagian-Bagian Mikroskop

Bagian Mikroskop terbagi menjadi bagian Optik dan juga bagian Mekanik (Non-Optik), bagian-bagian mikroskop antara lain sebagai berikut :

Bagian-Bagian Optik

  1. Lensa Okuler, ialah lensa yang terdapat pada bagian ujung atas tabung , pengamat melihat objek dengan menggunakan lensa ini. Lensa okuler berguna untuk dapat memperbesar kembali bayangan dari lensa objektif. Lensa okuler tersebut biasanya memiliki perbesaran 6, 10, maupun 12 kali.
  2. Lensa Objektif, ialah lensa yang dekat dengan objek. Biasanya lensa objektif terdapat 3 pada mikroskop, yakni dengan perbesaran 10, 40, ataupun 100 kali. Saat menggunakan lensa objektif tersebut pengamat harus dapat mengoleskan minyak emersi ke bagian objek, minyak emersi tersebut berguna ialah sebagai pelumas dan juga untuk memperjelas bayangan benda, oleh sebab itu saat perbesaran 100 kali, letak lensa dengan objek yang diamati itu sangat lah dekat.
  3. Kondensor, ialah bagian pada mikroskop yang dapat diputar naik turun yang berguna untuk dapat mengumpulkan cahaya yang dipantulkan oleh cermin serta juga memusatkannya ke objek.
  4. Diafragma, ialah bagian pada mikroskop yang berguna untuk dapat  mengatur banyak sedikitnya cahaya yang akan masuk dan juga mengenai preparat.
  5. Cermin, ialah bagian pada mikroskop yang berguna untuk dapat menerima dan juga mengarahkan cahaya yang diterima. Cermin tersbut mengarahkan cahaya dengan melalui pemantulkan cahaya tersebut.

Bagian-Bagian Mekanik (Non-Optik)

  • Revolver, ialah bagian pada mikroskop yang berguna untuk dapat mengatur perbesaran lensa objektif yang diinginkan.
  • Tabung Mikroskop, ialah bagian pada mikroskop yang berfungsi untuk dapat menghubungkan lensa objekti dan juga lensa okuler mikroskop.
  • Lengan Mikroskop, ialah bagian pada mikroskop yang berfungsi untuk sebagai tempat pengamat memegang mikroskop.
  • Meja Benda, ialah yang bagian pada mikroskop untuk sebagai tempat menempatkan objek yang akan diamati, pada meja benda tersebut terdapat penjepit objek, yang berguna untuk dapat menjaga objek tetap ditempat sesuai dengan yang diinginkan.
  • Makrometer (pemutar kasar), ialah bagian pada mikroskop yang berguna untuk menaikkan maupun menurunkan tabung secara cepat untuk dapat pengaturan mendapatkan kejelasan dari gambaran objek yang diinginkan.
  • Mikrometer (pemutar halus), ialah bagian pada mikroskop yang berguna untuk dapat menaikkan maupun menurunkan tabung secara lambat untuk dapat mengaturan dan mendapatkan kejelasan dari gambaran objek yang diinginkan.
  • Kaki Mikroskop, ialah bagian yang bagian pada mikroskop yang digunakan sebagai penyagga yang akan menjaga mikroskop tetap pada tempat yang diinginkan, serta juga sebagai tempat memegang mikroskop saat mikroskop hendak akan  dipindahkan.
Terimakasih Sudah Berkunjung di Pendidikanku.org semoga dapat bermanfaat untuk anda
Read more

Pengertian Dan Proses Metabolisme

Pengertian Metabolisme

Pengertian Serta Terjadinya Proses Metabolisme - Metabolisme ialah suatu proses terjadinya kimiawi di dalam tubuh semua makhluk hidup melalui pertukaran zat ataupun suatu organism dengan lingkungannya. Metabolisme berasal dari bahasa Yunani, yaitu “metabole” yang berarti perubahan. Seperti halnya makhluk hidup memperoleh, mengolah dan mengubah suatu zat melalui proses kimiawi untuk mempertahankan hidupnya.

Pengertian Dan Proses Metabolisme
Pengertian Dan Proses Metabolisme

Metabolisme Makanan

A. Jenis-jenis Metabolisme

Metabolisme terdiri dari 2 perbedaan metabolic, yaitu :
Katabolisme yang berarti penguraian suatu zat menjadi partikel yang lebih kecil untuk dijadikan energy, dan sedangkan Anabolisme merupakan reaksi untuk merangkai senyawa organic dari molekul molekul tertentu agar dapat diserap oleh tubuh.

B. Proses Metabolisme

Didalam tubuh terjadi 3 proses metabolism utama yaitu :

1. Metabolisme Karbohidrat
Metabolisme Karbohidrat merupakan proses yang berlangsung di dalam organisme,baik secara mekanis maupun kimiawi. Metabolisme itu sendiri terdiri dari 2 proses yaitu Anabolisme(pembentukan molekul) dan Katabolisme(Penguraian molekul). Pada proses pencernaan makanan, karbohidrat mengalami proses hidrolisis(penguraian dengan menggunakan molekul air). Proses pencernaan karbohidrat terjadi dengan menguraikan polisakarida menjadi monosakarida.

Ketika suatu makanan dikunyah,makanan akan bercampur dengan air liur yang mengandung enzim ptialin (suatu α amilase yang disekresikan oleh kelenjar parotis di dalam mulut). Enzim ini menghidrolisis pati(salah satu polisakarida) menjadi maltosa dan gugus glukosa kecil yang terdiri dari tiga sampai sembilan molekul glukosa. Makanan berada di mulut hanya dalam waktu yang singkat dan mungkin tidak lebih dari 3-5% dari pati yang telah dihidrolisis pada saat makanan ditelan.

Sekalipun makanan tidak cukup lama untuk dipecah oleh ptialin menjadi maltosa, akan tetapi kerja ptialin dapat berlangsung terus menerus selama satu jam. Setalah makanan memasuki lambung, isi lambung akan bercampur dengan zat yang disekresikan oleh lambung. Selanjutnya aktivitas ptialin dari air liur dihambat oleh zat asam yang disekresikan oleh lambung. Hal ini dikarenakan ptialin merupakan enzim amilase yang tidak aktif saat PH medium turun di bawah 4,0.

Setelah makan dikosongkan dari lambung dan masuk ke duodenum (usus dua belas jari), makanan kemudian bercampur dengan getah pankreas. Pati yang belum di pecah akan dicerna oleh amilase yang diperoleh dari sekresi pankreas. Sekresi pankreas ini mengandung α amilase yang fungsinya sama dengan α-amilase pada air liur, yaitu memecah pati menjadi maltosa dan polimer glukosa kecil lainnya. Namun, pati pada umumnya hampir sepenuhnya di ubah menjadi maltosa dan polimer glukosa kecil lainnya sebelum melewati lambung.

Hasil akhir dari proses pencernaan adalah glukosa, fruktosa, glaktosa, manosa, monosakarida dan lainnya. Senyawa-senyawa tersebut kemudian diabsorpsi melalui dinding usus dan dibawa ke hati oleh darah.

2. Metabolisme Protein
Metabolisme Protein merupakan makanan yang hampir sebagian besarnya berasal dari daging dan sayur-sayuran. Protein dicerna di lambung oleh enzim pepsin, yang aktif pada pH 2-3 (suasana asam).

Pepsin mampu mencerna semua jenis protein yang berada dalam makanan. Salah satu hal terpenting dari pencernaan yang dilakukan pepsin adalah kemampuannya untuk mencerna kolagen. Kolagen ialah bahan dasar utama dari jaringan ikat pada kulit dan tulang rawan. Proses pencernaan yang dilakukan pepsin meliputi 10-30% dari pencernaan protein total. Pemecahan protein ini merupakan proses hidrolisis yang terjadi pada rantai polipeptida.

Sebagian besar proses pencernaan protein terjadi di usus. Ketika protein meninggalkan lambung, biasanya protein dalam bentuk proteosa, pepton, dan polipeptida besar. Setelah memasuki usus, produk-produk yang telah di pecah sebagian besar akan bercampur dengan enzim pankreas di bawah pengaruh enzim proteolitik seperti tripsin, kimotripsin,dan peptidase. Baik tripsin maupun kimotripsin dapat memecah molekul protein menjadi polipeptida kecil sehingga Peptidase dapat melepaskan asam-asam amino.

Kelebihan protein tidak akan disimpan dalam tubuh, melainkan akan dirombak di dalam hati menjadi senyawa yang mengandung unsur N seperti NH3 (amonia) dan NH4OH (amonium hidroksida). Senyawa yang mengandung unsur N akan disintesis menjadi urea. Pembentukan urea berlangsung di dalam hati karena hanya sel-sel hati yang dapat menghasilkan enzim arginase. Urea yang tidak dibutuhkan oleh tubuh akan diangkut bersama zat-zat lainnya menuju ginjal dan akan  dikeluarkan melalui urin. Sebaliknya,senyawa yang tidak mengandung unsur N akan disintesis kembali mejadi bahan baku karbohidrat dan lemak,sehingga dapat di oksidasi di dalam tubuh untuk menghasilkan energi.

3.Metabolisme Lemak
Pencernaan lemak hanya terjadi di dalam usus, karena usus mengandung lipase. Pencernaan lemak tidak akan terjadi di mulut dan lambung karena di tempat tersebut tidak terdapat enzim lipase yang dapat menghidrolisis atau memecah lemak.

Lemak akan keluar dari lambung dan masuk ke dalam usus sehingga merangsang hormon kolesistokinin. Hormon kolesistokinin menyebabkan kantung empedu berkontraksi sehingga mengeluarkan cairan empedu ke dalam duodenum(usus dua belaas jari). Empedu mengandung garam yang memegang peranan penting dalam mengemulsikan lemak. Emulsi Lemak merupakan pemecahan lemak yang berukuran besar menjadi butiran lemak yang berukuran lebih kecil. Ukuran lemak yang lebih kecil (trigliserida) serta yang teremulsi akan memudahkan hidrolisis lemak di uraikan oleh lipase yang dihasilkan dari penkreas. Lipase pankreas juga akan menghidrolisis lemak teremulsi menjadi campuran asam lemak dan monoligserida (gliserida tunggal).

Hasil pencernaan lemak sebagian besar (70%) terjadi di usus halus. Pada waktu asam lemak dan monogliserida di absorpsi melalui sel-sel mukosa pada dinding usus, keduanya di ubah kembali menjadi jaringan lemak (trigliserida dengan bentuk partikel-partikel kecil), dan saat dibutuhkam kemabli, timbunan lemak tersebut akan diangkut menuju hati.

Terima Kasih Sudah Membaca Tentang Pengertian Dan Proses Metabolisme Semoga Dapat bermanfaat untuk anda pembaca Pendidikanku.org
Read more