Showing posts with label ADBO. Show all posts
Showing posts with label ADBO. Show all posts

Pengertian Konsep Dasar Sistem Menurut Para Ahli

PENGERTIAN SISTEM KONSEP DASAR SISTEM, KARAKTERISTIK SISTEM DAN KLASIFIKASI SISTEM MENURUT PARA AHLI

Konsep Dasar Sistem

Pengertian Sistem

Pengertian Konsep Dasar Sistem Menurut Para Ahli | Pendidikanku.org - Menurut Moekijat dalam Prasojo (2011:152), “Sistem adalah setiap sesuatu terdiri dari obyek-obyek, atau unsur-unsur, atau komponen-komponen yang bertata kaitan dan bertata hubungan satu sama lain, sedemikian rupa sehingga unsur-unsur tersebut merupakan satu kesatuan pemrosesan atau pengolahan yang tertentu”.

Terdapat dua kelompok pendekatan didalam pendefinisian sistem, yaitu :
  1. Pendekatan yang menekankan pada prosedur, mendefinisikan sistem sebagai sebuah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berkaitan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan sebuah aktivitas atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
  2. Pendekatan yang menekan pada elemen atau komponen, mendefisinikan sistem sebagai kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Pengertian Konsep Dasar Sistem Menurut Ahli
Ilustrasi Sistem

Karakteristik Sistem

Menurut Mustakini (2009:54), suatu sistem memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu:
  1. Komponen Sistem merupakan suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi yang bekerja sama membentuk satu kesatuan.
  2. Batasan Sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya.
  3. Lingkungan Luar Sistem merupakan segala sesuatu yang berada di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
  4. Penghubung Sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya.
  5. Masukan Sistem merupakan nergi yang masuk dari lingkungan luar ke dalam sistem sehingga menyebabkan sistem bekerja.
  6. Keluaran Sistem merupakan hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna.
  7. Pengolah Sistem merupakan sistem yang mempunyai bagian pengolah yang merubah masukan menjadi keluaran.
  8. Tujuan (Goal) Sistem merupakan suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Jika suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.

Klasifikasi Sistem

Menurut Jogiyanto (2005) Sistem dapat diklasifikasi dari beberapa sudut pandang, diantaranya sebagai berikut:

1.Sistem Abstrak dan Sistem Fisik
Sistem abstrak adalah sistem berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tanpak secara fisik. Misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan. sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Misalnya sistem komputer, sistem akutansi, sistem produksi dan lain sebagainya.

2.Sistem Alamiah dan Sistem Buatan
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Misalnya sistem perputaran bumi. Sistem buatan manusia merupakan sebuah sistem yang dirancang oleh manusia. misalnya sistem penggunaan komputer.

3.Sistem Tertentu dan Sistem Tak Tentu
Sistem tertentu beroprasi dengan tingkah laku yang sudah dapat di prediksi. Interaksi diantara bagian-bagiannya dapat deteksi dengan pasti. Misalnya sistem komputer. Sistem tak tentu adalah sistem kondisi masa depannya tidak dapat di prediksi karena mengandung unsur probabilitas. Misalnya sistem sosial dan sistem politik.

4.Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka
Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak berpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dengan pengaruh lingkungan luarnya.

Sekian dan Terima kasih sudah membaca mengenai Pengertian Konsep Dasar Sistem Menurut Para Ahli, Semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Pemodelan Analisis Dalam Rekayasa Perangkat Lunak

Pemodelan Analisis Dalam Rekayasa Perangkat Lunak

Analisis Kebutuhan

Pemodelan Analisis | Rekayasa Perangkat Lunak - Need Assessment (analisis kebutuhan) merupakan suatu cara / metode untuk dapat mengetahui perbedaan antara kondisi yang diinginkan ataupun seharusnya atau diharapkan dengan kondisi yang ada (what is). Kondisi yang diinginkan seringkali disebut dengan sebutan kondisi ideal, sedangkan kondisi yang ada, seringkali disebut dengan sebuthan kondisi riil atau kondisi nyata.


Terdapat beberapa hal yang melekat pada pengertian pemodelan analisis (need assessment) ini. 1.  need assessment ialah suatu proses yang artinya terdapat rangkaian kegiatan di dalam pelaksanaan need assessment. Need assessement ini bukanlah suatu hasil, namun tetapi merupakan aktivitas tertentu di dalam upaya mengambil suatu keputusan tertentu. 2. ;kebutuhan itu sendiri pada hakikatnya merupakan kesenjangan dianatara harapan dan kenyataan. Dengan hal demikian maka , need assessment adalah suatu kegiatan dalam mengumpulkan informasi mengenai kesenjangan yang seharusnya dimilikidengan apa yang telah dimiliki.

Rekayasa dimulai dengan suaru rangkaian tugas pemodelan yang membawa keopada suatu spesifikasi lengkap dari persyaratan represntasi dan representasi desain yang komprehensif bagi perangkat lunak yang dibangun.
Model Analisis yang sebenarnya merupakan serangkaian model , merupakan serangkaian teknis yang pertama dari sistem.
Saat ini terdapat 2 yang mendominasi landskap pemodelan analisis 1. Analisis terstruktur => merupakan metode pemodelan klasik , analisis terstruktur ini merupakan aktivitas pembangunan model2. Analisis berorientasi Objek .

Elemen model Analisis

Model analisis haru dapat mencapai 3 sasaran utama ,1. Untuk menggambarkanapa yang dibutuhkan oleh pelanggan ,.2. Untuk membangun dasasr bagi pembuatan desain perangkat lunak ,3. Untuk membatasi serangkaian persyaratan yang dapat divalidasi begitu perangkat lunak dibangunPada inti model terdapat kamus data (data dictionary)- penyimpan yang berisi deskripsi dari semua objek data yang dikonsumsi / diproduksi oleh perangkat lunak . Terdapat 3. Yang megelilingi inti yakni :1. Entity relationship diagram (ERD) merupakan notasi yang digunakan untuk melakukan aktivitas pemodelan data .

2. Data flow Diagram (DFD) melayani 2 tujuan 

  1. Untuk memberikan indikasi mengenai bagaimana data ditransformasikan pada saat data bergerak melalui system,.
  2. Untuk menggambarkan fungsi-fungsi(dan sub fungsi) yang mentransformasikanaliran data.
3. State-transition diagram (STD) menunjukan bagaiaman system bertingkah laku sebagai akibat dari kejadian eksternal. Untuk melakukannya , STD menunjukkan berbagai model tingkah laku yang disebut dengan STATE system dan cara dimana transisi dibuat dari STATE satu ke STATE yang lain . STD Berfungsi sebagi dasar bagi pemodelan tingkah laku . Aspek control dari perangkat lunak diisikan dalam spesifikasi kontrol/Control Specification (SCPEC)

Pemodelan Analisis | Rekayasa Perangkat Lunak

Pemodelan Data

Metode pemodelan data menggunakan  ERD (Entity Relationship Diagram ).Pada konteks analisis terstruktur  , ERD Menetapkan semua data yang dimasukkan , disimpan , ditransformasi , dan diproduksi pada suatu aplikasi .ERD hanya berfokus pada data (sehingga memuaskan prinsip pertama analisis operasional) dengan menunjukan “jaringan data” yang ada untuk suatu system yang berikan. ERD sangat berguna bagi aplikasi dimana data dan hubungannya mengatur data yang kompleks.

Objek  Data , Atribut 

Objek data merupakan represntasi dari hamper semua informasi gabungan yang harus di pahami oleh perangkat lunak. Dengan informasi gabungan maka kita mengartikan sesuatu yang memiliki sejumlah sifat atas atribut yang berbeda.Objek data dapat berupa entitas eksternal suatu benda (laporan) , peristiwa atau event , peran , unit organisasional , tempat , atau suatu yang strukutr (file)Atribut , atribut menentukan property suatu objek data dan mengambil salah satu dari 3 karakteristik yang berbeda , atribut dapat digunakan untuk ,1. menanami sebuah contoh dari objek data
2. Menggambarkan contoh3. membuat referensi ke contoh yang lain pada table yang lain , 



“note” Satu atribut / lebih harus didefinisikan sebagai sebuah pengidentifikasi – dimana atribut pengidentifikasian akan menjadi “kunci” ketika kita ingin menemukan sebuah contoh dari objek data.

Analysis Model

Elements of the analysis model

Scenario-Based Modeling

Model ini merupakan model yang bergantung pada permasalahan yang sekuensial dan
terfokus pada proses.
Element :
- Use cases – text
- Use case diagrams
- Activity diagrams
- Swim lane diagrams
Karakteristik :
1. Permasalahan terbagi-bagi menjadi tahapan-tahapan proses.  Tahapan dan proses selajutnya dapat dianalisis menjadi use case yang sesuai.
2. saling berkaitan antara proses yang satu dan proses lainnya. Keruntutan proses tidak sepenuhnya diperlukan, namun hal ini penting agar diagram-diagram dapat dibuat dengan mudah.
3. Interaksinya lebih banyak dengan user. Interaksi terhadap user menentukan bagaimana proses akan terbentuk.
4. Tidak terlalu tersebar pada entitas-entitas atau objek. Entitas-entitas yang variatif menyebabkan model semakin kompleks bila diselesaikan menjadi proses-proses.

Use-case Diagram

Usecase diagram adalah diagram usecase yang digunakan untuk menggambarkan secara ringkas siapa yang menggunakan sistem dan apa saja yang bisa dilakukannya. Diagram usecase tidak menjelaskan secara detail tentang penggunaan usecase, namun hanya memberi gambaran singkat hubungan antara usecase, aktor, dan sistem.

Use-case diagram for surveillance function
Alternative Actions
Dapatkah aktor mengambil beberapa tindakan lain pada saat ini?
Apakah mungkin bahwa aktor akan menghadapi beberapa kondisi kesalahan pada saat ini?
Apakah mungkin bahwa aktor akan menghadapi perilaku dipanggil oleh beberapa acara di luar kendali aktor?

Activity diagram

Activity diagrams adalah sesuatu yang menggambarkan berbagai alir kegiatan/aktivitas pada sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alur berawal, decision yang mungkin akan terjadi, dan bagaimana akan berakhir. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi.

Activity diagram for Access camera surveillance—display camera views function

Swimlane Diagaram

Swimlane adalah elemen visual yang digunakan dalam diagram alir proses yang menggambarkan siapa bekerja pada subset tertentu dari sebuah proses. Swimlanetersebut diatur baik horisontal maupun vertikal dan digunakan untuk mengelompokkan sub-proses sesuai dengan tanggung jawab mereka.

Flow-Oriented Modeling

-  Karakteristik Flow-oriented Modeling
Data Flow Diagram (DFD) merupakan alat yang digunakan untuk melihat input-proses-output dari sebuah sistem. Aliran data objek yang masuk ke dalam perangkat lunak, diubah oleh elemen-elemen pemroses, kemudian hasil dari objek  data mengalir keluar dari perangkat lunak. Objek data direpresentasikan dengan  panah berlabel dan transformasinya direpresentasikan dengan lingkaran (sering juga disebut bubble). DFD ini direpresentasikan dengan pola hirarkis. Model aliran data pertama (disebut juga DFD level 0 atau context diagram)  merepresentasikan keseluruhan sistem. DFD level selanjutnya menjelaskan context diagram, bertambah detil di setiap level berikutnya.

Tujuan dari data flow diagram ini adalah untuk menyediakan jembatan semantik antara pengguna dan developer. Artinya, diagram alir yang disajikan harus dimengerti oleh baik pihak awam (pengguna), namun tetap informatif bagi pihak developer.

-  Karakteristik domain yang cocok dalam penerapan flow-oriented
Untuk kasus perangkat lunak yang terdapat aliran data di dalamnya, bisa dimodelkan dengan flow-oriented ini.

  • a.Model ini menitikberatkan pada sudut pandang masuknya data, pemrosesan data, dan keluaran data hasil proses perangkat lunak.  
  • b.Masalah yang digambarkan data flow diagram ini bersifat umum-khusus, yaitu menerangkan perangkat lunak secara umum, kemudian dicarikan detil untuk setiap level berikutnya. 
  • c.Melibatkan tempat penyimpanan data (basis data) 
  • d.Melibatkan entitas luar sistem yang mengirimkan data kepada sistem, juga entitas yang menerima sistem dari perangkat lunak yang dibuat. Contoh kasus yang sering diungkapkan sebagai contoh untuk model ini adalah Safe-Home security yang disajikan dalam buku yang ditulis oleh Pressmann halaman 227-228.

Guidelines (Pedoman)

  1. • Menggambarkan sistem sebagai gelembung tunggal di tingkat 0.
  2. • Hati-hati mencatat input primer dan output.
    Sempurnakan dengan mengisolasi proses kandidat dan terkait data mereka objek dan menyimpan data.
  3. • Label semua elemen dengan nama-nama bermakna.
    Mempertahankan kesesuaian informasi antara tingkat.
  4. • Sempurnakan satu gelembung pada suatu waktu.

Data Flow Diagram

Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk bisa menggambarkan suatu arus dari data pada sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk dapat memahami sistem dengan menggunakan logika, tersruktur serta jelas. DFD ini sangat mirip dengan Flowchart.

Context-level DFD for SafeHome security function

Grammatical Parse

  1. Fungsi keamanan SafeHome memungkinkan pemilik rumah untuk mengkonfigurasi sistem keamanan ketika diinstal, memonitor semua sensor yang terhubung ke sistem keamanan, dan berinteraksi dengan pemilik rumah melalui Internet, PC, atau panel kontrol.
  2. Selama instalasi, PC SafeHome digunakan untuk program dan mengkonfigurasi sistem. Setiap sensor diberikan sebuah nomor dan jenis, password master diprogram untuk mempersenjatai dan melucuti sistem, dan nomor telepon (s) adalah masukan untuk panggilan ketika peristiwa terjadi sensor.
  3. Ketika acara sensor diakui, perangkat lunak memanggil alarm terdengar melekat pada sistem. Setelah waktu penundaan yang ditentukan oleh pemilik rumah selama kegiatan konfigurasi sistem, perangkat lunak memanggil nomor telepon dari layanan monitoring, menyediakan informasi tentang lokasi, melaporkan sifat dari peristiwa yang telah terdeteksi. Nomor telepon akan redialed setiap 20 detik sampai sambungan telepon diperoleh.
  4. Pemilik rumah menerima informasi keamanan melalui panel kontrol, PC, atau browser, secara kolektif disebut interface. Antarmuka menampilkan pesan yang meminta dan sistem informasi status pada panel kontrol, PC, atau jendela browser. Interaksi pemilik rumah mengambil bentuk berikut .

Level 2 DFD that refines the monitor sensors process



Control Flow Diagram

Diagram alir kontrol ( CFD ) adalah suatu diagram untuk menggambarkan aliran kontrol dari suatu proses bisnis , proses atau program .
Diagram aliran kontrol dikembangkan pada tahun 1950 , dan secara luas digunakan dalam berbagai disiplin ilmu teknik . Mereka adalah salah satu metodologi pemodelan proses bisnis klasik , bersama dengan flow chart , data flow diagram , diagram blok aliran fungsional , grafik Gantt , diagram PERT , dan IDEF .
State diagram for SafeHome security function

Class-Based Modeling (Kelas Berbasis Modeling)

Terdiri dari element: 
1.  Class
2.  Operation
3.  Agregat
4.  Association dan Dependencies
5.  Package

Cocok untuk : 
1.  Terdapat objek yang dapat diidentifikasi, diklasifikasi, dan didefinisikan.
2.  Terdapat banyak objek
3.  Dari objek-objek bisa dibentuk kelas-kelas.
4.  Terdapat hubungan antara satu kelas dengan kelas yang lainnya (bisa merupakan turunan atau menggunakan kelas lainnya)

Identifying Analysis Classes
Eksternal entitas yang menghasilkan atau mengkonsumsi informasi.
Hal-hal yang merupakan bagian dari domain informasi Kejadian atau peristiwa.
Peran yang dimainkan oleh orang-orang yang berinteraksi dengan sistem.Organisasi unit.
Tempat yang menetapkan konteks.
Struktur yang mendefinisikan kelas obyek
Class Selection Criteria
1. saldo informasi
2. dibutuhkan layanan
3. Beberapa atribut
4. umum atribut
5. umum operasi
6. persyaratan penting

Identifying Classes

Potential class
Classification
Accept / Reject
homeowner
role; external entity
reject: 1, 2 fail
sensor
external entity
accept
control panel
external entity
accept
installation
occurrence
reject
(security) system
thing
accept
number, type
not objects, attributes
reject: 3 fails
master password
thing
reject: 3 fails
telephone number
thing
reject: 3 fails
sensor event
occurrence
accept
audible alarm
external entity
accept: 1 fails
monitoring service
organizational unit; ee
reject: 1, 2 fail


Class Diagram


Class diagram for the system class

Class diagram for FloorPlan

CRC Modeling (Cyclic Redundancy Check)

Adapun tujuan yang diharapkan dari penggunaan CRC Model ini adalah kebutuhan pemakai dapat diketahui secara tepat atau dengan kata lain dapat menjembatani antara pengembang dan pemakai.
          Secara garis besar tahapan dalam membuat suatu CRC Model yang biasa disebut sebagai CRC Session dibagi menjadi tiga yaitu sebelum pelaksanaan scenario, pada saat pelaksanaan scenario dan setelah pelaksanaan scenario. Pada intinya langkah-langkah yang harus dilakukan dalam membuat CRC Model adalah menentukan class, responsibility, collaborator, use-case, menggambarkan CRC Cards yang digunakan bcserta dengan penggambaran CRC Model dan Collaborator.
A CRC model index card for FloorPlan class

Class Responsibilities (Tanggung Jawab)

1.Mendistribusikan intelijen sistem di kelas.
2.Nyatakan setiap tanggung jawab sebagai umum mungkin.
3.Masukan informasi dan perilaku yang berkaitan dengan itu di kelas yang sama.
4.Melokalisasi informasi tentang satu hal daripada mendistribusikannya di beberapa kelas.
5.Berbagi tanggung jawab antara kelas terkait, jika sesuai.

Download Pemodelan Analisis
Download Pemodelan analisis 

Sekian dan Terimakasih sudah membaca Pemodelan Analisis semoga bermanfaat untuk anda ,Pemodelan Analisis | Rekayasa Perangkat Lunak - Pendidikanku.org

Referensi : Rekayasa perangkat lunak Pendekatan praktisi Buku 1 , Roger  Pressman , Ph .D. BAB 12 PEMODELAN ANALISIS

Pengertian Business Area Analysis | Pendidikanku

Pengertian Business Area Analysis

Pengertian Business Area Analysis - Pada kesempatan ini Pendidikanku akan memberikan pengertian pengertian dari Business Area Analysis (Bisnis Analysis) atau biasa disingkat dengan BAA .
Business Area Analysis (Analisis Bisnis ) merupakan disiplin ilmu untuk dapat mengidentifikasi kebutuhan bisnis & menentukan solusi untuk masalah-masalah bisnis tersebut.

Pengertian Business Area Analysis
Business Area Analysis Menemukan “pengelompokan fungsi serta data bisnis yang secara natural kohesif” (Martin) Melakukan aktivitas yang banyak sama dengan ISP, namun tetapi lingkupnya lebih dekat ke area bisnis individual
Business Area Analysis tersebut Mengenali sistem informasi yang sudah ada sebelumnya atau menentukan kompatibilitas dengan model ISP baru
1.Menentukan sistem yang bermasalah
2.Menemukan sistem yang tidak kompatibel dengan model informasi baru
3.Mulai membuat prioritas re- engineering

Untuk lebih jelas Pendidikanku sudah merangkung dalam bentuk Word ,  buat yang ingin mendownload dipersilahkan , Klik disini

Daftar isi yang terangkum antara lain sebagai berikut :

Daftar ISI

  1. Business Area Analysis...................................................................................................................
  2. Proses Business Area Analysis.......................................................................................................
  3. Rekayasa Produk...........................................................................................................................
  4. Template Arsitektur Produk............................................................................................................
  5. Pemodelan Sistem dengan UML.....................................................................................................
  6. Pengertian Deployment Diagram......................................................................................................
  7. Pengertian Activity Diagram.............................................................................................................
  8. Pengertian Class Diagram ...............................................................................................................
Sekian dan terimakasih sudah membaca Pengertian business area analysis semoga bermanfaat untuk anda , Salam pendidikanku.org

Pengertian Rekayasa Sistem Informasi

Pengertian Rekayasa Sistem

Pengertian Rekayasa Sistem - Pada kesempatan ini Pendidikanku.org akan membahas mengenai Rekayasa sistem dan lain sebagai nya yang bisa dilihat pada daftar isi dibawah ini , Namun sebelum itu biarkan Pendidikanku.org memberikan pengertian mengenai Rekayasa Sistem.

Rekayasa Sistem

Rekayasa Sistem merupakan kumpulan konsep, pendekatan & metodologi, serta alat-alat bantu (tools) untuk bisa merancang dan juga menginstalasi sebuah kompleks sistem. Kompleksitas sistem tersebut dapat  diakibatkan karna 2 hal yakni :
  1. kompleksitas dinamis
  2. kompleksitas detail
Kompleksitas detail ketika komponen atau sub-sistem yang dirancang tidak hanya banyak tetapi ditambah pula dengan multi-sourcing (multi suplier), multi standard, multi kriteria dan lain sebagainya.

Pressman menyebut sistem yang didalamnya terdapat perangkat lunak sebagai sistem berbasis komputer. Pada sistem berbasis komputer terdapat komponen – komponen sebagai berikut :
  1. Perangkat Keras (Hardware)
  2. Manusia (People)
  3. Perangkat Lunak (Software)
  4. Basis Data (Database)
  5. Prosedur (Procedure)
  6. Dokumentasi
Pada dasarnya, dari ke-6 komponen tersebut pembentuk sistem berbasis komputer, 4  komponen terakhir diatas adalah  hasil aktivitas rekayasa perangkat lunak. Perangkat lunak itu sendiri terdiri dari artifak – artifak hasil rekayasa perangkat lunak (RPL) yang merupakan hasil dari suatu aktivitas proses rekayasa (pengembangan) sistem berbasis komputer.

Daftar isi

Pengertian Rekayasa Sistem ………………...............................................................................................

Pemodelan Sistem……………………………………………………………………………...................

Hirarki Sistem………………………………………………………………………………………….....

Pengertian Business Process Engineering…………………………………………………………………..

Arsitektur Sistem………………………………………………………………………………………….

Pengertian Business Process improvement………………………………………………............................

Information Strategic Planning………………………………………………………………………..........

Menentukan Tujuan dan sasaran…………………………………………………………………………..

Untuk lebih jelasnya ada bisa mendownload dalam bentuk Word klik disini

Sekian dan terima kasih sudah berkunjung ke Pendidikanku.org  , silahkan berkomentar yang baik dan benar.

Pengertian Rekayasa Perangkat Lunak Terlengkap

Pengertian Rekayasa Perangkat Lunak

Pengertian Rekayasa Perangkat Lunak - Pada kesempatan ini Pendidikanku akan membahas mengenai apa itu pengertian Rekayasa perangkat lunak atau biasa disingkat dengan RPL .
Rekayasa perangkat lunak (RPL, dalam bahasa Inggris: Software Engineering atau SE) merupakan satu bidang profesi yang mendalami mengenai cara-cara pengembangan suatu perangkat lunak termasuk didalamnya melakukan pembuatan, pemeliharaan, manajemen organisasi pengembanganan perangkat lunak serta juga manajemen kualitas.
Rekayasa Perangkat Lunak


IEEE Computer Society mendefinisikan rekayasa perangkat lunak (RPL) ialah sebagai penerapan suatu pendekatan yang sistematis, disiplin serta terkuantifikasi atas pengembangan, penggunaan dan juga pemeliharaan perangkat lunak, dan juga studi atas pendekatan-pendekatan ini, meliputi penerapan pendekatan engineering atas perangkat lunak.

rekayasa perangkat lunak merupakan suatu pengubahan pada perangkat lunak itu sendiri dalam upaya mengembangkan, memelihara, serta membangun kembali dengan menggunakan prinsip rekayasa untuk dapat  menghasilkan perangkat lunak yang bisa bekerja lebih efisien serta efektif untuk user.

kriteria yang bisa digunakan sebagai acuan didalam merekayasa perangkat lunak, meliputi antara lain:
  1. dapat terus dirawat dan dipelihara(maintainability)
  2. dapat mengikuti perkembangan teknologi(dependability)
  3. dapat mengikuti keinginan pengguna(robust)
  4. efektif dan efisien dalam menggunakan energi dan penggunaannya
  5. dapat memenuhi kebutuhan yang diinginkan(usability)

Tujuan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)

Tujuan Rekayasa Perangkat lunak , ialah:
  1. Mendapatkan biaya produksi perangkat lunak yang kecil.
  2. Menghasilkan perangkat lunak yang efektif dan efisien 
  3. Menghasilkan perangkat lunak yang bisa bekerja pada berbagai jenis platform
  4. Perawatan perangkat lunak yang rendah

Ruang Lingkup Rekayasa Perangkat Lunak

  1. Software Requirements berhubungan dengan spesifikasi kebutuhan serta persyaratan perangkat lunak.
  2. Software desain meliputi proses penampilan arsitektur, komponen, interface, sertakarakteristik lain dari perangkat lunak.
  3. Software construction berinteraksi dengan detailnya dalam pengembangan suatu perangkat lunak, termasuk didalamnya algoritma, coding , pengujian serta juga pencarian kesalahan.
  4. Software testing melingkupi pengujian pada keseluruhan perilaku perangkat lunak.
  5. Software maintenance tersebut mencakup upaya-upaya perawatan pada saat perangkat lunak sudah dioperasikan.
  6. Software configuration management berinteraksi dengan suatu upaya perubahan konfigurasi suatu perangkat lunak untuk bisa memenuhi kebutuhan .
  7. Software engineering management berhubungan dengan pengelolaan serta pengukuran rekayasa perangkat lunak(RPL), termasuk didalamnya perencanaan proyek perangkat lunak(PL).
  8. Software engineering tools and methods tersebut meliputi kajian teoritis mengenai alat bantu dan juga metode RPL.
Sekian dan terimakasih sudah membaca mengenai Pengertian Rekayasa Perangkat Lunak ,tujuan rekayasa perangkat lunak , ruang lingkup rekayasa perangkat lunak . semoga dapat bermanfaat untuk anda , salam hangat dari Pendidikanku.org

Pengertian Pemodelan Berorientasi Objek

Pemodelan Analisis Berorientasi Objek

Pengertian Analisis Berorientasi Objek

Pengertian Pemodelan Berorientasi Objek - Pemodelan Analisis Berorientasi Objek / OOAD (Object Oriented Analysis Design) adalah adalah cara baru dalam memikirkan sebuah masalah dengan menggunakan model yang dibuat , dengan menurut konsep sekitar dunia nyata. Dasar dari pembuatan adalah objek, yang merupakan kombinasi dari struktur data serta perilaku dalam satu entitas.

definisi berorientasi objek ialah bahwa kita harus bisa mengorganisasi perangkat lunak ialah sebagai kumpulan dari objek tertentu yang mempunyai struktur data & perilakunya. Konsep OOAD ini mencakup analisis serta desain pada suatu sistem dengan pendekatan objek, yaitu analisis berorientasi objek (OOA) serta desain berorientasi objek (OOD). 

Pemodelan Berorientasi Objek
Pemodelan Berorientasi Objek
analisis berorientasi objek (OOA)  merupakan metode analisis yang memeriksa requirement (syarat/keperluan) yang harus terpenuhi pada suatu sistem) dari sudut pandang kelas-kelas serta objek-objek yang ditemui didalam ruang lingkup perusahaan. Sedangkan desain berorientasi objek (OOD) merupakan metode untuk dapat mengarahkan arsitektur software yang didasarkan pada manipulasi objek-objek suatu sistem atau subsistem.

Object Oriented Analysis (OOA)

Object Oriented Analysis (OOA) ini mempelajari tentang permasalahan dengan cara menspesifikasikannya / mengobservasi permasalahan tersebut dengan cara menggunakan metode berorientasi objek. Biasanya analisa sistem tersebut dimulai dengan adanya suatu dokumen permintaan (requirement) yang diperoleh dari semua pihak yang berkepentingan. (Misal: klien,developer, pakar, dan lain-lain).

Dokumen permintaan tersebut memiliki 2 fungsi yaitu :
  1. memformulasikan kebutuhan klien 
  2. membuat suatu daftar tugas. 
Analisis berorientasi obyek (OOA) tersebut melihat pada domain masalah, dengan tujuan untuk dapat memproduksi sebuah model konseptual informasi yang terdapat di daerah yang sedang di analisis. Model analisis tersebut tidak mempertimbangkan suatu kendala-kendala dari sebuah pelaksanaan yang mungkin  akan ada, seperti
  1. distribusi
  2. konkurensi
  3. ketekunan, atau 
  4. bagaimana suatu sistem harus dibangun.
Kendala pelaksanaan ditangani selama desain berorientasi objek (OOD).
UML (Unified Modeling Language) merupakan sebuah bahasa yang berdasarkan grafik/gambar untuk dapat memvisualisasi, menspesifikasikan, membangun, serta pendokumentasian dari suatu sistem pengembangan software berbasis OO (Object-Oriented). UML itu sendiri juga memberikan standar untuk penulisan sebuah sistem blue print, yang meliputi dari konsep bisnis proses, penulisan kelas-kelas dalam bahasa program yang spesifik, skema database, serta jugakomponen-komponen yang diperlukan dalam sistem software. Unified Model Language (UML) merupakan bahasa universal untuk :

  1. memvisualisasikan grafis model yang tepat.
  2. menetapkan model yang tepat, lengkap, serta tidak bermakna lebih dari satu untuk dapat mengambil dari semua keputusan penting didalam suatu analisis, desain serta implementasi.
  3. membangun suatu model yang bisa dihubungkan secara langsung dengan bahasa program.
  4. mendokumentasikan semua data informasi yang sudah dikumpulkan oleh team sehingga dapat memungkinkan untuk menshare informasi.

Object Oriented Design (OOD)

Object Oriented Design (OOD) mengubah  dari suatu model terkonsep yang diperoleh di dalam suatu analisis berorientasi objek tersebut, memperhitungkan dari kendala yang dipaksakan oleh arsitektur yang dipilih serta pada tiap-tiap non-fungsional - teknologi / lingkungan - kendala.

A. Karakteristik dari Objek

1. Objek
Objek merupakan suatu benda secara fisik dan juga konseptual yang terdapat di sekitar kita. Sebuah objek mempunyai keadaan sesaat yang disebut dengan state.
Objek tersebut dapat kongkrit, seperti halnya arsip pada sebuah sistem, atau konseptual seperti kebijakan penjadwalan dalam multiprocessing pada suatu sistem operasi.
Dua objek tersebut dapat berbeda walaupun bila semua nilai atributnya identik.

2. Kelas Objek

Kelas objek adalah suatu gambaran dari sekumpulan Objek yang terbagi dalam atribut, operasi, metode, hubungan, serta makna yang sama.
Suatu kegiatan mengumpulkan data (atribut) dan perilaku (operasi) yang mempunyai struktur data sama ke dalam satu grup.
Kelas Objek adalah suatuwadah bagi Objek, yang dapat digunakan untuk menciptakan Objek.
Objek tersebut mewakili fakta/keterangan dari suatu kelas.

Pemodelan Berorientasi Objek
Kelas objek
Istilah-istilah Objek
Atribut : merupakan Data item yang menegaskan Objek.
Operasi : merupakan Fungsi di dalam suatu kelas yang dikombinasikan ke dalam bentuk tingkah laku kelas.
Metode : merupakan Pelaksanaan prosedur (badan dari suatu kode yang mengeksekusi respon terhadap  suatu permintaan objek lain pada suatu sistem)..

B. Karakteritik Metodologi Berorientasi Objek

Metodologi pengembangan sistem berorientasi objek memiliki 3 karakteristik utama, antara lain sebagai berikut :

1. Encapsulation (Pengkapsulan)
  1. Encapsulation adalah suatu dasar untuk pembatasan ruang lingkup program terhadap data yang diproses.
  2. Data serta prosedur / fungsi dikemas secara bersama-sama dalam suatu objek, sehingga prosedur / fungsi lain dari luar tidak dapat mengaksesnya.
  3. Data terlindung dari prosedur / objek lain, kecuali prosedur yang terdapat dudalam objek itu sendiri.
2. Inheritance (Pewarisan)
  1. Inheritance merupakan suatu teknik yang menyatakan bahwa anak dari objek akan mewarisi data/atribut serta metode dari induknya langsung.
  2. Atribut & metode dari objek induk diturunkan kepada anak objek, demikian seterusnya.
  3. Inheritance ini memiliki arti bahwa atribut serta operasi yang dimiliki bersama di antara kelas yang memiliki hubungan dengan secara hirarki.
  4. Suatu kelas bisa ditentukan dengan secara umum, kemudian akan ditentukan spesifik menjadi subkelas. Setiap subkelas ini memiliki hubungan / mewarisi semua sifat yang dimiliki oleh kelas induknya, serta ditambah dengan sifat unik yang dimilikinya.
  5. Kelas Objek ini bisa didefinisikan atribut dan juga service dari kelas Objek lainnya.
  6. Inheritance menggambarkan generalisasi sebuah kelas.
3. Polymorphism (Polimorfisme)
  1. Polimorfisme merupakan suatu konsep yang menyatakan bahwa suatu yang sama bisa mempunyai bentuk serta perilaku yang berbeda.
  2. Polimorfisme berarti bahwa operasi yang sama mungkin memiliki perbedaan dalam kelas yang berbeda.
  3. Kemampuan objek-objek yang berbeda untuk melakukan metode yang pantas dalam merespon message yang sama.
  4. Seleksi dari metode yang sesuai bergantung pada kelas yang seharusnya menciptakan Objek.

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai Pengertian Pemodelan Berorientasi Objek , semoga dapat bermanfaat uintuk anda , salam hangat dari Pendidikanku.org

Pengertian dan Karakteristik Metodologi Berorientasi Objek

Pengertian Berorientasi Objek

Pengertian dan Karakteristik Metodologi Berorientasi Objek - Pada kesempatan ini pendidikanku.org akan membahas mengenai pengertian berorientasi Objek , berorientasi objek adalah mengorganiasikan perangkat lunak ialah sebagai kumpulan dari objek tertentu yang mempunyai struktur dan dan perilakunya. 

Objek berorientasi merupakan salah satu teknik atau konsep yang digunakan disebabkan karena memmpunyai kemudahan dalam pengembangan program dari programmer lain.
Pengertian berororientasi objek
berororientasi objek

Karakteristik Metodologi Berorientasi Objek

Karakteristik Metodologi Berorientasi Objek - Terdapat 3 karakteristik utama dalam metodologi pengembang sistem berorientasi objek , yakni :
  1. Polymorpshim
    bisa disebut dengan polimorfisme adalah suatu konsep yang menyatakan bahwa seseuatu yang sama bisa memiliki bentuk dan perilaku yang berbeda . Intinya polimorfisme ini operasi yang sama mungkin memiliki perbedaan dalam kelas yang berbeda.
  2. Encapsulation
    bisa disebut sebagai pengkapsulan yang merupakan suatu dasar pembatasan ruang lingkup program terhadap data yang diproses sehingga data atau method yang sudah dibatasi tidak dapat diakses dari luar sehingga data atau method itu akan terlindungi
  3. Inheritance
    disebut dengan pewarisan merupakan teknik yang mengemukakan bahwa anak dari objek akan mewarisi data atau atribut dari induknya secara langsung.
Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai Karakteristik Metodologi Berorientasi Objek semoga dapat bermanfaat untuk anda , salam hangat dari pendidikanku

Blog Archive