Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

Pengertian Dialog, Monolog, Prolog, serta Epilog

Pendidikanku.Org - Kesempatan ini kita akan membahas mengenai Dialog, Monolog, Prolog serta juga Epilog, penjelasan selengkapnya mengenai Dialog, Monolog, Prolog dan Epilog ini akan diuraikan sebagai berikut :

Pengertian Dialog, Monolog, Prolog, serta Epilog

Pengertian Dialog

Dialog merupakan sebuah percakapan yang dilakukan oleh 2 tokoh atau juga lebih dengan maksud tertentu untuk tujuan jalannya cerita.
Didalam karya sastra tulisan atau juga menulis fiksi, dialog ini memiliki banyak fungsi. Selain untuk dapat menggambarkan percakapan tokoh-tokohnya, dialog ini juga dapat memunculkan karakter dari masing-masing tokoh. Dialog ini juga bisa memunculkan perbedaan budaya dari masing-masing tokoh. Contohnya dengan dialek atau juga bahasa percakapan yang berbeda logat. Juga memiliki fungsi ialah sebagai penggambaran seting/latar pada sebuah cerita.

Pengertian Monolog

Monolog merupakan suatu percakapan yang dilakukan oleh tokoh tunggal kepada dirinya sendiri. Monolog ini dapat berbentuk percakapan dengan dirinya sendiri didalam cermin, atau juga percakapan yang berbunyi di dalam hati yang berkata pada diri sendiri.
Fungsi dari Monolog ini biasanya untuk dapat menegaskan keinginan atau juga harapan dari tokoh tersebut terhadap sesuatu hal. Dapat jugajuga berbentuk emosional, penyesalan, atau tokoh yang berandai-andai.

Pengertian Prolog

Prolog ini dapat disebut juga pengantar naskah yang isinya satu atau juga beberapa keterangan atau juga pendapat pengarang tentang cerita yang akan disajikan. Atau juga dapat diartikan, prolog ini juga merupakan pendahuluan atau peristiwa pendahuluan.
Fungsi dari prolog ini berguna untuk menerangkan serta juga membeberkan situasi. Prolog ini disusun itu dengan tujuan untuk dapat membangkitkan minat pemebaca terhadap isi didalam sebuah tulisan(Novel), atau juga minat penonton (apabila dalam sebuah pertunjukan drama/teater). Oleh sebab itu biasanya didalam sebuah drama, prolog tersebut sering berisi sinopsis lakon, pengenalan para okoh, dan juga konflik-konflik yang akan terjadi dalam cerita tersebut
Dan apabila Prolog ini adalah pembuka, maka penutupnya itu disebut Epilog.

Pengertian Epilog

Epilog ini merupakan kata penutup yang mengakhiri sebuah cerita. Epilog pada umumnya berisi tentang amanat, atau kesimpulan serta pelajaran yang bisa diambil dari cerita tersebut. Epilog yang merupakan sebuah bagian penutup pada karya sastra penting ialah sebagai bekal bagi pembaca/penonton supaya mampu mengambil hikmah dari konflik-konflik di dalam cerita dan juga penyelesaiannya, dan biasanya itu akan muncul kalimat bijak di dalam epilog tersebut

Fungsi dari Epilog ialah untuk menyampaikan inti dari cerita, hikmah, atau komentar atas sebuah cerita yang baru saja disajikan. Selain dari itu juga sebagai penutup, epilog ini juga mempunyai fungsi untuk menegaskan pesan-pesan moral, tata nilai, serta juga refleksi hidup dan kehidupan yang diceritakan.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Dialog, Monolog, Prolog, serta Epilog, semoga apa yang diuraikan diatas dapat berguna untuk teman-teman sekalian. Terima kasih

Tags :

  • contoh prolog dan epilog
  • prolog dialog epilog merupakan drama
  • pengertian monolog
  • pengertian prolog dan epilog dalam novel
  • jelaskan pengertian dialog dan epilog
  • prolog dialog epilog merupakan titik-titik drama
  • jelaskan perbedaan prolog epilog dan dialog
  • apa yang dimaksud dengan dialog dan monolog

Pengertian Membaca Cepat, Manfaat, Tujuan Beserta Tekniknya

Pendidikanku - Membaca cepat merupakan topik yang akan kita bahas kali ini, tidak hanya pengertiannya saja tapi juga diikuti dengan beberapa point penting seperti Teknik, Manfaat membaca cepat, penjelasan selengkapnya sebagai berikut :

Pengertian Membaca Cepat, Manfaat, Tujuan Beserta Tekniknya

Pengertian Membaca Cepat

Membaca cepat merupakan suatu teknik dalam membaca untuk bisa mendapatkan informasi dengan cara langsung ke masalah ataupun fakta yang dicari. Membaca cepat ini merupakan salah satu metode membaca yang dilakukannya itu dengan cara membacanya didalam hati. Denganmembaca cepat ini kita akan dapat memperoleh informasi yang maksimal itu dengan kurun waktu yang sesingkat-singkatnya namun tetap dengan tingkat pemahaman isi bacaan yang tinggi.
Dibawah ini merupakan Hal-hal yang perlu untuk diperhatikan di dalam membaca cepat ialah dengan :
  • Jangan membaca kata demi kata. Biasakan untukmembaca itu dengan per kelompok kata demi kelompok kata.
  • Jangan mengulangi kata atau kalimat yang sudah dibaca.
  • Jangan terlalu lama berhenti di awal baris atau pun kalimat karena akan memutuskan hubungan makna antarkalimat maupun antarparagraf.
  • Carilah kata kunci yang menjadi tanda awal terdapatnya sebuah gagasan utama pada sebuah kalimat.
  • Abaikan juga kata-kata lugas yang sifatnya itu berulang-ulang, misalnya kepada, yang , di, dari, dan lain sebagainya.

Teknik Membaca Cepat

Dalam Teknik membaca cepat ini terdapat dua teknik yaitu skimming dan skanning.

Teknik Skimming

Teknik skimming ini merupakan salah satu suatu teknik untuk kita dapat/bisa mencari gagasan pokok atau hal-hal penting lainnya yang terdapat di dalam bacaan. Contohnya seperti : membaca ensiklopedi, kamus, index, yellow pages,dll
Teknik Skimming ini terdapat dapat atau bisa dilakukan apabila kamu ingin  :
  • mengenali topik bacaan.
  • melakukan suatu penyegaran akan apa yang pernah dibaca.
  • mendapatkan bagian paling penting dari suatu bacaan tanpa harus membaca keseluruhan.
  • mengetahui pendapat seseorang dengan secara garis besar atau umum saja.
Beberapa situasi yang menuntut penggunaan skimming ini antara lain ialah:
  1. memeriksa sebuah bab di dalam sebuah buku, sebelum memperlajarinya secara serius supaya dapat/bisa memperoleh sebuah gagasan tentang/mengenai cakupan secara umum bab tersebut.
  2. menyampel beberapa halaman novel atau juga karya tulis jenis lain untuk bisa/dapat menentukan apakah karya tulis tersebut adalah bacaan yang bernilai.
  3. memeriksa dengan secara cepat sebuah artikel tentang isu kontroversial dalam menemukan pandangan pengarang, tanpa harus memperhatikan argumen pengarang yang spesifik.
  4. memeriksa juga bahan bacaan dalam menilai apakah bacaan tersebut mengandung jenis informasi yang sedang dicari.
  5. meneliti juga bahan bacaan dalam menentukan apakah bacaan tersebut bisa dipahami ataukah terlalu sulit.

Langkah-langkah membaca skimming:

  • membuat pertanyaan mengenai/tentang apa yang akan andacari dari suatu buku
  • Telusuri daftar isi atau pun kata pengantar, apakah informasi yang kita butuhkan itu ada didalam bacaan tersebut.
  • Fokus, menelusuri dengan kecepatan tinggi itu tiap paragraf dan/atau sub bab.
  • berhentilah saat anda sudah merasa menemukan apa yang anda cari
  • baca lah dengan kecepatan normal, dan juga pahami secara baik apa yang sedang anda cari.

Teknik Scanning

Teknik di dalam membaca cepat berikutnya adalah scanning, scanning ini merupakan suatu teknik membaca untuk dapat memahami informasi dari suatu bacaan.
Dalam kehidupan sehari-hari scanning digunakan anara lain untuk:
  1. mencari nomor telepon
  2. mencari kata pada kamus
  3. mencari entri pada indeks
  4. mencari angka-angka statistik
  5. mencari daftar perjalanan
  6. mencari daftar belanjaan

langkah-langkah membaca scanning

jika anda ingin memperoleh hasil yang memuaskan dari tehnik membaca cepat ini, ikutilah langkah-langkah berikut ini:
  1. lihatlah daftar isi dan kata pengantar secara sekilas
  2.  telaah dengan secara singkat latar belakang penulisan buku
  3. baca juga bagian pendahuluan demgan secara singkat
  4. cari dalam daftar isi bab-bab yang penting.
  5. baca pada bagian kesimpulan (jika ada)
  6. lihat dengan secara sekilas daftar pustaka, daftar indeks, atau juga apendiks.
Apabila kecepatan dalam membaca anda belum mencapai tingkat yang diharapkan maka anda harus berlatih untuk meningkatakan kecepatan anda dengan cara:
  1. Menghindari terjadinya hambatan-hambatan dalam membaca.
  2. Melebarkan jangkauan penglihatan dengan berupaya sekali pandang itu bisa mencapai 3-4 kata atau sekelompok frasa.
  3. Melihatnya itu dengan otak dengan langsung menangkap arti.
Hambatan yang mempengaruhi suatu kecepatan dalam membaca itu ada enam (6) hal, diantaranya :
  • Vokalisasi (dengan bersuara).
  • Menggerakkan bibir (bibir berkomat-kamit).
  • Menunjuk kata demi kata dengan jari.
  • Menggerakkan kepala dari kiri ke kanan (mengikuti tulisan yang dibca).
  • Regresi (membaca ulang yang sudah dibaca).
  • Subvokalisasi (Melafalkan dalam batin/ pikiran).

Manfaat Skimming dan Scanning

Dibawah ini merupakan manfaat dari skimming dan scanning ialah sebagai berikut :
  • Dapat mencari sebuah informasi khusus yang diperlukan dengan secara cepat
  • Dapat menjelajahi banyak halaman buku dalam kurun waktu yang relatif singkat
  • Tidak banyak memakan waktu dalam mencari sesuatu yang dinginkan dari buku.

Tujuan Membaca Cepat

Membaca cepat ini tentu memiliki/mempunyai suatu tujuan, tujuan dari membaca cepat ini ialah untuk dapat meminimalisir penggunaan waktu supaya waktu di dalam membaca relatif singkat serta kita itu tetap mampu untuk bisa mendapatkan hasil atau memahami bacaan yang kita baca. Mungkin kalian ada yang bertanya Kenapa sih membaca cepat itu penting? Karena hampir seluruh informasi yang kita cari atau yang ingin kita dapatkan itu berasal dari buku, koran, majalah serta juga internet itu menggunakan berbasis teks dalam penyampaian informasinya.

Ukuran membaca cepat

Kita mungkin dituntut untuk menjadi pembaca yang efisien dan efektif. namun apakah kamu tau berapa sih ukuran kecepatan di dalam membaca yang dikatakan efektif itu? Dibawah ini ulasannya:
Ukuran kecepatan membaca ialah kata per menit (KPM)
  1. SISWA Sekolah dasar (SD) minimal kecepatan 200 KPM
  2. SISWA Sekolah menengah atas (SMA) minimal kecepatan 250 KPM
  3. Mahasiswa minimal Kecepatan 325 KPM
Ukuran dari kecepatan membaca ialah kata per menit (KPM), ada beberapa kata yang bisa/dapat dibaca pada tiap menitnya itu dengan rumusnya sebagai berikut :
Kecepatan = (Jumlah Kata atau Jumlah detik) X 60=.... kata per menit.
Demikianlah uraian mengenai Pengertian Membaca Cepat, Tujuan dan Teknik, semoga apa yang diuraikan diatas dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Tags :


  • pengertian membaca cepat menurut para ahli
  • tujuan membaca cepat
  • rumus membaca cepat
  • manfaat membaca cepat
  • jenis membaca cepat
  • contoh membaca cepat
  • fungsi membaca cepat
  • makalah membaca cepat



√ Pengertian Frasa, Ciri, Jenis Beserta Contohnya

Pendidikanku.Org - Frasa merupakan salah satu materi yang sangat berhubungan erat dengat dengan pelajaran bahasa indonesia. Tidak cukup dijadikan sebuah materi saja, tetapi frasa ini juga sering dijadikan sebagai soal ujian disuatu jenjang sekolah tertentu. Oleh sebab itulah didalam artikel kali ini kita akan membahas materi mengenai/tentang apa itu frasa (pengertian serta contoh dari frasa). Untuk itu penjelasan mengenai frasa selengkapnya akan diuraikan dibawah ini :

Pengertian Frasa, Ciri, Jenis Beserta Contohnya

Pengertian Frasa

Frasa merupakan sebuah gabungan atau kesatuan kata yang terbentuk dari dua bagian kata atau juga lebih yang mempunyai satu makna gramatikal (makna yang berubah-ubah dengan menyesuaikan sebuah konteks). Simple frasa ini adalah gabungan atau pengelompokan dari dua kata atau lebih namun tidak bisa membentuk kalimat sempurna oleh sebab tidak mempunyai predikat.

Ciri-ciri frasa

Dibawah ini meurpakan ciri-ciri frasa ialah sebagai berikut:
  1. Dalam frasa harus terdiri setidaknya minmal dua kata atau lebih.
  2. Menduduki atau memiliki fungsi gramatikal dalam kalimat.
  3. Dalam frasa harus memiliki satu makna gramatikal.
  4. Frasa bersifat nonpredikatif.

Contoh Frasa

Berdasarkan pengertian dan ciri-ciri diatas kita dapat menyimpulkan bahwa frasa merupakan suatu gabungan dari dua kata atau lebih yang tidak dapat atau bisa membentuk kalimat sempurna karena tidak mempunyai predikat. Maka kita dapat membuat contoh frasa ialah sebagai berikut:
  1. Nasi goreng
  2. Sedang Tidur
  3. Sedang makan
  4. Banting tulang
  5. Tidur siang
  6. Dengan tangan kanan

Jenis-jenis (Kategori) Frasa

Macam jenis frasa akan diuraikan dibawah ini :

Berdasarkan Jenisnya

frasa ini terbagi menjadi ialah sebagai berikut.

Frasa verbal

yaitu frasa yang mempunyai inti kata kerja dalam unsur pembentukannya dan juga dapat difungsikan ialah sebagai pengganti kedudukan kata kerja dalam suatu kalimat.
Contoh:
  1. Sedang tidur
  2. Akan muncul
  3. Baru datang
  4. Tidak makan

Frasa Nominal

yaitu frasa yang mempunyai inti kata benda dalam unsur pembentukannya dan juga dapat difungsikan ialah sebagai pengganti dari kata benda.
Contoh:
  1. Rumah kayu
  2. Sepatu kaca
  3. Lemari besi
  4. Buku gambar

Frasa ajektiva

Adalah suatu frasa yang mempunyai inti berupa kata sifat dalam unsur pembentukannya.
Contoh:
  1. Sangat baik
  2. Cukup hebat
  3. Sangat cepat
  4. Mahal sekali
  5. Lumayan dekat

Frasa preposisional

Adalah frasa yang menggunakan sebuah kata depan didalam unsur pembentukannya.
Contoh:
  1. Dari sana
  2. Ke Pasar
  3. Dengan kaki
  4. Di Solo
  5. Kepada guru
  6. Oleh saya

Berdasarkan Fungsi unsur pembentukannya

Dengan berdasarkan fungsinya frasa ini terbagi ialah sebagai berikut :

Frasa Endosentris

yakni suatu frasa yang salah satu unsur atau keduanya adalah merupakan unsur inti atau pusat.
Contoh:
  1. Kuda hitam
  2. Anak sapi
  3. Sudah selesai
  4. Dua orang
Frasa endosentris sendiri memiliki 4 macam sebagai berikut
Frasa atribut, yaitu frasa yang unsur pembentukannya menggunakan diterangkan dan menerangkan atau menerangkan dan diterangkan.
Contoh:
  1. Ayah kandung (diterangakan dan menerangkan)
  2. Seekor nyamuk ( menerangkan dan diterangkan)

Frasa apositif

ialah suatu frasa yang salah satu dalam unsur pembentukannya itu dapat/bisa digunakan sebagai pengganti dari unsur inti.

Frasa koordinatif

ialah suatu frasa yang unsur-unsur pembentukannya itu memiliki peran ialah sebagai unsur inti.
Contoh:
  1. Kakek nenek
  2. Warta berita
  3. Tua muda

Frasa Eksosentris

yakni suatu frasa yang pada salah satu unsurnya itu merupakan kata tugas.
Contoh:
  1. Kepada ayah
  2. Dari Solo
  3. Di rumah
  4. Pada hari

Berdasarkan kesatuan

Berdasarkan kesatuan makna yang terkandung dalam unsur-unsur pembentukannya frasa dapat dibagi menjadi :
  1. Frasa biasa
    frasa yang memiliki makna sebenarnya.
    Contoh : Ibu membeli sayur bayam
  2. Frasa idiomatik
    frasa yang mempunyai atau memiliki makna baru atau makna yang bukan sebenarnya (denotasi).
    Contoh : Orang tua saya pergi ke luar kota
  3. Frasa ambigu
    Frasa ambigu ialah suatu frasa yang memiliki makna dua atau ganda dalam pemakaian kalimat.
    Contoh : tangan panjang
Dalam contoh tangan panjang diatas  bisa diartikan bahwa tangan yang panjang itu adalah orang yang suka mencuri.

Pembagian Frasa Dengan Berdasarkan Kedudukannya

Frasa dibagi menjadi dua kategori berdasarkan kedudukannya, yakni frasa setara serta frasa dan juga frasa bertingkat. penjelasannya dibawah ini

Frasa Setara

Frasa setara ialah suatu frasa yang memiliki hubungan antar unsur setara. Contoh :
  1. Keluar masuk.
  2. Depan belakang.
  3. Hitam putih.
  4. Muda mudi.
  5. Tua muda.
  6. Suami istri
  7. Maju mundur
  8. Pergi kembali
  9. Pulang pergi.
  10. Asal usul

Frasa Setara Bertingkat

Frasa setara bertingkat merupakan frasa yang kedudukan antar unsurnya tidak setara atau bertingkat. Contoh :
  1. Uang tunai.
  2. Cara baru.
  3. Pedang tajam.
  4. Bangku emas.
  5. Mengayuh sepeda.
  6. Sedang pergi.
  7. Dari kantor.
  8. Bahasa Indonesia.
  9. Tanah air.
  10. Musim panen.
Itulah penjelasan mengenai Pengertian Frasa, Ciri, Jenis Beserta Contohnya, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih.

Tags

  • pengertian frasa menurut para ahli
  • 10 contoh frasa
  • pengertian klausa
  • contoh frasa adjektiva
  • pengertian frasa kias
  • frasa adverbial
  • contoh kata benda dan frasa benda
  • konsep frasa

√ Pengertian Kata Baku dan Kata Tidak Baku, Ciri Beserta 362 Contohnya

Pendidikanku.Org - Pada kesempatan kali ini kita akan membahas kata baku dan kata tidak baku yang juga akan dilengkapin ciri dan contoh dari kata baku dan kata tidak baku, penjelasannya dibawah ini :
Pengertian Kata Baku dan Kata Tidak Baku, Ciri Beserta 362 Contohnya

Pengertian Kata Baku

Pengertian Kata baku merupakan kata yang digunakan sudah sesuai dengan pedoman atau juga kaidah bahasa yang sudahdi tentukan, Atau juga kata baku ini merupakan kata yang sudah benar dengan aturan ataupun ejaan kaidah bahasa Indonesia serta sumber utama dari bahasa baku yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata baku ini pada umumnya sering digunakan pada kalimat yang resmi atau formal, baik itu dalam bentuk suatu tulisan atau juga dalam pengungkapan kata-kata.

Kata-kata baku merupakan kata yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah di tentukan sebelumnya dan juga suatu kata bisa disebut dengan kata tidak baku apabila kata yang digunakan itu tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. ketidakbakuan pada suatu kata bukan hanya ditimbulkan oleh adanya salah penulisan saja, namun juga bisa disebabkan oleh pengucapan yang salah serta juga penyusunan suatu kalimat yang tidak benar. Biasanya kata tidak baku ini selalu muncul dalam percakapan yang kita lakukan sehari-hari.

Penggunaan Bahasa Baku

Kata baku ini biasanya sering digunakan pada saat:

  1. Membuat karya ilmiah.
  2. Membuat surat lamaran pekerjaan.
  3. Membuat surat untuk dinas, surat edaran serta juga surat resmi lainnya.
  4. Membuat laporan.
  5. Membuat nota dinas.
  6. Saat berpidato dan rapat dinas.
  7. Saat musyawarah atau diskusi.
  8. Surat menyurat untuk organisasi, instansi atau juga lembaga, dan sebagainya

Ciri-Ciri Kata Baku

Dibawah ini merupakan ciri-ciri dari diantaranya sebagai berikut :
  1. Kata baku tidak di pengaruhi bahasa daerah
  2. Kata baku juga  tidak di pengaruhi bahasa asing
  3. Pada pemakaian imbuhan itu dengan secara eksplisit
  4. Buka adalah bahasa percakapan
  5. Gunakan sesuai dengan konteks kalimat
  6. Tidak terkontaminasi atau juga tidak rancu
  7. Kata baku juga tidak mengandung arti pleonasme
  8. Tidak mengandung hiperkorek

Contoh Kata dan Kalimat Baku


Dibawah ini merupakan contoh dari kalimat baku, diantaranya seperti: 
pasif, apotek, efektif, karena, foto, biosfer, bus,aktif,  november, praktik, negeri, objek, teknik, daftar, nasihat dan lain-lain. 
Contoh kalimatnya: Saya melihat daftar menu makan.
untuk lebih lengkap contoh kata baku ada dibawah ini

Pengertian Kata Tidak Baku

Kata tidak baku ialah suatu kata yang dipakai namun tidak sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa yang telah ditentukan. Biasanya kata tidak baku ini sering dipakai disaat percakapan sehari-hari atau juga dalam bahasa tutur. Adapun faktor-faktor yang dapat mengakibatkan munculnya kata tidak baku ini, yang diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Yang menggunakan bahasa namun tidak mengetahui bentuk penulisan dari kata yang dia maksud.
  2. Yang menggunakan bahasa tidak memperbaiki kesalahan dari penggunaan suatu kata, itulah yang mengakibatkan kata tidak baku ini selalu ada.
  3. Yang menggunakan bahasa dapat terpengaruh oleh orang-orang yang terbiasa memakai kata yang tidak baku.
  4. Dan yang terakhir, yang mmemakai bahasa namun dapat terbiasa memakai kata tidak baku.

Ciri - Ciri Kata tidak baku

  1. Dapat terpengaruh bahasa daerah atau juga bahasa asing
  2. Terpengaruh oleh perkembangan zaman
  3. Digunakan pada percakapan sehari-hari santai
  4. Dapat dibuat oleh siapa saja sesuai keinginannya

Contoh Kalimat Tidak Baku

Dibawah ini merupakan contoh dari kata tidak baku, diantaranya seperti: 
tekhnik, nopember, obyek, nasehat, aktip, negri, praktek, pasip, apotik, efektip, karna, poto, biosfir, bis, dan lain sebagainya. 
Contoh Kalimatnya: Saya membeli obat karna lagi sakit.
untuk lebih lengkap contoh kata tidak baku ada dibawah ini :

362 Contoh Kata Baku dan Tidak Baku

No

Kata Baku

Kata Tidak Baku

1AbjadAbjat
2AdvokatAdpokat
3AktifAktip
4Al Quranalquran
5ApotekApotik
6AsasAzas
7AtletAtlit
8AtmosferAtmosfir
9BautBaud
10BerpikirBerfikir
11BesokEsok
12BusBis
13CabaiCabe
14CendekiawanCendikiawan
15CenderamataCinderamata
16DaftarDaptar
17DefinisiDifinisi
18DepotDepo
19DetailDetil
20DiagnosisDiagnosa
21DieselDisel
22DipersilakanDipersilahkan
23DolarDollar
24EksporEksport
25EkstremEkstrim
26EkuivalenEkwivalen
27EmbusHembus
NoKata Baku
Kata Tidak Baku
28FebruariPebruari
29FilmFilem
30FisikPhisik
31FondasiPondasi
32FormalFormil
33FotoPhoto
34FrekuensiFrekwensi
35GiziGisi
36GladiGeladi
37HafalHapal
38HakHaq
39HakikatHakekat
40HierarkiHirarki
41HipotesisHipotesat
42IjazahIjasah
43IkhlasIhlas
44ImbauHimbau
45InderaIndra
46InsafInsyaf
47IstriIsteri
48IzinIjin
49JadwalJadual
50JenazahJenasah
51JenderalJendral
52JustruJusteru
53KaidahKaedah
54KarierKarir
NoKata Baku
Kata Tidak Baku
55KategoriKatagori
56KompletKomplit
57KonferensiKonperensi
58KongresKonggres
59KonkretKonkrit
60KreatifKreative
61KreativitasKreatifitas
62KualifikasiKwalifikasi
63KualitatifKwalitatif
64KuantitatifKwantitatif
65KualitasKwalitas
66KuitansiKwitansi
67KiaiKyai
68LubangLobang
69MaafMa’af
70MakhlukMahluk
71ManajemenManagemen
72ManajerManager
73MencolokMenyolok
74Menerjemahkan
Menterjemahkan
75Mengesampingkan
Menyampingkan
76MerekMerk
77MeteraiMeterei
78MetodeMetoda
79MestiMusti
80MuseumMusium
81MotifMotip
82MotivasiMotifasi
NoKata Baku
Kata Tidak Baku
83NasihatNasehat
84NovemberNopember
85NapasNafas
86ObjekObyek
87PahamFaham
88PasporPasport
89PikirFikir
90PraktikPraktek
91ProvinsiPropinsi
92RisikoResiko
93RezekiRejeki
94SaksamaSeksama
95SekadarSekedar
96SekretarisSekertaris
97SilakanSilahkan
98SistemSistim
99SubjekSubyek
100SuteraSutra
101SyukurSukur
102TafsirTapsir
103TeknikTehnik
104TeoretisTeoritis
105TerampilTrampil
106VarietasVaritas
107VilaVilla
108WujudUjud
109YudikatifJudikatip
110ZamanJaman
111ZonaZone
112Kata Baku
Kata Tidak Baku
113abjadabjat
114advokatadpokat
115afdalafdol
116akhlakahlak
117aktifaktip
118aktivitasaktifitas
119ambeienambeyen
120ambulansambulan
121amendemenamandemen
122analisisanalisa
123andalhandal
124amfibiamphibi
125antenaantene
126antreantri
127apotekapotik
128asasazas
129astronautastronot
130ateisatheis
131atletatlit
132atmosferatmosfir
133azanadzan
134balansbalan
135balsambalsem
136batalionbatalyon
137bateraibaterei
138berandalbrandal
139belumbelom
140besokesok
141biosferbiosfir
142blankoblangko
143brankasbrangkas
144budekbudeg
145bujetbudjet
146busbis
147cabaicabe
148capaicapek
149cederacidera
150cendekiawancendikiawan
151cendera mata
cinderamata / cenderamata
152cengkeramcengkram
153cengkihcengkeh
154cokelatcoklat
155daftardaptar
156debiturdebitor
157dekretdekrit
158depotdepo
159detaildetil
160deviasidefiasi
161diagnosisdiagnosa
162diskotekdiskotik
163distilasidestilasi
164dolardollar
165drainasedrainage
166dramatisasidramatisir
167durianduren
168efektifefektip
169ekstraextra
170ekstremektrim
171ekstremisekstrimis
172ekstroverektstrovert
173eliteelit
174embushembus
175esaiesei
176faksimilefaksimil
177februaripebruari
178fondasipondasi
179formalformil
180fotophoto
181fotokopiphotokopi
182fotosintesisfotosintesa
183frasafrase
184frekuensifrekwensi
185gaibghaib
186geladigladi
187gizigiji
188griyagria
189guagoa
190gubukgubug
191gudeggudek
192hadishadist
193hafalhapal
194hakikathakekat
195hektarehektar
196hierarkihirarki
197hipotesishipotesa
198ijazahijasah
199ikhlasihlas
200influenzainfluensa
201inframerahinfra merah
202imbauhimbau
203inderaindra
204infusinpus
205insafinsyaf
206isaphisap
207intelijeninteligen
208intensinten
209interpretasiinterprestasi
210interupsiintrupsi
211islamiahislamiyah
212istigfaristighfar
213istriisteri
214itermesointermezo
215izinijin
216jadwaljadual
217jagatjagad
218jemaahjamaah
219jenazahjenasah
220jenderaljendral
221judoyudo
222junioryunior
223justrujusteru
224kaidahkaedah
225kankerkangker
226karenakarna
227karierkarir
228karismakharisma
229katalisiskatalisa
230kedaluwarsakadaluwarsa
231kedelaikedelei
232kendurkendor
233khotbahkhutbah
234klienclient
235kloterkeloter
236koboikoboy
237komersialkomersil
238komplekskomplek
239kompletkomplit
240konfirmasikomfirmasi
241konkretkonkrit
242konsekuensikonsekwensi
243korsletingkonsleting
244kosakatakosa kata
245kreatifkreatip
246kreativitaskreatifitas
247kualitaskwalitas
248kuarsakwarsa
249kuitansikwitansi
250kuorumkworum
251lafallapal
252legalisasilegalisir
253lembaplembab
254lubanglobang
255manajemenmanagemen
256manajermanager
257mangkukmangkok
258mantramantera
259masjidmesjid
260memengaruhimempengaruhi
261mengonsumsimengkonsumsi
262mengubahmerubah
263menterimentri
264mencolokmenyolok
265metodemetoda
266miliarmilyar
267motifmotip
268musafirmusyafir
269naasnahas
270nakhodanahkoda
271tampaknampak
272napasnafas
273nasihatnasehat
274negatifnegatip
275negerinegri
276nomornomer
277netonetto
278notulanotulen
279novembernopember
280objekobyek
281objektifobyektif
282omzetomset
283organisasiorganisir
284orisinalorisinil
285pahamfaham
286palempalm
287paradoksparadok
288paramedisparamedi
289pasfotopas photo
290pasporpasport
291paviliunpavilion
292pedaspedes
293perantipiranti
294permakvermak
295pikirfikir
296produktifproduktip
297produktivitasproduktifitas
298prototipeprototif
299proyekprojek
300provinsipropinsi
301putraputera
302putriputeri
303ranselrangsel
304rapirapih
305raporrapot
306rasionalrasionil
307responsrespon
308resistansresistan
309reumatikrematik
310rezekirejeki
311risikoresiko
312sahsyah
313sahihsyahih
314saksamaseksama
315sambalsambel
316sanksisangsi
317sarafsyaraf
318saussaos
319sekadarsekedar
320sekretarissekertaris
321semifinalsemi final
322sepraiseprei
323sintesissintesa
324sistemsistim
325sistematissistimatis
326skalasekala
327standardisasistandarisasi
328subjeksubyek
329surveisurvey
330sutrasutera
331syahidsahid
332syukursukur
333tafsirantapsiran
334tekniktehnik
335teknisitehnisi
336teknologitehnologi
337teladantauladan
338telepontelpon
339tenteramtentram
340teoretisteoritis
341terampiltrampil
342terima kasihterimakasih
343tesisthesis
344timteam
345tobattaubat
346tradisionaltradisionil
347transportransport
348triplekstriplek
349trofitropi
350urgenurgent
351urineurin
352ustazustad / ustadz
353utanghutang
354varietasvaritas
355wali kotawalikota
356yudikatifjudikatif
357yudisialjudisial
358yurisdiksijurisdiksi
359zamanjaman
360zamzamzam-zam
361zinajinah
362zonazone

Nah Itulah penjelasan mengenai Pengertian Kata Baku dan Kata Tidak Baku, Ciri Beserta 362 Contohnya, semoga apa yang dipaparkan diatas dapat bermanfaat untuk anda semua. Terima kasih

Tags :

  1. kata baku dan artinya
  2. contoh kata baku dan tidak baku beserta keterangannya
  3. kata baku dan tidak baku beserta artinya
  4. pengertian kata baku dan tidak baku menurut para ahli
  5. contoh kata baku dan tidak baku dalam kehidupan sehari-hari
  6. bahasa baku dan tidak baku (pengayaan)
  7. penggunaan kata baku dan tidak baku beserta keterangannya
  8. contoh paragraf kata baku dan tidak baku