Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

Pengertian Bahasa, Hakikat Bahasa dan Fungsi Bahasa

Pengertian Bahasa dan Hakikat Bahasa 

Pengertian Bahasa dan Hakikat Bahasa - pada kesempatan ini pendidikanku akan membahas mengenai pengertian bahasa , hakikat bahasa dan juga fungsi bahasa. pada posting sebelumnya pendidikanku sudah membahas mengenai pengertian sastra , pengertian majas , pengertian cerita rakyat , dan sekarang tentang pengertian bahasa .

Bahasa menurut Keraf dalam Smarpradhipa (2005:1) menyatakan 2 pengertian bahasa yaitu ;
  1. Bahasa adalah alat komunikasi antaranggota masyarakat yang berupakan simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap yang ada pada manusia . 
  2. Bahasa merupakan sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal yang sifatnya itu arbitrer.
Pengertian Bahasa
"Kata Halo dalam banyak bahasa bukti bahwa bahasa adalah identitas diri"

Hakikat Bahasa

pendidikanku - Hakikat atau ciri atau sifat hakiki bahasa ialah sesuatu yang mendasar dari bahasa , Chaer (1994:33) menyatakan mengenai hakikat bahasa antara lain , sebagai berikut :
  • Bahasa sebagai sistem
  • Bahasa itu berwujud simbol atau lambang
  • Bahasa itu adalah bunyi
  • Bahasa itu bermakna
  • Bahasa itu arbitrer
  • Bahasa itu unik
  • Bahasa itu universal
  • Bahasa itu manusiawi
  • Bahasa itu bervariasi
  • Bahasa itu dinamis
  • Bahasa itu sebagai alat interaksi sosial
  • Bahasa itu sebagai Identitas diri

Fungsi Bahasa

pendidikanku - Fungsi bahasa adalah sebagai alat untuk berinteraksi baik itu menggunakan bahasa lisan ataupun tulisan.

Menurut Keraf (1997:3) fungsi bahasa , yaitu :
  1. Alat untuk mengekspresikan diri 
  2. Sebagai alat untuk berkomunikasi 
  3. Sebagai alat untuk mengadakan integrasi
  4. Beradaptasi dalam suatu lingkungan atau kondisi tertentu.
Sekian dan terimakasih sudah membaca mengenai Pengertian Bahasa dan Hakikat Bahasa | Pendidikanku.org , semoga dapat bermanfaaat untuk anda
Read more

Pengertian Narasi, Langkah, Jenis dan Tujuan Narasi

Pengertian Narasi 

Pengertian Narasi DanJenis Narasi Serta Contohnya - Pada kesempatan ini Pendidikanku,net akan membahas mengenai Pengertian Narasi , langkah-langkah dalam menulis karangan narasi , Jenis-jenis atau macam-macam narasi , serta tujuan dari narasi tersebut , point-point ini akan dibahas dengan jelas . Paragraf Narasi adalah paragraf yang menjelaskan atau juga menguraikan suatu peristiwa maupun kejadian dengan berdasarkan urutan waktu. Didalam suatu paragraf Narasi itu terdapat karakteristik dari narasi yaitu :
  1. tokohnya, 
  2. latarnya ( ruang serta waktu), 
  3. urutan kejadiannya.
Narasi dengan secara sederhana diartikan ialah sebagai paragraf yang berisikan suatu cerita maupun kejadian. Didalam suatu Narasi itu terdapat pola-pola dalam pengembangan paragraf narasi.   

Untuk dapat lebih mengetahui lebih jelas tentang Narasi tersebut ada baiknya sahabat pendidikanku.net melihat bagaimana langkah-langkah menulis karangan narasi dan contohnya ialah seperti yang dibawah ini.

Pengertian Narasi Dan Jenis Narasi Terlengkap
Pengertian Narasi

Langkah-langkah menulis karangan narasi

  • Tentukan dulu tema serta juga amanat yang akan disampaikan
  • Tetapkan juga sasaran pembaca
  • Rancang peristiwa utama yang akan ditampilkan kedalam bentuk skema alur
  • Bagi peristiwa utama tersebut ke dalam bagian awal, perkembangan, serta juga akhir cerita
  • Rincian peristiwa utama ke dalam detail-detail peristiwa itu ialah sebagai pendukung cerita
  • Susun tokoh serta juga perwatakan, latar, dan juga sudut pandangan
  • mengerti aturan tanda bacanya didalam kalimat tersebut
Contoh Paragraf Narasi :
Pada saat itu, aku yang duduk di kelas XII sedang istirahat sebahabis pulang dari sekolah. Namun waktu sedang duduk tiba-tiba ada Berita di tv yang menayangkan suatu berita terjadinya begal di daerah rumahku ,Sekitar pukul 2 dini hari. Aku kaget karena di daerah ku ini jarang sekali bahkan tidak pernah terjadi peristiwa begal, dalam benakku , aku sangat berharap semoga saja tidak ada korban jiwa yang meninggal dari peristiwa itu.  Namun setelah itu menyaksikan berita itu aku pun bergegas pergi menuju ke rumah Pak RT untuk menanyakan Peristiwa itu. Namun ternyata, ,salah satu dari teman kecilku yang ialah yang menjadi korban , namun nasib baik yang didapatkan temanku karena nyawa itu tidak ikut raib bersama dengan motornya.
Analisis Unsur-unsur dalam paragraf narasi seperti contoh diatas adalah sebagai berikut :

1. Tokoh                : Aku
2. Latar
          a. Waktu    : Pukul 2 dini hari
          b. Tempat  : di daerah rumahku
3. Urutan kejadian :
         a. aku yang duduk di kelas XII sedang istirahat sebahabis pulang dari sekolah
         b.  ada Berita di tv yang menayangkan suatu berita 
         c. terjadinya begal di daerah rumahku
         d. salah satu dari teman kecilku yang ialah yang menjadi korban

Jenis-jenis narasi

Berikut ini adalah jenis-jenis atau macam-macam dari narasi , antara lain ialah sebagai berikut :
  • 1. Narasi informatif
    Narasi informatif adalah suatu narasi yang mempunyai sasaran penyampaian informasi dengan secara tepat mengenai suatu peristiwa dengan tujuan ialah memperluas pengetahuan orang mengenai kisah seseorang.
  • 2. Narasi ekspositorik
    Narasi ekspositorik adalah suatu narasi yang mempunyai sasaran penyampaian informasi dengan secara tepat mengenai suatu peristiwa dengan tujuan ialah memperluas pengetahuan orang mengenai kisah seseorang. Dalam narasi ekspositorik ini, penulis tersebut menceritakan suatu peristiwa dengan berdasarkan data yang sebenarnya atau sesuai dengan fakta. Pelaku yang ditonjolkan dalam narasi ekspositirik ini biasanya, satu orang. Pelaku itu diceritakan mulai dari kecil sampai saat sekarang ini atau sampai terakhir didalam kehidupannya.

    Karangan narasi tersebut diwarnai oleh adanya
    eksposisi, maka ketentuan eksposisi juga berlaku kepada penulisan narasi ekspositprik tersebut. Ketentuan tersebut sangat berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis,yang dengan berdasarkan fakta yang ada, serta juga tidak memasukan unsursugestif atau juga bersifat objektif.
  • 3. Narasi artistik
    Narasi artistik adalah suatu narasi yang berusaha untuk dapat memberikan suatu maksud  atau arti tertentu,dengan menyampaikan adanya suatu amanat yang terselubung kepada para pembaca atau juga pendengar sehingga akan tampak seolah-olah melihat. Ketentuan tersebut berkaitan dengan adanya penggunaan bahasa yang logis,dengan berdasarkan fakta yang ada, serta juga tidak memasukan unsur sugestif ataupun bersifat objektif.
  • 4. Narasi sugestif
    Narasi sugestif adalah narasi yang mengisahkan suatu hasil dari rekaan, khayalan, atau juga imajinasi pengarang. yang Bersifat fiktif. Narasi sugestif tersebut selalu melibatkan daya khayal atau juga imajinasi dikarenakan sasaran yang ingin dicapai adalah suatu kesan terhadap peristiwa  tersebut . Narasi Sugestif itu Disebut juga dengan narasi fiksi.

Tujuan Menulis Narasi

Tujuan dalam menulis karangan narasi dengan secara fundamental adalah :
  1. Hendak memberikan informasi atau juga wawasan serta juga memperluas pengetahuan
  2. Memberikan suatu pengalaman estetis kepada pembaca
Sekian dan Terimakasih Sudah Membaca Mengenai Pengertian Narasi Dan Jenis Narasi Terlengkap Semoga dapat bermanfaat untuk anda , Salam Hangat dari Pendidikanku.org
Read more

Pengertian Unsur Ekstrinsik Dalam Karya Sastra

Pengertian Unsur Ekstrinsik 


Pengertian Unsur Ekstrinsik serta Unsur-Unsur Ekstrinsik novel  - Pengertian Unsur Intrinsik adalah suatu Unsur luar yang bepengaruh pada suatu novel. Unsur-Unsur ekstrinsik adalah suatu latar belakang pengarang, kondisi sosial budaya, serta juga tempat atau juga lokasi novel tersebut dikarang.

Pengertian Unsur Ekstrinsik
Unsur Ekstrinsik  
Apabila Unsur Intrinsik ada maka begitu juga dengan Unsur Ekstrinsik pun disebabkan karena Unsur Intrinsik Novel serta Unsur Ekstrinsik Novel tersebut saling berhubungan antara 1(satu) sama lain, Meskipun pada pengertian Unsur Intrinsik novel serta juga Pengertian Unsur Ekstrinsik memiliki perbedaan tetapi keduanya saling terkait, Jika Unsur Intrinsik itu mengacu ke Isi Novel itu , Unsur ekstrinsik mengacu ke arah Luar dari Novel tersebut namun tetapi terdapat kaitannya dengan Isi novel tersebut, Jadi bisa dikatakan bahwa Unsur Intrinsik Novel serta Unsur Ekstrinsik dalam Novel itu saling berhubungan satu sama yang lain .
Didalam Unsur-Unsur Ekstrinsik ialah sebagai berikut :

Unsur-Unsur Ekstrinsik 


Unsur-unsur ekstinsik yang terdapat dalam suatu novel antara lain sebagai berikut :
  • Latar Belakang pengarang ialah menyangkut asal daerah atau juga suku bangsa, pekerjaan, agama , jenis kelamin, pendidikan, serta ideologi pengarang. Unsur-unsur tersebut sedikit banyak namun berpengaruh diisi novelnya. Sebagai contoh , novel yang dikarang orang Indonesia tersebut akan berbeda dengan novel yang dibuat oleh orang inggris, atau juga orang arab.
  • Kondisi Sosial Budaya, sebagai contoh , misalnya novel yang dibuat dizaman kolonial tersebut akan berbeda dengan novel dizaman kemerdekaan, atau juga pada masa reformasi. Novel yang dikarang oleh orang yang hidupnya tersebut  berada di tengah-masyarakat metropolis akan juga berbeda dengan novel yang dihasilkan oleh pengarang yang hidupny berada di tengah masyarakat tradisional.
  • Tempat atau kondisi alam, sebagai contoh misalnya suatu novel yang dikarang oleh orang yang hidup yang berada didaerah pertanian, sedikit banyak  juga akan berbeda dengan novel yang dikarangoleh orang yang terbiasa hidupnya berada didaerah gurun.

Sekian dan Terimakasih Sudah Membaca Mengenai Pengertian Unsur Ekstrinsik dalam ilmu bahasa Indonesia , Semoga dapat bermanfaat untuk anda , salam hangat dari Pendidikanku.Net
Read more

Pengertian Paragraf Argumentasi Dan Struktur Argumentasi

Paragraf Argumentasi

Pengertian Paragraf Argumentasi - Istilah dari Argumen dalam paragraf itu bermaknakan 'alasan'. Pengertian argumentasi merupakan pemberian suatu alasan yang kuat serta menyakinkan. Dengan demikian kita dapat menyimpulkan bahwa pengertian paragraf argumentasi, Paragraf argumentasi merupakan paragraf yang mengemukakan pendapat, alasan,contoh serta bukti-bukti yang kuat dan juga menyakinkan. Tujuannya idari argunmentasi tentu untuk dapat mempengaruhi orang lain (Para pembaca) sehingga mereka dapat membenarkan pendapat, sikap, serta keyakianan penulis.

Pengertian Paragraf Argumentasi Dan Struktur Argumentasi
Argumentasi

Ciri-ciri Paragraf argumentasi

Argumentasi memiliki ciri" ialah sebagai berikut :
  1. Memerlukan fakta untuk dapat pembuktian berupa gambar atau pun grafik
  2. Menggali sumber ide dari melakukan pengamatan, pengalaman, serta penelitian.
  3. Penutup berisi kesimpulan
  4. terdapat pendapat serta ada alasannya.
  5. pernyataan, ide, maupun pendapat yang dikemukakan oleh penulisnya.
  6. alasan, data, / fakta yang mendukung
  7. pembenaran berdasarkan data serta fakta yang disampaikan.
  8. Pada akhir paragraf maupun karangan, perlu disajikan dengan kesimpulan.

Struktur Paragraf Argumentasi

Struktur dalam membuat paragraf argumentasi ialah sebagai berikut :
  • - Pernyataan Masalah
  • - Alasan atau data atau fakta pendukung
  • - Pembenaran berdasarkan data atau fakta
  • - Kesimpulan

Tujuan yang ingin dicapai melalui pemaparan argumentasi

Pengertian Paragraf Argumentasi - Tujuan dari pemaparan argumentasi ialah sebagai berikut :

  1. melontarkan pandangan atau pendirian
  2. mendorong maupun mencegah suatu tindakan
  3. mengubah tingkah laku para pembaca
  4. menarik simpati

Tahap – Tahap Meyusun Karangan Argumenatsi

tahap-tahap dalam menyusun karangan argumentasi ialah sebagai berikut ini :
  1. Menentukan topik  atau tema
  2. Menetapkan tujuan dari karangan argumentasi
  3. Mengumpulkan data dari berbagai sumber yang ada
  4. Menyusun kerangka karangan yang sesuai dengan topic yang dipilih
  5. Mengembangkan kerangka tersebut menjadi karangan argumentasi

Sekian dan Terimakasih sudah membaca mengenai pengertian argumentasi , pengertian paragraf argumentasi , semoga dapat bermanfaat untuk anda , salam hangat dari Pendidikanku
Read more

Sinopsis : Pengertian, Ciri, Fungsi, Strategi,Cara Membuat

Pendidikanku.Org - Pada kesempatan ini pendidikanku akan menshare mengenai apa itu sinopsi?, Ciri-ciri sinopsis?, Fungsi sinopsis itu apa?, bagaimana cara membuat sinopsis? point-point tersebut akan dijelaskan sebagai berikut, Pengertian Sinopsis adalah suatu ringkasan atau garis besar naskah yang menggambarkan isi dari sebuah film, buku, atau pementasan yang dilakukan baik itu secara konkrit maupun secara abstrak. Sinopsis ini biasanya digunakan sebagai prolog pada sebuah naskah yang sengaja dibuat yang bertujuan untuk dapat memudahkan penonton mengetahui dan juga memahami secara singkat dari isi yang ada pada naskah tersebut. Kenapa dinamakan sebuah ringkasan? karena pada sinopsis ini biasanya hanya berupa beberapa jumlah halaman atau seperlima  atau sepersepuluh dari panjang karangan asli dari isi naskah yang digunakan.

Pengertian Sinopsis Lengkap
Pengertian Sinopsis Lengkap
Prolog dalam suatu naskah biasanya berisi tentang perkenalan toko h-tokoh dan pemerannya, konflik yang terjadi dalam cerita, peristiwa penting yang menarik serta sinopsis cerita secara sekilas.
Selain sinopsis naskah dalam pementasan diatas ada juga sinopsis lainnya, salah satunya misalnya sinopsis novel. Apa sih sinopsis novel? secara umum Sinopsis novel adalah ringkasan cerita dari sebuah novel. Ringkasan novel merupakan bentuk secara garis besar dan singkat dari sebuah novel namun tetap memperhatikan unsur-unsur intrinsik novel tersebut. baca juga unsur intrinsik dalam karya sastra
Membuat Sinopsis merupakan cara yang efektif dalam menyajikan karya sastra (novel) yang panjang kedalam bentuk yang lebih singkat.
Dalam sinopsis ini, keindahan dalam gaya bahasa, ilustrasi, serta penjelasan-penjelasan itu dihilangkan, namun tetap mempertahankan isi dan gagasan-gagasan si pegarang.

Apa Ciri-Ciri Sinopsis ?

Adapun ciri-ciri sinopsis antara lain sebagai berikut :
1. Alur cerita disusun secara berurutan berdasarkan kronologis dan cerita aslinya hanya saja dipersingkat.
2. Bahasa yang digunakana adalah bahasa persuasif, yakni berupa bujukan yang bertujuan supaya para pembaca sinopsis tertarik (penasaran) membaca buku aslinya.
3. Terdapat ajakan dan motivasi bagi para pembaca.
4. Biasanya didalam sinopsis diterangkan atau dijelasakan juga mengenai kekurangan atau kelebihan yang ada pada naskah tersebut.
5. Sinopsis juga menampilkan konflik (permasalahan) dengan singkat namun menarik.

Apa Fungsi Sinopsis?

Adapun Fungsi sinopsi adalah sebagai berikut :
1. Memberikan sebuah gambaran secara singkat mengenai isi dari naskah yang ada.
2. Membuat sebuah gambaran atau pandangan yang jelas mengenai  uratan dari cerita dalam naskah.
3. Sebagai pembuka / prolog atau epilog dari naskah yang akan dipentaskan. 
4. Sebagai sarana untuk mengenalkan isi cerita dari suatu naskah yang ada, supaya para pembaca tertarik         (penasaran) untuk mengetahui lebih lanjut.
5. Sebagai sebuah pedoman buat para pemeran dalam melakukan improvisasi.

Apa Strategi dalam Membuat Sinopsis

Dalam memudahkan penulis membuat sinopsis, dibawah ini adalah beberapa strategi penting yang digunakan antara lain sebagai berikut :
1. Tema
Untuk memudahkan dalam membuat sinopsis, terlebih dahulu yang harus ditentukan tema, setelah menentukan tema, setelah itu cari beberapa gagasan pokok yang terdapat pada naskah.
2. Perhatikan Alur
Perhatikan alur cerita yang akan dibuat seperti ciri-ciri diatas, karena pada dasarnya pembuatan sinopsis ini adalah untuk memberikan gambaran yang jelas dan berurutan yang membuat para pembaca tertarik.
3. Perhatikan penokohan
Perhatikan juga watak penokohan lebih yang ditonjolkan.

Proses Membuat Sinopsis

1. Yang jelas kita terlebih dahulu tau mengenai isi dari naskah yang akan dibuatkan sinopsisnya, kenapa? karena hal tersebut akan membuat kita mengetahui point / kesan penting, substansi dan esensi  umum dari si penulis naskah.
2. Catat atau garis bawahi gagasan-gagasan penting yang ada di dalam naskah, kembangkan juga gagasan pokok yang ditandai dengan beberapa kalimat ringkas.
4. Pergunakanlah kalimat yang jelas, efektif, menarik dan mudah dipahami.
5. Apabila ingin mencantumkan Dialog dan monolog yang ada pada naskah, penulis sinopsis hanya perlu mencantumkan dialog secara garis besarnya saja.
6. Sinopsis yang dibuat ini tidak boleh menyimpang atau ngelantur dari isi naskah.

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai pengertian sinopsis lengkap semoga dapat bermanfaat untuk anda.
Pendidikanku
Read more

√ Pengertian Frasa, Ciri, Jenis Beserta Contohnya

Pendidikanku.Org - Frasa merupakan salah satu materi yang sangat berhubungan erat dengat dengan pelajaran bahasa indonesia. Tidak cukup dijadikan sebuah materi saja, tetapi frasa ini juga sering dijadikan sebagai soal ujian disuatu jenjang sekolah tertentu. Oleh sebab itulah didalam artikel kali ini kita akan membahas materi mengenai/tentang apa itu frasa (pengertian serta contoh dari frasa). Untuk itu penjelasan mengenai frasa selengkapnya akan diuraikan dibawah ini :

Pengertian Frasa, Ciri, Jenis Beserta Contohnya

Pengertian Frasa

Frasa merupakan sebuah gabungan atau kesatuan kata yang terbentuk dari dua bagian kata atau juga lebih yang mempunyai satu makna gramatikal (makna yang berubah-ubah dengan menyesuaikan sebuah konteks). Simple frasa ini adalah gabungan atau pengelompokan dari dua kata atau lebih namun tidak bisa membentuk kalimat sempurna oleh sebab tidak mempunyai predikat.

Ciri-ciri frasa

Dibawah ini meurpakan ciri-ciri frasa ialah sebagai berikut:
  1. Dalam frasa harus terdiri setidaknya minmal dua kata atau lebih.
  2. Menduduki atau memiliki fungsi gramatikal dalam kalimat.
  3. Dalam frasa harus memiliki satu makna gramatikal.
  4. Frasa bersifat nonpredikatif.

Contoh Frasa

Berdasarkan pengertian dan ciri-ciri diatas kita dapat menyimpulkan bahwa frasa merupakan suatu gabungan dari dua kata atau lebih yang tidak dapat atau bisa membentuk kalimat sempurna karena tidak mempunyai predikat. Maka kita dapat membuat contoh frasa ialah sebagai berikut:
  1. Nasi goreng
  2. Sedang Tidur
  3. Sedang makan
  4. Banting tulang
  5. Tidur siang
  6. Dengan tangan kanan

Jenis-jenis (Kategori) Frasa

Macam jenis frasa akan diuraikan dibawah ini :

Berdasarkan Jenisnya

frasa ini terbagi menjadi ialah sebagai berikut.

Frasa verbal

yaitu frasa yang mempunyai inti kata kerja dalam unsur pembentukannya dan juga dapat difungsikan ialah sebagai pengganti kedudukan kata kerja dalam suatu kalimat.
Contoh:
  1. Sedang tidur
  2. Akan muncul
  3. Baru datang
  4. Tidak makan

Frasa Nominal

yaitu frasa yang mempunyai inti kata benda dalam unsur pembentukannya dan juga dapat difungsikan ialah sebagai pengganti dari kata benda.
Contoh:
  1. Rumah kayu
  2. Sepatu kaca
  3. Lemari besi
  4. Buku gambar

Frasa ajektiva

Adalah suatu frasa yang mempunyai inti berupa kata sifat dalam unsur pembentukannya.
Contoh:
  1. Sangat baik
  2. Cukup hebat
  3. Sangat cepat
  4. Mahal sekali
  5. Lumayan dekat

Frasa preposisional

Adalah frasa yang menggunakan sebuah kata depan didalam unsur pembentukannya.
Contoh:
  1. Dari sana
  2. Ke Pasar
  3. Dengan kaki
  4. Di Solo
  5. Kepada guru
  6. Oleh saya

Berdasarkan Fungsi unsur pembentukannya

Dengan berdasarkan fungsinya frasa ini terbagi ialah sebagai berikut :

Frasa Endosentris

yakni suatu frasa yang salah satu unsur atau keduanya adalah merupakan unsur inti atau pusat.
Contoh:
  1. Kuda hitam
  2. Anak sapi
  3. Sudah selesai
  4. Dua orang
Frasa endosentris sendiri memiliki 4 macam sebagai berikut
Frasa atribut, yaitu frasa yang unsur pembentukannya menggunakan diterangkan dan menerangkan atau menerangkan dan diterangkan.
Contoh:
  1. Ayah kandung (diterangakan dan menerangkan)
  2. Seekor nyamuk ( menerangkan dan diterangkan)

Frasa apositif

ialah suatu frasa yang salah satu dalam unsur pembentukannya itu dapat/bisa digunakan sebagai pengganti dari unsur inti.

Frasa koordinatif

ialah suatu frasa yang unsur-unsur pembentukannya itu memiliki peran ialah sebagai unsur inti.
Contoh:
  1. Kakek nenek
  2. Warta berita
  3. Tua muda

Frasa Eksosentris

yakni suatu frasa yang pada salah satu unsurnya itu merupakan kata tugas.
Contoh:
  1. Kepada ayah
  2. Dari Solo
  3. Di rumah
  4. Pada hari

Berdasarkan kesatuan

Berdasarkan kesatuan makna yang terkandung dalam unsur-unsur pembentukannya frasa dapat dibagi menjadi :
  1. Frasa biasa
    frasa yang memiliki makna sebenarnya.
    Contoh : Ibu membeli sayur bayam
  2. Frasa idiomatik
    frasa yang mempunyai atau memiliki makna baru atau makna yang bukan sebenarnya (denotasi).
    Contoh : Orang tua saya pergi ke luar kota
  3. Frasa ambigu
    Frasa ambigu ialah suatu frasa yang memiliki makna dua atau ganda dalam pemakaian kalimat.
    Contoh : tangan panjang
Dalam contoh tangan panjang diatas  bisa diartikan bahwa tangan yang panjang itu adalah orang yang suka mencuri.

Pembagian Frasa Dengan Berdasarkan Kedudukannya

Frasa dibagi menjadi dua kategori berdasarkan kedudukannya, yakni frasa setara serta frasa dan juga frasa bertingkat. penjelasannya dibawah ini

Frasa Setara

Frasa setara ialah suatu frasa yang memiliki hubungan antar unsur setara. Contoh :
  1. Keluar masuk.
  2. Depan belakang.
  3. Hitam putih.
  4. Muda mudi.
  5. Tua muda.
  6. Suami istri
  7. Maju mundur
  8. Pergi kembali
  9. Pulang pergi.
  10. Asal usul

Frasa Setara Bertingkat

Frasa setara bertingkat merupakan frasa yang kedudukan antar unsurnya tidak setara atau bertingkat. Contoh :
  1. Uang tunai.
  2. Cara baru.
  3. Pedang tajam.
  4. Bangku emas.
  5. Mengayuh sepeda.
  6. Sedang pergi.
  7. Dari kantor.
  8. Bahasa Indonesia.
  9. Tanah air.
  10. Musim panen.
Itulah penjelasan mengenai Pengertian Frasa, Ciri, Jenis Beserta Contohnya, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih.

Tags

  • pengertian frasa menurut para ahli
  • 10 contoh frasa
  • pengertian klausa
  • contoh frasa adjektiva
  • pengertian frasa kias
  • frasa adverbial
  • contoh kata benda dan frasa benda
  • konsep frasa

Read more

Pengertian Majas dan 100 Macam Majas Menurut Ahli Sastra

Pengertian Majas Lengkap

Pengertian dan 100 Macam Majas Menurut Ahli Sastra -  Pengertian majas ialah bahasa indah yang digunakan didalam mempercantik suatu susunan kalimat agar dapat memperoleh kesan yang imajinatif atau juga dapat menciptakan efek tertentu bagi pembaca dan juga pendengarnya.

Pengertian majas merupakan pemanfaatan gaya bahasa didalam memperoleh suatu nuansa tertentu sehingga dapat mampu untuk menciptakan suatu kesan kata-kata yang imajinatif. Setelah membahas pengertian majas marilah kita melihat pengertian macam-macam majas dan contohnya.
Pengertian Majas
Pengertian Majas

Macam-macam Majas

Pengertian Majas dan juga Macam-Macam Majas serta Contohnya, macam-macam atau jenis-jenis majas terbagi atas 4(empat) macam atau jenis majas antara lain ialah sebagai berikut ini:

1. Majas Perbandingan

Pengertian majas pertentangan(Perbandingan) ialah suatu kata kiasan yang menyatakan suatu perbandingan dalam menciptakan kesan dan juga pengaruh kepada para pembaca dan juga pendengarnya.

Macam-macam majas perbandingan

Perumpamaan atau juga Asosiasi , perumpamaan ialah suatu perbandingan dua hal yang berbeda, tetapi dianggap sama yang menggunakan kata seperti ,ibarat, seumpama,dan lain lainnya.

Metafora , metafora ialah majas yang berisi suatu ungkapan secara langsung yang berupa suatu perbandingan analogis. Metafora tersebut ialah pemakaian kata buka dengan arti yang sebenarnya dan digunakan didalam persamaan serta juga perbandingan. 
Personifikasi , personifikasi ialah membandingkan benda-benda yang tidak bernyawa(Benda mati atau tidak bergerak) seakan-akan bernyawa (benda yang bergerak) atau hidup dengan sifat layaknya manusia.
Alegori , alegori ialah penggunaan bahasa yang menyatakan sesuatu dengan cara lain dengan suatu kiasan dan juga penggambaran. Pada dasarnya alegori berbentuk suatu cerita dengan simbol-simbol yang bermuatan moral.
Simbolik , simbolik ialah majas yang menggunakan suatu kiasan atau dapat melukiskan dengan menggunakan suatu simbolik ataupun lambang dalam suatu menyatakan maksudnya. 

2. Majas Pertentangan

Pengertian majas pertentangan ialah kata-kata kias yang menyatakan suatu pertentangan yang dimaksudkan oleh si penulis atau juga si pembicara dalam memberikan suatu pengaruh ataupun kesan kepada pembaca serta juga pendengar.

Macam-macam majas pertentangan
Hiperbola , hiperbola ialah majas yang memberikan suatu kesan yang berlebihan dari adanya kenyataan agar dapat lebih berkesan atau juga dapat memikat perhatian.
Paradoks , paradoks ialah majas yang mengandung suatu pertentangan antara pernyataan dengan suatu fakta. 
Antitesis , antitesis ialah majas yang menggunakan suatu pasangan kata dan juga yang artinya berlawanan. 
Litotes , litoses ialah majas yang menyatakan dengan berlawanan dari suatu kenyataannya yang bertujuan untuk dapat merendahkan diri. 

3. Majas Pertautan

Pengertian majas pertautan ialah suatu kata-kata kias yang bertautan dengan adanya suatu gagasan.
Macam-macam majas pertautan
Sinekdode , sinekdode ialah penggunaan kata yang sama dengan faktanya yang mempunyai  tujuan untuk memperjelas.
Metonimia , metonimia ialah suatu pengungkapan yang berupa penggunaan nama benda yang lain seperti merek, atribut, atau juga ciri khas. 
Alusio , Alusio ialah majas yang menggunakan kata-kata yang saling berkaitan dengan kejadian umum yang terjadi atau suatu penggunaan kata yang umum didalam menunjukkan suatu maksud tertentu. 
Eufimisme , eufimisme ialah majas yang menggunakan suatu kata-kata sopan dan juga halus. 

4. Majas Perulangan atau Penegasan

Pengertian majas perulangan atau penegasan ialah suatu kata-kata kias yang menyatakan suatu penegasan untuk dapat meningkatkan suatu kesan dan juga pengaruh kepada pendengar serta pembaca.

Macam-macam majas perulangan atau penegasan
Aliterasi , aliterasi ialah suatu kata-kata yang memanfaatkan suatu kata yang permulaannya sama dengan bunyinya. Contohnya ialah : Dara ialah damba daku, datang dari suatu danau.
Pleonasme , pleonasme ialah majas yang menggunakan suatu kata-kata dengan berlebihan untuk dapat menegaskan arti atau makna suatu kata. Contohnya ialah : Saya naik ke tangga ke atas, ayo kita berjalan ke depan untuk dapat melihat sendiri , dan lain sebagainya
Anataklasis , anataklasis ialah majas yang mengandung suatu pengulangan kata yang sama, dengan arti atau makna yang tidak sama . Contohnya ialah : Ayah selalu membawakan buah ditangan untuk buah hatinya, sebab buah penanya sudah menjadi buah bibir masyarakat.
Repetisi , repetisi ialah majas perulangan kata ataupun kelompok kata yang sama didalam menarik suatu perhatian atau juga untuk menegaskan. Contohnya ialah : 
tidak pada setiap penderitaan menjadi suatu luka dan juga tidak pada setiap sepi menjadi duri, dia lah yang kutunggu, dia lah yang kunanti, dia lah yang kuharapkan.
Paralelisme , paralelisme ialah majas perulangan yang pada dasarnya terdapat didalam suatu puisi yang disusun atas baris yang tidak sama. Contohnya ialah sebagai berikut :
Sunyi itu ialah  duka
Sunyi itu ialah kudus
Sunyi itu ialah lupa
Sunyi itu ialah lapus
Cinta itu ialah pengertian
Cinta itu ialah kesetiaan
Cinta itu ialah rela berkorban
Sekian Dan Terimakasih Sudah Membaca Tentang Pengertian Dan 100 Macam Majas Menurut Ahli Sastra Semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca Pendidikanku

Read more

Pengertian Kalimat Simpleks, Kompleks, Majemuk, Dan Majemuk Kompleks

Pengertian Kalimat Simpleks, Kompleks, Majemuk, Dan Majemuk Kompleks Beserta Contohnya

Pengertian Kalimat Simpleks, Kompleks, Majemuk, Dan Majemuk Kompleks - Saat ini pendidikanku akan membahas mengenai pengertian kalimat simpleks, pengertian kalimat kompleks, pengertian kalimat majemuk, dan juga pengertian kalimat majemuk kompleks. oke langsung saja ke topik bahasan tapi sebelum itu kamu bisa baca artikel seru lainnya pengertian sastra dan ciri-ciri sastra serta fungsi sastra.

Pengertian Kalimat Simpleks

Pengertian Kalimat Simpleks, Kompleks, Majemuk, Dan Majemuk Kompleks

Kalimat simpleks merupakan tipe kalimat yang kalimatnya itu hanya terdiri dari 1 (satu) subjek dan 1 (satu) predikat. Kalimat simples adalah bentuk kalimat yang terdiri dari 1 (satu) pola kalimat. Pola kalimat adalah rangkaian kata-kata yang minimal terdiri dari subjek (S) dan predikat (P). Kalimat simpleks disebut juga dengan kalimat tunggal.
Klausa dalam tata bahasa, adalah sekumpulan kata yang terdiri dari subjek & predikat walau dalam beberapa bahasa dan beberapa jenis klausa, subjek dari klausa mungkin tidak tampak secara eksplisit dan hal ini khususnya umum dalam Bahasa bersubyek nol.

Contoh dari kalimat simpleks SPO adalah :


ANAK ITU MENIUP SERULING.
S                   P                 O

Kalimat diatas ini merupakan kalimat simpleks disebabkan karena terdiri dari satu subjek, satu predikat dan satu kata kerja utama. dan kalimat simpleks selain mengandung Subjek, Predikat, objek kadang-kadang mengandung pola keterangan.

Contoh dari Kalimat simpleks SPOK adalah :


ANAK ITU MENIUP SERULING DIRUANG TAMU.
S               P              O                      K       

Ciri- Ciri Kalimat Simpleks
1. Kalimat Simpleks tidak menggunakan konjungsi (kata penghubung)
2. Kalimatnya tunggal.
3. Kalimat sederhana.

Baca juga artikel terkait tentang Pengertian Kalimat Konjungsi (Penghubung)

Pengertian Kalimat Kompleks

Kalimat kompleks ini terdiri dari dua kata kerja utama atau predikat (klausa), yaitu klausa utama disebut sebagai induk kalimat (kalimat inti) dan klausa penghubung disebut sebagai anak kalimat. Bedanya kalimat induk bisa berdiri sendiri sedangkan anak kalimat jika dipecah tidak bisa menjadi sebuah kalimat.
Kedua struktur tersebut biasanya dapat dipisahkan dengan tanda koma, konjungsi, atau bahkan tidak mempunyai tanda atau konjungsi sama sekali.

Contoh kalimat kompleks adalah :


AYU MENYANYI DIKELAS KARENA SUARANYA BAGUS

Ciri-Ciri dari Kalimat Kompleks adalah :
1. Kalimat kompleks terdiri dari 2 klausa.
2. Dapat dipisahkan dengan tanda koma dan konjungsi.
3. Terdapat 2 peristiwa dari kalimat kompleks

Jenis-jenis kalimat kompleks

Kalimat kompleks terdapat 2 jenis yaitu kalimat kompleks paratatik dan juga kalimat kompleks hipotatik yang akan dijelaskan dibawah ini:

1. Kalimat Kompleks Paratatik
Kalimat kompleks paratatik adalah  kalimat kompleks yang terdiri dari dua struktur yang mempunyai makna setara / sejajar. Contoh konjungsi (kalimat penghubung) kalimat kompleks paratatik adalah “dan” , “tetapi” , “atau”, “sedangkan”. 
Contohnya : AYU MENYANYI DIKELAS DAN DIIRINGI GITAR

2. Kalimat Kompleks Hipotatik
kebalikan dari kalimat kompleks paratatik, kalimat kompleks hipotatik merupakan kalimat kompleks yang mempunyai dua struktur yang maknanya sifatnya tidak setara atau sejajar yang digabungkan menjadi satu kalimat dengan menggunakan konjungsi seperti contohnya, “karena” , “jika” , “ketika” , “sehingga”.
Contohnya : AYU MENYANYI DIKELAS KETIKA JAM ISTIRAHAT


Kalimat kompleks bisa  di identifikasikan dengan adanya dua klausa yang menggunakan kata hubung seperti:

sejak, semenjak, ketika, sambil, selama, setelah, sebelum, sehabis, selesai, asalkan, apabila, jika, jikalau, manakala, tatkala, seandainya, seumpama, agar, supaya, walaupun, meskipun, kendatipun, sekalipun,, sehingga, sampai, maka, dengan, tanpa, yang, bahwa

Pengertian Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari 2 klausa utama Bedanya dari kalimat kompleks, kalimat majemuk masing-masing klausa tersebut bisa menjadi kalimat sendiri-sendiri apabila dipecah.

Contoh Kalimat majemuk adalah : ANI MEMBELI PENA DAN BUDI MEMBELI BUKU

Kalimat diatas adalah kalimat yang terdiri dari 2 klausa utama yang apabila dari masing-masing kalimat itu dipecah akan tetap menjadi kalimat :
1. ANI MEMBELI PENA.
2. BUDI MEMBELI BUKU.

Ciri-Ciri dari kalimat majemuk :
1. Terdapat konjungsi (kata penghubung).
2. Kalimatnya dapat berdiri sendiri.
3. Terdapat 2 peristiwa atau kejadian.

Pengertian Kalimat Majemuk Kompleks

Kalimat majemuk kompleks adalah kalimat yang terdiri subjek dan predikatnya bisa lebih dari 3, dengan komposisi dua subjek & predikat itu sebagai klausa utama dan satunya sebagai klausa penghubung.

Contoh dari kalimat majemuk kompleks adalah :
DISAAT PELAJARAN SENI BUDAYA, ANI SEDANG MENGGAMBAR DAN BUDI SEDANG BERMAIN GITAR.

Klausa Utama :
1. ANI SEDANG MENGGAMBAR
2. BUDI SEDANG BERMAIN GITAR.

Klausa penghubung :
DISAAT PELAJARAN SENI BUDAYA

Ciri- Ciri kalimat Majemuk Kompleks adalah :
1. Terdapat konjungsi (kata penghubung).
2. Ada 2 (dua) klausa utama serta juga ada 1 (satu) klausapenghubung.

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai pengertian kalimat simpleks, kompleks, majemuk dan majemuk kompleks, semoga dapat bermanfaat buat teman-teman semua. apabila ada kesalahan yang terdapat dari artikel yang ada, bisa dikoreksi dan dituliskan dikolom komentar supaya bisa sama-sama diperbaiki karena admin pendidikanku.org juga manusia yang tak luput dari kesalahan.
Pendidikanku.org
Read more

Pengertian Membaca Cepat, Manfaat, Tujuan Beserta Tekniknya

Pendidikanku - Membaca cepat merupakan topik yang akan kita bahas kali ini, tidak hanya pengertiannya saja tapi juga diikuti dengan beberapa point penting seperti Teknik, Manfaat membaca cepat, penjelasan selengkapnya sebagai berikut :

Pengertian Membaca Cepat, Manfaat, Tujuan Beserta Tekniknya

Pengertian Membaca Cepat

Membaca cepat merupakan suatu teknik dalam membaca untuk bisa mendapatkan informasi dengan cara langsung ke masalah ataupun fakta yang dicari. Membaca cepat ini merupakan salah satu metode membaca yang dilakukannya itu dengan cara membacanya didalam hati. Denganmembaca cepat ini kita akan dapat memperoleh informasi yang maksimal itu dengan kurun waktu yang sesingkat-singkatnya namun tetap dengan tingkat pemahaman isi bacaan yang tinggi.
Dibawah ini merupakan Hal-hal yang perlu untuk diperhatikan di dalam membaca cepat ialah dengan :
  • Jangan membaca kata demi kata. Biasakan untukmembaca itu dengan per kelompok kata demi kelompok kata.
  • Jangan mengulangi kata atau kalimat yang sudah dibaca.
  • Jangan terlalu lama berhenti di awal baris atau pun kalimat karena akan memutuskan hubungan makna antarkalimat maupun antarparagraf.
  • Carilah kata kunci yang menjadi tanda awal terdapatnya sebuah gagasan utama pada sebuah kalimat.
  • Abaikan juga kata-kata lugas yang sifatnya itu berulang-ulang, misalnya kepada, yang , di, dari, dan lain sebagainya.

Teknik Membaca Cepat

Dalam Teknik membaca cepat ini terdapat dua teknik yaitu skimming dan skanning.

Teknik Skimming

Teknik skimming ini merupakan salah satu suatu teknik untuk kita dapat/bisa mencari gagasan pokok atau hal-hal penting lainnya yang terdapat di dalam bacaan. Contohnya seperti : membaca ensiklopedi, kamus, index, yellow pages,dll
Teknik Skimming ini terdapat dapat atau bisa dilakukan apabila kamu ingin  :
  • mengenali topik bacaan.
  • melakukan suatu penyegaran akan apa yang pernah dibaca.
  • mendapatkan bagian paling penting dari suatu bacaan tanpa harus membaca keseluruhan.
  • mengetahui pendapat seseorang dengan secara garis besar atau umum saja.
Beberapa situasi yang menuntut penggunaan skimming ini antara lain ialah:
  1. memeriksa sebuah bab di dalam sebuah buku, sebelum memperlajarinya secara serius supaya dapat/bisa memperoleh sebuah gagasan tentang/mengenai cakupan secara umum bab tersebut.
  2. menyampel beberapa halaman novel atau juga karya tulis jenis lain untuk bisa/dapat menentukan apakah karya tulis tersebut adalah bacaan yang bernilai.
  3. memeriksa dengan secara cepat sebuah artikel tentang isu kontroversial dalam menemukan pandangan pengarang, tanpa harus memperhatikan argumen pengarang yang spesifik.
  4. memeriksa juga bahan bacaan dalam menilai apakah bacaan tersebut mengandung jenis informasi yang sedang dicari.
  5. meneliti juga bahan bacaan dalam menentukan apakah bacaan tersebut bisa dipahami ataukah terlalu sulit.

Langkah-langkah membaca skimming:

  • membuat pertanyaan mengenai/tentang apa yang akan andacari dari suatu buku
  • Telusuri daftar isi atau pun kata pengantar, apakah informasi yang kita butuhkan itu ada didalam bacaan tersebut.
  • Fokus, menelusuri dengan kecepatan tinggi itu tiap paragraf dan/atau sub bab.
  • berhentilah saat anda sudah merasa menemukan apa yang anda cari
  • baca lah dengan kecepatan normal, dan juga pahami secara baik apa yang sedang anda cari.

Teknik Scanning

Teknik di dalam membaca cepat berikutnya adalah scanning, scanning ini merupakan suatu teknik membaca untuk dapat memahami informasi dari suatu bacaan.
Dalam kehidupan sehari-hari scanning digunakan anara lain untuk:
  1. mencari nomor telepon
  2. mencari kata pada kamus
  3. mencari entri pada indeks
  4. mencari angka-angka statistik
  5. mencari daftar perjalanan
  6. mencari daftar belanjaan

langkah-langkah membaca scanning

jika anda ingin memperoleh hasil yang memuaskan dari tehnik membaca cepat ini, ikutilah langkah-langkah berikut ini:
  1. lihatlah daftar isi dan kata pengantar secara sekilas
  2.  telaah dengan secara singkat latar belakang penulisan buku
  3. baca juga bagian pendahuluan demgan secara singkat
  4. cari dalam daftar isi bab-bab yang penting.
  5. baca pada bagian kesimpulan (jika ada)
  6. lihat dengan secara sekilas daftar pustaka, daftar indeks, atau juga apendiks.
Apabila kecepatan dalam membaca anda belum mencapai tingkat yang diharapkan maka anda harus berlatih untuk meningkatakan kecepatan anda dengan cara:
  1. Menghindari terjadinya hambatan-hambatan dalam membaca.
  2. Melebarkan jangkauan penglihatan dengan berupaya sekali pandang itu bisa mencapai 3-4 kata atau sekelompok frasa.
  3. Melihatnya itu dengan otak dengan langsung menangkap arti.
Hambatan yang mempengaruhi suatu kecepatan dalam membaca itu ada enam (6) hal, diantaranya :
  • Vokalisasi (dengan bersuara).
  • Menggerakkan bibir (bibir berkomat-kamit).
  • Menunjuk kata demi kata dengan jari.
  • Menggerakkan kepala dari kiri ke kanan (mengikuti tulisan yang dibca).
  • Regresi (membaca ulang yang sudah dibaca).
  • Subvokalisasi (Melafalkan dalam batin/ pikiran).

Manfaat Skimming dan Scanning

Dibawah ini merupakan manfaat dari skimming dan scanning ialah sebagai berikut :
  • Dapat mencari sebuah informasi khusus yang diperlukan dengan secara cepat
  • Dapat menjelajahi banyak halaman buku dalam kurun waktu yang relatif singkat
  • Tidak banyak memakan waktu dalam mencari sesuatu yang dinginkan dari buku.

Tujuan Membaca Cepat

Membaca cepat ini tentu memiliki/mempunyai suatu tujuan, tujuan dari membaca cepat ini ialah untuk dapat meminimalisir penggunaan waktu supaya waktu di dalam membaca relatif singkat serta kita itu tetap mampu untuk bisa mendapatkan hasil atau memahami bacaan yang kita baca. Mungkin kalian ada yang bertanya Kenapa sih membaca cepat itu penting? Karena hampir seluruh informasi yang kita cari atau yang ingin kita dapatkan itu berasal dari buku, koran, majalah serta juga internet itu menggunakan berbasis teks dalam penyampaian informasinya.

Ukuran membaca cepat

Kita mungkin dituntut untuk menjadi pembaca yang efisien dan efektif. namun apakah kamu tau berapa sih ukuran kecepatan di dalam membaca yang dikatakan efektif itu? Dibawah ini ulasannya:
Ukuran kecepatan membaca ialah kata per menit (KPM)
  1. SISWA Sekolah dasar (SD) minimal kecepatan 200 KPM
  2. SISWA Sekolah menengah atas (SMA) minimal kecepatan 250 KPM
  3. Mahasiswa minimal Kecepatan 325 KPM
Ukuran dari kecepatan membaca ialah kata per menit (KPM), ada beberapa kata yang bisa/dapat dibaca pada tiap menitnya itu dengan rumusnya sebagai berikut :
Kecepatan = (Jumlah Kata atau Jumlah detik) X 60=.... kata per menit.
Demikianlah uraian mengenai Pengertian Membaca Cepat, Tujuan dan Teknik, semoga apa yang diuraikan diatas dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Tags :


  • pengertian membaca cepat menurut para ahli
  • tujuan membaca cepat
  • rumus membaca cepat
  • manfaat membaca cepat
  • jenis membaca cepat
  • contoh membaca cepat
  • fungsi membaca cepat
  • makalah membaca cepat



Read more

Pengertian Dialog, Monolog, Prolog, serta Epilog

Pendidikanku.Org - Kesempatan ini kita akan membahas mengenai Dialog, Monolog, Prolog serta juga Epilog, penjelasan selengkapnya mengenai Dialog, Monolog, Prolog dan Epilog ini akan diuraikan sebagai berikut :

Pengertian Dialog, Monolog, Prolog, serta Epilog

Pengertian Dialog

Dialog merupakan sebuah percakapan yang dilakukan oleh 2 tokoh atau juga lebih dengan maksud tertentu untuk tujuan jalannya cerita.
Didalam karya sastra tulisan atau juga menulis fiksi, dialog ini memiliki banyak fungsi. Selain untuk dapat menggambarkan percakapan tokoh-tokohnya, dialog ini juga dapat memunculkan karakter dari masing-masing tokoh. Dialog ini juga bisa memunculkan perbedaan budaya dari masing-masing tokoh. Contohnya dengan dialek atau juga bahasa percakapan yang berbeda logat. Juga memiliki fungsi ialah sebagai penggambaran seting/latar pada sebuah cerita.

Pengertian Monolog

Monolog merupakan suatu percakapan yang dilakukan oleh tokoh tunggal kepada dirinya sendiri. Monolog ini dapat berbentuk percakapan dengan dirinya sendiri didalam cermin, atau juga percakapan yang berbunyi di dalam hati yang berkata pada diri sendiri.
Fungsi dari Monolog ini biasanya untuk dapat menegaskan keinginan atau juga harapan dari tokoh tersebut terhadap sesuatu hal. Dapat jugajuga berbentuk emosional, penyesalan, atau tokoh yang berandai-andai.

Pengertian Prolog

Prolog ini dapat disebut juga pengantar naskah yang isinya satu atau juga beberapa keterangan atau juga pendapat pengarang tentang cerita yang akan disajikan. Atau juga dapat diartikan, prolog ini juga merupakan pendahuluan atau peristiwa pendahuluan.
Fungsi dari prolog ini berguna untuk menerangkan serta juga membeberkan situasi. Prolog ini disusun itu dengan tujuan untuk dapat membangkitkan minat pemebaca terhadap isi didalam sebuah tulisan(Novel), atau juga minat penonton (apabila dalam sebuah pertunjukan drama/teater). Oleh sebab itu biasanya didalam sebuah drama, prolog tersebut sering berisi sinopsis lakon, pengenalan para okoh, dan juga konflik-konflik yang akan terjadi dalam cerita tersebut
Dan apabila Prolog ini adalah pembuka, maka penutupnya itu disebut Epilog.

Pengertian Epilog

Epilog ini merupakan kata penutup yang mengakhiri sebuah cerita. Epilog pada umumnya berisi tentang amanat, atau kesimpulan serta pelajaran yang bisa diambil dari cerita tersebut. Epilog yang merupakan sebuah bagian penutup pada karya sastra penting ialah sebagai bekal bagi pembaca/penonton supaya mampu mengambil hikmah dari konflik-konflik di dalam cerita dan juga penyelesaiannya, dan biasanya itu akan muncul kalimat bijak di dalam epilog tersebut

Fungsi dari Epilog ialah untuk menyampaikan inti dari cerita, hikmah, atau komentar atas sebuah cerita yang baru saja disajikan. Selain dari itu juga sebagai penutup, epilog ini juga mempunyai fungsi untuk menegaskan pesan-pesan moral, tata nilai, serta juga refleksi hidup dan kehidupan yang diceritakan.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Dialog, Monolog, Prolog, serta Epilog, semoga apa yang diuraikan diatas dapat berguna untuk teman-teman sekalian. Terima kasih

Tags :

  • contoh prolog dan epilog
  • prolog dialog epilog merupakan drama
  • pengertian monolog
  • pengertian prolog dan epilog dalam novel
  • jelaskan pengertian dialog dan epilog
  • prolog dialog epilog merupakan titik-titik drama
  • jelaskan perbedaan prolog epilog dan dialog
  • apa yang dimaksud dengan dialog dan monolog
Read more

√ Pengertian Kata Baku dan Kata Tidak Baku, Ciri Beserta 362 Contohnya

Pendidikanku.Org - Pada kesempatan kali ini kita akan membahas kata baku dan kata tidak baku yang juga akan dilengkapin ciri dan contoh dari kata baku dan kata tidak baku, penjelasannya dibawah ini :
Pengertian Kata Baku dan Kata Tidak Baku, Ciri Beserta 362 Contohnya

Pengertian Kata Baku

Pengertian Kata baku merupakan kata yang digunakan sudah sesuai dengan pedoman atau juga kaidah bahasa yang sudahdi tentukan, Atau juga kata baku ini merupakan kata yang sudah benar dengan aturan ataupun ejaan kaidah bahasa Indonesia serta sumber utama dari bahasa baku yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata baku ini pada umumnya sering digunakan pada kalimat yang resmi atau formal, baik itu dalam bentuk suatu tulisan atau juga dalam pengungkapan kata-kata.

Kata-kata baku merupakan kata yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah di tentukan sebelumnya dan juga suatu kata bisa disebut dengan kata tidak baku apabila kata yang digunakan itu tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. ketidakbakuan pada suatu kata bukan hanya ditimbulkan oleh adanya salah penulisan saja, namun juga bisa disebabkan oleh pengucapan yang salah serta juga penyusunan suatu kalimat yang tidak benar. Biasanya kata tidak baku ini selalu muncul dalam percakapan yang kita lakukan sehari-hari.

Penggunaan Bahasa Baku

Kata baku ini biasanya sering digunakan pada saat:

  1. Membuat karya ilmiah.
  2. Membuat surat lamaran pekerjaan.
  3. Membuat surat untuk dinas, surat edaran serta juga surat resmi lainnya.
  4. Membuat laporan.
  5. Membuat nota dinas.
  6. Saat berpidato dan rapat dinas.
  7. Saat musyawarah atau diskusi.
  8. Surat menyurat untuk organisasi, instansi atau juga lembaga, dan sebagainya

Ciri-Ciri Kata Baku

Dibawah ini merupakan ciri-ciri dari diantaranya sebagai berikut :
  1. Kata baku tidak di pengaruhi bahasa daerah
  2. Kata baku juga  tidak di pengaruhi bahasa asing
  3. Pada pemakaian imbuhan itu dengan secara eksplisit
  4. Buka adalah bahasa percakapan
  5. Gunakan sesuai dengan konteks kalimat
  6. Tidak terkontaminasi atau juga tidak rancu
  7. Kata baku juga tidak mengandung arti pleonasme
  8. Tidak mengandung hiperkorek

Contoh Kata dan Kalimat Baku


Dibawah ini merupakan contoh dari kalimat baku, diantaranya seperti: 
pasif, apotek, efektif, karena, foto, biosfer, bus,aktif,  november, praktik, negeri, objek, teknik, daftar, nasihat dan lain-lain. 
Contoh kalimatnya: Saya melihat daftar menu makan.
untuk lebih lengkap contoh kata baku ada dibawah ini

Pengertian Kata Tidak Baku

Kata tidak baku ialah suatu kata yang dipakai namun tidak sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa yang telah ditentukan. Biasanya kata tidak baku ini sering dipakai disaat percakapan sehari-hari atau juga dalam bahasa tutur. Adapun faktor-faktor yang dapat mengakibatkan munculnya kata tidak baku ini, yang diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Yang menggunakan bahasa namun tidak mengetahui bentuk penulisan dari kata yang dia maksud.
  2. Yang menggunakan bahasa tidak memperbaiki kesalahan dari penggunaan suatu kata, itulah yang mengakibatkan kata tidak baku ini selalu ada.
  3. Yang menggunakan bahasa dapat terpengaruh oleh orang-orang yang terbiasa memakai kata yang tidak baku.
  4. Dan yang terakhir, yang mmemakai bahasa namun dapat terbiasa memakai kata tidak baku.

Ciri - Ciri Kata tidak baku

  1. Dapat terpengaruh bahasa daerah atau juga bahasa asing
  2. Terpengaruh oleh perkembangan zaman
  3. Digunakan pada percakapan sehari-hari santai
  4. Dapat dibuat oleh siapa saja sesuai keinginannya

Contoh Kalimat Tidak Baku

Dibawah ini merupakan contoh dari kata tidak baku, diantaranya seperti: 
tekhnik, nopember, obyek, nasehat, aktip, negri, praktek, pasip, apotik, efektip, karna, poto, biosfir, bis, dan lain sebagainya. 
Contoh Kalimatnya: Saya membeli obat karna lagi sakit.
untuk lebih lengkap contoh kata tidak baku ada dibawah ini :

362 Contoh Kata Baku dan Tidak Baku

No

Kata Baku

Kata Tidak Baku

1AbjadAbjat
2AdvokatAdpokat
3AktifAktip
4Al Quranalquran
5ApotekApotik
6AsasAzas
7AtletAtlit
8AtmosferAtmosfir
9BautBaud
10BerpikirBerfikir
11BesokEsok
12BusBis
13CabaiCabe
14CendekiawanCendikiawan
15CenderamataCinderamata
16DaftarDaptar
17DefinisiDifinisi
18DepotDepo
19DetailDetil
20DiagnosisDiagnosa
21DieselDisel
22DipersilakanDipersilahkan
23DolarDollar
24EksporEksport
25EkstremEkstrim
26EkuivalenEkwivalen
27EmbusHembus
NoKata Baku
Kata Tidak Baku
28FebruariPebruari
29FilmFilem
30FisikPhisik
31FondasiPondasi
32FormalFormil
33FotoPhoto
34FrekuensiFrekwensi
35GiziGisi
36GladiGeladi
37HafalHapal
38HakHaq
39HakikatHakekat
40HierarkiHirarki
41HipotesisHipotesat
42IjazahIjasah
43IkhlasIhlas
44ImbauHimbau
45InderaIndra
46InsafInsyaf
47IstriIsteri
48IzinIjin
49JadwalJadual
50JenazahJenasah
51JenderalJendral
52JustruJusteru
53KaidahKaedah
54KarierKarir
NoKata Baku
Kata Tidak Baku
55KategoriKatagori
56KompletKomplit
57KonferensiKonperensi
58KongresKonggres
59KonkretKonkrit
60KreatifKreative
61KreativitasKreatifitas
62KualifikasiKwalifikasi
63KualitatifKwalitatif
64KuantitatifKwantitatif
65KualitasKwalitas
66KuitansiKwitansi
67KiaiKyai
68LubangLobang
69MaafMa’af
70MakhlukMahluk
71ManajemenManagemen
72ManajerManager
73MencolokMenyolok
74Menerjemahkan
Menterjemahkan
75Mengesampingkan
Menyampingkan
76MerekMerk
77MeteraiMeterei
78MetodeMetoda
79MestiMusti
80MuseumMusium
81MotifMotip
82MotivasiMotifasi
NoKata Baku
Kata Tidak Baku
83NasihatNasehat
84NovemberNopember
85NapasNafas
86ObjekObyek
87PahamFaham
88PasporPasport
89PikirFikir
90PraktikPraktek
91ProvinsiPropinsi
92RisikoResiko
93RezekiRejeki
94SaksamaSeksama
95SekadarSekedar
96SekretarisSekertaris
97SilakanSilahkan
98SistemSistim
99SubjekSubyek
100SuteraSutra
101SyukurSukur
102TafsirTapsir
103TeknikTehnik
104TeoretisTeoritis
105TerampilTrampil
106VarietasVaritas
107VilaVilla
108WujudUjud
109YudikatifJudikatip
110ZamanJaman
111ZonaZone
112Kata Baku
Kata Tidak Baku
113abjadabjat
114advokatadpokat
115afdalafdol
116akhlakahlak
117aktifaktip
118aktivitasaktifitas
119ambeienambeyen
120ambulansambulan
121amendemenamandemen
122analisisanalisa
123andalhandal
124amfibiamphibi
125antenaantene
126antreantri
127apotekapotik
128asasazas
129astronautastronot
130ateisatheis
131atletatlit
132atmosferatmosfir
133azanadzan
134balansbalan
135balsambalsem
136batalionbatalyon
137bateraibaterei
138berandalbrandal
139belumbelom
140besokesok
141biosferbiosfir
142blankoblangko
143brankasbrangkas
144budekbudeg
145bujetbudjet
146busbis
147cabaicabe
148capaicapek
149cederacidera
150cendekiawancendikiawan
151cendera mata
cinderamata / cenderamata
152cengkeramcengkram
153cengkihcengkeh
154cokelatcoklat
155daftardaptar
156debiturdebitor
157dekretdekrit
158depotdepo
159detaildetil
160deviasidefiasi
161diagnosisdiagnosa
162diskotekdiskotik
163distilasidestilasi
164dolardollar
165drainasedrainage
166dramatisasidramatisir
167durianduren
168efektifefektip
169ekstraextra
170ekstremektrim
171ekstremisekstrimis
172ekstroverektstrovert
173eliteelit
174embushembus
175esaiesei
176faksimilefaksimil
177februaripebruari
178fondasipondasi
179formalformil
180fotophoto
181fotokopiphotokopi
182fotosintesisfotosintesa
183frasafrase
184frekuensifrekwensi
185gaibghaib
186geladigladi
187gizigiji
188griyagria
189guagoa
190gubukgubug
191gudeggudek
192hadishadist
193hafalhapal
194hakikathakekat
195hektarehektar
196hierarkihirarki
197hipotesishipotesa
198ijazahijasah
199ikhlasihlas
200influenzainfluensa
201inframerahinfra merah
202imbauhimbau
203inderaindra
204infusinpus
205insafinsyaf
206isaphisap
207intelijeninteligen
208intensinten
209interpretasiinterprestasi
210interupsiintrupsi
211islamiahislamiyah
212istigfaristighfar
213istriisteri
214itermesointermezo
215izinijin
216jadwaljadual
217jagatjagad
218jemaahjamaah
219jenazahjenasah
220jenderaljendral
221judoyudo
222junioryunior
223justrujusteru
224kaidahkaedah
225kankerkangker
226karenakarna
227karierkarir
228karismakharisma
229katalisiskatalisa
230kedaluwarsakadaluwarsa
231kedelaikedelei
232kendurkendor
233khotbahkhutbah
234klienclient
235kloterkeloter
236koboikoboy
237komersialkomersil
238komplekskomplek
239kompletkomplit
240konfirmasikomfirmasi
241konkretkonkrit
242konsekuensikonsekwensi
243korsletingkonsleting
244kosakatakosa kata
245kreatifkreatip
246kreativitaskreatifitas
247kualitaskwalitas
248kuarsakwarsa
249kuitansikwitansi
250kuorumkworum
251lafallapal
252legalisasilegalisir
253lembaplembab
254lubanglobang
255manajemenmanagemen
256manajermanager
257mangkukmangkok
258mantramantera
259masjidmesjid
260memengaruhimempengaruhi
261mengonsumsimengkonsumsi
262mengubahmerubah
263menterimentri
264mencolokmenyolok
265metodemetoda
266miliarmilyar
267motifmotip
268musafirmusyafir
269naasnahas
270nakhodanahkoda
271tampaknampak
272napasnafas
273nasihatnasehat
274negatifnegatip
275negerinegri
276nomornomer
277netonetto
278notulanotulen
279novembernopember
280objekobyek
281objektifobyektif
282omzetomset
283organisasiorganisir
284orisinalorisinil
285pahamfaham
286palempalm
287paradoksparadok
288paramedisparamedi
289pasfotopas photo
290pasporpasport
291paviliunpavilion
292pedaspedes
293perantipiranti
294permakvermak
295pikirfikir
296produktifproduktip
297produktivitasproduktifitas
298prototipeprototif
299proyekprojek
300provinsipropinsi
301putraputera
302putriputeri
303ranselrangsel
304rapirapih
305raporrapot
306rasionalrasionil
307responsrespon
308resistansresistan
309reumatikrematik
310rezekirejeki
311risikoresiko
312sahsyah
313sahihsyahih
314saksamaseksama
315sambalsambel
316sanksisangsi
317sarafsyaraf
318saussaos
319sekadarsekedar
320sekretarissekertaris
321semifinalsemi final
322sepraiseprei
323sintesissintesa
324sistemsistim
325sistematissistimatis
326skalasekala
327standardisasistandarisasi
328subjeksubyek
329surveisurvey
330sutrasutera
331syahidsahid
332syukursukur
333tafsirantapsiran
334tekniktehnik
335teknisitehnisi
336teknologitehnologi
337teladantauladan
338telepontelpon
339tenteramtentram
340teoretisteoritis
341terampiltrampil
342terima kasihterimakasih
343tesisthesis
344timteam
345tobattaubat
346tradisionaltradisionil
347transportransport
348triplekstriplek
349trofitropi
350urgenurgent
351urineurin
352ustazustad / ustadz
353utanghutang
354varietasvaritas
355wali kotawalikota
356yudikatifjudikatif
357yudisialjudisial
358yurisdiksijurisdiksi
359zamanjaman
360zamzamzam-zam
361zinajinah
362zonazone

Nah Itulah penjelasan mengenai Pengertian Kata Baku dan Kata Tidak Baku, Ciri Beserta 362 Contohnya, semoga apa yang dipaparkan diatas dapat bermanfaat untuk anda semua. Terima kasih

Tags :

  1. kata baku dan artinya
  2. contoh kata baku dan tidak baku beserta keterangannya
  3. kata baku dan tidak baku beserta artinya
  4. pengertian kata baku dan tidak baku menurut para ahli
  5. contoh kata baku dan tidak baku dalam kehidupan sehari-hari
  6. bahasa baku dan tidak baku (pengayaan)
  7. penggunaan kata baku dan tidak baku beserta keterangannya
  8. contoh paragraf kata baku dan tidak baku
Read more