Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Pengertian Jaringan Kolenkim, Fungsi, Macam Ciri dan Struktur

Pendidikanku.Org - Kesempatan ini kita akan mengenai Jaringan Kolenkim, penjelasan mengenai Jaringan kolekim ini juga akan dijelaskan dengan point point penting seperti Fungsi, Macam Jenis, Ciri, dan Struktur Jaringan Kolekim penjelasannya sebagai berikut :
Pengertian Jaringan Kolenkim, Fungsi, Macam Ciri dan Struktur

Pengertian Jaringan Kolenkim

Manusia atau juga hewan mempunyai tulang untuk memberikan suatu dukungan maupun juga struktur. Karena tanaman tidak mempunyai tulang,yang akan mengandung berbagai sel struktural yang kompose mempunyai isi atau juga fungsi yang berbeda beda. Salah satu jenis sel ini sering disebut dengan sel kolenkim. Sel Kolenkim merupakan suatu sel yang memanjang dengan dinding sel tebal tidak akan teratur yang memberikan dukungan dan struktur. Dinding sel ang tebal terdiri atas senyawa selulosa dan pektin. Sel-sel ini sering ditemukan di bawah epidermis, ataupun juga lapisan luar sel pada batang muda atau urat daun.

Fungsi Sel Kolenkim

Sel Kolenkim ii akan memberikan suatu dukungan struktural.yang Terutama, mereka akan melayani bagian tumbuh tanaman, seperti tunas maupun daun. Tanaman yang akan terkena berbagai macam tantangan struktural atau juga mereka mampu bertahan dari hal-hal seperti hujan lebat, hujan angin, maupun tekanan lain karena komposisi selular mereka. Sel Kolenkim ini berfungsi sebagai memberikan dukungan maupun mengisi ruang kosong yang seing digunakan untuk pertumbuhan yang selanjutnya.

Sel Kolenkim juga mempunyai dinding sel yang akan menebal yang memungkinkan mereka untuk memberikan dukungan tambahan ke daerah-daerah di mana saja mereka ditemukan. Jika tidak ada sel kolenkim, kebanyakan tanaman ini akan mengalami kerusakan ketika mereka akan ditiup oleh angin atau ditumbuk oleh hujan karena mereka akan terlalu rapuk.

Sel-sel kolenkim akan melindungi tanaman dengan adanya melayani sebagai kerangka bagian dalam, sangat mirip yang tulang lakukan bagi manusia atau hewan yang lainnya.

Macam Jenis Jaringan Kolenkim

Menurut tipe penebalan dindingnya, kolenkim ini dapat dibedakan menjadi beberapa macam, sebagai berikut yakni

a)Kolenkim lamela

Penebalan dinding sel kolenkim ini juga sering terjadi pada dinding tangensial sel. Kolenkim lamela yang terdapat pada korteks batang Sumbucus nigra, Rhamnus,atau juga tangkai Cochlearia armoracia.

b)Kolenkim sudut

Penebalan dinding sel kolenkim ini juga akan terjadi pada sudut-sudut sel. Pada penampang melintangnya, penebalan ini melihat terjadi dimana pada tempat bertemunya tiga sel atau lebih, seperti yang terdapat pada tangkai Rumex, Vitis, Begonia, Coleus, Cucurbita, Morus, Beta, ataupun juga pada batang Solanum tuberosum dan Atropa belladonna.

c) Kolenkim lakuna

Penebalan dinding sel kolenkim ini juga sering terjadi pada dinding-dinding yang dimana berbatasan dengan ruang antarsel. Kolenkim lakuna yang akan terdapat pada tangkai beberapa spesies Compositae,yang misalnya Salvia, Malva, Athaea, ataupun Asclepias dan pada batang Ambrosia.

d)Kolenkim cincin

Istilah kolenkim cincin ini akan diberikan oleh Duchaigne untuk tipe kolenkim yang lumen yang selnya pada penampang melintang akan tampak melingkar. Muller (1890) menyebutnya knorpel-collenchyma. Pengamatan ini terhadap kolenkim cincin dewasa tampak adanya penebalan dinding sel yang secara terus menerus lalu sehingga lumen sel akan kehilangan bentuk bentuk sudutnya.

Ciri-Ciri Jaringan Kolenkim

Secara yang lebih jelas, ciri-ciri jaringan kolenkim dapat diidentifikasi sebagai berikut yaitu:

  1. Sel kolenkim yang akan berbentu memanjang sejajar pusat organ yang akan ditempatinya.
  2. Dinding sel tidak akan mengandung lignin, tapi mengandung pektin, selulosa, maupun hemiselulosa.
  3. Ada Beberapa sel kolenkim yang mempunyai kloroplas sehingga juga dapat berfungsi sebagai menunjang fotosintesis.
  4. Pada dinding sel kolenkim juga biasanya mengalami penebalan setempat

Struktur dan Susunan Jaringan Kolenkim

Dinding sel kolenkim yang terdiri dari lapisan yang berselang seling, kaya akan selulosa dengan sedikit pektin. Air dalam seluruh dinding sel kurang lebih nya 67%. Roelofsen (1959)diman menyatakan bahwa di dalam Petasites, dinding sel kolenkim juga berisi 45% pektin, 35% hemiselulosa, atau 20% selulosa. Dinding sel kolenkim Petasites ini juga terdiri dari 7-20 lamela yang akan bergantian maupun berseling antara lamela yang akan mengandung banyak suatu seluosa dan lamela yang mengandung sedikit selulosa.dimana Semakin mendekati lumen sel, selulosanya semakin banyak.

Menurut Czaja (1961), lamela ini akan melintang pada penebalan dinding kolenkim pada banyak kebanyakan tumbuhan dapat dideteksi dengan alat mikroskop cahaya terpolarisasi. Chafe (1970) telah banyak mengamati bahwa orientasi mikroserabut selulosa dalam lamela yang berurutan ini akan bergantian melintang dan membujur. Selama perkembangan penebalan dinding,akan terjadi penambahan lapisan mikroserabut yang akan mengelilingi seluruh sel sehingga dapat memperluas keliling sel.

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai Pengertian Jaringan Kolenkim, Fungsi, Macam Ciri dan Struktur, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda.
Read more

Pengertian Arthropoda, Ciri, Klasifikasi, Ukuran dan Bentuk Tubuh

Pendidikanku.Org - Kesempatan ini kita akan membahas mengenai Arthropoda, yang dilengkapi dengan beberapa point penting seperti Ciri, Klasifikasi, Ukuran dan bentuk tubuh dari Arthropoda, penjelasan selengkapnya akan diuraikan sebagai berikut :
Pengertian Arthropoda, Ciri, Klasifikasi, Ukuran dan Bentuk Tubuh

Pengertian Arthropoda

Arthropoda ini merupakan hewan dengan kaki beruas-ruas, berukuku serta bersegmen. Kata Arthropoda ini berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata yakni arthro yang artinya ruas serta podos yang artinya ialah  kaki. Arthropoda ini merupakan salah satu hewan tripoblastik selomata serta bilateral simetris.

Tubuh Arthropoda ini terdiri dari kepala, dada serta abdomen yang secara keseluruhan itu dibungkus oleh zat kitin dan jugakerangka luar (eksoskeleton). Pada umumnya diantara ruas-ruas tersebut terdapat bagian yang tidak mempunyai zat kitin sehingga ruas-ruas itu akan mudah untuk digerakkan. Pada waktu tertentu kulit serta tubuh Arthropoda mengalami pergantian kulit atau eksdisis.

Ciri-ciri Arthropoda

Dibawah ini merupakan ciri-ciri arthropoda diantaranya ialah sebagai berikut :

1). Tubuh tersegmentasi.

Artinya ialah mereka akan mempunyai tubuh yang terdiri dari lebih dari satu bagian.Seperti Laba-laba tersebut mempunyai dua segmen serta lalat mempunyai tiga segmen.

2). Banyak kaki bersendi atau anggota badan

Laba-laba itu mempunyai 8 kaki, kaki seribu juga bisa mempunyai Ratusan serta juga lalat mempunyai tiga segmen.

3). Sebuah eksoskeleton

Hal Ini merupakan kerangka eksternal. Seperti misalnya baju besi yang melindungi tubuh arthropoda. Pada saat arthropoda itu lahir eksoskeleton yang lembut tapi mengeras dengan cepat serta dapat/bisa ditumpahkan saat makhluk tumbuh. Arthropoda ini merupakan invertebrata, yang artinya bahwa mereka tidak lagi memiliki tulang belakang.

4). Berdarah Dingin

Arthropoda ini ialah jenis berdarah dingin – yang berarti, suhu tubuh mereka itu tergantung pada suhu lingkungan sekitar mereka. Arthropoda ini merupakan beberapa hewan paling menarik di dunia!

5). Habitat

Arthropoda ada di seluruh dunia yang di dalam distribusinya itu mereka serta menempati segala macam habitat termasuk juga laut dalam, perairan pesisir, habitat darat, sungai serta sungai air tawar, hutan, gurun, semak belukar, dan juga padang rumput.

Klasifikasi Arthropoda

Berikut dibawah ini merupakan klasifikasi arthropoda dengan berdasarkan struktur tubuhnya. Arthropoda ini dapat dibedakan menjadi 4 tipe diantaranya ialah sebagai berikut

1). Arachnoidea

Arachnoidea ini  berasal dari bahasa yunani yakni arachno yang artinya ialah laba-laba. Contoh dari arachonoidea ini sendiri ialah kalajengking, laba-laba, tungau. Yang pada umumnya arachnoidea ini mempunyai sifat parasite yang dapat merugikan manusia, hewan atau juga tumbuhan.

2). Insecta (serangga)

Istilah insecta yang dalam bahasa latin ialah serangga. Insecta ini merupakan satu-satunya kelompok dari invertebrate yang bisa/dapat terbang. Adapun penyebaran dari insect ini juga sangatlah luas dengan kenakeragaman tinggi di antara kelas-kelas yang lain.

3). Crustacea

Crustacea ini merupakan salah satu hewan air yang mampu untuk hidup di laut serta juga di air tawar. Dimana crustacean ini sendiri memiliki tubuh yang bersegmen (beruas) serta juga terdiri dari sefalotoraks (kepala serta dadanya itu menjadi satu) serta abdomen (perut).

4). Myriapoda

Myriapoda ini merupakan gabungan dari kelas Chilopoda serta Diplopoda yang mana tubuhnya itu beruas-ruas dan dari tiap-tiap ruasnya itu memiliki satu pasang atau dua pasang kaki.

Ukuran Dan Bentuk Tubuh Arthropoda

Ukuran dari tubuh Arthropoda ini beragam, ada yang memiliki ukuran kecil kurang dari 0,1 mm (misalnya tungau serta kutu) sampai ada juga yang berukuran lebih dari 3 m (misalnya seperti kepiting Macrocheira kaempferi). Bentuk tubuh Arthropoda ini juga sangat bervariasi. Tubuhnya yang simetri bilateral dan juga dilindungi oleh eksoskeleton (rangka luar).

Arthropoda ini juga mempunyai anggota tubuh dengan struktur serta fungsi yang berbeda-beda, misalnya seperti sayap untuk terbang, kaki untuk berjalan atau juga berenang, capit untuk dapat menangkap mangsa, alat kopulasi, alat untuk pertahanan tubuh serta juga alat reseptor sensori.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Arthropoda, Ciri, Klasifikasi, Ukuran dan Bentuk Tubuh, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih
Read more

Pengertian Pembelahan Mitosis Serta Tahap-tahapnya Terlengkap

Pengertian Pembelahan Mitosis Serta Tahap-tahapnya


Pengertian Pembelahan Mitosis serta Tahap-tahapnya Terlengkap - Didalam pembelahan mitosis mempunyai tahap-tahap pembelahan yang biasa disebut dengan fase-fase pembelahan mitosis.

Pembelahan mitosis adalah suatu proses pembelahan inti sel menjadi dua inti sel baru dengan melalui tahap-tahap tertentu serta juga menghasilkan sel anak dengan jumlah serta jenis kromosom yang sama dengan sel induknya.

Dari satu sel kemudian menjadi dua sel anak identik, masing-masing sel anak tersebut mewarisi kromosom yang sama banyak dengan kromosom pada induknya. Apabila sel induk mempunyai 2n kromosom , maka pada tiap-tiap sel anak juga mempunyai 2n kromosom Pembelahan mitosis terjadi dengan melalui beberapa tahapan. 

Pengertian Pembelahan Mitosis Serta Tahap-tahapnya Terlengkap
Pembelahan Mitosis
Mula-mula pada bagian inti sel membelah, setelah diikuti pembelahan sitoplasma. Terdapat tahap-tahap dalam pembelahan mitosis , ialah seperti dibawah ini :

Tahap-Tahap Pembelahan Mitosis

Pengertian Pembelahan Mitosis dan Tahap-tahapnyaTahap-tahap pembelahan mitosis terdiri dari 
  1. Tahap profase
  2. Tahap metafese
  3. Tahap anafase
  4. Tahap telofase
  5. Tahap interfase
1. Tahap Profase
Profase merupakan suatu fase awal dari pembelahan. Pada fase profase kromosom mulai terjadi adanya pemendekan, menebal, serta masing-masing saling berpasangan (2n) yang berdiri dari 2 benang. Pada fase Profase , membran ini masih tampak.

Ciri-Ciri Tahap Profase
  1. Benang-benang kromonema tersebut menjadi pendek serta bertambah tebal membentuk suatu kromosom homolog dengan duplikatnya sehingga akan menjadikan kromosom tersebut menjadi 2 .
  2. Nukleous serta membran inti menghilang.
  3. Sentriol membelah 2 serta bergerak berlawanan kearah 2 kutub yang berlawanan juga .
  4. Pada tiap - tiap sentriol menuju ke benang spinder (benang gelendong).

2. Tahap Metafase
Pada fase metafase membran inti melebur. Kromosom berkumpul pada bidang ekuator yang terdapat di tengah sel. Kromosom tersebut memperbanyak diri maka pada setiap kromosom terdiri dari 2  kromatid. Pada saat ini akan dapat dikatakan bahwa sel mempunyai 4n kromosom.

Ciri-Ciri Tahap Metafase

  1. Pada tiap-tiap kromosom homolog dengan duplikatnya akan sejajar pada bidang metafase/dataran metafase
3. Tahap Anafase
Pada fase anafase tersebut tiap-tiap kromosom memisahkan diri menjadi 2 bagian yang sama, masing-masing kromoson tersebut bergerak menuju ke arah kutub sel yang juga saling berlawanan, jadi 2n kromosom tersebut bergerak ke kutup yang satu, serta 2n kromosom bergerak kekutub yang lainnya.

Ciri-Ciri Tahap Anafase

  1. Pada tiap-tiap kromosom homolog tersebut memisahkan diri dulikatnya kearah dua kutup yang berlawanan dengan gerakan kontraksi dari daya tarik benang spindel tersebut.
4. Tahap Telofase
Kromosom tersebut sampai pada kutub masing-masing pada tahap telofase yang kemudian terbentuk membran inti yang menyelimuti kelompok kromosom. Pada kedua inti yang baru terbentuk tersebut, muncul membran pemisah. Setelah itu terbentuklah membran sel yang memisahkan kedua sel anak itu . Maka lengkaplah sudah proses pembelahan mitosis tersebut, dari 1 sel menjadi 2 sel anak. pada tiap-tiap sel anak tersebut mempunyai 2n kromosom.

Ciri-Ciri Tahap Telofase

  1. Kromosom homolog serta kromosom dublikatnya saling menuju ke arah kutub selnya masing-masing.
  2. Mulai akan terlihat membran inti sel serta nukleolus.
  3. Pada bagian tengah sel mulai terbentuk serta adanya sekat pemisah.
  4. Terbentuknya 2 sel anak.
5. Tahap Interfase
Di antara mitosis pertama sampai mitosis berikutnya itu terdapat interfase. Saat interfase tersebut sel tidak membelah melainkan aktif melakukan metabolisme untuk dapat pertumbuhan serta pembentukan energi untuk suatu pembelahan mitosis berikutnya. Interfase tersebut tidak termasuk dalam tahap PMAT serta dibedakan dalam tiga tahap, yakni :
  1. G1 (gap 1)    : adalah suatu akhir mitosis serta awal dari sintesis (presintesis), pada fase tersebut sel mulai tumbuh membesar
  2. S (sintesis)    : terjadi duplikasi pada organel serta sintesis DNA, pada tahap sintesis tersebut sel aktif melakukan proses metabolisme, tumbuh, dan juga berkembang
  3. G2 (gap2)    : adalah suatu akhir fase sintesis (postsintesis) serta awal dari mitosis berikutnya.

Sekian dan terimakasih sudah membaca mengenai Pengertian Pembelahan Mitosis Serta Tahap-tahapnya Terlengkap semoga dapat bermanfaat untuk anda , salam hangat dari pendidikanku.org

Read more

Pengertian Leukosit Dan Jenis Leukosit Terlengkap

Pengertian Leukosit

Pengertian Dan Jenis Leukosit Terlengkap - Pengertian Leukosit ialah sel darah putih. Leukosit adalah sel darah yang tidak mengandung pigmen warna. Leukosit ini berguna untuk alat pertahanan tubuh.

Leukosit ini dibentuk di retikuloendotelium sumsum merah tulang. Setiap 1 mm kubik darah ialah mengandung 6000 - 9000 sel, dan mempunyai bentuk yang bervariasi dan juga mempunyai inti.

Ukuran leukosit pada umumnya lebih besar dari eritrosit, yaitu berukuran dengan 6 - 2 milimikron, umur 12 hari. Leukosit juga dapat bergerak bebas secara amoeboid dan juga dapat menembus dinding kapiler (diapendensis). 
Note :Retikuloendotelium
Pengetian Leukosit
Pengetian Leukosit 

retikuloendotelial  ialah jarinagan pengikat retikular yang tersebar luas menyelubungi sinusoid-sinusoid pada darah di hati,sumsum tulang serta menyelubungi saluran-saluran limfe di jaringan limfatik.
Sistem retikuloendotelialini mengandung 3 sel:

1. Sel-sel retikuloendotelial iala yang melapisi sinusoid darah di hati, limpa, sum-sumtulang,kelenjar limfe, termasuk sel-sel kupffer di hati serta sel-sel yang serupa diparu-paru serta sumsum tulang.

2. Makrofag ialah sel-sel terbanyak yang menempati jaringan pengikatan disebut sebagai histiosit atau resting wandering cells ataupun clasmatocytes.
3. Mikroglia ialah  yang menyokong pusat susunan saraf Sel-sel retikuloendotelial untuk dapat melepaskan diri dari kerangkanya sertya mengembara, pengembaraan ini tidak menggunakan darah.

Organ sistem retikuloendotelial pada manusia meliputi :


1. Kelenjar limfe ialah mengandung sel-sel retikuloendotelial serta sel-sel plasma, berguna untuk memfiltrasi cairan ekstra-sel dan membuat antibodi.

2. Limpa : mengandung sel-sel retikuloendotelial, limfosit serta sel-sel plasma, berguna untuk memfiltrasi darah dan juga membuat antibody.
3. Hati: mengandung sel-sel retikuloendotelial serta hepatosit, berguna untuk memfiltrasi darah.
4. Sumsum tulang ialah mengandung sel-sel retikuloendotelial, sel-sel awal darah serta sel-sel lemak, berguna untuk pembentukan sel-sel darah.

Fungsi

Fungsi sistem ini adalah :

1. ialah Menghancurkan sel-sel darah yang telah tua, membuat dan juga melepaskan bilirubin ke sirkulasi
2. ialah Memakan bakteria, dan melipat gandakan diri kalau terdapat infeksi,
3. ialah Memakan dan juga memproses antigen serta merangsang sel-sel plasma untuk membuat antibodi.

Jenis Leukosit

Leukosit ada lima jenis, yaitu
  1. limfosit,
  2. monosit,
  3. basofil,
  4. neutrofil, 
  5. eusonofil.
Pengertian Leukosit - Fungsi leukosit ialah untuk memakan zat asing yang berupa kuman-kuman penyakit atau pun zat lain yang masuk ke dalam tubuh. Maka, Leukosit ialah sebagai pertahanan utama dari infeksi. Berkaitan  juga dengan fungsinva tersebut maka leukosit mempunyai sifat fagosit, ialah bisa mencerna atau “memakan” zat asing ataupun kuman penyakit. Kemampuan leukosit untuk dapat melakukan fagosit disebut dengan fagositosis.

Selain itu fagositosis, leukosit juga dapat memiliki kemampuan diapedesisdiapedesis ialah kemampuan untuk dapat menembus dinding pembuluh darah kapiler dan juga masuk dalam sel atau jaringan tubuh. Jadi, leukosit tidak selalu dalam pembuluh darah, Apabila ada zat asing yang masuk, leukosit akan menembus dinding kapiler dan juga bekerja menuju jaringan yang membutuhkan.

Jumlah leukosit juga dapat naik dan juga turun sesuai dengan keadaan atau situasi . Jika terdapat infeksi, biasanya jumlah leukosit akan terus  meningkat. Kalau tubuh mengalami gangguan dalam memproduksi leukosit, hal ini bisa menyebabkan tubuh akan mudah untuk diserang penyakit.

Demikian Penjelasan tentang Pengertian Dan Jenis Leukosit Terlengkap Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Para Pembaca Pendidikanku.org:)
Read more

Pengertian Heterozigot Dan Homozigot

Pengertian Heterozigot Dan Homozigot


Pengertian Heterozigot

Pengertian heterozigot dan homozigot -  Heterozigot ialah satu dari bentuk genotipe yang mungkin terjadi pada setiap individu. Pada keadaan tertentu heterozigot, alel-alel yang menempati lokus berbeda-beda pada setiap kromosom. Kondisi heterozigot didalam pertanian ini dimanfaatkan dalam pembentukan varietas hibrida yang disebabkan karena berhubungan dengan gejala heterosis.



Pengertian Homozigot

Homozigot ialah salah satu keadaan genotipe. Individu pada homozigot memiliki kromosom dengan alel yang sama pada setiap lokus gen-gennya. alel yang sama dimiliki oleh Lokus dengan genotipe homozigot 

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca Pengertian Heterozigot Dan Homozigot Semoga Dapat Bermanfaat Untuk Anda Para Pembaca Pendidikanku.org

Read more

Pengertian Mikroskop Dan Fungsinya Lengkap

Pengertian Mikroskop Dan Fungsi Serta Bagian Mikroskop Terlengkap

Pengertian  Dan Fungsi Serta Bagaian Mikroskop Terlengkap - Mikroskop ialah alat bantu yang digunakan untuk dapat melihat dan juga untuk mengamati benda-benda yang berukuran sangat kecil yang tidak mampu dilihat dengan mata normal saja. Kata Mikroskop tersebut berasal dari bahasa latin, yaitu “mikro” yang berarti kecil dan juga kata “scopein” yang berarti "melihat".Mikroskop tersebut ditemukan oleh Anthony Van Leewenhoek, penemuan ini sangat dapat membantu peneliti serta ilmuan untuk mengamati objek mikroskopis.

pengertian Mikroskop
pengertian Mikroskop

Benda kecil tersebut dilihat dengan melalui cara memperbesar ukuran bayangan benda tersebut hinga dapat berkali-kali lipat. Bayangan benda tersebut dapat dibesarkan 100 kali, 400 kali, bahkan juga 1000 kali, serta perbesaran yang mampu dijangkau tersebut semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi.  Ilmu yang memahami objek-objek berukuran sangat kecil dengan menggunakan mikroskop tersebut disebut dengan Mikroskopi.

Fungsi Mikroskop

Mikroskop mempunyai fungsi ialah sebagai berikut :

  1. Fungsi utamanya ialah untuk melihat dan juga utnuk mengamati objek dengan ukuran sangat kecil yang tidak bisa dilihat dengan mata normal.
  2. Fungsi lainnya dari mikroskop tetap akan selaras pada fugsi utamanya, bedanya beberapa dari jenis mikroskop dibuat untuk fungsi yang lebih detail lagi.

Bagian-Bagian Mikroskop

Bagian Mikroskop terbagi menjadi bagian Optik dan juga bagian Mekanik (Non-Optik), bagian-bagian mikroskop antara lain sebagai berikut :

Bagian-Bagian Optik

  1. Lensa Okuler, ialah lensa yang terdapat pada bagian ujung atas tabung , pengamat melihat objek dengan menggunakan lensa ini. Lensa okuler berguna untuk dapat memperbesar kembali bayangan dari lensa objektif. Lensa okuler tersebut biasanya memiliki perbesaran 6, 10, maupun 12 kali.
  2. Lensa Objektif, ialah lensa yang dekat dengan objek. Biasanya lensa objektif terdapat 3 pada mikroskop, yakni dengan perbesaran 10, 40, ataupun 100 kali. Saat menggunakan lensa objektif tersebut pengamat harus dapat mengoleskan minyak emersi ke bagian objek, minyak emersi tersebut berguna ialah sebagai pelumas dan juga untuk memperjelas bayangan benda, oleh sebab itu saat perbesaran 100 kali, letak lensa dengan objek yang diamati itu sangat lah dekat.
  3. Kondensor, ialah bagian pada mikroskop yang dapat diputar naik turun yang berguna untuk dapat mengumpulkan cahaya yang dipantulkan oleh cermin serta juga memusatkannya ke objek.
  4. Diafragma, ialah bagian pada mikroskop yang berguna untuk dapat  mengatur banyak sedikitnya cahaya yang akan masuk dan juga mengenai preparat.
  5. Cermin, ialah bagian pada mikroskop yang berguna untuk dapat menerima dan juga mengarahkan cahaya yang diterima. Cermin tersbut mengarahkan cahaya dengan melalui pemantulkan cahaya tersebut.

Bagian-Bagian Mekanik (Non-Optik)

  • Revolver, ialah bagian pada mikroskop yang berguna untuk dapat mengatur perbesaran lensa objektif yang diinginkan.
  • Tabung Mikroskop, ialah bagian pada mikroskop yang berfungsi untuk dapat menghubungkan lensa objekti dan juga lensa okuler mikroskop.
  • Lengan Mikroskop, ialah bagian pada mikroskop yang berfungsi untuk sebagai tempat pengamat memegang mikroskop.
  • Meja Benda, ialah yang bagian pada mikroskop untuk sebagai tempat menempatkan objek yang akan diamati, pada meja benda tersebut terdapat penjepit objek, yang berguna untuk dapat menjaga objek tetap ditempat sesuai dengan yang diinginkan.
  • Makrometer (pemutar kasar), ialah bagian pada mikroskop yang berguna untuk menaikkan maupun menurunkan tabung secara cepat untuk dapat pengaturan mendapatkan kejelasan dari gambaran objek yang diinginkan.
  • Mikrometer (pemutar halus), ialah bagian pada mikroskop yang berguna untuk dapat menaikkan maupun menurunkan tabung secara lambat untuk dapat mengaturan dan mendapatkan kejelasan dari gambaran objek yang diinginkan.
  • Kaki Mikroskop, ialah bagian yang bagian pada mikroskop yang digunakan sebagai penyagga yang akan menjaga mikroskop tetap pada tempat yang diinginkan, serta juga sebagai tempat memegang mikroskop saat mikroskop hendak akan  dipindahkan.
Terimakasih Sudah Berkunjung di Pendidikanku.org semoga dapat bermanfaat untuk anda
Read more

Pengertian Dan Proses Metabolisme

Pengertian Metabolisme

Pengertian Serta Terjadinya Proses Metabolisme - Metabolisme ialah suatu proses terjadinya kimiawi di dalam tubuh semua makhluk hidup melalui pertukaran zat ataupun suatu organism dengan lingkungannya. Metabolisme berasal dari bahasa Yunani, yaitu “metabole” yang berarti perubahan. Seperti halnya makhluk hidup memperoleh, mengolah dan mengubah suatu zat melalui proses kimiawi untuk mempertahankan hidupnya.

Pengertian Dan Proses Metabolisme
Pengertian Dan Proses Metabolisme

Metabolisme Makanan

A. Jenis-jenis Metabolisme

Metabolisme terdiri dari 2 perbedaan metabolic, yaitu :
Katabolisme yang berarti penguraian suatu zat menjadi partikel yang lebih kecil untuk dijadikan energy, dan sedangkan Anabolisme merupakan reaksi untuk merangkai senyawa organic dari molekul molekul tertentu agar dapat diserap oleh tubuh.

B. Proses Metabolisme

Didalam tubuh terjadi 3 proses metabolism utama yaitu :

1. Metabolisme Karbohidrat
Metabolisme Karbohidrat merupakan proses yang berlangsung di dalam organisme,baik secara mekanis maupun kimiawi. Metabolisme itu sendiri terdiri dari 2 proses yaitu Anabolisme(pembentukan molekul) dan Katabolisme(Penguraian molekul). Pada proses pencernaan makanan, karbohidrat mengalami proses hidrolisis(penguraian dengan menggunakan molekul air). Proses pencernaan karbohidrat terjadi dengan menguraikan polisakarida menjadi monosakarida.

Ketika suatu makanan dikunyah,makanan akan bercampur dengan air liur yang mengandung enzim ptialin (suatu α amilase yang disekresikan oleh kelenjar parotis di dalam mulut). Enzim ini menghidrolisis pati(salah satu polisakarida) menjadi maltosa dan gugus glukosa kecil yang terdiri dari tiga sampai sembilan molekul glukosa. Makanan berada di mulut hanya dalam waktu yang singkat dan mungkin tidak lebih dari 3-5% dari pati yang telah dihidrolisis pada saat makanan ditelan.

Sekalipun makanan tidak cukup lama untuk dipecah oleh ptialin menjadi maltosa, akan tetapi kerja ptialin dapat berlangsung terus menerus selama satu jam. Setalah makanan memasuki lambung, isi lambung akan bercampur dengan zat yang disekresikan oleh lambung. Selanjutnya aktivitas ptialin dari air liur dihambat oleh zat asam yang disekresikan oleh lambung. Hal ini dikarenakan ptialin merupakan enzim amilase yang tidak aktif saat PH medium turun di bawah 4,0.

Setelah makan dikosongkan dari lambung dan masuk ke duodenum (usus dua belas jari), makanan kemudian bercampur dengan getah pankreas. Pati yang belum di pecah akan dicerna oleh amilase yang diperoleh dari sekresi pankreas. Sekresi pankreas ini mengandung α amilase yang fungsinya sama dengan α-amilase pada air liur, yaitu memecah pati menjadi maltosa dan polimer glukosa kecil lainnya. Namun, pati pada umumnya hampir sepenuhnya di ubah menjadi maltosa dan polimer glukosa kecil lainnya sebelum melewati lambung.

Hasil akhir dari proses pencernaan adalah glukosa, fruktosa, glaktosa, manosa, monosakarida dan lainnya. Senyawa-senyawa tersebut kemudian diabsorpsi melalui dinding usus dan dibawa ke hati oleh darah.

2. Metabolisme Protein
Metabolisme Protein merupakan makanan yang hampir sebagian besarnya berasal dari daging dan sayur-sayuran. Protein dicerna di lambung oleh enzim pepsin, yang aktif pada pH 2-3 (suasana asam).

Pepsin mampu mencerna semua jenis protein yang berada dalam makanan. Salah satu hal terpenting dari pencernaan yang dilakukan pepsin adalah kemampuannya untuk mencerna kolagen. Kolagen ialah bahan dasar utama dari jaringan ikat pada kulit dan tulang rawan. Proses pencernaan yang dilakukan pepsin meliputi 10-30% dari pencernaan protein total. Pemecahan protein ini merupakan proses hidrolisis yang terjadi pada rantai polipeptida.

Sebagian besar proses pencernaan protein terjadi di usus. Ketika protein meninggalkan lambung, biasanya protein dalam bentuk proteosa, pepton, dan polipeptida besar. Setelah memasuki usus, produk-produk yang telah di pecah sebagian besar akan bercampur dengan enzim pankreas di bawah pengaruh enzim proteolitik seperti tripsin, kimotripsin,dan peptidase. Baik tripsin maupun kimotripsin dapat memecah molekul protein menjadi polipeptida kecil sehingga Peptidase dapat melepaskan asam-asam amino.

Kelebihan protein tidak akan disimpan dalam tubuh, melainkan akan dirombak di dalam hati menjadi senyawa yang mengandung unsur N seperti NH3 (amonia) dan NH4OH (amonium hidroksida). Senyawa yang mengandung unsur N akan disintesis menjadi urea. Pembentukan urea berlangsung di dalam hati karena hanya sel-sel hati yang dapat menghasilkan enzim arginase. Urea yang tidak dibutuhkan oleh tubuh akan diangkut bersama zat-zat lainnya menuju ginjal dan akan  dikeluarkan melalui urin. Sebaliknya,senyawa yang tidak mengandung unsur N akan disintesis kembali mejadi bahan baku karbohidrat dan lemak,sehingga dapat di oksidasi di dalam tubuh untuk menghasilkan energi.

3.Metabolisme Lemak
Pencernaan lemak hanya terjadi di dalam usus, karena usus mengandung lipase. Pencernaan lemak tidak akan terjadi di mulut dan lambung karena di tempat tersebut tidak terdapat enzim lipase yang dapat menghidrolisis atau memecah lemak.

Lemak akan keluar dari lambung dan masuk ke dalam usus sehingga merangsang hormon kolesistokinin. Hormon kolesistokinin menyebabkan kantung empedu berkontraksi sehingga mengeluarkan cairan empedu ke dalam duodenum(usus dua belaas jari). Empedu mengandung garam yang memegang peranan penting dalam mengemulsikan lemak. Emulsi Lemak merupakan pemecahan lemak yang berukuran besar menjadi butiran lemak yang berukuran lebih kecil. Ukuran lemak yang lebih kecil (trigliserida) serta yang teremulsi akan memudahkan hidrolisis lemak di uraikan oleh lipase yang dihasilkan dari penkreas. Lipase pankreas juga akan menghidrolisis lemak teremulsi menjadi campuran asam lemak dan monoligserida (gliserida tunggal).

Hasil pencernaan lemak sebagian besar (70%) terjadi di usus halus. Pada waktu asam lemak dan monogliserida di absorpsi melalui sel-sel mukosa pada dinding usus, keduanya di ubah kembali menjadi jaringan lemak (trigliserida dengan bentuk partikel-partikel kecil), dan saat dibutuhkam kemabli, timbunan lemak tersebut akan diangkut menuju hati.

Terima Kasih Sudah Membaca Tentang Pengertian Dan Proses Metabolisme Semoga Dapat bermanfaat untuk anda pembaca Pendidikanku.org
Read more

Pengertian Hati Fungsi Dan Struktur Hati

Pengertian Hati Fungsi Dan Struktur Hati

Pengertian, Fungsi Dan Struktur Hati - Hepar (hati) ialah kelenjar terbesar dalam tubuh dengan berat sekitar 1300-1550 gram yang berwarna merah cokelat pekat. Hepar berbentuk baji dengan permukaan dasar yang terletak di sisi kanan dan puncaknya pada sisi kiri tubuh, terletak di kuadran kanan atas abdomen (hipokondria kanan). Permukaan atasnya berbatasan dengan diafragma dan batas bawahnya mengikuti pinggiran kosta kanan.
Pengertian Fungsi Dan Struktur Hati
Pengertian Fungsi Dan Struktur Hati


Fungsi Hati

1. Menawarkan racun
Fungsi utama dari hati ialah menawarkan racun yang masuk ke dalam tubuh. Racun tersebut bisa berasal dari mana saja, termasuk makanan, minuman, atau pun obat-obatan yang kita konsumsi. Proses metabolisme di dalam tubuh akan menghasilkan asam laktat yang dapat merugikan, namun hati akan mengubahnya menjadi glikogen yaitu sejenis karbohidrat yang dapat digunakan sebagai sumber energi yang disimpan di dalam otot.

Metabolisme protein juga akan menghasilkan zat sisa berupa amonia yang berbahaya bagi tubuh, namun hati akan mengubahnya menjadi urea dan dikeluarkan bersama urine. - Baca disini untuk mengetahui lebih dalam pengertian dan proses metabolisme.

2. Metabolisme karbohidrat
Glukosa dan monosakarida lain seperti fruktosa dan galaktosa akan diubah menjadi glikogen. Glikogen adalah karbohidrat yang terbentuk dari ratusan unit glukosa yang terikat bersama.

Penyimpanan karbohidrat dalam bentuk glikogen mempunyai keuntungan:
  • Cepat dipecah untuk menghasilkan energi
  • Produksi energinya tinggi
  • Tidak bocor ke dalam sel dan tidak mengganggu kandungan cairan intrasel
Pengubahan bentuk karbohidrat ini memerlukan bantuan dua hormon yaitu Insulin dan Glukagon yang dihasilkan oleh pankreas. Saat kadar glukosa dalam darah naik maka insulin akan dilepaskan untuk mengubah glukosa menjadi glikogen dan disimpan di hati dalam jaringan otot. Saat kadar glukosa di dalam darah turun, maka glukagon akan dilepaskan untuk memecah glikogen yang disimpan menjadi glukosa dan kemudian akan dimetabolisme untuk menghasilkan energi.

3. Metabolisme protein
Beberapa asam amino diubah menjadi glukosa melalui proses glukoneogenesis. Asam amino yang tidak dibutuhkan oleh tubuh dapat diubah menjadi urea serta asam urat yang dikeluarkan oleh sel hati menuju darah untuk diekskresi akan dibuang melalui urine.

4. Metabolisme lemak
Ketika lemak dibutuhkan oleh tubuh, lemak akan diambil keluar dari tempat penyimpanannya di dalam tubuh, lalu diangkut melalui darah menuju ke hati dan dipecah menjadi asam lemak serta gliserol.

5. Sintesis kolesterol dan protein plasma
Hati dapat mensintesis kolesterol dan steroid serta produk protein plasma seperti fibrinogen, protrombin, dan sebagian besar globulin.

6. Penyimpanan berbagai zat
Hati merupakan tempat penyimpanan dari glikogen, lemak, vitamin A, B12, D, dan K, serta zat besi.

7. Tempat pembentukan dan juga pembongkaran sel darah merah
Dalam 6 bulan kehidupan didalam janin, hati akan menghasilkan sel darah merah, lalu kemudian akan berangsur-angsur diambil alih oleh sumsum tulang. Pada saat darah melewati hati, sekitar 3 juta sel darah merah dihancurkan setiap detik, dan hasil penghancurannya akan digunakan untuk membentuk sel darah merah yang baru.

8. Menghasilkan zat yang melarutkan lemak
Hati menghasilkan sekitar 0.5 – 1 liter cairan empedu setiap hari. Cairan empedu inilah yang akan melarutkan lemak yang terdapat di dalam usus.

Terima Kasih Sudah Membaca Tentang Pengertian, Fungsi Dan Struktur Hati Semoga Dapat bermanfaat untuk anda pembaca Pendidikanku.org
Read more

Pengertian Kingdom, klasifikasi dan ciri-ciri kingdom Menurut Ahli Biologi

Pengertian Kingdom Dan Ciri-ciri Kingdom

Klasifikasi dan ciri-ciri kingdom Menurut Ahli Biologi - Pengelompokkan makhluk hidup ke dalam kerajaan (kingdom) yang berbeda selalu terus mengalami pengembangan dengan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
Pengertian Kingdom Biologi
Pengertian Kingdom Biologi

Pada awalnya, makhluk hidup tersebut dikelompokkan dengan dua kingdom, yakni:
  1. Plantae (Tumbuhan)
  2. Animalia (Hewan)
Keduanya dikelompokkan dengan berdasarkan kemampuan suatu tumbuhan dalam menghasilkan makanannya sendiri yang mampu untuk mengubah senyawa anorganik menjadi senyawa organik dengan melalui fotosintesis, yang kemudian untuk hewan juga mampu memperoleh makanan atau pun senyawa organik dari lingkungan tersebut. Kemudian setelah itu ditemukan mikroskop cahaya, yang ternyata terjadi suatu perubahan pengklasifikasian kingdom, sehingga kingdom tersebut  menjadi tiga bagian yakni
  1. Kingdom protista
  2. Kingdom animali
  3. Kingdom Plantae yang dicirikan bersel banyak. 
Dan selanjutnya setelah mikroskop elektron itu ditemukan maka terjadi lagi suatu perubahan klasifikasi kingdom yakni menjadi empat kingdom dimana pengamatan tersebut menunjukkan mikroskop elektron menunjukkan bahwa ada makhluk hidup yang memiliki sel yang tidak memiliki membran inti (prokariot) dan juga makhluk hidup yang prokariot tersebut pada umumnya dikenal dengan bakteri kemudian dari situ dimasukkan ke dalam kriteria kingdom monera dan juga untuk tiga kingdom lainnya itu seperti protista, animalia dan plantae tersebut memiliki sel yang bermembran inti ataupun eukariot. Seiring dengan berjalannya waktu, terjadi suatu penambahan kingdom yang mana masuknya jamur sebagai suatu jenis yang memiliki ciri tersendiri dari tumbuhan lainnya sehingga jamur tersebut dimasukkan kedalam kingdom fungi dikarenakan jamur tersebut tidak melakukan suatu fotosintesis. 

yang kemudian, setelah ditemukannya ada perbedaan dari kingdom monera ialah seperti archaebacteria dan juga eubacteria dikarena terdapatnya suatu perbedaan struktur dinding pada sel antara kedua kelompok makhluk hidup prokariot tersebut. Sehingga hal tersebut meniscayakan adanya suatu pembentukan kingdom Archaebacteria dan Eubacteria, dan hasilnya terdapat 6  kingdom yang telah ada.

Klasifikasi dan ciri-ciri kingdom


Kingdom Archaebacteria dan Eubacteria.
Kelompok tersebut ialah sekumpulan makhluk yang mempunyai ukuran mikroskopik, yang tidak mempunyai membran inti (prokariot) dan jufa bersel satu. Meskipun memiliki ukuran mikroskopik namun makhluk tersebut mengambil peran yang penting didalam hidup manusia dan juga makhluk lainnya yang mana makhluk yang kita kenal dengan bakteri, selain itu juga memberikan kerugian seperti contohnya  bakteri Salmonella typhi yang dapat mampu menghadirkan suatu penyakit tifus serta juga memberikan manfaat yakni ialah sebagai dekomposer . dekomposer terebut dapt mampu untuk memecah senyawa organik sehingga dapat mempertahankan suatu siklus unsur-unsur yang diperlukan pada mahluk hidup.

Kingdom Protista
Kingdom tersebut ialah kelompok yang bersel satu maupun bersel banyak yang memiliki membran inti (eukariot)  dan juga selnya tidak membentuk suatu jaringan sebenarnya. Protista tersebut dapat dikelompokkan lagi menjadi protista yang menyerupai jamur, protista yang menyerupai tumbuhan (Alga atau ganggang), dan juga protista yang menyerupai hewan (protozoa). Anggota protista tersebut banyak yang dapat menimbulkan penyakit bagi manusia ataupun pada makhluk hidup lain

Kingdom fungi
Fungi (jamur) ialah kelompok makhluk hidup eukariot yang mempunyai suatu dinding sel dan  juga tidak berklorofil sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis. Jamur ada yang uniseluler (bersel satu),yang disebut juga dengan khamir, ada juga yang multiseluler (bersel banyak). Jamur multiseluler tersebut tersusun dari filamen yang menyerupai suatu benang,yang disebut dengan hifa.  Hifa tersebut berfungsi untuk menyerap nutrisi dari substrat di tempat jamur itu tumbuh. Hifa-hifa jamur tesebut akan bercabang dan juga membentuk jalinan yang disebut  dengan miselium. Pada beberapa jamur tersebut, miselium akan tumbuh ke atas dan juga membentuk badan buah. Badan buah tersebutlah yang biasanya dimakan oleh manusia.

Kingdom Plantae
Plantae ialah kelompok hidup eukariot yang mempunyai sel banyak, mempunyai dinding sel, dan juga berklorofil sehingga dapat untuk melakukan fotosintesis. Kingdom plantae tersebut dapat dikelompokkan menjadi yakni : tumbuhan nonvaskular (tidak berpembuluh) dan  juga tumbuhan vaskular (berpembuluh). Tumbuhan nonvaskular, yakni lumut, tidak mempunyai pembuluh untuk dapat transpor nutrisi, air, dan juga mineral dari tanah ke seluruh tubuh. , tumbuhan vaskula telah mempunyai jaringan yang terspesialisasi lagi untuk menjadi tumbuhan tidak berbiji, yakni paku-pakuan serta juga tumbuhan berbiji. Tumbuhan berbiji terbuka disebut dengan  Gymnospermae sedangkan tumbuhan berbiji tertutup disebut dengan Angiospermae.

Kingdom Animalia
Animalia ialah kelompok makhluk hidup eukariot yang bersel banyak, dan  tidak berdiinding sel, serta juga tidak berklorofil. Hewan tersebut memberi banyak manfaat pada manusia, terutama ialah sebagai sumber pangan. dengan berdasarkan ada tidaknya suatu tulang belakang, kingdom animalia  tersebut dibedakan menjadi kelompok vertebrata (bertulang belakang) dan juga invertebrata (tidak bertulang belakang). kelompok vertebrata dari yakni Chondrichtyes, Amphibia, Reptilia, Osteichthyes,  Aves dan juga Mamalia. untuk kelompok invertebrata yakni Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida ,Porifera, Cnidaria, , Mollusca, Arthrpoda dan juga Echinodermata.
Sekian Dan Terima Kasih Sudah Membaca Klasifikasi dan ciri-ciri kingdom Menurut Ahli Biologi Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Anda Para Pembaca Pendidikanku.org
Read more

Pengertian Organisme Heterotrof dan 10 Jenisnya

Pengetian Organisme Heterotrof 

Pengertian Organisme Heterotrof dan 10 Jenisnya - Organisme heterotrof  tersebut terdiri atas beberapa macam organisme tersebut yang masuk atau berada didalam golongan organisme heterotrof. Pasti apabila ada heterotrof tersebut maka pasti akan ada juga autorotrof namun pada kesempatan kali ini, pendidikanku.org akan membahas mengenai pengertian organisme heterotrof berserta jenisnya. pengertian organisme heterotrof tersebut ialah organisme yang tidak dapat atau tidak mampu untuk dapat  menyusun zat anorganik menjadi ke  zat organik sehingga harus mendapatkan makanannya dengan melalui cara dengan memakan organisme lain. 

Pengertian Heterotrof
Pengertian Heterotrof 


Jenis-Jenis Organisme Heterotrof


Dengan berdasarkan jenis makanannya tersebut, organisme heterotrof dapat dibedakan ialah menjadi 
  1. herbivor, 
  2. karnovor, 
  3. omnivor 
  4. scavenger
  5. detritivor. 

Herbivor
Herbivor ialah pemakan tumbuhan. dalam tingkatan rantai makanan tersebut, herbivor tergolong dengan konsumber I. sebagai contohnya ialah sapit, rusa kelinci, belalang, dan juga ulat. 

Karnivor
Karnivor ialah pemakan daging
. di semua konsumber II dan juga seterusnya ialah tergolong karnivor. dikarenakan karnivor ialah memangsa hewan lain, hewan tersebut disebut juga ialah sebagai predator. Predator tersebut mendapatkan mangsanya dengan cara memburu mangsanya itu. Sebagai contoh karnivor ialah kodok, laba-laba, elang, ular dan lain-lain.

Omnivor
Omnivor ialah golongan pemakan segala
. Hewan omnivor tersebut dapat memakan tumbuhan maupun daging.sebagai contoh omnivor ialah beruang, kera, orangutan, dan juga manusia. omnivor tersebut biasanya mendominasi ekosistem, kecuali apabila ekosistem tersebut telah terganggu. Manusia ialah salah satu organisme omnivor yang mampu untuk beradaptasi dengan segala jenis kondisi lingkungan, utamanya dikarenakan manusia memiliki akal pikirannya. Oleh sebab itu, manusia tersebut mendominasi bumi. 

Pemakan Bangka (Scavenger)
Pemakan bangkai atau biasa disebut dengan Scavenger ialah hewan yang memakan tubuh hewan lainnya yang sudah mati dan sudah menjadi bangkai disebut dengan pemakan bangkai (scavenger)
. Sebagai contohnya hewan pemakan bangkai ialah burung nasar. 

Detritivor
Detritivor ialah serpihan-serpihan organisme yang berupa serpihan daun. batang maupun potongan hewan tersebut disebut dengan detritus. Organisme pemakan detritus terebut disebut dengan detritivor. Sebagai contohnya detritivor ialah cacing tanah, rayap, dan juga serangga tanah.

Sekian dan terima kasih sudah membaca tentang Pengertian Organisme Heterotrof dan 10 jenisnya Semoga dapat bermanfaat untuk para pembaca Pendidikanku.org
Read more

Pengertian dan Ciri-Ciri Cyanobacteria (Bakteri Hijau-Biru)

Pengertian Dan Ciri Bakteri Hijau-Biru


Pengertian dan Ciri-Ciri Cyanobacteria (Bakteri Hijau-Biru) - Ganggang Hijau-Biru atau yang bisa disebut dengan alga atau juga Cyanobacteria ialah kelompok Eubacteria (bakteri). Anggota Cyanobacteri tersebut tersebar didalam berbagai tempat, seperti contohnya ialah di perairan, tanah, batu-batuan, serta juga pada bongkahan batu.


Pada dasarnya , Alga Hijau-Biru tersebut melimpah di perairan yang mempunyai pH Netral atau juga perairan yang mempunyai sedikit sifat basa, Sangat jarang untuk dijumpai perairan yang mempunyai pH kurang dari 4-5. Selain dari hal itu terdapat juga Cyanobacteria yang mampu untuk dapat bersimbiosis dengan organisme yang lain ialah seperti Gloeocapsa dan juga Nostoc yang bersimbiosis dengan alga yang membentuk suatu lumut kerak (lichen): Anabaena juga bersimbiosis dengan lumut hati, paku air, dan juga palem-paleman untuk memfiksasi nitrogen.
Pengertian dan Ciri-Ciri Cyanobacteria
Cyanobacteria 

Cyanobacteria tersebut mengandung suatu sejenis klorofil a. Selain dari hal tersebut juga memiliki klorofil dan juga berbagai karotenoid. Ganggang Hijau-Biru (Alga Hijau Biru) tersebut memiliki fikosianin dan juga terkadang fikoeritrin. Dengan adanya fikosianin tersebut ialah penyebab Cyanobacteria yang dengan sifat khas yakni berwarna hijau kebiru-biruan. Namun tidak semua juga memiliki warna hijau biru,tetapi melainkan juga warna hijam, cokelat, kuning, hijau rumput, merah dan juga campuran.Sebagai contohnya ialah laut yang memiliki warna merah yang disebabkan karena adanya blooming Cyanobacteria yang mempunyai kandungan yang besar akan fikoeritrin. Kebanyakan dari Cyanobacteria tersebut mampu untuk mengikat nitrogen dari atmosfer dengan proses fiksasi nitrogen yang terjadi pada heterosista.

Sedangkan pada akar tanaman yang dapat bersimbiosis dengan Cyanobacteria ini yang menyediakan bahan berenergi tinggi yang difungsikan oleh Cyanobacteria ialah sebagai energi untuk mengubah N2 tersebut menjadi amonia dan juga memasok bahan-bahan kimia yang mampu untuk dapat mengikat oksigen. Jenis Cyanobacteria yang lain yang mana dapat untuk memfermentasi selulosa ialah sebagai sumber energi. Cyanobacteria ialah yang berperan sebagai tumbuhan perintis yang dilakukan dengan melalui membentuk suatu permukaan tanah yang gundul dan  juga berperan penting didalam menambah materi organik ke dalam tanah.

Ciri-ciri Cyanobacteria adalah sebagai berikut

  1. Inti tidak dapat diselubungi dengan membran
  2. Pada Umumnya Alga hijau biru tersebut berhabitat di perairan dengan pH Netral serta juga sedikit basa(lembab)
  3. Cyanobacteria tersebut hidup berbagai tempat seperti tanah, perairan, batu-batuan, dan juga pada bongkahan batu
  4. mempunyai klorofil dan juga karatenoid, fikosianinm, serta juga terkadang fikoeritrin.
  5. Dinding sel yang terletak di antara plasmalema dan juga selubung lendir
  6. Sebagian dari Cyanobacteria tersebut  yang dapat berkoloni dengan bentuk filamen mempunyai heterosista dengan spora yang akan  istirahat atau disebut juga dengan resting spore. Heterosista ialah sel yang lebih tebal dan juga tidak mempunyai inti. Spora istirahat ialah spora yang dindingnya sangat tebal dan juga didalamnya berisi sel.
Bentuk organisme tersebut bisa uniseluler seperti contohnya ialah :
  1. Chroococcus, 
  2. Analytis, 
sedangkan yang berkoloni ialah seperti berikut ini : 
  1. Merismopedia, 
  2. Nostoc, 
  3. Microcystis (filamen seperti Oscillatoria, Mircocoleus, Anabaena). 
Sel yang dapat membentuk koloni ialah serupa;
sedangkan bentuk filamen tersebut tersusun atas sekumpulan sel yang membentuk rantai, trikoma (seperti tabung), atau juga  selubung.

Dapat bergerak dengan pergerakan meluncur dan juga Tidak berflagel

Jenis Cyanobacteria (Bakteri Hijau-Biru)
Macam-macam spesies dari Cyanobacteria tersebut antara lain ialah sebagai berikut :
  1. Gloeocapsa
  2. Nostoc 
  3. Chroococcus
  4. Analytis
  5. Oscillatoria,
  6. Mircocoleus
  7. Anabaena
  8. Merismopedia
  9. Microcystis 
  10. Tolypothrix
  11. Gloetricha
Sekian Dan Terima Kasih sudah membaca Pengertian Dan Ciri-Ciri Cyanobacteria Semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca pendidikanku.org
Read more

Reproduksi Jamur (Fungi) Terlengkap

Reproduksi Jamur

Reproduksi Jamur (Fungi) Terlengkap - Reproduksi jamur tersebut terjadi dengan secara vegetatif (aseksual) dan juga generatif (seksual). Biasanya pada tumbuhan jamur ini bereproduksi dengan secara generatif yang ialah  reproduksi darurat yang  dilakukan apabila terjadi suatu perubahan pada kondisi lingkungan tersebut. Reproduksi yang dilakukan dengan secara generatif tersebut menghasilkan keturunan yang mempunyai beragam genetik yang lebih tinggi dengan dibandingkan reproduksi yang dilakukan dengan secara vegetatif. Oleh adanya variasi genetik ini dapat memungkinkan akan menghasilkan keturunan yang dapat lebih adaptif apabila terjadi suatu perubahan kondisi pada lingkungannya tersebut.

Pengertian Jamur (Fungi)
Jamur (Fungi)

Reproduksi Jamur (Fungi) Secara Vegetatif

Reproduksi Secara Vegetatif - Reproduksi dengan secara vegetaitf pada jamur itu ialah  jamur bersel satu yang dilakukan dengan cara suatu pembentukan tunas yang akan tumbuh menjadi sebuah individu yang baru. Selain dari itu juga reproduksi dengan secara vegetatif pada jamur multiseluler yang dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut...

  1. Fragmentasi (pemutusan) suatu hifa. Potongan hifa yang terpisah tersebut kemudian akan tumbuhan menjadi jamur yang baru
  2. Pembentukan pada spora aseksual. Spora aseksual dapat berbentuk sporangiospora atau juga konidospora.

Ada beberapa jenis jamur yang sudah dewasa akan dapat menghasilkan sporangiosfor (tangkai kotak spora). Pada ujung sporangiofor tersebut terdapat suatu sporangium (kotak spora). Sedangkan didalam kotak spora tersebut akan terjadi suatu pembelahan sel dengan secara mitosis yang menghasilkan banyak sekali sporangiospora dengan kromosom haploid (n). Sedangkan juga pada jamur yang lainnya apabila sudah dewasa dapat juga menghasilkan konidiofor (tangkai konidium). di ujung konidiofor tersebut terdapat suatau konidium (kotak konidiospora). Didalam konidium tersebut akan terjadi suatu pembelahan sel yang dilakukan dengan secara mitosis dengan menghasilkan banyak konidiospora dengan berkromosom haploid (n). Baik itu sporangiospora ataupun  konidiospora, apabial jatuh di tempat yang cocok maka akan tumbuh menjadi suatu hifa baru yang haploid (n).

Reproduksi jamur (fungi) Secara Generatif

Reproduksi Secara Generatif - Reproduksi jamur dengan secara generatif (seksual) tersebut dilakukan terlebih dahulu dengan melalui suatu pembentukan spora seksual melalui suatu peleburan antara hifa yang mempunyai jenis yang  berbeda. Mekanisme reproduksi secara generatif tersebut ialah  sebagai berikut :

  1. Hifa (+) dan juga Hifa (-), masing-masing tersebut akan berkromosom haploid (n), dengan berdekatan dan membentuk gametangium. Gametangium ialah organ yang dapat menghasilkan  suatu gamet pada tumbuhan yang mempunyai  tingkat rendah.
  2. Gametangium tersebut mengalami suati plasmogami (peleburan sitoplasma) yang membentuk suatu zigosporangium dikariotik (heterokariotik) dengan melalui pasangan nukleus yang kromosom haploid yang belum bersatu. Pada zigosporangium tersebut mempunyai lapisan yang dinding selnya tebal dan juga kasar didalam bertahan pada kondisi yang buruk ataupun pada kondisi yang kering.
  3. Apabila kondisi lingkungan tersebut membaik akan menjadi suatu kariogami (peleburan inti) sehingga zigosporangium mempunyai inti yang berkromosom diploid (2n).
  4. Inti diploid (2n) zigosporangium tersebut segera akan mengalami suatu pembelahan yang secara mitosis yang akan menghasilkan zigospora haploid (n) didalam zigosporangium.
  5. Zigospora haploid (n) tersebut akan berkecambah dan membentuk sporangium yang berangkai pendek dengan kromosom haploid (n).
  6. Sporangium haploid (n) tersebut akan dapat menghasilkan spora-spora yang haploid (n). Spora-spora tersebut akan mempunyai keanekaragaman genetik.
  7. Apabila spora-spora haploid (n) tersebut jatuh pada tempat yang cocok, hal tersebut akan terjadi kecambah (germinasi) yang akan menjadi sebuah hifa jamur haploid (n). Hifa ini akan tumbuh dengan cara membentuk suatu jaringan miselium yang semuanya haploid (n).
Sekian Dan Terima Kasih Sudah Membaca Tentang Reproduksi Jamur (Fungi) Terlengkap Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Anda Para Pembaca Pendidikanku.org
Read more

Pengertian Tulang Keras (Osteon) Ciri dan Jenis nya

Pengertian 10 Jenis dan Ciri-Ciri Tulang Keras Terlengkap - Tulang keras atau juga Osteon, .Pengertian Tulang keras atau Oestoen tersebut dari berbagai buku biologi yang Pendidikanku.Net simpulkan serta juga dari beberapa ahli atau pakar mengatakan ialah bahwa  pengertian tulang keras (osteon) ialah  tulang yang bersifat kaku dan juga keras yang tersusun atas zat kapur dan juga fosfor. Tulang keras disebub juga dengan tulang sejati ialah sebagai alat gerak pasif yang berarti alat gerak yang dapat bergerak apabila digerakkan oleh otot.

Pengertian Tulang Keras (Osteon)
Tulang Keras (Osteon)


Pembentukan Tulang Keras (Osteon), tersebut dapat terbentuk tulang keras asal usulnya ialah berasal dari Tulang Rawan (Kartilago) yang mempunyai rongga yang pada nantinya  akan diisi dengan sel-sel pembentuk tulang atau juga osteoblas. Osteoblas tersebut kemudian akan membentuk sel-sel tulang atau juga osteosit yang mana  satuan osteosit tersebut akan melingkari pembuluh darah setelah itu sistem saraf membentuk suatu sistem havers matriks yang mengandung suatu zat kapur dan juga fosfor sehingga tulang tersebut menjadi keras serta juga membentuk tulang keras (Osteon).

Pengertian Tulang Keras 10 Jenis dan Ciri-Ciri Tulang Keras

1. Macam-Macam Tulang Keras
Tulang Keras tersebut dibedakan menjadi 2 jenis atau macam dengan berdasarkan matriknya tersebut yakni tulang kompak dan juga tulang spons, untuk lebih jelasnya dapat dilihat penjelasannya dibawah ini :

Tulang Kompak
Tulang kompak ialah tulang yang matriksnya tersebut tersusun rapat dan juga padat yang mengandung suatu zat kapur serta juga fosfor. Tulang kompak tersebut pada sel-sel tulangnya (osteosit) itu tersusun dan membentuk suatu sistem havers.

Tulang Spons
Tulang spons ialah  tulang yang matriksnya tersebut berongga dan juga tersusun oleh anyaman trabeculae (yang mirip dengan pecahan genting) yang pipih serta juga  mengandung suatu serat kolagen. Rongga yang terdapat pada tulang spons tersebut diisi dengan jaringan sumsum tulang.

2. Ciri-Ciri Tulang Keras

Ada ciri-ciri tulang keras antara lain ialah sebagai berikut ini :
  1. Bersifat kaku dan juga keras
  2. Mudah sekali Patah
  3. Kurangnya suatu zat perekat
  4. Tersusun dari  zat kapur dan juga fosfor
  5. Sel-sel tulang tersebut tersusun ialah seperti lingkaran yang berlapis-lapis

3. Fungsi Tulang Keras

  • ialah untuk Menjaga organ lunak didalamnya
  • ialah untuk Membantu Aktvitas manusia didalam kerja berat
  • untuk Melekatnya Otot
  • ialah Sebagai saluran pembuluh darah dan juga lemak.
Sekian Dan Terimakasih Sudah Membaca Mengenai Pengertian 10 jenis Dan Ciri-ciri tulang keras Terlengkap , Semoga dapat bermanfaat untuk anda para Pembaca Pendidikanku.org
Read more

Perbedaan Tulang Rawan Dan Tulang Keras Beserta Fungsinya

Pengertian Tulang

Perbedaan Tulang Rawan dan jugaTulang Keras Beserta Fungsinya -  Tulang ialah salah satu bagian dari sistem rangka yang terbuat dari jaringan ikat tulang. Tulang tersebut sangat berguna bagi manusia.

Perbedaan Tulang Keras Dan Tulang Rawan
Tulang Keras Dan Tulang Rawan 

Fungsi Tulang

Beberapa fungsi tulang antara lain ialah sebagai berikut:
  1. ialah sebagai alat gerak bersama dengan otot;
  2. ialah sebagai tempat melekatnya otot;
  3. ialah sebagai pelindung organ lunak dan vital;
  4. ialah tempat memproduksi sel-sel darah;
  5. ialah tempat penyimpanan cadangan mineral, berupa kalsium dan fosfat, serta cadangan lemak.

Klasifikasi Tulang

Banya jenis pada Tulang , baik itu bentuk atauun juga penyusunnya. Berdasarkan pada jaringan penyusunnya, tulang tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut.

1.Tulang Rawan (Kartilago)

Tulang rawan tersebut terdiri dari sel-sel tulang rawan (kondrosit), serabut kolagen, dan juga matriks. Sel-sel tulang rawan tersebut dibentuk oleh bakal sel-sel tulang rawan, yakni kondroblas.
Dengan berdasarkan susunan serabutnya tersebut, tulang rawan tersebut digolongkan menjadi 3(tiga) jenis, yakni ialah sebagai berikut.

Baca untuk lebih lengkap lagi mengenai Pengertian Tulang Rawan Terlengkap
  1. Tulang rawan hialin, 
    Tulang rawan ini memiliki serabut yang tersebar  dalam anyaman yang halus dan juga rapat. Tulang rawan hialin tersebut terdapat pada ujung-ujung tulang rusuk yang menempel pada tulang dada
  2. Tulang rawan elastis
    Tulang rawan ini ialah susunan sel dan juga matriksnya mirip dengan tulang rawan hialin, namun tidak sehalus dan juga tidak serapat tulang rawan hialin. Tulang rawan elastis tersebut terdapat pada daun telinga, laring, dan juga epigloti
  3. Tulang rawan fibrosa,
    Tulang rawan ini ialah matriksnya tersusun kasar dan juga tidak beraturan. Tulang rawan fibrosa tersebut terdapat pada cakram antartulang belakang dan juga tulang simfisis pubis (pertautan tulang kemaluan) 

2.Tulang Keras (Osteon)

Baca untuk lebih lengkap lagi mengenai Pengertian Tulang Keras Terlengkap

Tulang tersebut terbentuk dari tulang rawan yang mengalami suatu penulangan (osifikasi). pada saat tulang rawan (kartilago) itu terbentuk, rongga-rongga matriksnya itu terisi dengan sel osteoblas. Osteoblas ialah lapisan sel tulang muda. Osteoblas tersebut akan dapat menyekresikan zat interseluler ialah seperti kolagen yang akan mengikat suatu zat kapur.

Osteoblas yang telah diselimuti atau dikelilingi  oleh zat kapur tersebut akan mengeras dan juga akan menjadi suatu osteosit (sel tulang keras). Pada antar tulang yang satu dan juga sel tulang yang lain tersebut dihubungkan oleh suatu juluran-juluran sitoplasma yang disebut juga dengan kanalikuli. Tiap-tiap satuan sel osteosit tersebut akan mengelilingi suatu sistem saraf dan juga pembuluh darah sehingga akan dapat  membentuk sistem Havers

Fungsi dan Perbedaan Tulang Rawan dan Tulang Keras

Matriks disekitar sel-sel tulang tersebut mempunyai senyawa protein yang dapat mengikat suatu kapur (CaCO3) dan juga fosfor (CaPO4). Kapur serta juga fosfor itu membuat tulang tersebut menjadi keras. Dengan berdasarkan matriksnya, bagian pada tulang tersebut dapat dikelompokkan menjadi 2(dua) bagian, yakni tulang kompak dan juga tulang spons.

Tulang kompak memiliki matriks yang padat dan rapat, sedangkan tulang spons memiliki matriks yang berongga-rongga. Sebenarnya, kedua jenis tulang tersebut terdapat di suatu tempat yang sama. Penamaan diambil hanya dengan melihat bagian mana yang paling dominan. Dari penjelasan tersebut, tentunya kita dapat menunjukkan contoh tulang kompak dan tulang spons yang terdapat pada tubuh kita.

Berdasarkan bentuknya, tulang keras dapat dikelompokkan ialah sebagai berikut.

1.Tulang pipa tersebut berbentuk panjang dan juga berongga, seperti layaknya pipa.
Tulang pipa ini terdiri dari 2(dua) bagian, yakni
  1. diafisis 
  2. epifisis 
Diafisis ialah bagian "badan" tulang, sedangkan epifisis tersebut ialah bagian tepi (epi) atau juga bagian "kepala" tulang. Diantara epifisis dan juga diafisis tersebut, dibatasi dengan bagian yang disebut dengan cakram epifisis. Cakram epifisis tersebut lebih lambat proses penulangannya jika dibandingkan dengan daerah diafisis.

2.Tulang pipih ialah tulang-tulang yang berbentuk suatu pipih. Tulang pipih tersebut banyak terdapat pada  rangka aksial, . Tulang pipih tersebut berfungsi ialah sebagai pelindung suatu rongga.

3.Tulang pendek ini umumnya berukuran pendek. Hanya dapat ditemukan pada daerah pangkal telapak tangan , pangkal telapak kaki, dan juga pada tulang-tulang belakang.

4.Tulang tidak beraturan ialah tulang yang mempunyai bentuk tidak beraturan.

PERBEDAAN ANTARA TULANG RAWAN DAN TULANG KERAS

Tulang Rawan

Tulang Keras

Lunak, Lentur, dan juga tidak mudah patah Keras, mudah patah dan kaku
Sel penyusun : Chondrocyte Sel Penyusun : osteocyte
Jaringanya : Banyak mengandung zat perekat dan sedikit mengandung zat kalsium Jaringannya : Banyak mengandung zat kalsium dan sedikit mengandung zat perekat

Sekian Dan Terimakasih Sudah membaca tentang Perbedaan tulang Rawan dan Tulang keras beserta fungsinya , Semoga dapat bermanfaat untuk anda para pembaca pendidikanku.org
Read more

Pengertian Sel Bentuk dan Sejarah Penemuan Sel Terlengkap

Pengertian Sel Bentuk dan Sejarah Penemuan Sel


Pengertian Sel Bentuk dan Sejarah Penemuan Sel Terlengkap  - Pendidikanku.Net kembali membahas tentang Pengertian Sel Terlengkap ,  Pengertian sel ialah suatu unit terkecil kehidupan. Pada Bagian-bagian tersebut sel tidak dapat berdiri sendiri untuk menyusun suatu bentuk kehidupan. Sel tersebut tersusun dikarenakan adanya membran sel, sitoplasma, dan juga organel-organel. 


Pengertian Sel
Sel

Sel Gabus ialah sel pertama kali ditemukan yang bukanlah berupa ruangan berisikan cairan yang ditengahnya terdapat inti, tetapi hanya berupa suatu deretan ruangan kecil. Sel tersebut tidak menggambarkan suatu sel sebenarnya. Ruangan yang terdapat didalam sel makhluk hidup tidak sederhana,namun memiliki sekat-sekat yang tersusun dari membran dalam.

Membran dalam itu membentuk suatu sistem membran didalam atau juga sistem endomembran. Dengan adanya suatu sistem endomembran tersebut, ruangannya sel tersebut dibagi menjadi beberapa bagian. Misalnya ialah, terdapat sekat yang dengan berliku-liku yang juga membentuk lorong kecil yang disebut sebagai retikulum endoplasma (RE, retikulum  ialah anyaman, endoplasma  ialah  cairan dalam).

Prokariot dan Ekariot

Makhluk hidup tersebut dapat digolongkan dengan berdasar suatu struktur sel penyusun pada tubuhnya. Dengan berdasarkan ada tidaknya suatu membran ini, makhluk hidup (organisme)  tersebut dibedakan menjadi organisme prokariot dan juga organisme eukariot (baca yukariot). Organime prokariot tersebut tidak memiliki membran inti , sedangkan organisme eukariot memiliki membran inti.

Uniseluler dan Multiseluler

Dengan berdasarkan banyak sel yang menyusun suatu tubuh, organisme tersebut dibedakan menjadi organisme yang bersel satu dan juga organisme bersel banyak.


Organisme bersel satu atau (monoseluler atau juga uniseluler) misalnya ialah bakteri, protozoa, ganggang hijau , dan juga ganggang biru . Pada organisme bersel satu tersebut, segala sesuatu kegiatan hidupnya itu dilakukan dengan sel itu sendiri. Yang dimaksud dengan kegiatan hidup tersebut misalnya ialah makan, bernapas, mengeluarkan suatu zat sisa, bergerak menanggapi suatu rangsang, dan juga berkembang biak.


Makhluk hidup bersel banyak (multiseluler) misalnya ialah kambing, anjing, bunga mawar, dan juga pohon pada pisang. Sel tubuh makhluk hidup bersel banyak itu mengadakan suatu pembagian tugas. ada yang bertugas untuk menangkap suatu cahaya, ada juga yang bertugas menangkap suatu suara, bergerak, atau juga makhluk bersel banyak memiliki  organ, misalnya ialah organ indera, organ yang mencerna suatu makanan, serta juga organ perkembangbiakan.

Bentuk dan Ukuran Sel.

Sel-sel tersebut beraneka ragam, baik itu dalam bentuk dan juga dalam ukurannya. Bentuk sel tersebut dapat berbentuk bulat, dapat juga bulat panjang, dapat memanjang berbentuk segi lima, atau segi enam, serta persegi banyak, dan juga  pipih(berbulu). Pada dasarnya sel berukuran tersebut sangat kecil atau juga mikroskopik. Skala pengukurannya tersebut menggunakan um (mikro meter ialah  mikron ). Satu mikro (1 um) tersebut sama dengan seperseribu mm. Dengan berdasarkan contoh sel bakteri yang  berukuran 4-10 um, sel protozoa tersebut dapat dilihat pada mata biasa , artinya ialah tidak perlu menggunakan alat bantu misalkan mikroskop, misalnya suatu sel serabut kapas yang panjangnya tersebut dapat mencapai 15 cm.

Sekian Dan Terimakasih Sudah Membaca Tentang Pengertian Sel Bentuk dan juga sejarah Penemuan Sel Terlengkap , Semoga dapat bermanfaat untuk anda para pembaca pendidikanku.org
Read more