Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

Pengertian Bahasa, Hakikat Bahasa dan Fungsi Bahasa

Pengertian Bahasa dan Hakikat Bahasa 

Pengertian Bahasa dan Hakikat Bahasa - pada kesempatan ini pendidikanku akan membahas mengenai pengertian bahasa , hakikat bahasa dan juga fungsi bahasa. pada posting sebelumnya pendidikanku sudah membahas mengenai pengertian sastra , pengertian majas , pengertian cerita rakyat , dan sekarang tentang pengertian bahasa .

Bahasa menurut Keraf dalam Smarpradhipa (2005:1) menyatakan 2 pengertian bahasa yaitu ;
  1. Bahasa adalah alat komunikasi antaranggota masyarakat yang berupakan simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap yang ada pada manusia . 
  2. Bahasa merupakan sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal yang sifatnya itu arbitrer.
Pengertian Bahasa
"Kata Halo dalam banyak bahasa bukti bahwa bahasa adalah identitas diri"

Hakikat Bahasa

pendidikanku - Hakikat atau ciri atau sifat hakiki bahasa ialah sesuatu yang mendasar dari bahasa , Chaer (1994:33) menyatakan mengenai hakikat bahasa antara lain , sebagai berikut :
  • Bahasa sebagai sistem
  • Bahasa itu berwujud simbol atau lambang
  • Bahasa itu adalah bunyi
  • Bahasa itu bermakna
  • Bahasa itu arbitrer
  • Bahasa itu unik
  • Bahasa itu universal
  • Bahasa itu manusiawi
  • Bahasa itu bervariasi
  • Bahasa itu dinamis
  • Bahasa itu sebagai alat interaksi sosial
  • Bahasa itu sebagai Identitas diri

Fungsi Bahasa

pendidikanku - Fungsi bahasa adalah sebagai alat untuk berinteraksi baik itu menggunakan bahasa lisan ataupun tulisan.

Menurut Keraf (1997:3) fungsi bahasa , yaitu :
  1. Alat untuk mengekspresikan diri 
  2. Sebagai alat untuk berkomunikasi 
  3. Sebagai alat untuk mengadakan integrasi
  4. Beradaptasi dalam suatu lingkungan atau kondisi tertentu.
Sekian dan terimakasih sudah membaca mengenai Pengertian Bahasa dan Hakikat Bahasa | Pendidikanku.org , semoga dapat bermanfaaat untuk anda
Read more

Pengertian Narasi, Langkah, Jenis dan Tujuan Narasi

Pengertian Narasi 

Pengertian Narasi DanJenis Narasi Serta Contohnya - Pada kesempatan ini Pendidikanku,net akan membahas mengenai Pengertian Narasi , langkah-langkah dalam menulis karangan narasi , Jenis-jenis atau macam-macam narasi , serta tujuan dari narasi tersebut , point-point ini akan dibahas dengan jelas . Paragraf Narasi adalah paragraf yang menjelaskan atau juga menguraikan suatu peristiwa maupun kejadian dengan berdasarkan urutan waktu. Didalam suatu paragraf Narasi itu terdapat karakteristik dari narasi yaitu :
  1. tokohnya, 
  2. latarnya ( ruang serta waktu), 
  3. urutan kejadiannya.
Narasi dengan secara sederhana diartikan ialah sebagai paragraf yang berisikan suatu cerita maupun kejadian. Didalam suatu Narasi itu terdapat pola-pola dalam pengembangan paragraf narasi.   

Untuk dapat lebih mengetahui lebih jelas tentang Narasi tersebut ada baiknya sahabat pendidikanku.net melihat bagaimana langkah-langkah menulis karangan narasi dan contohnya ialah seperti yang dibawah ini.

Pengertian Narasi Dan Jenis Narasi Terlengkap
Pengertian Narasi

Langkah-langkah menulis karangan narasi

  • Tentukan dulu tema serta juga amanat yang akan disampaikan
  • Tetapkan juga sasaran pembaca
  • Rancang peristiwa utama yang akan ditampilkan kedalam bentuk skema alur
  • Bagi peristiwa utama tersebut ke dalam bagian awal, perkembangan, serta juga akhir cerita
  • Rincian peristiwa utama ke dalam detail-detail peristiwa itu ialah sebagai pendukung cerita
  • Susun tokoh serta juga perwatakan, latar, dan juga sudut pandangan
  • mengerti aturan tanda bacanya didalam kalimat tersebut
Contoh Paragraf Narasi :
Pada saat itu, aku yang duduk di kelas XII sedang istirahat sebahabis pulang dari sekolah. Namun waktu sedang duduk tiba-tiba ada Berita di tv yang menayangkan suatu berita terjadinya begal di daerah rumahku ,Sekitar pukul 2 dini hari. Aku kaget karena di daerah ku ini jarang sekali bahkan tidak pernah terjadi peristiwa begal, dalam benakku , aku sangat berharap semoga saja tidak ada korban jiwa yang meninggal dari peristiwa itu.  Namun setelah itu menyaksikan berita itu aku pun bergegas pergi menuju ke rumah Pak RT untuk menanyakan Peristiwa itu. Namun ternyata, ,salah satu dari teman kecilku yang ialah yang menjadi korban , namun nasib baik yang didapatkan temanku karena nyawa itu tidak ikut raib bersama dengan motornya.
Analisis Unsur-unsur dalam paragraf narasi seperti contoh diatas adalah sebagai berikut :

1. Tokoh                : Aku
2. Latar
          a. Waktu    : Pukul 2 dini hari
          b. Tempat  : di daerah rumahku
3. Urutan kejadian :
         a. aku yang duduk di kelas XII sedang istirahat sebahabis pulang dari sekolah
         b.  ada Berita di tv yang menayangkan suatu berita 
         c. terjadinya begal di daerah rumahku
         d. salah satu dari teman kecilku yang ialah yang menjadi korban

Jenis-jenis narasi

Berikut ini adalah jenis-jenis atau macam-macam dari narasi , antara lain ialah sebagai berikut :
  • 1. Narasi informatif
    Narasi informatif adalah suatu narasi yang mempunyai sasaran penyampaian informasi dengan secara tepat mengenai suatu peristiwa dengan tujuan ialah memperluas pengetahuan orang mengenai kisah seseorang.
  • 2. Narasi ekspositorik
    Narasi ekspositorik adalah suatu narasi yang mempunyai sasaran penyampaian informasi dengan secara tepat mengenai suatu peristiwa dengan tujuan ialah memperluas pengetahuan orang mengenai kisah seseorang. Dalam narasi ekspositorik ini, penulis tersebut menceritakan suatu peristiwa dengan berdasarkan data yang sebenarnya atau sesuai dengan fakta. Pelaku yang ditonjolkan dalam narasi ekspositirik ini biasanya, satu orang. Pelaku itu diceritakan mulai dari kecil sampai saat sekarang ini atau sampai terakhir didalam kehidupannya.

    Karangan narasi tersebut diwarnai oleh adanya
    eksposisi, maka ketentuan eksposisi juga berlaku kepada penulisan narasi ekspositprik tersebut. Ketentuan tersebut sangat berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis,yang dengan berdasarkan fakta yang ada, serta juga tidak memasukan unsursugestif atau juga bersifat objektif.
  • 3. Narasi artistik
    Narasi artistik adalah suatu narasi yang berusaha untuk dapat memberikan suatu maksud  atau arti tertentu,dengan menyampaikan adanya suatu amanat yang terselubung kepada para pembaca atau juga pendengar sehingga akan tampak seolah-olah melihat. Ketentuan tersebut berkaitan dengan adanya penggunaan bahasa yang logis,dengan berdasarkan fakta yang ada, serta juga tidak memasukan unsur sugestif ataupun bersifat objektif.
  • 4. Narasi sugestif
    Narasi sugestif adalah narasi yang mengisahkan suatu hasil dari rekaan, khayalan, atau juga imajinasi pengarang. yang Bersifat fiktif. Narasi sugestif tersebut selalu melibatkan daya khayal atau juga imajinasi dikarenakan sasaran yang ingin dicapai adalah suatu kesan terhadap peristiwa  tersebut . Narasi Sugestif itu Disebut juga dengan narasi fiksi.

Tujuan Menulis Narasi

Tujuan dalam menulis karangan narasi dengan secara fundamental adalah :
  1. Hendak memberikan informasi atau juga wawasan serta juga memperluas pengetahuan
  2. Memberikan suatu pengalaman estetis kepada pembaca
Sekian dan Terimakasih Sudah Membaca Mengenai Pengertian Narasi Dan Jenis Narasi Terlengkap Semoga dapat bermanfaat untuk anda , Salam Hangat dari Pendidikanku.org
Read more

Pengertian Unsur Ekstrinsik Dalam Karya Sastra

Pengertian Unsur Ekstrinsik 


Pengertian Unsur Ekstrinsik serta Unsur-Unsur Ekstrinsik novel  - Pengertian Unsur Intrinsik adalah suatu Unsur luar yang bepengaruh pada suatu novel. Unsur-Unsur ekstrinsik adalah suatu latar belakang pengarang, kondisi sosial budaya, serta juga tempat atau juga lokasi novel tersebut dikarang.

Pengertian Unsur Ekstrinsik
Unsur Ekstrinsik  
Apabila Unsur Intrinsik ada maka begitu juga dengan Unsur Ekstrinsik pun disebabkan karena Unsur Intrinsik Novel serta Unsur Ekstrinsik Novel tersebut saling berhubungan antara 1(satu) sama lain, Meskipun pada pengertian Unsur Intrinsik novel serta juga Pengertian Unsur Ekstrinsik memiliki perbedaan tetapi keduanya saling terkait, Jika Unsur Intrinsik itu mengacu ke Isi Novel itu , Unsur ekstrinsik mengacu ke arah Luar dari Novel tersebut namun tetapi terdapat kaitannya dengan Isi novel tersebut, Jadi bisa dikatakan bahwa Unsur Intrinsik Novel serta Unsur Ekstrinsik dalam Novel itu saling berhubungan satu sama yang lain .
Didalam Unsur-Unsur Ekstrinsik ialah sebagai berikut :

Unsur-Unsur Ekstrinsik 


Unsur-unsur ekstinsik yang terdapat dalam suatu novel antara lain sebagai berikut :
  • Latar Belakang pengarang ialah menyangkut asal daerah atau juga suku bangsa, pekerjaan, agama , jenis kelamin, pendidikan, serta ideologi pengarang. Unsur-unsur tersebut sedikit banyak namun berpengaruh diisi novelnya. Sebagai contoh , novel yang dikarang orang Indonesia tersebut akan berbeda dengan novel yang dibuat oleh orang inggris, atau juga orang arab.
  • Kondisi Sosial Budaya, sebagai contoh , misalnya novel yang dibuat dizaman kolonial tersebut akan berbeda dengan novel dizaman kemerdekaan, atau juga pada masa reformasi. Novel yang dikarang oleh orang yang hidupnya tersebut  berada di tengah-masyarakat metropolis akan juga berbeda dengan novel yang dihasilkan oleh pengarang yang hidupny berada di tengah masyarakat tradisional.
  • Tempat atau kondisi alam, sebagai contoh misalnya suatu novel yang dikarang oleh orang yang hidup yang berada didaerah pertanian, sedikit banyak  juga akan berbeda dengan novel yang dikarangoleh orang yang terbiasa hidupnya berada didaerah gurun.

Sekian dan Terimakasih Sudah Membaca Mengenai Pengertian Unsur Ekstrinsik dalam ilmu bahasa Indonesia , Semoga dapat bermanfaat untuk anda , salam hangat dari Pendidikanku.Net
Read more

Pengertian Paragraf Argumentasi Dan Struktur Argumentasi

Paragraf Argumentasi

Pengertian Paragraf Argumentasi - Istilah dari Argumen dalam paragraf itu bermaknakan 'alasan'. Pengertian argumentasi merupakan pemberian suatu alasan yang kuat serta menyakinkan. Dengan demikian kita dapat menyimpulkan bahwa pengertian paragraf argumentasi, Paragraf argumentasi merupakan paragraf yang mengemukakan pendapat, alasan,contoh serta bukti-bukti yang kuat dan juga menyakinkan. Tujuannya idari argunmentasi tentu untuk dapat mempengaruhi orang lain (Para pembaca) sehingga mereka dapat membenarkan pendapat, sikap, serta keyakianan penulis.

Pengertian Paragraf Argumentasi Dan Struktur Argumentasi
Argumentasi

Ciri-ciri Paragraf argumentasi

Argumentasi memiliki ciri" ialah sebagai berikut :
  1. Memerlukan fakta untuk dapat pembuktian berupa gambar atau pun grafik
  2. Menggali sumber ide dari melakukan pengamatan, pengalaman, serta penelitian.
  3. Penutup berisi kesimpulan
  4. terdapat pendapat serta ada alasannya.
  5. pernyataan, ide, maupun pendapat yang dikemukakan oleh penulisnya.
  6. alasan, data, / fakta yang mendukung
  7. pembenaran berdasarkan data serta fakta yang disampaikan.
  8. Pada akhir paragraf maupun karangan, perlu disajikan dengan kesimpulan.

Struktur Paragraf Argumentasi

Struktur dalam membuat paragraf argumentasi ialah sebagai berikut :
  • - Pernyataan Masalah
  • - Alasan atau data atau fakta pendukung
  • - Pembenaran berdasarkan data atau fakta
  • - Kesimpulan

Tujuan yang ingin dicapai melalui pemaparan argumentasi

Pengertian Paragraf Argumentasi - Tujuan dari pemaparan argumentasi ialah sebagai berikut :

  1. melontarkan pandangan atau pendirian
  2. mendorong maupun mencegah suatu tindakan
  3. mengubah tingkah laku para pembaca
  4. menarik simpati

Tahap – Tahap Meyusun Karangan Argumenatsi

tahap-tahap dalam menyusun karangan argumentasi ialah sebagai berikut ini :
  1. Menentukan topik  atau tema
  2. Menetapkan tujuan dari karangan argumentasi
  3. Mengumpulkan data dari berbagai sumber yang ada
  4. Menyusun kerangka karangan yang sesuai dengan topic yang dipilih
  5. Mengembangkan kerangka tersebut menjadi karangan argumentasi

Sekian dan Terimakasih sudah membaca mengenai pengertian argumentasi , pengertian paragraf argumentasi , semoga dapat bermanfaat untuk anda , salam hangat dari Pendidikanku
Read more

Sinopsis : Pengertian, Ciri, Fungsi, Strategi,Cara Membuat

Pendidikanku.Org - Pada kesempatan ini pendidikanku akan menshare mengenai apa itu sinopsi?, Ciri-ciri sinopsis?, Fungsi sinopsis itu apa?, bagaimana cara membuat sinopsis? point-point tersebut akan dijelaskan sebagai berikut, Pengertian Sinopsis adalah suatu ringkasan atau garis besar naskah yang menggambarkan isi dari sebuah film, buku, atau pementasan yang dilakukan baik itu secara konkrit maupun secara abstrak. Sinopsis ini biasanya digunakan sebagai prolog pada sebuah naskah yang sengaja dibuat yang bertujuan untuk dapat memudahkan penonton mengetahui dan juga memahami secara singkat dari isi yang ada pada naskah tersebut. Kenapa dinamakan sebuah ringkasan? karena pada sinopsis ini biasanya hanya berupa beberapa jumlah halaman atau seperlima  atau sepersepuluh dari panjang karangan asli dari isi naskah yang digunakan.

Pengertian Sinopsis Lengkap
Pengertian Sinopsis Lengkap
Prolog dalam suatu naskah biasanya berisi tentang perkenalan toko h-tokoh dan pemerannya, konflik yang terjadi dalam cerita, peristiwa penting yang menarik serta sinopsis cerita secara sekilas.
Selain sinopsis naskah dalam pementasan diatas ada juga sinopsis lainnya, salah satunya misalnya sinopsis novel. Apa sih sinopsis novel? secara umum Sinopsis novel adalah ringkasan cerita dari sebuah novel. Ringkasan novel merupakan bentuk secara garis besar dan singkat dari sebuah novel namun tetap memperhatikan unsur-unsur intrinsik novel tersebut. baca juga unsur intrinsik dalam karya sastra
Membuat Sinopsis merupakan cara yang efektif dalam menyajikan karya sastra (novel) yang panjang kedalam bentuk yang lebih singkat.
Dalam sinopsis ini, keindahan dalam gaya bahasa, ilustrasi, serta penjelasan-penjelasan itu dihilangkan, namun tetap mempertahankan isi dan gagasan-gagasan si pegarang.

Apa Ciri-Ciri Sinopsis ?

Adapun ciri-ciri sinopsis antara lain sebagai berikut :
1. Alur cerita disusun secara berurutan berdasarkan kronologis dan cerita aslinya hanya saja dipersingkat.
2. Bahasa yang digunakana adalah bahasa persuasif, yakni berupa bujukan yang bertujuan supaya para pembaca sinopsis tertarik (penasaran) membaca buku aslinya.
3. Terdapat ajakan dan motivasi bagi para pembaca.
4. Biasanya didalam sinopsis diterangkan atau dijelasakan juga mengenai kekurangan atau kelebihan yang ada pada naskah tersebut.
5. Sinopsis juga menampilkan konflik (permasalahan) dengan singkat namun menarik.

Apa Fungsi Sinopsis?

Adapun Fungsi sinopsi adalah sebagai berikut :
1. Memberikan sebuah gambaran secara singkat mengenai isi dari naskah yang ada.
2. Membuat sebuah gambaran atau pandangan yang jelas mengenai  uratan dari cerita dalam naskah.
3. Sebagai pembuka / prolog atau epilog dari naskah yang akan dipentaskan. 
4. Sebagai sarana untuk mengenalkan isi cerita dari suatu naskah yang ada, supaya para pembaca tertarik         (penasaran) untuk mengetahui lebih lanjut.
5. Sebagai sebuah pedoman buat para pemeran dalam melakukan improvisasi.

Apa Strategi dalam Membuat Sinopsis

Dalam memudahkan penulis membuat sinopsis, dibawah ini adalah beberapa strategi penting yang digunakan antara lain sebagai berikut :
1. Tema
Untuk memudahkan dalam membuat sinopsis, terlebih dahulu yang harus ditentukan tema, setelah menentukan tema, setelah itu cari beberapa gagasan pokok yang terdapat pada naskah.
2. Perhatikan Alur
Perhatikan alur cerita yang akan dibuat seperti ciri-ciri diatas, karena pada dasarnya pembuatan sinopsis ini adalah untuk memberikan gambaran yang jelas dan berurutan yang membuat para pembaca tertarik.
3. Perhatikan penokohan
Perhatikan juga watak penokohan lebih yang ditonjolkan.

Proses Membuat Sinopsis

1. Yang jelas kita terlebih dahulu tau mengenai isi dari naskah yang akan dibuatkan sinopsisnya, kenapa? karena hal tersebut akan membuat kita mengetahui point / kesan penting, substansi dan esensi  umum dari si penulis naskah.
2. Catat atau garis bawahi gagasan-gagasan penting yang ada di dalam naskah, kembangkan juga gagasan pokok yang ditandai dengan beberapa kalimat ringkas.
4. Pergunakanlah kalimat yang jelas, efektif, menarik dan mudah dipahami.
5. Apabila ingin mencantumkan Dialog dan monolog yang ada pada naskah, penulis sinopsis hanya perlu mencantumkan dialog secara garis besarnya saja.
6. Sinopsis yang dibuat ini tidak boleh menyimpang atau ngelantur dari isi naskah.

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai pengertian sinopsis lengkap semoga dapat bermanfaat untuk anda.
Pendidikanku
Read more

√ Pengertian Frasa, Ciri, Jenis Beserta Contohnya

Pendidikanku.Org - Frasa merupakan salah satu materi yang sangat berhubungan erat dengat dengan pelajaran bahasa indonesia. Tidak cukup dijadikan sebuah materi saja, tetapi frasa ini juga sering dijadikan sebagai soal ujian disuatu jenjang sekolah tertentu. Oleh sebab itulah didalam artikel kali ini kita akan membahas materi mengenai/tentang apa itu frasa (pengertian serta contoh dari frasa). Untuk itu penjelasan mengenai frasa selengkapnya akan diuraikan dibawah ini :

Pengertian Frasa, Ciri, Jenis Beserta Contohnya

Pengertian Frasa

Frasa merupakan sebuah gabungan atau kesatuan kata yang terbentuk dari dua bagian kata atau juga lebih yang mempunyai satu makna gramatikal (makna yang berubah-ubah dengan menyesuaikan sebuah konteks). Simple frasa ini adalah gabungan atau pengelompokan dari dua kata atau lebih namun tidak bisa membentuk kalimat sempurna oleh sebab tidak mempunyai predikat.

Ciri-ciri frasa

Dibawah ini meurpakan ciri-ciri frasa ialah sebagai berikut:
  1. Dalam frasa harus terdiri setidaknya minmal dua kata atau lebih.
  2. Menduduki atau memiliki fungsi gramatikal dalam kalimat.
  3. Dalam frasa harus memiliki satu makna gramatikal.
  4. Frasa bersifat nonpredikatif.

Contoh Frasa

Berdasarkan pengertian dan ciri-ciri diatas kita dapat menyimpulkan bahwa frasa merupakan suatu gabungan dari dua kata atau lebih yang tidak dapat atau bisa membentuk kalimat sempurna karena tidak mempunyai predikat. Maka kita dapat membuat contoh frasa ialah sebagai berikut:
  1. Nasi goreng
  2. Sedang Tidur
  3. Sedang makan
  4. Banting tulang
  5. Tidur siang
  6. Dengan tangan kanan

Jenis-jenis (Kategori) Frasa

Macam jenis frasa akan diuraikan dibawah ini :

Berdasarkan Jenisnya

frasa ini terbagi menjadi ialah sebagai berikut.

Frasa verbal

yaitu frasa yang mempunyai inti kata kerja dalam unsur pembentukannya dan juga dapat difungsikan ialah sebagai pengganti kedudukan kata kerja dalam suatu kalimat.
Contoh:
  1. Sedang tidur
  2. Akan muncul
  3. Baru datang
  4. Tidak makan

Frasa Nominal

yaitu frasa yang mempunyai inti kata benda dalam unsur pembentukannya dan juga dapat difungsikan ialah sebagai pengganti dari kata benda.
Contoh:
  1. Rumah kayu
  2. Sepatu kaca
  3. Lemari besi
  4. Buku gambar

Frasa ajektiva

Adalah suatu frasa yang mempunyai inti berupa kata sifat dalam unsur pembentukannya.
Contoh:
  1. Sangat baik
  2. Cukup hebat
  3. Sangat cepat
  4. Mahal sekali
  5. Lumayan dekat

Frasa preposisional

Adalah frasa yang menggunakan sebuah kata depan didalam unsur pembentukannya.
Contoh:
  1. Dari sana
  2. Ke Pasar
  3. Dengan kaki
  4. Di Solo
  5. Kepada guru
  6. Oleh saya

Berdasarkan Fungsi unsur pembentukannya

Dengan berdasarkan fungsinya frasa ini terbagi ialah sebagai berikut :

Frasa Endosentris

yakni suatu frasa yang salah satu unsur atau keduanya adalah merupakan unsur inti atau pusat.
Contoh:
  1. Kuda hitam
  2. Anak sapi
  3. Sudah selesai
  4. Dua orang
Frasa endosentris sendiri memiliki 4 macam sebagai berikut
Frasa atribut, yaitu frasa yang unsur pembentukannya menggunakan diterangkan dan menerangkan atau menerangkan dan diterangkan.
Contoh:
  1. Ayah kandung (diterangakan dan menerangkan)
  2. Seekor nyamuk ( menerangkan dan diterangkan)

Frasa apositif

ialah suatu frasa yang salah satu dalam unsur pembentukannya itu dapat/bisa digunakan sebagai pengganti dari unsur inti.

Frasa koordinatif

ialah suatu frasa yang unsur-unsur pembentukannya itu memiliki peran ialah sebagai unsur inti.
Contoh:
  1. Kakek nenek
  2. Warta berita
  3. Tua muda

Frasa Eksosentris

yakni suatu frasa yang pada salah satu unsurnya itu merupakan kata tugas.
Contoh:
  1. Kepada ayah
  2. Dari Solo
  3. Di rumah
  4. Pada hari

Berdasarkan kesatuan

Berdasarkan kesatuan makna yang terkandung dalam unsur-unsur pembentukannya frasa dapat dibagi menjadi :
  1. Frasa biasa
    frasa yang memiliki makna sebenarnya.
    Contoh : Ibu membeli sayur bayam
  2. Frasa idiomatik
    frasa yang mempunyai atau memiliki makna baru atau makna yang bukan sebenarnya (denotasi).
    Contoh : Orang tua saya pergi ke luar kota
  3. Frasa ambigu
    Frasa ambigu ialah suatu frasa yang memiliki makna dua atau ganda dalam pemakaian kalimat.
    Contoh : tangan panjang
Dalam contoh tangan panjang diatas  bisa diartikan bahwa tangan yang panjang itu adalah orang yang suka mencuri.

Pembagian Frasa Dengan Berdasarkan Kedudukannya

Frasa dibagi menjadi dua kategori berdasarkan kedudukannya, yakni frasa setara serta frasa dan juga frasa bertingkat. penjelasannya dibawah ini

Frasa Setara

Frasa setara ialah suatu frasa yang memiliki hubungan antar unsur setara. Contoh :
  1. Keluar masuk.
  2. Depan belakang.
  3. Hitam putih.
  4. Muda mudi.
  5. Tua muda.
  6. Suami istri
  7. Maju mundur
  8. Pergi kembali
  9. Pulang pergi.
  10. Asal usul

Frasa Setara Bertingkat

Frasa setara bertingkat merupakan frasa yang kedudukan antar unsurnya tidak setara atau bertingkat. Contoh :
  1. Uang tunai.
  2. Cara baru.
  3. Pedang tajam.
  4. Bangku emas.
  5. Mengayuh sepeda.
  6. Sedang pergi.
  7. Dari kantor.
  8. Bahasa Indonesia.
  9. Tanah air.
  10. Musim panen.
Itulah penjelasan mengenai Pengertian Frasa, Ciri, Jenis Beserta Contohnya, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih.

Tags

  • pengertian frasa menurut para ahli
  • 10 contoh frasa
  • pengertian klausa
  • contoh frasa adjektiva
  • pengertian frasa kias
  • frasa adverbial
  • contoh kata benda dan frasa benda
  • konsep frasa

Read more

Pengertian Majas dan 100 Macam Majas Menurut Ahli Sastra

Pengertian Majas Lengkap

Pengertian dan 100 Macam Majas Menurut Ahli Sastra -  Pengertian majas ialah bahasa indah yang digunakan didalam mempercantik suatu susunan kalimat agar dapat memperoleh kesan yang imajinatif atau juga dapat menciptakan efek tertentu bagi pembaca dan juga pendengarnya.

Pengertian majas merupakan pemanfaatan gaya bahasa didalam memperoleh suatu nuansa tertentu sehingga dapat mampu untuk menciptakan suatu kesan kata-kata yang imajinatif. Setelah membahas pengertian majas marilah kita melihat pengertian macam-macam majas dan contohnya.
Pengertian Majas
Pengertian Majas

Macam-macam Majas

Pengertian Majas dan juga Macam-Macam Majas serta Contohnya, macam-macam atau jenis-jenis majas terbagi atas 4(empat) macam atau jenis majas antara lain ialah sebagai berikut ini:

1. Majas Perbandingan

Pengertian majas pertentangan(Perbandingan) ialah suatu kata kiasan yang menyatakan suatu perbandingan dalam menciptakan kesan dan juga pengaruh kepada para pembaca dan juga pendengarnya.

Macam-macam majas perbandingan

Perumpamaan atau juga Asosiasi , perumpamaan ialah suatu perbandingan dua hal yang berbeda, tetapi dianggap sama yang menggunakan kata seperti ,ibarat, seumpama,dan lain lainnya.

Metafora , metafora ialah majas yang berisi suatu ungkapan secara langsung yang berupa suatu perbandingan analogis. Metafora tersebut ialah pemakaian kata buka dengan arti yang sebenarnya dan digunakan didalam persamaan serta juga perbandingan. 
Personifikasi , personifikasi ialah membandingkan benda-benda yang tidak bernyawa(Benda mati atau tidak bergerak) seakan-akan bernyawa (benda yang bergerak) atau hidup dengan sifat layaknya manusia.
Alegori , alegori ialah penggunaan bahasa yang menyatakan sesuatu dengan cara lain dengan suatu kiasan dan juga penggambaran. Pada dasarnya alegori berbentuk suatu cerita dengan simbol-simbol yang bermuatan moral.
Simbolik , simbolik ialah majas yang menggunakan suatu kiasan atau dapat melukiskan dengan menggunakan suatu simbolik ataupun lambang dalam suatu menyatakan maksudnya. 

2. Majas Pertentangan

Pengertian majas pertentangan ialah kata-kata kias yang menyatakan suatu pertentangan yang dimaksudkan oleh si penulis atau juga si pembicara dalam memberikan suatu pengaruh ataupun kesan kepada pembaca serta juga pendengar.

Macam-macam majas pertentangan
Hiperbola , hiperbola ialah majas yang memberikan suatu kesan yang berlebihan dari adanya kenyataan agar dapat lebih berkesan atau juga dapat memikat perhatian.
Paradoks , paradoks ialah majas yang mengandung suatu pertentangan antara pernyataan dengan suatu fakta. 
Antitesis , antitesis ialah majas yang menggunakan suatu pasangan kata dan juga yang artinya berlawanan. 
Litotes , litoses ialah majas yang menyatakan dengan berlawanan dari suatu kenyataannya yang bertujuan untuk dapat merendahkan diri. 

3. Majas Pertautan

Pengertian majas pertautan ialah suatu kata-kata kias yang bertautan dengan adanya suatu gagasan.
Macam-macam majas pertautan
Sinekdode , sinekdode ialah penggunaan kata yang sama dengan faktanya yang mempunyai  tujuan untuk memperjelas.
Metonimia , metonimia ialah suatu pengungkapan yang berupa penggunaan nama benda yang lain seperti merek, atribut, atau juga ciri khas. 
Alusio , Alusio ialah majas yang menggunakan kata-kata yang saling berkaitan dengan kejadian umum yang terjadi atau suatu penggunaan kata yang umum didalam menunjukkan suatu maksud tertentu. 
Eufimisme , eufimisme ialah majas yang menggunakan suatu kata-kata sopan dan juga halus. 

4. Majas Perulangan atau Penegasan

Pengertian majas perulangan atau penegasan ialah suatu kata-kata kias yang menyatakan suatu penegasan untuk dapat meningkatkan suatu kesan dan juga pengaruh kepada pendengar serta pembaca.

Macam-macam majas perulangan atau penegasan
Aliterasi , aliterasi ialah suatu kata-kata yang memanfaatkan suatu kata yang permulaannya sama dengan bunyinya. Contohnya ialah : Dara ialah damba daku, datang dari suatu danau.
Pleonasme , pleonasme ialah majas yang menggunakan suatu kata-kata dengan berlebihan untuk dapat menegaskan arti atau makna suatu kata. Contohnya ialah : Saya naik ke tangga ke atas, ayo kita berjalan ke depan untuk dapat melihat sendiri , dan lain sebagainya
Anataklasis , anataklasis ialah majas yang mengandung suatu pengulangan kata yang sama, dengan arti atau makna yang tidak sama . Contohnya ialah : Ayah selalu membawakan buah ditangan untuk buah hatinya, sebab buah penanya sudah menjadi buah bibir masyarakat.
Repetisi , repetisi ialah majas perulangan kata ataupun kelompok kata yang sama didalam menarik suatu perhatian atau juga untuk menegaskan. Contohnya ialah : 
tidak pada setiap penderitaan menjadi suatu luka dan juga tidak pada setiap sepi menjadi duri, dia lah yang kutunggu, dia lah yang kunanti, dia lah yang kuharapkan.
Paralelisme , paralelisme ialah majas perulangan yang pada dasarnya terdapat didalam suatu puisi yang disusun atas baris yang tidak sama. Contohnya ialah sebagai berikut :
Sunyi itu ialah  duka
Sunyi itu ialah kudus
Sunyi itu ialah lupa
Sunyi itu ialah lapus
Cinta itu ialah pengertian
Cinta itu ialah kesetiaan
Cinta itu ialah rela berkorban
Sekian Dan Terimakasih Sudah Membaca Tentang Pengertian Dan 100 Macam Majas Menurut Ahli Sastra Semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca Pendidikanku

Read more